Musnad Penduduk Syam

Kembali ke Menu Sebelumnya

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16304

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ قَالَ حَدَّثَنَا سَعِيدٌ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَبِي شَيْخٍ الْهُنَائِيِّأَنَّهُ شَهِدَ مُعَاوِيَةَ وَعِنْدَهُ جَمْعٌ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ لَهُمْ مُعَاوِيَةُ أَتَعْلَمُونَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ رُكُوبِ جُلُودِ النُّمُورِ قَالُوا نَعَمْ قَالَ أَتَعْلَمُونَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ لُبْسِ الْحَرِيرِ قَالُوا اللَّهُمَّ نَعَمْ قَالَ أَتَعْلَمُونَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى أَنْ يُشْرَبَ فِي آنِيَةِ الْفِضَّةِ قَالُوا اللَّهُمَّ نَعَمْ قَالَ أَتَعْلَمُونَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ لُبْسِ الذَّهَبِ إِلَّا مُقَطَّعًا قَالُوا اللَّهُمَّ نَعَمْ قَالَ أَتَعْلَمُونَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ جَمْعٍ بَيْنَ حَجٍّ وَعُمْرَةٍ قَالُوا اللَّهُمَّ لَا قَالَ فَوَاللَّهِ إِنَّهَا لَمَعَهُنَّ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} berkata telah menceritakan kepada kami {Sa’id} dari {Qatadah} dari {Abu Syaikh Al Huna`i}, dia melihat {Mu’awiyah} yang pada saat itu ia bersama beberapa sahabat Nabi saw., lalu Mu’awiyah berkata kepada mereka, “Apakah kalian tahu bahwa Rasulullah saw. melarang menaiki kendaraan yang ada kulit macan tutulnya?” Mereka menjawab, “Ya.” Lalu dia berkata “Apakah kalian mengetahui bahwa Rasulullah saw. melarang memakai sutra?.” Mereka berkata “Ya.” (Mu’awiyah Radhiyallahu’anhu) berkata “Apakah kalian mengetahui bahwa Rasulullah saw. melarang minum pada bejana yang terbuat dari perak?” mereka menjawab, “Demi Allah, Ya.” (Mu’awiyah Radhiyallahu’anhu) berkata “Apakah kalian mengetahui bahwa Rasulullah saw. melarang memakai emas kecuali kecuali yang telah ‘dipotong’?” mereka menjawab, “Demi Allah, Ya.” (Mu’awiyah Radhiyallahu’anhu) berkata “Apakah kalian mengetahui bahwa Rasulullah saw. melarang menghimpun antara haji dan umrah?” mereka menjawab, “Demi Allah, tidak.” Dia berkata “Hal itu termasuk yang dilarang.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16305

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ صَالِحٍ عَنْ رَبِيعَةَ بْنِ يَزِيدَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَامِرٍ الْيَحْصَبِيِّ قَالَسَمِعْتُ مُعَاوِيَةَ يُحَدِّثُ وَهُوَ يَقُولُ إِيَّاكُمْ وَأَحَادِيثَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَّا حَدِيثًا كَانَ عَلَى عَهْدِ عُمَرَ وَإِنَّ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ تَعَالَى عَنْهُ كَانَ أَخَافَ النَّاسَ فِي اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ يُرِدْ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهُّ فِي الدِّينِ وَسَمِعْتُهُ يَقُولُ إِنَّمَا أَنَا خَازِنٌ وَإِنَّمَا يُعْطِي اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ فَمَنْ أَعْطَيْتُهُ عَطَاءً عَنْ طِيبِ نَفْسٍ فَهُوَ أَنْ يُبَارَكَ لِأَحَدِكُمْ وَمَنْ أَعْطَيْتُهُ عَطَاءً عَنْ شَرَهٍ وَشَرَهِ مَسْأَلَةٍ فَهُوَ كَالْآكِلِ وَلَا يَشْبَعُ وَسَمِعْتُهُ يَقُولُ لَا تَزَالُ أُمَّةٌ مِنْ أُمَّتِي ظَاهِرِينَ عَنْ الْحَقِّ لَا يَضُرُّهُمْ مَنْ خَالَفَهُمْ حَتَّى يَأْتِيَ أَمْرُ اللَّهِ وَهُمْ ظَاهِرُونَ عَلَى النَّاسِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdurrahman bin Mahdi} dari {Mu’awiyah bin Shalih} dari {Rabi’ah bin Yazid} dari {Abdullah bin ‘Amir Al Yahshabi} berkata saya mendengar {Mu’awiyah} menceritakan dengan berkata “Jauhilah kalian terhadap hadis -hadis Rasulullah saw. kecuali hadis pada masa ‘Umar. Sebab ‘Umar Radhiyallahu’anhu termasuk orang yang paling takut kepada Allah Azzawajalla, saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan pada dirinya, Allah bakalan menjadikannya paham agamanya” dan saya mendengar beliau bersabda: “Sesungguhnya saya adalah orang yang menyimpan. Hanyasanya Allah Azzawajalla yang memberi. Barangsiapa yang saya beri secara sukarela, maka itu mendatangkan berkah bagi salah seorang dari kalian. Sebaliknya barangsiapa yang saya beri suatu pemberian karena permintaannya yang didorong kerakusan dan ketamakan, maka dia sebagaimana orang yang makan tapi tidak pernah kenyang, ” dan saya mendengar beliau bersabda: “Akan tetap ada segolongan orang dari umatku, yang mereka menampakkan Al haq, tidak membahayakan mereka orang yang menyelisihinya sampai datang keputusan Allah, mereka selalu menang terhadap manusia lainnya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16306

