Musnad Penduduk Syam
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16324
حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ عِيسَى قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ حَمْزَةَ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ يَزِيدَ بْنِ جَابِرٍ أَنَّ عُمَيْرَ بْنَ هَانِئٍ حَدَّثَهُ قَالَسَمِعْتُ مُعَاوِيَةَ بْنَ أَبِي سُفْيَانَ عَلَى هَذَا الْمِنْبَرِ يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي قَائِمَةً بِأَمْرِ اللَّهِ لَا يَضُرُّهُمْ مَنْ خَذَلَهُمْ أَوْ خَالَفَهُمْ حَتَّى يَأْتِيَ أَمْرُ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ وَهُمْ ظَاهِرُونَ عَلَى النَّاسِفَقَامَ مَالِكُ بْنُ يَخَامِرٍ السَّكْسَكِيُّ فَقَالَ يَا أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ سَمِعْتُ مُعَاذَ بْنَ جَبَلٍ يَقُولُ وَهُمْ أَهْلُ الشَّامِ فَقَالَ مُعَاوِيَةُ وَرَفَعَ صَوْتَهُ هَذَا مَالِكٌ يَزْعُمُ أَنَّهُ سَمِعَ مُعَاذًا يَقُولُ وَهُمْ أَهْلُ الشَّامِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ishaq bin ‘Isa} berkata telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Hamzah} dari {Abdurrahman bin Yazid bin Jabir} sesungguhnya {‘Umair bin Hani`} menceritakannya, berkata saya telah mendengar {Mu’awiyah bin Abu Sufyan} di atas mimbar, berkata saya telah mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Akan tetap segolongan orang dari umatku yang menegakkan perintah Allah, tidak membahayakan mereka orang yang merendahkan mereka atau menyelisihi mereka sampai datang keputusan Allah Azzawajalla, dan mereka akan selalu menang menghadapi manusia.” Lalu Malik bin Yukhamir As-Saksaki dan berkata “Wahai Amirul Mukimin, saya mendengar Muadz bin Jabal berkata ‘mereka adalah penduduk Syam’, ” lalu Mu’awiyah berkata dengan mengangkat suaranya, “Ini, Malik, menyangka sesungguhnya dia telah mendengar Muadz mengatakan mereka adalah penduduk Syam.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16325
قَالَ حَدَّثَنَا رَوْحٌ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو أُمَيَّةَ عَمْرُو بْنُ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ قَالَ سَمِعْتُ جَدِّي يُحَدِّثُأَنَّ مُعَاوِيَةَ أَخَذَ الْإِدَاوَةَ بَعْدَ أَبِي هُرَيْرَةَ يَتْبَعُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِهَا وَاشْتَكَى أَبُو هُرَيْرَةَ فَبَيْنَا هُوَ يُوَضِّئُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَفَعَ رَأْسَهُ إِلَيْهِ مَرَّةً أَوْ مَرَّتَيْنِ فَقَالَ يَا مُعَاوِيَةُ إِنْ وُلِّيتَ أَمْرًا فَاتَّقِ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ وَاعْدِلْ قَالَ فَمَا زِلْتُ أَظُنُّ أَنِّي مُبْتَلًى بِعَمَلٍ لِقَوْلِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى ابْتُلِيتُ
Terjemahan: (Ahmad bin Hanbal Radhiyallahu’anhu) berkata telah menceritakan kepada kami {Rauh} berkata telah menceritakan kepada kami {Abu Umayyah, ‘Amr bin Yahya bin Sa’id} berkata saya telah mendengar {kakekku} sesungguhnya Mu’awiyah mengambil sebuah bejana setelah Abu Hurairah mengikuti Rasulullah saw. dengan membawa bejana itu. Lalu Abu Hurairah sakit, tatkala dia sedang menyediakan wudhu Rasulullah saw., dia mengangkat kepalanya sekali atau dua kali lalu berkata “Wahai Mu’awiyah, Jika kamu diserahi suatu urusan, maka bertakwalah kepada Allah Azzawajalla dan berbuat adillah.” (Mu’awiyah bin Abu Sufyan Radhiyallahu’anhu) berkata “Saat saya menaksir-naksir saya pasti akan dicoba dengan suatu pekerjaan karena sabda Nabi saw., hingga tibalah saya mendapatkan cobaan.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16326
