Musnad Penduduk Syam
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17249
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ عَدِيِّ بْنِ ثَابِتٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ وَهْبٍ يُحَدِّثُ عَنْ ثَابِتِ ابْنِ وَدِيعَةَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ رَجُلًا أَتَاهُ بِضِبَابٍ قَدْ احْتَرَشَهَا فَجَعَلَ يَنْظُرُ إِلَى ضَبٍّ مِنْهَا ثُمَّ قَالَ إِنَّ أُمَّةً مُسِخَتْ فَلَا أَدْرِي لَعَلَّ هَذَا مِنْهَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Adi bin Tsabit} dari {Zaid bin Wahb} ia menceritakan dari {Tsabit bin Wadi’ah} dari Nabi saw., bahwa ada seorang laki-laki mendatangi beliau sambil membawa beberapa ekor biawak yang dikumpulkannya, lalu Nabi saw. melihat pada salah seekor darinya seraya bersabda: “Sesungguhnya ada di antara umat yang telah dirubah bentuknya dan aku tidak tahu mungkin binatang ini di antaranya.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17250
حَدَّثَنَا بَهْزٌ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ أَخْبَرَنِي عَدِيُّ بْنُ ثَابِتٍ قَالَ سَمِعْتُ زَيْدَ بْنَ وَهْبٍ يُحَدِّثُ عَنْ ثَابِتِ ابْنِ وَدِيعَةَ قَالَجَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِضِبَابٍ قَدْ احْتَرَشَهَا قَالَ فَجَعَلَ يَنْظُرُ إِلَيْهِ وَيُقَلِّبُهُ وَقَالَ إِنَّ أُمَّةً مُسِخَتْ فَلَا يُدْرَى مَا فَعَلَتْ وَإِنِّي لَا أَدْرِي لَعَلَّ هَذَا مِنْهَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Bahz} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} ia berkata, telah mengabarkan kepadaku {Adi bin Tsabit} ia berkata, saya mendengar {Zaid bin Wahb} menceritakan dari {Tsabit bin Wadi’ah} ia berkata, “Seorang laki-laki datang menemui Nabi saw. dengan membawa biawak yang telah ditangkapnya, lalu beliau memandangi dan membulak-balik biawak tersebut seraya bersabda: “Sesungguhnya suatu ummat telah diubah wujudnya dan tidak diketahui lagi apa yang mereka lakukan, dan aku tidak tahu apakah binatang ini salah satu dari mereka.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17251
حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ عَدِيِّ بْنِ ثَابِتٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ وَهْبٍ عَنْ ثَابِتِ ابْنِ وَدِيعَةَأَنَّ رَجُلًا مِنْ بَنِي فَزَارَةَ أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِضِبَابٍ قَالَ فَجَعَلَ يُقَلِّبُ ضَبًّا مِنْهَا بَيْنَ يَدَيْهِ فَقَالَ إِنَّ أُمَّةً مُسِخَتْ قَالَ وَأَكْثَرُ عِلْمِي أَنَّهُ قَالَ مَا أَدْرِي لَعَلَّ هَذَا مِنْهَاقَالَ شُعْبَةُ وَقَالَ حُصَيْنٌ عَنْ زَيْدِ بْنِ وَهْبٍ عَنْ حُذَيْفَةَ قَالَ فَذَكَرَ شَيْئًا نَحْوًا مِنْ هَذَا قَالَ فَلَمْ يَأْمُرْهُ وَلَمْ يَنْهَ أَحَدًا عَنْهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Affan} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Adi bin Tsabit} dari {Zaid bin Wahb} dari {Tsabit bin Wadi’ah}, bahwa seorang laki-laki dari Bani Fazarah mendatangi Nabi saw. dengan membawa beberapa ekor Biawak. Lalu beliau membulak-balik salah seekor biawak di antara kedua tangannya. Kemudian beliau bersabda: “Sesungguhnya ada di antara umat yang telah dirubah bentuknya..” Tsabit berkata, “Menurut sepengetahuanku beliau bersabda: “Dan aku tidak tahu mungkin binatang ini termasuk di antaranya.” {Syu’bah} berkata {Hushain} berkata, dari {Zaid bin Wahb}, dari {Hudzaifah}, ia berkata, “Lalu beliau menyebutkan sesuatu semisal dengan berkenaan dengan binatang ini.” Hudzaifah melanjutkan, “Namun beliau tidak memerintahkan atau melarang untuk memakannya.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17252
