Musnad Penduduk Syam

Kembali ke Menu Sebelumnya

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17279

حَدَّثَنَا أَبُو عَاصِمٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أُمَيَّةَ بْنِ أَبِي عُثْمَانَ الْقُرَشِيُّ قَالَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ حُيَيِّ بْنِ يَعْلَى بْنِ أُمَيَّةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَرَأَيْتُ يَعْلَى يُصَلِّي قَبْلَ أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ فَقَالَ لَهُ رَجُلٌ أَوْ قِيلَ لَهُ أَنْتَ رَجُلٌ مِنْ أَصْحَابِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تُصَلِّي قَبْلَ أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ قَالَ يَعْلَى سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ الشَّمْسَ تَطْلُعُ بَيْنَ قَرْنَيْ شَيْطَانٍقَالَ لَهُ يَعْلَى فَأَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ وَأَنْتَ فِي أَمْرِ اللَّهِ خَيْرٌ مِنْ أَنْ تَطْلُعَ وَأَنْتَ لَاهٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Ashim} telah menceritakan kepada kami {Abdullah bin Umayyah bin Abu Utsman Al Qurasy} ia berkata, Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Huyay bin Ya’la bin Umayyah} dari {Bapaknya} ia berkata, “saya melihat {Ya’la} shalat sebelum matahari terbit, maka seorang laki-laki berkata kepadanya, “Anda adalah termasuk salah seorang dari sahabat Rasulullah saw., akan tetapi kenapa anda shalat sebelum terbitnya matahari?” Ya’la menjawab, “Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya matahari terbit di antara dua tanduk setan.” Ya’la lalu berkata kepada laki-laki itu, “Kamu berada dalam ketaatan kepada Allah saat matahari terbit adalah lebih baik daripada kamu berada dalam kelalaian.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17280

حَدَّثَنَا أَبُو عَاصِمٍ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أُمَيَّةَ قَالَ حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ حُيَيٍّ قَالَ حَدَّثَنِي صَفْوَانُ بْنُ يَعْلَى عَنْ أَبِيهِأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْبَحْرُ هُوَ جَهَنَّمُ قَالُوا لِيَعْلَى فَقَالَ أَلَا تَرَوْنَ أَنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَقُولُ{ نَارًا أَحَاطَ بِهِمْ سُرَادِقُهَا }قَالَ لَا وَالَّذِي نَفْسُ يَعْلَى بِيَدِهِ لَا أَدْخُلُهَا أَبَدًا حَتَّى أُعْرَضَ عَلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ وَلَا يُصِيبُنِي مِنْهَا قَطْرَةٌ حَتَّى أَلْقَى اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Ashim} ia berkata, Telah menceritakan kepada kami {Abdullah bin Umayyah} ia berkata, telah menceritakan kepadaku {Muhammad bin Huyay} ia berkata, telah menceritakan kepadaku {Shafwan bin Ya’la} dari {Bapaknya}, bahwa Nabi saw. bersabda: “Lautan adalah neraka jahannam.” Maka orang-orang pun bertanya kepada Ya’la, Ya’la lalu menjawab, “Tidakkah kalian tahu firman Allah azza wa jalla: ‘(Neraka yang gejolaknya mengepung mereka) ‘ (Qs. Al Kahfi: 29). Ya’la berkata lagi, “Tidak, demi Dzat yang diri Ya’la berada di tangan-Nya, aku tidak akan pernah memasukinya sampai ia di perlihatkan oleh Allah azza wa jalla dan tidak boleh mengenaiku setetespun sampai Allah membuangnya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17281

حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ عَمْرٍو يَعْنِي ابْنَ دِينَارٍ عَنْ عَطَاءٍ عَنْ صَفْوَانَ عَنْ أَبِيهِ قَالَسَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى الْمِنْبَرِ يَقْرَأُ{ وَنَادَوْا يَا مَالِكُ }
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Sufyan bin Uyainah} dari {Amru} -yakni Ibnu Dinar- dari {Atha`} dari {Shafwan} dari {Bapaknya} ia berkata, “Saya mendengar Nabi saw. membaca di atas mimbar: ‘(Dan mereka berseru, ‘Wahai Malik) ‘ (Qs. Az Zukhruf: 77).

