Makanan
Sunan Darimi | Hadits No. : 1954
و حَدَّثَنِي يَحْيَى عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرٍو عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْمُؤْمِنُ يَأْكُلُ فِي مِعًى وَاحِدٍ وَالْكَافِرُ يَأْكُلُ فِي سَبْعَةِ أَمْعَاءٍ
Terjemahan: Dan telah menceritakan kepada kami {Yahya} dari {Muhammad bin ‘Amr} dari {Abu Salamah} dari {Abu Hurairah} dari Nabi saw. beliau bersabda: “Orang mukmin makan dengan satu usus, sedangkan orang kafir makan dengan tujuh usus.”
Sunan Darimi | Hadits No. : 1955
أَخْبَرَنَا أَبُو عَاصِمٍ عَنْ ابْنِ جُرَيْجٍ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ طَعَامُ الْوَاحِدِ يَكْفِي الِاثْنَيْنِ وَطَعَامُ الِاثْنَيْنِ يَكْفِي الْأَرْبَعَةَ وَطَعَامُ الْأَرْبَعَةِ يَكْفِي ثَمَانِيَةً
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Abu ‘Ashim} dari {Ibnu Juraij} dari {Abu Az Zubair} dari {Jabir} dari Nabi saw. beliau bersabda: “Makanan satu orang cukup untuk dua orang dan makanan dua orang cukup untuk empat orang dan makanan empat orang cukup untuk delapan orang.”
Sunan Darimi | Hadits No. : 1956
أَخْبَرَنَا خَالِدُ بْنُ مَخْلَدٍ حَدَّثَنَا مَالِكٌ عَنْ وَهْبِ بْنِ كَيْسَانَ عَنْ عُمَرَ بْنِ أَبِي سَلَمَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَهُ سَمِّ اللَّهَ وَكُلْ مِمَّا يَلِيكَ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Khalid bin Makhlad} telah menceritakan kepada kami {Malik} dari {Wahb bin Kaisan} dari {Umar bin Abu Salamah} bahwa Nabi saw. berkata kepadanya: “Sebutlah nama Allah dan makanlah dari yang lebih dekat denganmu.”
Sunan Darimi | Hadits No. : 1957
أَخْبَرَنَا سَعِيدُ بْنُ عَامِرٍ عَنْ شُعْبَةَ عَنْ عَطَاءِ بْنِ السَّائِبِ عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُتِيَ بِجَفْنَةٍ أَوْ قَالَ قَصْعَةٍ مِنْ ثَرِيدٍ فَقَالَ كُلُوا مِنْ حَافَاتِهَا أَوْ قَالَ جَوَانِبِهَا وَلَا تَأْكُلُوا مِنْ وَسَطِهَا فَإِنَّ الْبَرَكَةَ تَنْزِلُ فِي وَسَطِهَا
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Sa’id bin ‘Amir} dari {Syu’bah} dari {‘Atha` bin As Sa`ib} dari {Sa’id bin Jubair} dari {Ibnu Abbas} bahwa Rasulullah saw. pernah diberi semangkok atau sepiring Tsarid, kemudian beliau bersabda: “Makanlah dari pinggirnya.” Atau beliau bersabda: “Dari samping-sampingnya, dan janganlah kalian makan dari tengahnya, karena berkah turun di tengahnya.”
Sunan Darimi | Hadits No. : 1958
حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الدِّمَشْقِيُّ حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ عَنْ قُرَّةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ أَسْمَاءَ بِنْتِ أَبِي بَكْرٍ أَنَّهَا كَانَتْ إِذَا أُتِيَتْ بِثَرِيدٍ أَمَرَتْ بِهِ فَغُطِّيَ حَتَّى يَذْهَبَ فَوْرَةُ دُخَانِهِ وَتَقُولُ إِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ هُوَ أَعْظَمُ لِلْبَرَكَةِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdurrahman bin Ibrahim Ad Dimasyqi} telah menceritakan kepada kami {Ibnu Wahb} dari {Qurrah bin Abdurrahman} dari {Az Zuhri} dari {‘Urwah} dari {Asma` binti Abu Bakr} bahwa jika ia diberi Tsarid, maka ia memerintahkan supaya ditutup hingga panas dan asapnya hilang, dia berkata “Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Hal itu lebih besar keberkahannya.”
