Musnad Penduduk Syam
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16394
حَدَّثَنَا هَاشِمٌ قَالَ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ عَنْ حُمَيْدِ بْنِ هِلَالٍ عَنْ بِشْرِ بْنِ عَاصِمٍ قَالَ حَدَّثَنَا عُقْبَةُ بْنُ مَالِكٍ اللَّيْثِيُّ قَالَبَيْنَمَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْطُبُ إِذْ قَالَ الْقَائِلُ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَاللَّهِ مَا قَالَ الَّذِي قَالَ إِلَّا تَعَوُّذًا مِنْ الْقَتْلِ فَذَكَرَ قِصَّتَهُ فَأَقْبَلَ عَلَيْهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تُعْرَفُ الْمَسَاءَةُ فِي وَجْهِهِ ثُمَّ قَالَ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ أَبَى عَلَيَّ مَنْ قَتَلَ مُؤْمِنًا قَالَهَا ثَلَاثَ مَرَّاتٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hisyam} berkata telah menceritakan kepada kami {Sulaiman} dari {Humaid bin Hilal} dari {Bisyr bin ‘Ashim} berkata telah menceritakan kepada kami {‘Uqbah bin Malik Al Laitsi} berkata tatkala Rasulullah saw. sedang berkhutbah, ada seorang yang berkata “Wahai Rasulullah, demi Allah, bagaimana jika ada orang yang mengucapkan syahadat hanya sebagai alat untuk menghindari pembunuhan?” lalu dia menyebutkan kisahnya. Rasulullah saw. mendatanginya dan kelihatan muram pada wajahnya lalu bersabda: “Allah Azzawajalla melalui perantaraanku menolak siapa saja yang membunuh seorang mukmin, ” beliau mengatakannya sebanyak tiga kali.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16395
حَدَّثَنَا يُونُسُ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ يَعْنِي ابْنَ سَلَمَةَ عَنْ يُونُسَ بْنِ عُبَيْدٍ عَنْ حُمَيْدِ بْنِ هِلَالٍ قَالَ جَمَعَ بَيْنِي وَبَيْنَ بِشْرِ بْنِ عَاصِمٍ رَجُلٌ فَحَدَّثَنِي عَنْ عُقْبَةَ بْنِ مَالِكٍأَنَّ سَرِيَّةً لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ غَشُوا أَهْلَ مَاءٍ صُبْحًا فَبَرَزَ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ الْمَاءِ فَحَمَلَ عَلَيْهِ رَجُلٌ مِنْ الْمُسْلِمِينَ فَقَالَ إِنِّي مُسْلِمٌ فَقَتَلَهُ فَلَمَّا قَدِمُوا أَخْبَرُوا النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِذَلِكَ فَقَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَطِيبًا فَحَمِدَ اللَّهَ وَأَثْنَى عَلَيْهِ ثُمَّ قَالَ أَمَّا بَعْدُ فَمَا بَالُ الْمُسْلِمِ يَقْتُلُ الرَّجُلَ وَهُوَ يَقُولُ إِنِّي مُسْلِمٌ فَقَالَ الرَّجُلُ إِنَّمَا قَالَهَا مُتَعَوِّذًا فَصَرَفَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَجْهَهُ وَمَدَّ يَدَهُ الْيُمْنَى فَقَالَ أَبَى اللَّهُ عَلَيَّ مَنْ قَتَلَ مُسْلِمًا ثَلَاثَ مَرَّاتٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yunus} telah menceritakan kepada kami {Hammad} yaitu Ibnu Salamah, dari {Yunus bin ‘Ubaid} dari {Humaid bin Hilal} berkata ada seorang laki-laki yang mempertemukanku dengan {Bisyr bin ‘Ashim}, lalu dia bercerita kepadaku, dari {‘Uqbah bin Malik} sesungguhnya utusan Perang Rasulullah saw. mengerubungi ‘pemiliki air’ pada waktu pagi lalu ada seorang laki-laki dari ‘pemilik air’ yang menyerang. lalu ada seorang kaum muslimin yang menangkapnya, lalu (laki-laki itu) berkata “Sesungguhnya saya adalah seorang muslim, ” lalu dia membunuhnya. Tatkala mereka tiba, mereka mengabari Nabi saw. perihal itu, lalu Rasulullah saw. bangkit berkhutbah, memuji Allah lalu bersabda: “Amma ba’du. Bagaimana ada seorang muslim yang membunuh seorang laki-laki yang mengatakan ‘Sesungguhnya saya adalah seorang muslim’.” Lalu (laki-laki muslim) itu berkata “Dia mengatakannya hanya sebagai alat perlindungan saja untuk menghindari pembunuhan, ” lalu Rasulullah saw. memalingkan wajahnya dan mengangkat tangan kanannya lalu bersabda: “Melalui perantaraanku, Allah menolak siapa yang membunuh seorang muslim, ” beliau mengucapkannya sebanyak tiga kali.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16396