حَدَّثَنَا هَاشِمٌ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ عَمْرِو بْنِ مُرَّةَ قَالَ سَمِعْتُ سَعِيدَ بْنَ الْمُسَيَّبِ قَالَقَدِمَ مُعَاوِيَةُ بْنُ أَبِي سُفْيَانَ الْمَدِينَةَ وَكَانَتْ آخِرَ قَدْمَةٍ قَدِمَهَا فَأَخْرَجَ كُبَّةً مِنْ شَعَرٍ فَقَالَ مَا كُنْتُ أَرَى أَنَّ أَحَدًا يَصْنَعُ هَذَا غَيْرَ الْيَهُودِ وَإِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَمَّاهُ الزُّورَ قَالَ كَأَنَّهُ يَعْنِي الْوِصَالَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hasyim} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {‘Amr bin Murrah} berkata saya telah mendengar {Sa’id bin Musayyab} berkata {Mu’awiyah bin Abu Sufyan} datang ke Madinah, dan itu merupakan kedatangannya yang terakhir, lalu mengeluarkan seikat rambut dan berkata “Menurut pendapatku, tidak seorang pun yang melakukan hal ini kecuali orang Yahudi. Sesungguhnya Rasulullah saw. menamakannya dengan Az zur (sesuatu yang batil) ” (Sa’id bin Musayyab Radhiyallahu’anhu) berkata “Sepertinya itu adalah rambut sambungan.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16327
حَدَّثَنَا خَلَفُ بْنُ الْوَلِيدِ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ عَيَّاشٍ يَعْنِي إِسْمَاعِيلَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ وَغَيْرِهِ عَنْ أَبِي حَرِيزٍ مَوْلَى مُعَاوِيَةَ قَالَخَطَبَ النَّاسَ مُعَاوِيَةُ بِحِمْصَ فَذَكَرَ فِي خُطْبَتِهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَرَّمَ سَبْعَةَ أَشْيَاءَ وَإِنِّي أُبْلِغُكُمْ ذَلِكَ وَأَنْهَاكُمْ عَنْهُ مِنْهُنَّ النَّوْحُ وَالشِّعْرُ وَالتَّصَاوِيرُ وَالتَّبَرُّجُ وَجُلُودُ السِّبَاعِ وَالذَّهَبُ وَالْحَرِيرُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Khalaf bin Al Walid} berkata telah menceritakan kepada kami {Ibnu ‘Ayyasy} yaitu Isma’il, dari {Abdullah bin Dinar} dan yang lainnya dari {Abu Hariz} budak Mu’awiyah, berkata {Mu’awiyah} berkhutbah di hadapan orang-orang di Himsh, lalu dia menyebutkan dalam khutbahnya, Rasulullah saw. mengharamkan tujuh hal, dan saya akan menyampaikan hal itu kepada kalian, dan saya melarang kalian melakukannya yaitu: meratap, syair, mengambar, tabarruj (berdandan dan diperttontonkan orang banyak), kulit binatang buas, emas dan sutra.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16328
حَدَّثَنَا أَبُو الْمُغِيرَةِ قَالَ حَدَّثَنَا صَفْوَانُ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو الزَّاهِرِيَّةِ عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ أَبِي سُفْيَانَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّمَا أَنَا مُبَلِّغٌ وَاللَّهُ يَهْدِي وَقَاسِمٌ وَاللَّهُ يُعْطِي فَمَنْ بَلَغَهُ مِنِّي شَيْءٌ بِحُسْنِ رَغْبَةٍ وَحُسْنِ هُدًى فَإِنَّ ذَلِكَ الَّذِي يُبَارَكُ لَهُ فِيهِ وَمَنْ بَلَغَهُ عَنِّي شَيْءٌ بِسُوءِ رَغْبَةٍ وَسُوءِ هُدًى فَذَاكَ الَّذِي يَأْكُلُ وَلَا يَشْبَعُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Al Mughirah} berkata telah menceritakan kepada kami {Shafwan} berkata telah menceritakan kepada kami {Abu Az Zahiriyyah} dari {Mu’awiyah bin Abu Sufyan}, Rasulullah saw. bersabda: “Saya hanyalah menyampaikan dan Allah lah yang memberi petunjuk, saya adalah orang yang membagi dan Allah lah yang memberi. Barangsiapa siapa yang memperoleh pemberian dariku karena niyatan baik dan dorongan yang baik, maka hal itu mendatangkan keberkatan. Sebaliknya barangsiapa yang memperoleh pemberian dariku karena keinginan yang jelek dan dorongan yang jelek, itulah orang yang makan tapi tidak bisa kenyang.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16329