Sunan Darimi | Hadits No. : 1959
أَخْبَرَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ أَخْبَرَنَا الْمُثَنَّى بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا طَلْحَةُ بْنُ نَافِعٍ أَبُو سُفْيَانَ حَدَّثَنَا جَابِرُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ أَخَذَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِيَدِي ذَاتَ يَوْمٍ إِلَى مَنْزِلِهِ فَقَالَ هَلْ مِنْ غَدَاءٍ أَوْ مِنْ عَشَاءٍ شَكَّ طَلْحَةُ قَالَ فَأَخْرَجَ إِلَيْهِ فِلَقًا مِنْ خُبْزٍ فَقَالَ أَمَا مِنْ أُدْمٍ قَالُوا لَا إِلَّا شَيْءٌ مِنْ خَلٍّ فَقَالَ هَاتُوهُ فَنِعْمَ الْإِدَامُ الْخَلُّ قَالَ جَابِرٌ فَمَا زِلْتُ أُحِبُّ الْخَلَّ مُنْذُ سَمِعْتُهُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ أَبُو سُفْيَانَ فَمَا زِلْتُ أُحِبُّهُ مُنْذُ سَمِعْتُهُ مِنْ جَابِرٍ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Yazid bin Harun} telah mengabarkan kepada kami {Al Mutsanna bin Sa’id} telah menceritakan kepada kami {Thalhah bin Nafi’ Abu Sufyan} telah menceritakan kepada kami {Jabir bin Abdullah}, ia berkata Suatu hari Nabi saw. menggandeng tanganku menuju rumahnya, kemudian beliau bersabda: “Apakah ada makan siang -atau makan malam?” Thalhah ragu dengan redaksi haditsnya- Thalhah berkata Beliau kemudian di hidangkan sepotong roti, beliau bertanya: “Tidakkah ada kuah?” Mereka menjawab “Tidak, hanya sedikit cuka.” Lalu beliau bersabda: “Berikanlah, sebaik-baik lauk adalah cuka.” Jabir berkata aku senantiasa menyenangi cuka semenjak aku mendengarnya dari Rasulullah saw. Lalu Abu Sufyan juga berkata aku senantiasa menyenangi cuka semenjak aku mendengarnya dari Jabir.
Sunan Darimi | Hadits No. : 1960
حَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ حَسَّانَ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ بِلَالٍ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ نِعْمَ الْإِدَامُ أَوْ نِعْمَ الْأُدْمُ الْخَلُّ
Terjemahan: Telah menceritakan kepadaku {Yahya bin Hassan} telah menceritakan kepada kami {Sulaiman bin Bilal} dari {Hisyam bin ‘Urwah} dari {Ayahnya} dari {‘Aisyah} dari Nabi saw. beliau bersabda: “Sebaik-baik lauk adalah cuka.”
Sunan Darimi | Hadits No. : 1961
أَخْبَرَنَا أَبُو نُعَيْمٍ حَدَّثَنَا مَالِكٌ عَنْ إِسْحَقَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي طَلْحَةَ عَنْ أَنَسٍ قَالَ رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُتِيَ بِمَرَقَةٍ فِيهَا دُبَّاءٌ وَقَدِيدٌ فَرَأَيْتُهُ يَتَتَبَّعُ الدُّبَّاءَ يَأْكُلُهُ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Abu Nu’aim} telah menceritakan kepada kami {Malik} dari {Ishaq bin Abdullah bin Abu Thalhah} dari {Anas}, ia berkata aku melihat Nabi saw. diberi kuah yang dicampur dengan Dubba` dan dendeng. Kemudian aku melihat beliau mencari-cari Dubba` dan memakannya.”
Sunan Darimi | Hadits No. : 1962
أَخْبَرَنَا الْأَسْوَدُ بْنُ عَامِرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسٍ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعْجِبُهُ الْقَرْعُ قَالَ فَقُدِّمَ إِلَيْهِ فَجَعَلْتُ أَتَنَاوَلُهُ وَأَجْعَلُهُ بَيْنَ يَدَيْهِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Al Aswad bin ‘Amir} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Qatadah} dari {Anas}, ia berkata Nabi saw. menyukai Qar’.” Anas melanjutkan “Kemudian qar’ tersebut dihidangkan kepada beliau, lalu aku mengambilnya serta meletakkannya di hadapan beliau.” Qar’ adalah tumbuhan sejenis labu.
Sunan Darimi | Hadits No. : 1963
أَخْبَرَنَا أَبُو نُعَيْمٍ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عِيسَى عَنْ عَطَاءٍ وَلَيْسَ بِابْنِ أَبِي رَبَاحٍ عَنْ أَبِي أَسِيدٍ الْأَنْصَارِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُلُوا الزَّيْتَ وَائْتَدِمُوا بِهِ وَادَّهِنُوا بِهِ فَإِنَّهُ يَخْرُجُ مِنْ شَجَرَةٍ مُبَارَكَةٍ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Abu Nu’aim} telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {Abdullah bin Isa} dari {‘Atha`} bukan Ibnu Abu Rabbah, dari {Abu Usaid Al Anshari}, ia berkata Rasulullah saw. bersabda: “Konsumsilah minyak (zaitun), jadikanlah sebagai lauk dan pakailah sebagai minyak, karena sesungguhnya ia berasal dari pohon yang diberkahi.”