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ بَحْرٍ قَالَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ حِمْيَرٍ الْحِمْصِيُّ قَالَ حَدَّثَنَا ثَابِتُ بْنُ عَجْلَانَ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا كَثِيرٍ الْمُحَارِبِيَّ يَقُولُ سَمِعْتُ خَرَشَةَ يَقُولُسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ سَتَكُونُ مِنْ بَعْدِي فِتْنَةٌ النَّائِمُ فِيهَا خَيْرٌ مِنْ الْيَقْظَانِ وَالْقَاعِدُ فِيهَا خَيْرٌ مِنْ الْقَائِمِ وَالْقَائِمُ فِيهَا خَيْرٌ مِنْ السَّاعِي فَمَنْ أَتَتْ عَلَيْهِ فَلْيَمْشِ بِسَيْفِهِ إِلَى صَفَاةٍ فَلْيَضْرِبْهُ بِهَا حَتَّى يَنْكَسِرَ ثُمَّ لِيَضْجَعْ لَهَا حَتَّى تَنْجَلِيَ عَمَّا انْجَلَتْ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ali bin Bahr} berkata telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Himyar Al Himsyi} berkata telah menceritakan kepada kami {Tsabit bin Ajlan} berkata saya telah mendengar {Abu Katsir Al Muharibi} berkata saya mendengar {Kharasyah} berkata saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Akan ada fitnah setelahku, orang yang tidur ketika itu lebih baik dari pada orang yang terjaga. Orang yang duduk lebih baik daripada orang yang berdiri. Orang yang berdiri lebih baik daripada orang yang berjalan. Siapa saja yang menemui fitnah itu, berjalanlah dengan pedangnya menuju ke batu yang licin, dan bantinglah pedangnya sampai pecah, lalu berbaringlah menghadap batu itu sampai fitnah itu tampak.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16397
حَدَّثَنَا حُمَيْدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الرُّؤَاسِيُّ حَدَّثَنَا زُهَيْرٌ عَنْ دَاوُدَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ الْأَوْدِيِّ عَنْ حُمَيْدٍ الْحِمْيَرِيِّ قَالَلَقِيتُ رَجُلًا مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَحِبَهُ مِثْلَ مَا صَحِبَهُ أَبُو هُرَيْرَةَ فَمَا زَادَنِي عَلَى ثَلَاثِ كَلِمَاتٍ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَغْتَسِلُ الرَّجُلُ مِنْ فَضْلِ امْرَأَتِهِ وَلَا تَغْتَسِلُ بِفَضْلِهِ وَلَا يَبُولُ فِي مُغْتَسَلِهِ وَلَا يَمْتَشِطُ فِي كُلِّ يَوْمٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Humaid bin Abdurrahman Ar Ru`asi} telah menceritakan kepada kami {Zuhair} dari {Daud bin Abdullah Al Audi} dari {Humaid Al Himyari} berkata saya bertemu dengan {seorang laki-laki dari sahabat Nabi saw.} yang bersahabat sebagaimana Abu Hurairah bersahabat dengan beliau. Dia tidak menambahkan padaku lebih dari tiga kalimat, Rasulullah saw. bersabda: “Janganlah seorang laki-laki mandi dengan air sisa dari istrinya, dan janganlah seorang istri mandi dengan sisa air suaminya. Janganlah kamu kencing pada tempat mandinya, dan janganlah menyisir setiap hari.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16398