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَكْرٍ قَالَ أَخْبَرَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ قَالَ أَخْبَرَنِي عُمَرُ بْنُ عَطَاءِ بْنِ أَبِي الْخُوَارِأَنَّ نَافِعَ بْنَ جُبَيْرٍ أَرْسَلَهُ إِلَى السَّائِبِ بْنِ يَزِيدَ ابْنِ أُخْتِ نَمِرٍ يَسْأَلُهُ عَنْ شَيْءٍ رَآهُ مِنْهُ مُعَاوِيَةُ فِي الصَّلَاةِ قَالَ نَعَمْ صَلَّيْتُ مَعَهُ الْجُمُعَةَ فِي الْمَقْصُورَةِ فَلَمَّا سَلَّمَ قُمْتُ فِي مَقَامِي فَصَلَّيْتُ فَلَمَّا دَخَلَ أَرْسَلَ إِلَيَّ فَقَالَ لَا تَعُدْ لِمَا فَعَلْتَ إِذَا صَلَّيْتَ الْجُمُعَةَ فَلَا تَصِلْهَا بِصَلَاةٍ حَتَّى تَخْرُجَ أَوْ تَكَلَّمَ فَإِنَّ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَ بِذَلِكَ أَنْ لَا تُوصَلَ صَلَاةٌ بِصَلَاةٍ حَتَّى تَخْرُجَ أَوْ تَكَلَّمَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Bakr} berkata telah menceritakan kepada kami {Ibnu Juraij} berkata telah Mengabarkan kepadaku {‘Umar bin ‘Atha` bin Abu Al Khuwar} bahwa Nafi’ bin Jubair dia mengutus kepada {As-Sa`ib bin Yazid bin saudara perempuan Namir} dia menanyakan sesuatu perbuatannya yang dikomentari {Mu’awiyah}. Dia menjawab, ya, saya pernah shalat Jum’at bersamanya pada tempat imam. Tatkala dia membaca salam, saya bangun pada tempatku lalu saya shalat. Tatkala dia (Mu’awiyah Radhiyallahu’anhu) telah masuk dia memanggilku dan berkata “Janganlah kamu lakukan lagi apa yang kau lakukan tadi pada shalat jum’at, janganlah kamu menyambungnya dengan shalat lain sampai kamu keluar atau berbicara. Sesungguhnya Nabiyullah saw. memerintahkan hal itu, ‘Janganlah kamu menyambungnya dengan shalat yang lain sehingga kamu keluar atau kamu berbicara’.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16307

حَدَّثَنَا حَجَّاجٌ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ أَبِي التَّيَّاحِ قَالَ سَمِعْتُ حُمْرَانَ بْنَ أَبَانَ يُحَدِّثُ عَنْ مُعَاوِيَةَأَنَّهُ رَأَى أُنَاسًا يُصَلُّونَ بَعْدَ الْعَصْرِ فَقَالَ إِنَّكُمْ لَتُصَلُّونَ صَلَاةً قَدْ صَحِبْنَا النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَمَا رَأَيْنَاهُ يُصَلِّيهَا وَلَقَدْ نَهَى عَنْهَا يَعْنِي الرَّكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْعَصْرِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hajjaj} berkata telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Abu Tayah} berkata saya telah mendengar {Humran bin Aban} menceritakan dari {Mu’awiyah} sesungguhnya dia telah melihat orang-orang shalat setelah asar, lalu dia berkata “Sesungguhnya kalian melakukan suatu shalat, yang pada saat kami hidup bersama Nabi saw., kami tidak pernah melihat beliau melakukannya. Beliau telah melarangnya yaitu dua rakaat setelah asar.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16308

