Musnad Penduduk Syam
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17209
حَدَّثَنَا يُونُسُ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ أَيُّوبَ وَقَتَادَةَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ سِيرِينَ عَنْ سَلْمَانَ بْنِ عَامِرٍ الضَّبِّيِّأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فِي الْغُلَامِ عَقِيقَتُهُ فَأَهْرِيقُوا عَنْهُ دَمًا وَأَمِيطُوا عَنْهُ الْأَذَى
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yunus} telah menceritakan kepada kami {Hammad bin Salamah} dari {Ayyub} dan {Qatadah} dari {Muhammad bin Sirin} dari {Salman bin Amir Adl Dlabbi}, bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Pada kelahiran anak ada keharusan akikah, maka sembelihlah binatang untuknya dan hilangkanlah penyakit darinya.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17210
حَدَّثَنَا وَكِيعٌ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ عَوْنٍ عَنْ حَفْصَةَ بِنْتِ سِيرِينَ عَنِ الرَّبَابِ أُمِّ الرَّائِحِ بِنْتِ صُلَيْعٍ عَنْ سَلْمَانَ بْنِ عَامِرٍ الضَّبِّيِّ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الصَّدَقَةُ عَلَى الْمِسْكِينِ صَدَقَةٌ وَهِيَ عَلَى ذِي الْقُرْبَى ثِنْتَانِ صِلَةٌ وَصَدَقَةٌ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Waki’} ia berkata, Telah menceritakan kepada kami {Ibnu Aun} dari {Hafshah binti Sirin} dari {Ar Rabab Ummu Ar Ra`ih binti Sulai’} dari {Salman bin Amir Adl Dlabbi} ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Sedekah kepada fakir miskin bernilai satu sedekah. Sedangkan sedekah kepada kerabat mempunyai dua nilai sedekah dan menyambung silaturahi.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17211
حَدَّثَنَا يَزِيدُ قَالَ أَخْبَرَنَا هِشَامٌ عَنْ حَفْصَةَ عَنْ سَلْمَانَ بْنِ عَامِرِ الضَّبِّيِّ قَالَسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ الصَّدَقَةُ عَلَى الْمِسْكِينِ صَدَقَةٌ وَالصَّدَقَةُ عَلَى ذِي الرَّحِمِ اثْنَتَانِ صَدَقَةٌ وَصِلَةٌ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yazid} ia berkata, telah mengabarkan kepada kami {Hisyam} dari {Hafshah} dari {Salman bin Amir Adl Dlabbi} ia berkata, “Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Sedekah kepada fakir miskin bernilai satu sedekah. Sedangkan sedekah kepada kerabat dekat mempunyai dua nilai sedekah dan menyambung silaturahi.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17212
حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ بْنُ عَطَاءٍ عَنْ ابْنِ عَوْنٍ وَسَعِيدٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ سِيرِينَ عَنْ سَلْمَانَ بْنِ عَامِرٍعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَعَ الْغُلَامِ عَقِيقَتُهُ فَأَهْرِيقُوا عَنْهُ الدَّمَ وَأَمِيطُوا عَنْهُ الْأَذَىقَالَ وَكَانَ ابْنُ سِيرِينَ يَقُولُ إِنْ لَمْ يَكُنْ إِمَاطَةُ الْأَذَى حَلْقَ الرَّأْسِ فَلَا أَدْرِي مَا هُوَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdul Wahab bin Atha`} dari {Ibnu Aun} dan {Sa’id} dari {Muhammad bin Sirin} dari {Salman bin Amir} dari Nabi saw. bersabda: “Setiap (kelahiran) seorang anak ada kewajiban akikah, maka sembelihlah binatang untuknya dan hilangkanlah penyakit darinya.” Ibnu Sirin berkata, “Jika maksud dari Imathatul Adza (menghilangkah penyakit) bukan memotong rambut, maka saya tidak tahu apa itu.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17213
حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا هَمَّامٌ حَدَّثَنَا قَتَادَةُ عَنِ ابْنِ سِيرِينَ عَنْ سَلْمَانَ بْنِ عَامِرٍ الضَّبِّيِّأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَعَ الْغُلَامِ عَقِيقَتُهُ فَأَهْرِيقُوا عَنْهُ الدَّمَ وَأَمِيطُوا عَنْهُ الْأَذَى
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Affan} telah menceritakan kepada kami {Hammam} telah menceritakan kepada kami {Qatadah} dari {Ibnu Sirin} dari {Salman bin Amir Adl Dlabbi}, bahwa Nabi saw. bersabda: “Setiap (kelahiran) anak ada kewajiban akikah, maka sembelihlah binatang untuknya dan hilangkanlah penyakit darinya.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17214
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ عَاصِمٍ عَنْ حَفْصَةَ عَنْ سَلْمَانَ بْنِ عَامِرٍعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ مَنْ وَجَدَ تَمْرًا فَلْيُفْطِرْ عَلَيْهِ فَإِنْ لَمْ يَجِدْ تَمْرًا فَلْيُفْطِرْ عَلَى مَاءٍ فَإِنَّ الْمَاءَ طَهُورٌ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Ashim} dari {Hafshah} dari {Salman bin Amir} dari Nabi saw., beliau bersabda: “Barangsiapa mendapatkan kurma hendaklah ia berbuka dengannya. Tetapi jika tidak mendapatkan kurma hendaklah ia berbuka dengan air, karena air itu adalah suci.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17215
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَكْرٍ أَخْبَرَنَا عَبْدُ الْحَمِيدِ يَعْنِي ابْنَ جَعْفَرٍ قَالَ أَخْبَرَنِي أَبِي عَنْ زِيَادِ بْنِ مِينَاءَ عَنْ أَبِي سَعِيدِ بْنِ أَبِي فَضَالَةَ الْأَنْصَارِيِّ وَكَانَ مِنْ الصَّحَابَةِ أَنَّهُ قَالَسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِذَا جَمَعَ اللَّهُ الْأَوَّلِينَ وَالْآخِرِينَ لِيَوْمٍ لَا رَيْبَ فِيهِ نَادَى مُنَادٍ مَنْ كَانَ أَشْرَكَ فِي عَمَلٍ عَمِلَهُ لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ أَحَدًا فَلْيَطْلُبْ ثَوَابَهُ مِنْ عِنْدِ غَيْرِ اللَّهِ فَإِنَّ اللَّهَ أَغْنَى الشُّرَكَاءِ عَنْ الشِّرْكِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Bakr} telah mengabarkan kepada kami {Abdul Hamid} -yakni Ibnu Ja’far- ia berkata, telah mengabarkan kepadaku {Bapakku} dari {Ziyad bin Mina`} dari {Abu Sa’id bin Abu Fadlalah Al Anshari} salah seorang sahabat Nabi, ia berkata, “Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Jika Allah mengumpulkan orang-orang terdahulu dan orang-orang yang terakhir pada hari yang tiada keraguan padanya (hari kiamat), Maka akan ada yang berseru, ‘Siapa menyekutukan Allah dengan sesuatu yang lain dalam suatu amalan yang seharusnya ia kerjakan untuk-Nya, maka hendaklah ia meminta pahalanya kepada selain Allah, karena Allah tidak butuh dari segala persekutuan’.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17216
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي عَدِيٍّ عَنِ ابْنِ عَوْنٍ عَنْ أَبِي رَمْلَةَ قَالَ حَدَّثَنَاهُ مِخْنَفُ بْنُ سُلَيْمٍ قَالَوَنَحْنُ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ وَاقِفٌ بِعَرَفَاتٍ فَقَالَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ عَلَى كُلِّ أَهْلِ بَيْتٍ أَوْ عَلَى كُلِّ أَهْلِ بَيْتٍ فِي كُلِّ عَامٍ أَضْحَاةً وَعَتِيرَةً قَالَ تَدْرُونَ مَا الْعَتِيرَةُ قَالَ ابْنُ عَوْنٍ فَلَا أَدْرِي مَا رَدُّوا قَالَ هَذِهِ الَّتِي يَقُولُ النَّاسُ الرَّجَبِيَّةُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Abu Adi} dari {Ibnu Aun} dari {Abu