حَدَّثَنَا يُونُسُ وَعَفَّانُ قَالَا حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ عَنْ دَاوُدَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ الْأَوْدِيِّ عَنْ حُمَيْدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْحِمْيَرِيِّ قَالَلَقِيتُ رَجُلًا قَدْ صَحِبَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَرْبَعَ سِنِينَ كَمَا صَحِبَهُ أَبُو هُرَيْرَةَ أَرْبَعَ سِنِينَ قَالَ نَهَانَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَمْتَشِطَ أَحَدُنَا كُلَّ يَوْمٍ وَأَنْ يَبُولَ فِي مُغْتَسَلِهِ وَأَنْ تَغْتَسِلَ الْمَرْأَةُ بِفَضْلِ الرَّجُلِ وَأَنْ يَغْتَسِلَ الرَّجُلُ بِفَضْلِ الْمَرْأَةِ وَلْيَغْتَرِفُوا جَمِيعًا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yunus} dan {‘Affan} berkata telah menceritakan kepada kami {Abu ‘Awanah} dari {Daud bin Abdullah Al Audi} dari {Humaid bin Abdurrahman Al Himyari} berkata saya bertemu dengan {seorang laki-laki yang pernah bertemu Nabi saw.} selama empat tahun sebagaimana Abu Hurairah bersahabat dengan beliau. Dia berkata Rasulullah saw. melarang kami bersisir setiap hari, kencing pada tempat mandinya, seorang wanita mandi dengan air sisa dari laki-laki, dan seorang laki-laki yang mandi dengan sisa air dari wanita dan keduanya saling menciduknya.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16399
حَدَّثَنَا مُحَمَّدٌ هُوَ ابْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ إِسْحَاقَ هُوُ ابْنُ سُوَيْدٍ عَنْ أَبِي حَبِيبَةَ عَنْ ذَلِكَ الرَّجُلِ قَالَأَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلِي حَاجَةٌ فَرَأَى عَلَيَّ خَلُوقًا فَقَالَ اذْهَبْ فَاغْسِلْهُ فَغَسَلْتُهُ ثُمَّ عُدْتُ إِلَيْهِ فَقَالَ اذْهَبْ فَاغْسِلْهُ فَذَهَبْتُ فَوَقَعْتُ فِي بِئْرٍ فَأَخَذْتُ مِشْقَةً فَجَعَلْتُ أَتَتَبَّعُهُ ثُمَّ عُدْتُ إِلَيْهِ فَقَالَ حَاجَتُكَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad} yaitu Ibnu Ja’far, telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Ishaq} yaitu Ibnu Suwaid, dari {Abu Habibah} dari {seorang laki-laki} berkata saya menemui Nabi saw. pada saat itu saya memiliki keperluan, lalu beliau melihatku dalam keadaan memakai wangi-wangian yang berwarna kuning, lalu beliau bersabda: “Pergilah dan cucilah, ” saya pun mencucinya. Saya kembali kepada beliau, dan beliau bersabda: “Pergilah dan cucilah, ” saya pun pergi. Saya datang ke sumur, saya mengambil sepotong kain, saya mengunakannya. Saya kembali, lalu beliau bersabda: “Apa keperluanmu.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16400
حَدَّثَنَا غُنْدَرٌ قَالَ حَدَّثَنَا عِكْرِمَةُ بْنُ عَمَّارٍ قَالَ حَدَّثَنِي شَدَّادُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ وَكَانَ قَدْ أَدْرَكَ نَفَرًا مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ أَبِي أُمَامَةَ عَنْ عَمْرِو بْنِ عَبَسَةَ قَالَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ عَلِّمْنِي مِمَّا عَلَّمَكَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ قَالَ إِذَا صَلَّيْتَ الصُّبْحَ فَأَقْصِرْ عَنْ الصَّلَاةِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ فَإِذَا طَلَعَتْ فَلَا تُصَلِّ حَتَّى تَرْتَفِعَ فَإِنَّهَا تَطْلُعُ حِينَ تَطْلُعُ بَيْنَ قَرْنَيْ شَيْطَانٍ وَحِينَئِذٍ يَسْجُدُ لَهَا الْكُفَّارُ فَإِذَا ارْتَفَعَتْ قِيدَ رُمْحٍ أَوْ رُمْحَيْنِ فَصَلِّ فَإِنَّ الصَّلَاةَ مَشْهُودَةٌ مَحْضُورَةٌ حَتَّى يَعْنِي يَسْتَقِلَّ الرُّمْحُ بِالظِّلِّ ثُمَّ أَقْصِرْ عَنْ الصَّلَاةِ فَإِنَّهَا حِينَئِذٍ تُسْجَرُ جَهَنَّمُ فَإِذَا أَفَاءَ الْفَيْءُ فَصَلِّ فَإِنَّ الصَّلَاةَ مَشْهُودَةٌ مَحْضُورَةٌ حَتَّى تُصَلِّيَ الْعَصْرَ فَإِذَا صَلَّيْتَ الْعَصْرَ فَأَقْصِرْ عَنْ الصَّلَاةِ حَتَّى تَغْرُبَ الشَّمْسُ فَإِنَّهَا تَغْرُبُ بَيْنَ قَرْنَيْ شَيْطَانٍ فَحِينَئِذٍ يَسْجُدُ لَهَا الْكُفَّارُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ghundar} berkata telah menceritakan kepada kami {Ikrimah bin ‘Ammar} berkata telah bercerita kepadaku {Syaddad bin Abdullah} dia bertemu beberapa sahabat Nabi saw., dari {Abu Umamah} dari {‘Amr bin ‘Abasah} berkata saya berkata “Wahai Rasulullah, ajarilah saya dari apa yang Allah Azzawajalla ajarkan kepadamu.” Beliau bersabda: “Jika kamu selesai shalat subuh, maka tahanlah sampai matahari terbit. Jika telah terbit, janganlah kamu shalat sampai meninggi, sesungguhnya matahari terbit ketika dua tanduk setan muncul. Saat itu orang-orang kafir sedang bersujud padanya. Jika matahari telah naik seukuran tombak atau dua tombak, maka shalatlah, sesungguhnya shalat saat itu disaksikan dan dihadiri malaikat, sampai tombak dan bayangannya sama. Lalu tahanlah shalat setelahnya, karena pada saat itu Jahanam sedang dinyalakan. Jika telah ada bayangannya maka shalatlah, sesungguhnya shalat saat itu disaksikan dan dihadiri malaikat, sampai kamu shalat asar. Jika kamu telah shalat asar, maka janganlah shalat sampai matahari terbenam. Sesungguhnya matahari itu terbenam diantara dua tanduk setan, yang pada saat itu orang-orang kafir sedang sujud kepadanya.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16401
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ أَبِي الْفَيْضِ عَنْ سُلَيْمِ بْنِ عَامِرٍ قَالَكَانَ مُعَاوِيَةُ يَسِيرُ بِأَرْضِ الرُّومِ وَكَانَ بَيْنَهُمْ وَبَيْنَهُ أَمَدٌ فَأَرَادَ أَنْ يَدْنُوَ مِنْهُمْ فَإِذَا انْقَضَى الْأَمَدُ غَزَاهُمْ فَإِذَا شَيْخٌ عَلَى دَابَّةٍ يَقُولُ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ وَفَاءٌ لَا غَدْرٌ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ كَانَ بَيْنَهُ وَبَيْنَ قَوْمٍ عَهْدٌ فَلَا يَحِلَّنَّ عُقْدَةً وَلَا يَشُدَّهَا حَتَّى يَنْقَضِيَ أَمَدُهَا أَوْ يَنْبِذَ إِلَيْهِمْ عَلَى سَوَاءٍ فَبَلَغَ ذَلِكَ مُعَاوِيَةَ فَرَجَعَ وَإِذَا الشَّيْخُ عَمْرُو بْنُ عَبَسَةَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} berkata Telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Abu Al Faidl} dari {Sulaim bin ‘Amr} berkata Mu’awiyah berjalan di Negeri Romawi, antara dia dan mereka ada jarak yang panjang, lalu dia hendak mendekati mereka. Setelah jarak selesai ditempuh, dia langsung menyerang mereka. Tiba-tiba seorang tua yang berada pada kendaraannya berkata “ALLAH AKBAR, ALLAH AKBAR, penuhilah janji, jangan ada khianat, sebab Rasulullah saw. bersabda: ‘Barangsiapa mengikat perjanjian dengan suatu kaum, maka tidak boleh melepasnya, dan tidak boleh menariknya hingga selesai batas waktunya, atau keduanya sama-sama membatalkan.” Kata-kata ini sampai ke telinga Mu’awiyah, dia pun kembali. Orang yang sudah tua itu adalah {‘Amru bin ‘Abasah}.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16402
حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ قَالَ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ عَيَّاشٍ عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي عَمْرٍو السَّيْبَانِيِّ عَنْ أَبِي سَلَّامٍ الدِّمَشْقِيِّ وَعَمْرِو بْنِ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّهُمَا سَمِعَا أَبَا أُمَامَةَ الْبَاهِلِيَّ يُحَدِّثُ عَنْ حَدِيثِ عَمْرِو بْنِ عَبَسَةَ السُّلَمِيِّ قَالَرَغِبْتُ عَنْ آلِهَةِ قَوْمِي فِي الْجَاهِلِيَّةِ فَذَكَرَ الْحَدِيثَ قَالَ فَسَأَلْتُ عَنْهُ فَوَجَدْتُهُ مُسْتَخْفِيًا بِشَأْنِهِ فَتَلَطَّفْتُ لَهُ حَتَّى دَخَلْتُ عَلَيْهِ فَسَلَّمْتُ عَلَيْهِ فَقُلْتُ لَهُ مَا أَنْتَ فَقَالَ نَبِيٌّ فَقُلْتُ وَمَا النَّبِيُّ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ فَقُلْتُ وَمَنْ أَرْسَلَكَ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ قُلْتُ بِمَاذَا أَرْسَلَكَ فَقَالَ بِأَنْ تُوصَلَ الْأَرْحَامُ وَتُحْقَنَ الدِّمَاءُ وَتُؤَمَّنَ السُّبُلُ وَتُكَسَّرَ الْأَوْثَانُ وَيُعْبَدَ اللَّهُ وَحْدَهُ لَا يُشْرَكُ بِهِ شَيْءٌ قُلْتُ نِعْمَ مَا أَرْسَلَكَ بِهِ وَأُشْهِدُكَ أَنِّي قَدْ آمَنْتُ بِكَ وَصَدَّقْتُكَ أَفَأَمْكُثُ مَعَكَ أَمْ مَا تَرَى فَقَالَ قَدْ تَرَى كَرَاهَةَ النَّاسِ لِمَا جِئْتُ بِهِ فَامْكُثْ فِي أَهْلِكَ فَإِذَا سَمِعْتُمْ بِي قَدْ خَرَجْتُ مَخْرَجِي فَأْتِنِي فَذَكَرَ الْحَدِيثَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Al Yaman} berkata Telah menceritakan kepada kami {Isma’il bin ‘Ayyasy} dari {Yahya bin Abu ‘Amr As-Syaibani} dari {Abu Sallam Ad-Dimasyqi} dan {‘Amr bin Abdullah} sesungguhnya keduanya telah mendengar {Abu Umamah Al Bahili} menceritakan dari hadits {‘Amr bin ‘Abasah As-Sulami} berkata “Saya sangat membenci tuhan-tuhan kaumku pada Masa Jahiliyyah, ” lalu dia menyebutkan haditsnya. (‘Amr bin ‘Abasah As-Sulami Radhiyallahu’anhu) berkata lalu saya bertanya tentang keberadaan nabi, dan saya pun mendapatkan nabi dalam keadaan menyembunyikan diri dari keramaian orang. Saya berusaha menemuinya dengan cara menyamar hingga saya bisa menemuinya, saya ucapkan salam kepadanya, lalu saya bertanya, “Siapakah kamu.” Beliau menjawab, “Nabi.” Saya (‘Amr bin ‘Abasah As-Sulami Radhiyallahu’anhu) berkata “Apakah nabi itu?” lalu beliau menjawab, “Rasulullah.” saya bertanya, “Siapakah yang mengutus kamu?.” Beliau menjawab, “Allah Azzawajalla.” Saya bertanya, “Dengan apa?” beliau menjawab, “Agar kamu menyambung silaturrahim, melindungi darah, mengamankan jalan, berhala dihancurkan, Allah semata yang disembah dan tidak ada sekutu bagi-Nya sesuatupun.” Saya berkata “Sangat bagus risalah yang karenanya kau diutus. Saya bersaksi sesungguhnya saya beriman kepadamu, dan saya mempercayaimu, apakah saya harus tinggal bersamamu atau bagaimana pendapatmu?” Maka beliau bersabda: “Kamu telah melihat kebencian orang-orang atas apa yang saya bawa, maka tinggallah di keluargamu. Jika suatu hari nanti kamu mendengarku dan saya telah keluar dari tempat persembunyianku, datangilah saya, ” lalu dia menyebutkan hadits secara lengkap.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16403
حَدَّثَنَا عَتَّابُ بْنُ زِيَادٍ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ حَدَّثَنَا السَّرِيُّ بْنُ يَحْيَى عَنْ كَثِيرِ بْنِ زِيَادٍ قَالَ قَالَ ابْنُ عَبَسَةَرَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَضْمَضَ وَاسْتَنْشَقَ فِي رَمَضَانَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Attab bin Ziyad} berkata Telah menceritakan kepada kami {Abdullah} Telah menceritakan kepada kami {As-Sari bin Yahya} dari {Katsir bin Ziyad} berkata {Ibnu ‘Abasah} berkata “Saya pernah melihat Rasulullah saw. berkumur dan memasukkan air ke dalam hidung pada bulan Ramadlan.”