حَدَّثَنَا حُسَيْنٌ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ عَطَاءٍ عَنْ حُصَيْنٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ وَهْبٍ الْجُهَنِيِّ عَنْ ثَابِتِ بْنِ يَزِيدَ ابْنِ وَدَاعَةَ الْأَنْصَارِيِّ قَالَاصْطَدْنَا ضِبَابًا وَنَحْنُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي بَعْضِ مَغَازِيهِ قَالَ فَطَبَخَ النَّاسُ وَشَوَوْا قَالَ فَأَخَذْتُ ضَبًّا فَشَوَيْتُهُ فَأَتَيْتُ بِهِ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَوَضَعَهُ بَيْنَ يَدَيْهِ فَأَخَذَ عُودًا فَجَعَلَ يُقَلِّبُ بِهِ أَصَابِعَهُ أَوْ يَعُدُّهَا ثُمَّ قَالَ إِنَّ أُمَّةً مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ مُسِخَتْ دَوَابَّ فِي الْأَرْضِ وَإِنِّي لَا أَدْرِي أَيَّ الدَّوَابِّ هِيَ قَالَ قُلْتُ إِنَّ النَّاسَ قَدْ شَوَوْا قَالَ فَلَمْ يَأْكُلْ مِنْهُ وَلَمْ يَنْهَهُمْ عَنْهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Husain} telah menceritakan kepada kami {Yazid bin Atha`} dari {Hushain} dari {Zaid bin Wahb Al Juhani} dari {Tsabit bin Yazid bin Wada’ah Al Anshari} ia berkata, “Kami pernah berburu biawak, padahal saat itu kami sedang bersama Rasulullah saw. dalam sebagian peperangannya. Kemudian para sahabat pun memasak dan memanggangnya. Saya lalu mengambil seekor biawak dan memanggangnya, Setelah itu saya membawanya kepada Rasulullah saw. dan meletakkannya di hadapan beliau. Beliau lantas mengambil kayu, dan derngan kayu tersebut beliau membulak-balikkan jari-jemari biawak tersebut. Beliau kemudian bersabda: “Sesungguhnya ada suatu ummat dari Bani Isra`il yang telah dirubah bentuknya menjadi binatang melata di bumi, dan saya tidak tahu binatang apakah itu.” Tsabit berkata, “Saya berkata, “Saat itu orang-orang telah memanggang (daging tersebut).” Ia melanjutkan, “Namun beliau tidak memakan dagingnya dan beliau juga tidak melarang mereka untuk memakannya.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17253
حَدَّثَنَا عَفَّانُ وَمُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ قَالَا حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ عَفَّانُ فِي حَدِيثِهِ قَالَ الْحَكَمُ أَخْبَرَنِي عَنْ زَيْدِ بْنِ وَهْبٍ عَنْ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ عَنْ ثَابِتِ ابْنِ وَدِيعَةَ قَالَ إِنَّهُأَتَى رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِضَبٍّ فَقَالَ أُمَّةٌ مُسِخَتْ وَاللَّهُ أَعْلَمُ قَالَ عَفَّانُ فَاللَّهُ أَعْلَمُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Affan} dan {Muhammad bin Ja’far} keduanya berkata, Telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} -Affan menyebutkan dalam haditsnya-, {Al Hakam} berkata, ia telah mengabarkan kepadaku dari {Zaid bin Wahb} dari {Al Barra` bin Azib} dari {Tsabit bin Wadi’ah} ia berkata, bahwa ia pernah mendatangi Rasulullah saw. dengan membawa biawak, maka beliau pun bersabda: “Suatu umat telah diubah wujudnya, dan Allah yang lebih mengetahui.” Affan menyebutkan, “Maka Allah yang lebih mengetahui.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17254
حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ عَنْ شَيْخٍ سَمَّاهُ عَنْ نُعَيْمِ بْنِ النَّحَّامِ قَالَسَمِعْتُ مُؤَذِّنَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي لَيْلَةٍ بَارِدَةٍ وَأَنَا فِي لِحَافِي فَتَمَنَّيْتُ أَنْ يَقُولَ صَلُّوا فِي رِحَالِكُمْ فَلَمَّا بَلَغَ حَيَّ عَلَى الْفَلَاحِ قَالَ صَلُّوا فِي رِحَالِكُمْ ثُمَّ سَأَلْتُ عَنْهَا فَإِذَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ أَمَرَهُ بِذَلِكَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdurrazaq} telah mengabarkan kepada kami {Ma’mar} dari {Ubaidullah bin Umar} dari {seorang syaikh yang telah ia namai} dari {Nu’aim bin Nahham} ia berkata, “Saya mendengar muadzin Nabi saw. mengumandangkan adzan di suatu malam yang sangat dingin, saat itu aku sedang memakai selimutku. Maka aku sangat berharap jika ia akan menyerukan ‘Shalatlah kalian di rumah-rumah kalian’. Dan ketika sampai pada kalimat HAYYA ‘ALAL FALAAH (Mari menuju kemenangan), ia pun berseru ‘Shalatlah kalian di rumah-ruamah kalian.’ Kemudian aku menanyakan padanya tentang hal itu dan ternyata Nabi yang telah menyuruhnya untuk melakukan hal tersebut.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17255