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17282

حَدَّثَنَا هَارُونُ قَالَ أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ قَالَ أَخْبَرَنِي عَمْرُو بْنُ الْحَارِثِ عَنِ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ عَمْرِو بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أُمَيَّةَ ابْنِ أَخِي يَعْلَى بْنِ أُمَيَّةَ حَدَّثَهُ أَنَّ أَبَاهُ أَخْبَرَهُ أَنَّ يَعْلَى بْنَ أُمَيَّةَ قَالَجِئْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِأَبِي يَوْمَ الْفَتْحِ فَقُلْتُ لَهُ يَا رَسُولَ اللَّهِ بَايِعْ أَبِي عَلَى الْهِجْرَةِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَلْ أُبَايِعُهُ عَلَى الْجِهَادِ وَقَدْ انْقَطَعَتْ الْهِجْرَةُحَدَّثَنَا أَبُو الرَّبِيعِ الزَّهْرَانِيُّ حَدَّثَنَا فُلَيْحٌ عَنِ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ عَمْرِو بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ يَعْلَى بْنِ أُمَيَّةَ بِإِسْنَادٍ مِثْلَهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Harun} ia berkata, telah mengabarkan kepada kami {Ibnu Wahb} ia berkata, telah mengabarkan kepadaku {Amru bin Harits} dari {Ibnu Syihab} dari {Amru bin Abdurrahman bin Umayyah bin Akhi Ya’la bin Umayyah} ia menceritakan kepadanya, bahwa {Bapaknya} telah mengabarkan kepadanya, bahwa {Ya’la bin Umayyah} berkata, “Saya bersama bapakku menemui Rasulullah saw. pada hari pembukaan kota Makkah. Saya lalu berkata, “Wahai Rasulullah, bai’atlah bapakku untuk hijrah.” Rasulullah saw. kemudian bersabda: “Aku akan membai’atnya atas kewajiban Jihad, sebab kewajiban hijrah telah terputus.” Telah menceritakan kepada kami {Abu Ar Rabi’ Az Zahrani} telah menceritakan kepada kami {Fulaih} dari {Ibnu Syihab} dari {Amru bin Abdurrahman bin Ya’la bin Umayyah} dengan isnad yang sama.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17283

حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ حَدَّثَنَا مَنْصُورٌ وَعَبْدُ الْمَلِكِ عَنْ عَطَاءٍ عَنْ يَعْلَى بْنِ أُمَيَّةَ قَالَجَاءَ أَعْرَابِيٌّ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَيْهِ جُبَّةٌ وَعَلَيْهِ رَدْعٌ مِنْ زَعْفَرَانٍ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي أَحْرَمْتُ فِيمَا تَرَى وَالنَّاسُ يَسْخَرُونَ مِنِّي وَأَطْرَقَ هُنَيْهَةً قَالَ ثُمَّ دَعَاهُ فَقَالَ اخْلَعْ عَنْكَ هَذِهِ الْجُبَّةَ وَاغْسِلْ عَنْكَ هَذَا الزَّعْفَرَانَ وَاصْنَعْ فِي عُمْرَتِكَ كَمَا تَصْنَعُ فِي حَجِّكَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Husyaim} telah menceritakan kepada kami {Manshur} dan {Abdul Malik} dari {Atha`} dari {Ya’la bin Umayyah} ia berkata, “Seorang Arab dusun datang menemui Rasulullah saw. dengan memakai Jubbah, dan pada dirinya masih terdapat bekas-bekas minyak Za’faran. Arab dusun itu lalu berkata, “Wahai Rasulullah, saya telah melakukan Ihram dengan keadaan sebagaimana yang tuan lihat, tetapi orang-orang mengejekku?” Beliau diam sejenak, kemudian beliau memanggilnya dan bersabda: “Lepaslah Jubbah milikmu dan cucilah, lalu hilangkanlah bekas Za’faran yang ada pada badanmu. Kemudian lakukanlah dalam umrahmu sebagaimana yang kamu lakukan dalam haji.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17284

حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ عَمْرٍو عَنْ عَطَاءٍ عَنْ صَفْوَانَ بْنِ يَعْلَى عَنْ أَبِيهِ قَالَسَأَلَ رَجُلٌ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ مُتَضَمِّخٌ بِخَلُوقٍ وَعَلَيْهِ مُقَطَّعَاتٌ فَقَالَ أَهْلَلْتُ بِعُمْرَةٍ قَالَ انْزِعْ هَذِهِ وَاغْتَسِلْ وَاصْنَعْ فِي عُمْرَتِكَ مَا تَصْنَعُ فِي حَجِّكَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {Amru} dari {Atha`} dari {Shafwan bin Ya’la} dari {Bapaknya} ia berkata, “Seorang laki-laki yang memakai wewangian bertanya kepada Nabi saw., pada diri laki-laki itu masih terdapat bekas-bekasnya. Lelaki itu berkata, “Apakah aku boleh bertahalul untuk umrah?” Nabi saw. menjawab: “Bersihkan semua ini dan mandilah. Kemudian lakukanlah dalam umrahmu sebagaimana yang kamu lakukan dalam haji.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17285

حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ قَالَ أَخْبَرَنِي عَطَاءٌ عَنْ صَفْوَانَ بْنِ يَعْلَى عَنْ يَعْلَى بْنِ أُمَيَّةَ قَالَغَزَوْتُ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَيْشَ الْعُسْرَةِ وَكَانَ مِنْ أَوْثَقِ أَعْمَالِي فِي نَفْسِي وَكَانَ لِي أَجِيرٌ فَقَاتَلَ إِنْسَانًا فَعَضَّ أَحَدُهُمَا صَاحِبَهُ فَانْتَزَعَ أُصْبُعَهُ فَأَنْدَرَ ثَنِيَّتَهُ وَقَالَ أَفَيَدَعُ يَدَهُ فِي فِيكَ تَقْضِمُهَا قَالَ أَحْسَبُهُ كَمَا يَقْضِمُ الْفَحْلُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Isma’il} dari {Ibnu Juraij} ia berkata, telah mengabarkan kepadaku {Atha`} dari {Shafwan bin Ya’la} dari {Ya’la bin Umayyah} ia berkata, “Aku pernah berperang bersama Nabi saw. dalam satuan pasukan Jaisul ‘Usrah, dan hal itu adalah amal yang paling terkesan dalam jiwaku. Aku memiliki seorang pelayan yang berkelahi dengan seseorang. Kemudian salah seorang dari keduanya menggigit temannya, dan yang digigit pun menarik jari tangannya, lalu ia memukul lawannya hingga merontokkan gigi depannya. Kemudian Rasulullah berkata: “Apakah dia membiarkan tangannya berada di mulutmu sehingga kamu menggigitnya?” Perawai berkata, “Menurut dugaanku beliau bersabda: “Sebagaimana unta jantan yang menggigit?”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17286

