Musnad Penduduk Syam
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17289
حَدَّثَنَا أَسْوَدُ بْنُ عَامِرٍ حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ عَيَّاشٍ عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ أَبِي سُلَيْمَانَ عَنْ عَطَاءٍ عَنْ صَفْوَانَ بْنِ يَعْلَى بْنِ أُمَيَّةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ حَيِيٌّ سِتِّيرٌ فَإِذَا أَرَادَ أَحَدُكُمْ أَنْ يَغْتَسِلَ فَلْيَتَوَارَ بِشَيْءٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Aswad bin Amir} telah menceritakan kepada kami {Abu Bakr bin Ayyasy} dari {Abdul Malik bin Abu Sulaiman} dari {Atha`} dari {Shafwan bin Ya’la bin Umayyah} dari {Bapaknya} ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Sesugguhnya Allah ‘azza wajalla sangat pemalu dan tertutup, maka jika salah seorang dari kalian akan mandi hendaklah ia menutupi dirinya dengan sesuatu.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17290
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا عَبْد اللَّهِ قَالَ و حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ الْقَطَّانُ قَالَ حَدَّثَنَا أَبِي وَحَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ مَعِينٍ قَالَ حَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ أَبِي جَعْفَرٍ الْخَطْمِيِّ قَالَ حَدَّثَنِي عُمَارَةُ بْنُ خُزَيْمَةَ والْحَارِثُ بْنُ فُضَيْلٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي قُرَادٍ قَالَخَرَجْتُ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَاجًّا فَرَأَيْتُهُ خَرَجَ مِنْ الْخَلَاءِ فَاتَّبَعْتُهُ بِالْإِدَاوَةِ أَوْ الْقَدَحِ فَجَلَسْتُ لَهُ بِالطَّرِيقِ وَكَانَ إِذَا أَتَى حَاجَتَهُ أَبْعَدَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Sa’id} telah menceritakan kepada kami Abdullah ia berkata, dan telah menceritakan kepadaku {Muhammad bin Yahya bin Sa’id Al Qaththan} ia berkata, Telah menceritakan kepada kami {Bapakku} dan telah menceritakan kepadaku {Yahya bin Ma’in} ia berkata, telah menceritakan kepadaku {Yahya bin Said} dari {Abu Ja’far Al Khathmi} ia berkata, telah menceritakan kepadaku {Umarah bin Khuzaimah} dan {Al Harits bin Fudhail} dari {Abdurrahman bin Abu Qurad} ia berkata, “Saya pernah keluar bersama Rasulullah saw. untuk melakukan haji. Kemudian saya melihat beliau keluar dari kamar kecil, dan saya mengikutinya dengan membawa bejana kecil atau sejenis ceret. Kemudian saya duduk dekat beliau di salah satu jalan. Dan jika beliau hendak buang hajat, maka beliau akan menjauh dari kami.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17291
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ هِشَامٍ قَالَ حَدَّثَنَى أَبِي أَنَّ عُبَيْدَ اللَّهِ بْنَ عَدِيٍّ حَدَّثَهُ أَنَّ رَجُلَيْنِ أَخْبَرَاهُأَنَّهُمَا أَتَيَا النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْأَلَانِهِ مِنْ الصَّدَقَةِ فَقَلَّبَ فِيهِمَا الْبَصَرَ وَرَآهُمَا جَلْدَيْنِ فَقَالَ إِنْ شِئْتُمَا أَعْطَيْتُكُمَا وَلَا حَظَّ فِيهَا لِغَنِيٍّ وَلَا لِقَوِيٍّ مُكْتَسِبٍحَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا هِشَامٌ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ قَالَ حَدَّثَنِي رَجُلَانِ أَنَّهُمَا أَتَيَا النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي حَجَّةِ الْوَدَاعِ قَالَ فَصَعَّدَ فِيهِمَا فَذَكَرَ الْحَدِيثَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Sa’id} dari {Hisyam} ia berkata, telah menceritakan kepadaku {Bapakku} bahwa {Ubaidullah bin Adi} telah menceritakan kepadanya, bahwa {dua laki-laki} telah mengabarkan kepadanya, bahwa keduanya pernah mendatangi Nabi saw. Kedua laki-laki itu meminta sedekah dari Rasulullah saw., beliau lalu mengarahkan pandangannya pada kedua laki-laki itu dan beliau melihat bahwa keduanya masih kuat fisiknya. Maka beliau pun bersabda: “Jika kalian mau maka aku akan memberi kalian berdua, tapi sesungguhnya tidak ada hak bagi orang kaya dan orang yang masih kuat untuk bekerja.” Telah menceritakan kepada kami {Waki’} telah menceritakan kepada kami {Hisyam} dari {Bapaknya} dari {Ubaidullah} ia berkata, telah menceritakan kepadaku {dua orang laki-laki}, bahwa keduanya pernah mendatangi Nabi saw. pada saat haji wada’, beliau lalu memandangi keduanya…kemudian ia menyebutkan hadits tersebut.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17292
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا سَعِيدٌ عَنْ قَتَادَةَ عَنِ سِنَانِ بْنِ سَلَمَةَ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ ذُؤَيْبًا أَبَا قَبِيصَةَ حَدَّثَهُأَنَّ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَبْعَثُ بِالْبُدْنِ فَيَقُولُ إِنْ عَطِبَ مِنْهَا شَيْءٌ فَخَشِيتَ عَلَيْهِ فَانْحَرْهَا وَاغْمِسْ نَعْلَهَا فِي دَمِهَا وَاضْرِبْ صَفْحَتَهَا وَلَا تَأْكُلْ مِنْهَا أَنْتَ وَلَا أَحَدٌ مِنْ رُفْقَتِكَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} telah menceritakan kepada kami {Sa’id} dari {Qatadah} dari {Sinan bin Salamah} dari {Ibnu Abbas} bahwa {Dzu`aib bin Abu Qabishah} menceritakan kepadanya, bahwa Nabi saw. mengirim seekor unta gemuk (untuk kurban) lalu beliau berpesan: “Jika ia tertimpa sesuatu dan engkau khawatir terhadapnya maka sembelihlah ia, lalu benamkanlah kakinya ke dalam darahnya. Kemudian pukullah dengannya pada bagian samping dari Unta itu. Dan janganlah engkau atau teman-temanmu memakan daqingnya.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17293
حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ سِنَانِ بْنِ سَلَمَةَ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ ذُؤَيْبًا أَخْبَرَهُأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعَثَ مَعَهُ بِبَدَنَتَيْنِ وَأَمَرَهُ إِنْ عَرَضَ لَهُمَا شَيْءٌ أَوْ عَطْبَةٌ أَنْ يَنْحَرَهُمَا ثُمَّ يَغْمِسَ نِعَالَهُمَا فِي دِمَائِهِمَا ثُمَّ يَضْرِبَ بِنَعْلِ كُلِّ وَاحِدَةٍ صَفْحَتَهَا وَيُخْلِيَهُمَا لِلنَّاسِ وَلَا يَأْكُلَ مِنْهَا هُوَ وَلَا أَحَدٌ مِنْ أَصْحَابِهِقَالَ عَبْدُ الرَّزَّاقِ وَكَانَ يَقُولُ مُرْسَلٌ يَعْنِي مَعْمَرًا عَنْ قَتَادَةَ ثُمَّ كَتَبْتُهُ لَهُ مِنْ كِتَابِ سَعِيدٍ فَأَعْطَيْتُهُ فَنَظَرَ فَقَرَأَهُ فَقَالَ نَعَمْ وَلَكِنِّي أَهَابُ إِذَا لَمْ أَنْظُرْ فِي الْكِتَابِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdurrazaq} telah mengabarkan kepada kami {Ma’mar} dari {Qatadah} dari {Sinan bin Salamah} dari {Ibnu Abbas} bahwa {Dzu`aib} telah mengabarkan kepadanya, bahwa Nabi saw. pernah menitipkan dua ekor unta kepadanya. Dan jika kedua unta tersebut tampak tanda-tanda kematian maka beliau memerintahkan untuk menyembelihnya. Kemudian memasukkan kedua telapak kaki unta tersebut ke dalam genangan daranya, lalu memukulkannya pada bagian samping dari kedua unta itu. Setelah itu membiarkan daging unta tersebut untuk orang lain, sehingga ia dan para sahabatnya tidak memakan dagingnya.” Abdurrazaq berkata, “Ma’mar mengatakan bahwa hadits tersebut mursal dari Qatadah. Kemudian aku menuliskannya untuknya dari kitab milik Sa’id, lalu aku memberikan (catatan) itu kepadanya hingga ia pun melihat dan membacakannya seraya mengatakan, “Ya. Tetapi saya tidak bisa jika tidak melihat kitab.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17294
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ غُنْدَرٌ وَيَحْيَى بْنُ زَكَرِيَّا بْنِ أَبِي زَائِدَةَ قَالَا حَدَّثَنَا الْحَجَّاجُ بْنُ أَرْطَاةَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ سُلَيْمَانَ عَنْ عَمِّهِ قَالَ ابْنُ أَبِي زَائِدَةَ سَهْلِ بْنِ أَبِي حَثْمَةَ قَالَرَأَيْتُ مُحَمَّدَ بْنَ مَسْلَمَةَ يُطَارِدُ امْرَأَةً مِنْ الْأَنْصَارِ يُرِيدُ أَنْ يَنْظُرَ إِلَيْهَا قَالَ ابْنُ أَبِي زَائِدَةَ بُثَيْنَةَ ابْنَةَ الضَّحَّاكِ يُرِيدُ أَنْ يَنْظُرَ إِلَيْهَا فَقُلْتُ أَنْتَ صَاحِبُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَتَفْعَلُ هَذَا قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِذَا أَلْقَى اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ فِي قَلْبِ امْرِئٍ خِطْبَةَ امْرَأَةٍ فَلَا بَأْسَ أَنْ يَنْظُرَ إِلَيْهَاحَدَّثَنَا سُرَيْجُ بْنُ النُّعْمَانِ قَالَ حَدَّثَنَا عَبَّادُ بْنُ الْعَوَّامِ قَالَ حَدَّثَنَا حَجَّاجُ بْنُ أَرْطَاةَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ سُلَيْمَانَ بْنِ أَبِي حَثْمَةَ عَنْ عَمِّهِ سَهْلِ بْنِ أَبِي حَثْمَةَ قَالَ رَأَيْتُ مُحَمَّدَ بْنَ مَسْلَمَةَ يُطَارِدُ بُثَيْنَةَ ابْنَةَ الضَّحَّاكِ أُخْتَ أَبِي جَبِيرَةَ بْنِ الضَّحَّاكِ وَهِيَ عَلَى إِجَّارٍ لَهُمْ فَذَكَرَ الْحَدِيثَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far Ghundar} dan {Yahya bin Zakaria bin Abu Za`idah} keduanya berkata, Telah menceritakan kepada kami {Hajjaj bin Arthat} dari {Muhammad bin Sulaiman} dari {Pamannya}. {Ibnu Abu Zaidah} {Sahl bin Abu Hatsmah} berkata, “Aku melihat {Muhammad bin Maslamah} membuntuti seorang wanita Anshar agar ia dapat melihatnya.” Ibnu Abu Zaaidah berkata, “Wanita itu bernama Butsainah binti Adl Dhahak. Aku kemudian berkata kepada Muhammad bin Maslamah, “Engkau adalah seorang sahabat Rasulullah saw., namun kenapa engkau melakukan hal ini?” Muhammad bin Maslamah menjawab, “Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: ‘Jika Allah azza wa jalla telah menumbuhkan keinginan untuk mengkhitbah wanita pada hati seorang laki-laki, maka tidak mengapa bagi dirinya melihat wanita tersebut.'” Telah menceritakan kepada kami {Suraij bin An Nu’man} ia berkata, Telah menceritakan kepada kami {Abbad bin Al Awwam} ia berkata, Telah menceritakan kepada kami {Hajjaj bin Arthah} dari {Muhammad bin Sulaiman bin Abu Hatsmah} dari pamannya {Sahal bin Abu Hatsmah} ia berkata, “Aku melihat {Muhmamad bin Maslamah} membuntuti Butsainah binti Adl Dhahak, saudara perempuan Jabirah bin Adl Dhahak yang sedang berada di tempat penyewaan miliknya… lalu ia menceritakan hadis tersebut.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17295
حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ قَبِيصَةَ بْنِ ذُؤَيْبٍأَنَّ أَبَا بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ هَلْ سَمِعَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِيهَا شَيْئًا فَقَامَ الْمُغِيرَةُ بْنُ شُعْبَةَ فَقَالَ شَهِدْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْضِي لَهَا بِالسُّدُسِ فَقَالَ هَلْ سَمِعَ ذَلِكَ مَعَكَ أَحَدٌ فَقَامَ مُحَمَّدُ بْنُ مَسْلَمَةَ فَقَالَ شَهِدْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْضِي لَهَا بِالسُّدُسِ فَأَعْطَاهَا أَبُو بَكْرٍ السُّدُسَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdurrazaq} telah menceritakan kepada kami {Ma’mar} dari {Zuhri} dari {Qabishah bin Dzu`aib}, bahwa Abu Bakar radliallahu ‘anhu berkata, “Apakah salah seorang di antara kalian ada yang pernah mendengar dari Nabi saw. sesuatu tentangnya (bagian seorang nenek dalam harta warisan)?” Maka berdirilah {Al Mughirah bin Syu’bah} dan menjawab, “Saya telah melihat Rasulullah saw. memutuskan tentangnya dengan memberinya seperenam.” Abu Bakr lalu bertanya, “Apakah ada orang lain yang mendengarnya bersamamu?” {Muhammad bin Maslamah} lalu berdiri dan berkata, “Saya melihat Rasulullah saw. memutuskannya dengan memberi seperenam.” Lalu Abu Bakr memberi bagian untuk nenek itu seperenam dari harta waris.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17296
حَدَّثَنَا زَيْدُ بْنُ الْحُبَابِ قَالَ أَخْبَرَنِي سَهْلُ بْنُ أَبِي الصَّلْتِ قَالَ سَمِعْتُ الْحَسَنَ يَقُولُإِنَّ عَلِيًّا بَعَثَ إِلَى مُحَمَّدِ بْنِ مَسْلَمَةَ فَجِيءَ بِهِ فَقَالَ مَا خَلَّفَكَ عَنْ هَذَا الْأَمْرِ قَالَ دَفَعَ إِلَيَّ ابْنُ عَمِّكَ يَعْنِي النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَيْفًا فَقَالَ قَاتِلْ بِهِ مَا قُوتِلَ الْعَدُوُّ فَإِذَا رَأَيْتَ النَّاسَ يَقْتُلُ بَعْضُهُمْ بَعْضًا فَاعْمَدْ بِهِ إِلَى صَخْرَةٍ فَاضْرِبْهُ بِهَا ثُمَّ الْزَمْ بَيْتَكَ حَتَّى تَأْتِيَكَ مَنِيَّةٌ قَاضِيَةٌ أَوْ يَدٌ خَاطِئَةٌ قَالَ خَلُّوا عَنْهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Zaid bin Al Hubab} ia berkata, telah mengabarkan kepadaku {Sahal bin Abu shalt} ia berkata, saya mendengar {Al Hasan} berkata, “Sesungguhnya Ali pernah mengutus Muhammad bin Maslamah, lalu dihadapkanlah {Muhammad bin Maslamah} ke hadapannya. Ali lalu bertanya, “Apa yang membuatmu menghindar dari perkara ini?” Muhammad bin Maslamah menjawab, “Anak pamanmu (maksudnya ialah Nabi saw.) telah memberiku sebuah pedang seraya bersabda: “Gunakanlah ia untuk berperang melawan musuhmu. Dan jika engkau melihat manusia (umat Islam) saling membunuh, sebagian mereka dengan sebagian yang lainnya, maka pergilah menuju batu besar dan pukulkanlah pedangmu ke arah batu besar itu. Kemudian kembalilah ke rumahmu dan tetaplah berada di dalamnya sampai maut menjemputmu, atau orang yang keliru dalam membunuh.'” Maka Ali berkata, “Biarkan dia.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17297
حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ سُلَيْمَانَ يَعْنِي الرَّازِيَّ قَالَ سَمِعْتُ مَالِكَ بْنَ أَنَسٍ وَإِسْحَاقُ بْنُ عِيسَى قَالَ أَخْبَرَنِي مَالِكٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ عُثْمَانَ بْنِ خَرَشَةَ قَالَ أَبِي وَقَالَ إِسْحَاقُ بْنُ عِيسَى عَنْ عُثْمَانَ بْنِ خَرَشَةَ قَالَ عَبْد اللَّهِ و حَدَّثَنَا مُصْعَبٌ الزُّبَيْرِيُّ عَنْ مَالِكٍ مِثْلَهُ فَقَالَ عُثْمَانُ بْنُ إِسْحَاقَ بْنِ خَرَشَةَ مِنْ بَنِي عَامِرِ بْنِ لُؤَيٍّ وَلَمْ يُسْنِدْهُ عَنْ الزُّهْرِيِّ أَحَدٌ إِلَّا مَالِكٌ عَنْ قَبِيصَةَ بْنِ ذُؤَيْبٍ قَالَجَاءَتْ الْجَدَّةُ إِلَى أَبِي بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ تَعَالَى عَنْهُ تَسْأَلُهُ مِيرَاثَهَا فَقَالَ مَا أَعْلَمُ لَكِ فِي كِتَابِ اللَّهِ شَيْئًا وَلَا أَعْلَمُ لَكِ فِي سُنَّةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ شَيْءٍ حَتَّى أَسْأَلَ النَّاسَ فَسَأَلَ فَقَالَ الْمُغِيرَةُ بْنُ شُعْبَةَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَعَلَ لَهَا السُّدُسَ فَقَالَ مَنْ يَشْهَدُ مَعَكَ أَوْ مَنْ يَعْلَمُ مَعَكَ فَقَامَ مُحَمَّدُ بْنُ مَسْلَمَةَ فَقَالَ مِثْلَ ذَلِكَ فَأَنْفَذَهُ لَهَا وَقَالَ إِسْحَاقُ بْنُ عِيسَى هَلْ مَعَكَ غَيْرُكَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ishaq bin Sulaiman} -yakni Ar Razi- ia berkata, saya mendengar {Malik bin Anas}, dan {Ishaq bin Isa} menyebutkan {Malik} telah mengabarkan kepadaku dari {Zuhri} dari {Utsman bin Kharasyah}. Bapakku (Imam Ahmad) berkata {Ishaq bin Isa} berkata, dari {Utsman bin Kharasyah}. Abdullah berkata Telah menceritakan kepada kami {Mush’ab Az Zubairi} dari {Malik} seperti sanad itu pula -Utsman bin Ishaq bin Kharasyah, seorang yang berasal dari Bani Amir bin Lu`ay berkata, ‘Tidak ada seorang pun yang menisbatkannya kepada dari Az Zuhri kecuali Malik’- dari {Qabishah bin Dzu`aib} ia berkata, “Seorang nenek datang menemui Abu Bakar Radi’allahu Ta’ala ‘Anhu bertanya mengenai bagiannya dalam harta waris. Abu Bakar lalu menjawab, “Sedikitpun aku tidak mengetahui bagianmu di baik dalam Kitabullah maupun dalam sunnah Rasulullah saw. Maka tunggulah hingga aku bertanya kepada para sahabat yang lain.” Maka Abu Bakar pun menanyakan tetang hal itu, {Al Mughirah bin Syu’bah} lantas menjawab, “Saya mendengar Rasulullah saw. memberi bangian untuknya sebanyak seperenam bagian.” Kemudian Abu Bakar bertanya, “Siapa yang turut menyaksikannya bersamamu, atau siapa yang mengetahuinya selain kamu?” lalu berdirilah {Muhammad bin Maslamah} seraya menyebutkan sebagaimana yang disebutkan oleh Al Mughirah. Abu Bakar kemudian memberikan bagian nenek tersebut.” {Ishaq bin Isa} menyebutkan, “Apakah ada orang lain selain kamu?”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17298
حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ ثَوْرٍ عَنْ رَجُلٍ مِنْ أَهْلِ الْبَصْرَةِ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ مَسْلَمَةَ قَالَسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِذَا قَذَفَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ فِي قَلْبِ امْرِئٍ خِطْبَةَ امْرَأَةٍ فَلَا بَأْسَ أَنْ يَنْظُرَ إِلَيْهَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Waki’} dari {Tsaur} dari {seorang laki-laki Bashrah} dari {Muhamamd bin Maslamah} ia berkata, “Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Jika Allah ‘azza wajalla telah memasukkan ke dalam hati seseorang keinginan untuk meminang seorang wanita, maka tidak mengapa jika ia melihatnya.”