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَيَّاشٍ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ عَيَّاشٍ قَالَ حَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ قَالَ أَخْبَرَنِي مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى بْنِ حَبَّانَ عَنْ نُعَيْمِ بْنِ النَّحَّامِ قَالَنُودِيَ بِالصُّبْحِ فِي يَوْمٍ بَارِدٍ وَأَنَا فِي مِرْطِ امْرَأَتِي فَقُلْتُ لَيْتَ الْمُنَادِيَ قَالَ مَنْ قَعَدَ فَلَا حَرَجَ عَلَيْهِ فَنَادَى مُنَادِي النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي آخِرِ أَذَانِهِ وَمَنْ قَعَدَ فَلَا حَرَجَ عَلَيْهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ali bin Ayyasy} telah menceritakan kepada kami {Isma’il bin Ayyasy} ia berkata, telah menceritakan kepadaku {Yahya bin Sa’id} ia berkata, telah mengabarkan kepadaku {Muhammad bin Yahya bin Habban} dari {Nu’aim bin An Nahham} ia berkata, “Shalat subuh diserukan saat hari yang sangat dingin, sementara aku masih berada di dalam selimut isteriku. Maka aku pun berkata, “Semoga sang muadzin akan mengumandangkan ‘Barangsiapa duduk (shalat di rumahnya) maka tidak ada dosa baginya.'” Maka sang muadzin Nabi saw. pun mengumandangkan pada akhir adzannya, “MAN QA’ADA FALAA HARAJ (Barangsiapa duduk -shalat di rumahnya- maka tidak ada dosa baginya).”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17256
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يَزِيدَ قَالَ حَدَّثَنَا حَيْوَةُ بْنُ شُرَيْحٍ حَدَّثَنَا أَبُو عُثْمَانَ الْوَلِيدُ بْنُ أَبِي الْوَلِيدِ الْمَدَنِيُّ أَنَّ عِمْرَانَ بْنَ أَبِي أَنَسٍ حَدَّثَهُ عَنْ أَبِي خِرَاشٍ السُّلَمِيِّ أَنَّهُسَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ هَجَرَ أَخَاهُ سَنَةً فَهُوَ كَسَفْكِ دَمِهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdullah bin Yazid} ia berkata, Telah menceritakan kepada kami {Haiwah bin Syuraih} telah menceritakan kepada kami {Abu Utsman Al Walid bin Abu Al Walid Al Madani} bahwa {Imran bin Abu Anas} telah menceritakan kepadanya, dari {Abu Khirasy As Sulami}, bahwa ia pernah mendengar Nabi saw. bersabda: “Barangsiapa mendiamkan saudaranya selama setahun, maka seakan ia telah menumpahkan darahnya.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17257
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يَزِيدَ حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ أَبِي أَيُّوبَ وَحَيْوَةُ حَدَّثَنِي أَبُو الْأَسْوَدِ عَنْ بُكَيْرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ بُسْرِ بْنِ سَعِيدٍ عَنْ خَالِدِ بْنِ عَدِيٍّ الْجُهَنِيِّ قَالَسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ بَلَغَهُ مَعْرُوفٌ عَنْ أَخِيهِ مِنْ غَيْرِ مَسْأَلَةٍ وَلَا إِشْرَافِ نَفْسٍ فَلْيَقْبَلْهُ وَلَا يَرُدَّهُ فَإِنَّمَا هُوَ رِزْقٌ سَاقَهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلَيْهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdullah bin Yazid} telah menceritakan kepada kami {Sa’id bin Abu Ayyub} dan Haiwah telah menceritakan kepadaku {Abul Aswad} dari {Bukair bin Abdullah} dari {Busr bin Sa’id} dari {Khalid bin Adi Al Juhani} ia berkata, “Aku mendengar Nabi saw. bersabda: “Barangsiapa diberi kebaikan oleh saudaranya tanpa ia meminta atau membanggakan diri, maka hendaklah ia menerimanya dan tidak menolaknya. Karena itu adalah rizki yang telah disiapkan oleh Allah azza wa jalla baginya.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17258
حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَمْرٍو عَنْ سَعْدِ بْنِ الْمُنْذِرِ بْنِ أَبِي حُمَيْدٍ السَّاعِدِيِّ عَنْ حَمْزَةَ بْنِ أَبِي أُسَيْدٍ قَالَ سَمِعْتُ الْحَارِثَ بْنَ زِيَادٍ صَاحِبَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ أَحَبَّ الْأَنْصَارَ أَحَبَّهُ اللَّهُ حِينَ يَلْقَاهُ وَمَنْ أَبْغَضَ الْأَنْصَارَ أَبْغَضَهُ اللَّهُ حِينَ يَلْقَاهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yazid bin Harun} telah mengabarkan kepada kami {Muhammad bin Amru} dari {Sa’d bin Al Mundzir bin Abu Humaid As Sa’idi} dari {Hamzah bin Abu Usaid} ia berkata, saya mendengar {Al Harits bin Ziyad} salah seorang sahabat Rasulullah saw. berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa mencintai orang-orang Anshar, maka Allah akan mencintainyia saat ia menjumpai-Nya. Dan barangsiapa membenci orang-orang Anshar, maka Allah akan membencinya saat ia menjumpai-Nya.”