حَدَّثَنَا ابْنُ نُمَيْرٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ عَنْ عَطَاءٍ عَنْ يَعْلَى بْنِ أُمَيَّةَأَنَّهُ كَانَ مَعَ عُمَرَ فِي سَفَرٍ وَأَنَّهُ طَلَبَ إِلَى عُمَرَ أَنْ يُرِيَهُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا نُزِّلَ عَلَيْهِ قَالَ فَبَيْنَمَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي سَفَرٍ وَعَلَيْهِ سِتْرٌ مَسْتُورٌ مِنْ الشَّمْسِ إِذْ أَتَاهُ رَجُلٌ عَلَيْهِ جُبَّةٌ وَعَلَيْهَا رَدْعٌ مِنْ زَعْفَرَانٍ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي أَحْرَمْتُ بِعُمْرَةٍ وَإِنَّ النَّاسَ يَسْخَرُونَ مِنِّي فَكَيْفَ أَصْنَعُ قَالَ فَسَكَتَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمْ يُجِبْهُ فَبَيْنَا هُوَ كَذَلِكَ إِذْ أَوْمَأَ إِلَيَّ عُمَرُ بِيَدِهِ فَأَدْخَلْتُ رَأْسِي مَعَهُمْ فِي السِّتْرِ فَإِذَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُحْمَرٌّ وَجْنَتَاهُ لَهُ غَطِيطٌ سَاعَةً ثُمَّ سُرِّيَ عَنْهُ فَجَلَسَ فَقَالَ أَيْنَ السَّائِلُ عَنْ الْعُمْرَةِ فَقَامَ إِلَيْهِ الرَّجُلُ فَقَالَ انْزِعْ جُبَّتَكَ هَذِهِ عَنْكَ وَمَا كُنْتَ صَانِعًا فِي حَجِّكَ إِذَا أَحْرَمْتَ فَاصْنَعْهُ فِي عُمْرَتِكَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ibnu Numair} telah menceritakan kepada kami {Abdul Malik} dari {Atha`} dari {Ya’la bin Umayyah}, bahwa ia pernah bersama Umar dalam suatu perjalanan, lalu ia meminta Umar untuk memperlihatkan Nabi saw. saat beliau menerima wahyu. Maka saat Nabi saw. berada dalam suatu perjalanan, dan waktu itu beliau mengenakan penutup yang melindunginya dari sengatan terik matahari, tiba-tiba seorang laki-laki memakai jubbah dan minya Za’faran datang menemui Nabi saw. Laki-laki itu kemudian berkata, “Wahai Rasulullah, saya telah berihram dengan niat Umrah. Akan tetapi orang-orang mengejekku. Maka apa yang harus aku lakukan?” Ya’la berkata, “Nabi saw. diam dan tidak menjawab pertanyaannya. Dalam keadaan seperti itu, tiba-tiba Umar memberi isyarat padaku dengan tangannya, maka saya pun memasukkan kepalaku ke dalam sater. Dan ternyata raut muka Nabi saw. memerah, dan nafasnya terasa berat. Setelah itu beliau duduk dan bertanya, “Mana orang yang menanyakan umrah tadi?” maka berdirilah laki-laki itu ke arah beliau hingga beliau pun bersabda: “Lepaskanlah Jubbah milikmu, dan apa yang kamu lakukan saat haji, maka lakukanlah saat kamu melakukan umrah.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17287

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنِ ابْنِ أَبِي لَيْلَى عَنْ عَطَاءٍ عَنْ يَعْلَى بْنِ أُمَيَّةَ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يُحِبُّ الْحَيَاءَ وَالسَّتْرَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Waki’} dari {Ibnu Abu Laila} dari {Atha} dari {Ya’la bin Umayyah} ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya Allah ‘azza wajalla menyukai sifat malu dan As Satr (tertutup).”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17288

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ عَنِ ابْنِ يَعْلَى عَنْ أَبِيهِأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمَّا قَدِمَ طَافَ بِالْبَيْتِ وَهُوَ مُضْطَبِعٌ بِبُرْدٍ لَهُ حَضْرَمِيٍّ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Waki’} telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {Ibnu Juraij} dari {Ibnu Ya’la} dari {Bapaknya}, bahwa saat Nabi saw. tiba di Makkah, maka beliau langsung melakukan thawaf di Ka’bah. Sedangkan beliau saat itu melipat kain burd Hadhrami miliknya dari bawah ketiaknya sebelah kanan hingga ke bagian atas pundak sebelah kiri.”