حَدَّثَنَا أَبُو الْمُغِيرَةِ قَالَ حَدَّثَنَا صَفْوَانُ قَالَ حَدَّثَنِي أَزْهَرُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الْهَوْزَنِيُّ قَالَ أَبُو الْمُغِيرَةِ فِي مَوْضِعٍ آخَرَ الْحَرَازِيُّ عَنْ أَبِي عَامِرٍ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ لُحَيٍّ قَالَحَجَجْنَا مَعَ مُعَاوِيَةَ بْنِ أَبِي سُفْيَانَ فَلَمَّا قَدِمْنَا مَكَّةَ قَامَ حِينَ صَلَّى صَلَاةَ الظُّهْرِ فَقَالَ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ أَهْلَ الْكِتَابَيْنِ افْتَرَقُوا فِي دِينِهِمْ عَلَى ثِنْتَيْنِ وَسَبْعِينَ مِلَّةً وَإِنَّ هَذِهِ الْأُمَّةَ سَتَفْتَرِقُ عَلَى ثَلَاثٍ وَسَبْعِينَ مِلَّةً يَعْنِي الْأَهْوَاءَ كُلُّهَا فِي النَّارِ إِلَّا وَاحِدَةً وَهِيَ الْجَمَاعَةُ وَإِنَّهُ سَيَخْرُجُ فِي أُمَّتِي أَقْوَامٌ تَجَارَى بِهِمْ تِلْكَ الْأَهْوَاءُ كَمَا يَتَجَارَى الْكَلْبُ بِصَاحِبِهِ لَا يَبْقَى مِنْهُ عِرْقٌ وَلَا مَفْصِلٌ إِلَّا دَخَلَهُ وَاللَّهِ يَا مَعْشَرَ الْعَرَبِ لَئِنْ لَمْ تَقُومُوا بِمَا جَاءَ بِهِ نَبِيُّكُمْ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَغَيْرُكُمْ مِنْ النَّاسِ أَحْرَى أَنْ لَا يَقُومَ بِهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Al Mughirah} berkata telah menceritakan kepada kami {Shafwan} berkata telah bercerita kepadaku {Azhar bin Abdullah Al Hauzani} {Abu Al Mughirah} berkata pada tempat lain, Al Harazi dari {Abu ‘Amir Abdullah bin Luhai} berkata kami melakukan haji bersama {Mu’awiyah bin Abu Sufyan}, tatkala kami sampai di Makkah, dia berdiri setelah melakukan shalat zhuhur lalu berkata “Rasulullah saw. bersabda: ‘Dua ahli kitab sebelum kalian telah terpecah dalam agama mereka menjadi tujuh puluh dua kelompok. Dan umat ini akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga golongan, semuanya adalah ahli ahwa’ (pengikut hawa nafsu), semuanya akan masuk neraka kecuali satu, yaitu jama’ah. Sesungguhnya akan muncul dari kalangan umatku beberapa kaum, mereka akan terjerembab pada kesenangan-kesenangan itu sebagaimana anjing begitu menurut kepada pemiliknya, tidak tersisa sedikitpun urat maupun tulang kecuali dia memasukinya. Demi Allah, Wahai orang-orang Arab, jika kalian tidak melaksanakan apa yang dibawa oleh Nabi kalian saw. maka orang selain kalian lebih liar untuk tidak melaksanakannya.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16330
حَدَّثَنَا مَرْوَانُ بْنُ شُجَاعٍ قَالَ حَدَّثَنِي خُصَيْفٌ عَنْ مُجَاهِدٍ وَعَطَاءٍ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ مُعَاوِيَةَ أخْبَرَهُأَنَّهُ رَأَى رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَصَّرَ مِنْ شَعَرِهِ بِمِشْقَصٍفَقُلْتُ لِابْنِ عَبَّاسٍ مَا بَلَغَنَا هَذَا الْأَمْرُ إِلَّا عَنْ مُعَاوِيَةَ فَقَالَ مَا كَانَ مُعَاوِيَةُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُتَّهَمًا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Marwan bin Syuja’} berkata telah bercerita kepadaku {Khushaif} dari {Mujahid} dan {‘Atha`} dari {Ibnu ‘Abbas} sesungguhnya {Mu’awiyah} mengabarinya, dia pernah melihat Rasulullah saw. memendekkan rambutnya dengan gunting, lalu saya berkata kepada Ibnu ‘Abbas, kita tidak memperoleh informasi itu kecuali dari Mu’awiyah. Maka dia berkata “Berita yang disampaikan Mu’awiyah dari Rasulullah saw., tak diragukan lagi.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16331
حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بَشَارٍ الْوَاسِطِيُّ حَدَّثَنَا مُؤَمَّلٌ وَأَبُو أَحْمَدَ أَوْ أَحَدُهُمَا عَنْ سُفْيَانَ عَنْ جَعْفَرِ بْنِ مُحَمَّدٍ عَنْ أَبِيهِ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنْ مُعَاوِيَةَأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَصَّرَ بِمِشْقَصٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ibrahim bin Abdullah bin Basyar Al Wasithi} telah menceritakan kepada kami {Mua`mmal} dan {Abu Ahmad} atau salah satunya, dari {Sufyan} dari {Ja’far bin Muhammad} dari {Bapaknya} dari {Ibnu ‘Abbas} dari {Mu’awiyah}, Nabi saw. pernah memendekkan rambutnya dengan gunting.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16332
حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ سُهَيْلِ بْنِ أَبِي صَالِحٍ عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَزِيدَ اللَّيْثِيِّ عَنْ تَمِيمٍ الدَّارِيِّ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ الدِّينَ النَّصِيحَةُ إِنَّمَا الدِّينُ النَّصِيحَةُ قَالُوا لِمَنْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ لِلَّهِ وَلِكِتَابِهِ وَلِرَسُولِهِ وَلِأَئِمَّةِ الْمُسْلِمِينَ وَعَامَّتِهِمْ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdurrahman bin Mahdi} telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {Suhail bin Abu Shalih} dari {‘Atha` bin Yazid Al Laitsi} dari {Tamim Ad-Dari} berkata Rasulullah saw. bersabda: “Agama itu kebaktian diri, hanyasanya agama itu adalah kebaktian diri.” Mereka bertanya, “Kebaktian diri kepada siapa Rasulullah?” beliau menjawab, “Bagi Allah, kitab-Nya, rasul-Nya, para pemimpin kaum muslimin dan mereka secara umum.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16333
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ سُفْيَانَ قَالَ حَدَّثَنِي سُهَيْلُ بْنُ أَبِي صَالِحٍ عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَزِيدَ عَنْ تَمِيمٍ الدَّارِيِّعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّمَا الدِّينُ النَّصِيحَةُ قِيلَ لِمَنْ قَالَ لِلَّهِ وَلِرَسُولِهِ وَلِكِتَابِهِ وَلِأَئِمَّةِ الْمُسْلِمِينَ وَعَامَّتِهِمْحَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ سُهَيْلِ بْنِ أَبِي صَالِحٍ فَذَكَرَ مِثْلَهُ إِلَّا أَنَّهُ قَالَ إِنَّمَا الدِّينُ النَّصِيحَةُ ثَلَاثًا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Sa’id} dari {Sufyan} berkata telah bercerita kepadaku {Suhail bin Abu Shalih} dari {‘Atha` bin Yazid} dari {Tamim Ad-Dari} dari Nabi saw. bersabda: “Hanyasanya agama itu kebaktian diri.” Ada yang bertanya, “Bagi siapa?” beliau menjawab, “Bagi Allah, Rasul-Nya, kitab-Nya, para pemimpin kaum muslimin dan mereka secara umum.” Telah menceritakan kepada kami {Abdurrazzaq} dari {Sufyan} dari {Suhail bin Abu Shalih} lalu dia menyebutkan sama dengan yang di atas kecuali dengan redaksi, “Hanyasanya agama itu adalah kebaktian diri, ” ia ucapkan tiga kali.