حَدَّثَنَا رَوْحُ بْنُ عُبَادَةَ حَدَّثَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ أَخْبَرَنِي مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ مَوْلَى عَمْرِو بْنِ عُثْمَانَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ أَبِي سُفْيَانَ أَنَّهُسَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ نَسِيَ شَيْئًا مِنْ صَلَاتِهِ فَلْيَسْجُدْ سَجْدَتَيْنِ وَهُوَ جَالِسٌ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Rauh bin ‘Ubadah} telah menceritakan kepada kami {Ibnu Juraij} telah Mengabarkan kepadaku {Muhammad bin Yusuf} budak ‘Amr bin ‘Utsman dari {Bapaknya} dari {Mu’awiyah bin Abu Sufyan} sesungguhnya telah mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa yang lupa sesuatu pada shalat maka lakukanlah sujud dua kali saat dia masih duduk.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16309

حَدَّثَنَا رَوْحٌ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ أَبِي الْفَيْضِ عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ أَبِي سُفْيَانَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنْ النَّارِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Rauh} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Abu Al Faidl} dari {Mu’awiyah bin Abu Sufyan} dari Nabi saw. bersabda: “Barangsiapa yang berdusta atas namaku dengan sengaja maka bersiaplah tempatnya di neraka.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16310

حَدَّثَنَا يُونُسُ حَدَّثَنَا لَيْثٌ يَعْنِي ابْنَ سَعْدٍ عَنْ مُحَمَّدٍ يَعْنِي ابْنَ عَجْلَانَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ يُوسُفَ مَوْلَى عُثْمَانَ عَنْ أَبِيهِ يُوسُفَ عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ أَبِي سُفْيَانَأَنَّهُ صَلَّى أَمَامَهُمْ فَقَامَ فِي الصَّلَاةِ وَعَلَيْهِ جُلُوسٌ فَسَبَّحَ النَّاسُ فَتَمَّ عَلَى قِيَامِهِ ثُمَّ سَجَدْنَا سَجْدَتَيْنِ وَهُوَ جَالِسٌ بَعْدَ أَنْ أَتَمَّ الصَّلَاةَ ثُمَّ قَعَدَ عَلَى الْمِنْبَرِ فَقَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ نَسِيَ مِنْ صَلَاتِهِ شَيْئًا فَلْيَسْجُدْ مِثْلَ هَاتَيْنِ السَّجْدَتَيْنِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yunus} telah menceritakan kepada kami {Laits} yaitu Ibnu Sa’d, dari {Muhammad} yaitu Ibnu Ajlan, dari {Muhammad bin Yusuf} budak ‘Utsman, dari {Bapaknya, Yusuf} dari {Mu’awiyah bin Abu Sufyan} sesungguhnya dia pernah shalat di hadapan mereka, selanjutnya dia berdiri padahal seharusnya duduk, orang-orang pun menegurnya dengan mengucapkan tasbih. Ia pun lantas menyempurnakan berdirinya, lalu kami melakukan dua kali sujud saat dia dalam keadaan duduk setelah dia menyempurnakan shalatnya. Lalu dia duduk di mimbar dan berkata saya telah mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa yang lupa sesuatu dalam shalatnya maka lakukanlah sebagaimana dua sujud tadi.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16311

حَدَّثَنَا مَرْوَانُ بْنُ مُعَاوِيَةَ الْفَزَارِيُّ حَدَّثَنَا حَبِيبُ بْنُ الشَّهِيدِ عَنْ أَبِي مِجْلَزٍ قَالَخَرَجَ مُعَاوِيَةُ فَقَامُوا لَهُ فَقَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ سَرَّهُ أَنْ يَمْثُلَ لَهُ الرِّجَالُ قِيَامًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنْ النَّارِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Marwan bin Mu’awiyah Al Fazari} telah menceritakan kepada kami {Habib bin Asy Syahid} dari {Abu Mijlaz} berkata {Mu’awiyah} datang lantas orang-orang berdiri karenanya, lalu dia berkata saya telah mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa yang senang jika orang-orang berdiri karenanya, maka bersiap-siaplah menempati tempat duduknya dari neraka.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16312

حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ أَخْبَرَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ أَنَّ سَعْدَ بْنَ إِبْرَاهِيمَ أَخْبَرَهُ عَنِ الْحَكَمِ بْنِ مِينَاءَ أَنَّ يَزِيدَ بْنَ جَارِيَةَ أخْبَرَهُأَنَّهُ كَانَ جَالِسًا فِي نَفَرٍ مِنْ الْأَنْصَارِ فَخَرَجَ عَلَيْهِمْ مُعَاوِيَةُ فَسَأَلَهُمْ عَنْ حَدِيثِهِمْ فَقَالُوا كُنَّا فِي حَدِيثٍ مِنْ حَدِيثِ الْأَنْصَارِ فَقَالَ مُعَاوِيَةُ أَلَا أَزِيدُكُمْ حَدِيثًا سَمِعْتُهُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالُوا بَلَى يَا أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ فَقَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ أَحَبَّ الْأَنْصَارَ أَحَبَّهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ وَمَنْ أَبْغَضَ الْأَنْصَارَ أَبْغَضَهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّحَدَّثَنَا يَعْقُوبُ حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ أَبِيهِ قَالَ أَخْبَرَنِي الْحَكَمُ بْنُ مِينَاءَ عَنْ يَزِيدَ بْنِ جَارِيَةَ قَالَ إِنِّي لَفِي مَجْلِسِ مُعَاوِيَةَ فِي نَفَرٍ مِنْ الْأَنْصَارِ وَنَحْنُ نَتَحَدَّثُ إِذْ خَرَجَ عَلَيْنَا مُعَاوِيَةُ فَذَكَرَ مَعْنَاهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yazid bin Harun} telah Mengabarkan kepada kami {Yahya bin Sa’id} sesungguhnya {Sa’d bin Ibrahim} mengabarinya, dari {Al Hakam bin Mina`} sesungguhnya {Yazid bin Jariyah} mengabarinya sesungguhnya dia sedang duduk pada beberapa orang Anshar, lalu {Mu’awiyah} mendatangi mereka, dia menanyakan kepada mereka perihal pembicaraan mereka. Mereka berkata kami sedang larut dalam sebuah pembicaraan Anshar. Mu’awiyah berkata “Maukah saya tambahkan satu hadis untuk kalian yang telah saya dengar dari Rasulullah saw.?” Mereka menjawab, “Ya, Wahai Amirul Mukminin.” Dia berkata saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa yang mencintai orang Anshar, niscaya Allah Azzawajalla mencintainya dan barangsiapa yang memusuhi Anshar niscaya Allah Azzawajalla memusuhinya.” Telah menceritakan kepada kami {Ya’qub} telah bercerita kepadaku {bapakku} dari {Bapaknya} berkata telah Mengabarkan kepadaku {Al Hakam bin Mina`} dari {Yazid bin Jariyah} berkata sesungguhnya saya berada pada majlis {Mu’awiyah} bersama beberapa orang Anshar, waktu kami sedang berbincang ternyata Mu’awiyah menemui kami, lalu dia menyebutkan secara maknanya.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16313

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ إِسْحَاقَ أَخْبَرَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ عَنْ جَعْفَرِ بْنِ رَبِيعَةَ عَنْ رَبِيعَةَ بْنِ يَزِيدَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَامِرٍ الْيَحْصَبِيِّ قَالَ سَمِعْتُ مُعَاوِيَةَ بْنَ أَبِي سُفْيَانَ يَقُولُسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّمَا أَنَا خَازِنٌ وَإِنَّمَا يُعْطِي اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ فَمَنْ أَعْطَيْتُهُ عَطَاءً بِطِيبِ نَفْسٍ فَإِنَّهُ يُبَارَكُ لَهُ فِيهِ وَمَنْ أَعْطَيْتُهُ عَطَاءً بِشَرَهِ نَفْسٍ وَشَرَهِ مَسْأَلَةٍ فَهُوَ كَالَّذِي يَأْكُلُ فَلَا يَشْبَعُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Ishaq} telah Mengabarkan kepada kami {Ibnu Lahi’ah} dari {Ja’far bin Rabi’ah} dari {Rabi’ah bin Yazid} dari {Abdullah bin ‘Amir Al Yahshabi} berkata saya telah mendengar {Mu’awiyah bin Abu Sufyan} berkata saya telah mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Saya adalah orang yang menyimpan. Hanyasanya Allah Azzawajalla yang akan memberi. Barangsiapa yang saya beri secara sukarela, maka itu akan mendatangkan berkah pada salah seorang dari kalian. Sebaliknya barangsiapa yang saya beri dengan suatu pemberian karena kerakusan jiwa dan ketamakan sikap meminta-mintanya, maka itu sebagaimana orang yang makan tapi tidak pernah kenyang.”