Ramlah} ia berkata, Telah menceritakannya kepada kami {Mikhnaf bin Sulaim} ia berkata, “Kami bersama Nabi saw. saat beliau melakukan wukuf di Arafah. Kemudian beliau bersabda: “Wahai sekalian manusia! Sesungguhnya atas setiap keluarga, atau atas setiap anggota keluarga wajib memberikan Adlaah (memotong kurban) dan ‘Atiirah setiap tahunnya.” Mikhnaf bin Sulaim berkata, “Tahukah kalian apa itu ‘Atirah?” Ibnu ‘Aun berkata, “Aku tidak tahu apa jawaban mereka waktu itu.” Mikhnaf bin sulaim berkata, “(Atirah) Orang-orang mengatakan bahwa itu adalah binatang yang disembelih di bulan Rajab.'”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17217
حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ حَدَّثَنَا أَبِي عَنْ ابْنِ إِسْحَاقَ قَالَ حَدَّثَنِي عِمْرَانُ بْنُ أَبِي أَنَسٍ عَنْ حَنْظَلَةَ بْنِ عَلِيٍّ الْأَسْلَمِيِّ عَنْ رَجُلٍ مِنْ بَنِي الدِّيلِ قَالَصَلَّيْتُ الظُّهْرَ فِي بَيْتِي ثُمَّ خَرَجْتُ بِأَبَاعِرَ لِي لِأُصْدِرَهَا إِلَى الرَّاعِي فَمَرَرْتُ بِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يُصَلِّي بِالنَّاسِ الظُّهْرَ فَمَضَيْتُ فَلَمْ أُصَلِّ مَعَهُ فَلَمَّا أَصْدَرْتُ أَبَاعِرِي وَرَجَعْتُ ذُكِرَ ذَلِكَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ لِي مَا مَنَعَكَ يَا فُلَانُ أَنْ تُصَلِّيَ مَعَنَا حِينَ مَرَرْتَ بِنَا قَالَ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي قَدْ كُنْتُ صَلَّيْتُ فِي بَيْتِي قَالَ وَإِنْ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ya’qub} telah menceritakan kepada kami {Bapakku} dari {Ibnu Ishaq} ia berkata, telah menceritakan kepadaku {Imran bin Abu Anas} dari {Hanzhalah bin Ali Al Aslami} dari {seorang laki-laki Bani Ad Dail} ia berkata, “Saya shalat Zhuhur di rumahku, setelah itu saya keluar membawa binatang ternakku untuk meminumkannya di tempat penggembalaan. Lalu saya melewati Rasulullah saw. yang saat itu sedang shalat Zhuhur bersama para sahabat. Namun saya hanya berlalu saja tanpa ikut shalat bersama mereka. Selesai aku memberi minum hewan ternakku dan kembali pulang, maka hal itu (kembali pulang dan tidak ikut shalat) pun diberitahukan kepada Rasulullah saw. Beliau lalu bertanya kepadaku: “Wahai Fulan, apa yang menghalangimu untuk shalat bersama kami saat kamu melewati kami?” aku lantas menjawab: “Wahai Rasulullah, aku telah shalat di rumahku.” Beliau bersabda: “Meskipun kamu telah shalat di di rumahmu!”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17218
حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ حَدَّثَنَا أَبِي عَنْ ابْنِ إِسْحَاقَ قَالَ فَحَدَّثَنِي الْمُطَّلِبُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ قَيْسِ بْنِ مَخْرَمَةَ بْنِ الْمُطَّلِبِ بْنِ عَبْدِ مَنَافٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ قَيْسِ بْنِ مَخْرَمَةَ قَالَوُلِدْتُ أَنَا وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَامَ الْفِيلِ فَنَحْنُ لِدَانِ وُلِدْنَا مَوْلِدًا وَاحِدًا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ya’qub} telah menceritakan kepada kami {Bapakku} dari {Ibnu Ishaq} ia berkata, telah menceritakan kepadaku {Al Muthallib bin Abdullah bin Qais bin Makhramah bin Al Muhtallib bin Abdu Manaf} dari {Bapaknya} dari kakeknya {Qais bin Makhramah} ia berkata, “Saya dan Rasulullah saw. dilahirkan pada tahun Gajah. Dan kami adalah dua orang bayi yang dilahirkan dalam waktu yang sama.”