Musnad Penduduk Syam

Kembali ke Menu Sebelumnya

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16464

حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ شَقِيقٍ عَنْ أَبِي مَسْعُودٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حُوسِبَ رَجُلٌ مِمَّنْ كَانَ قَبْلَكُمْ فَلَمْ يُوجَدْ لَهُ مِنْ الْخَيْرِ شَيْءٌ إِلَّا أَنَّهُ كَانَ رَجُلًا مُوسِرًا وَكَانَ يُخَالِطُ النَّاسَ فَكَانَ يَقُولُ لِغِلْمَانِهِ تَجَاوَزُوا عَنْ الْمُعْسِرِ قَالَ فَقَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ لِمَلَائِكَتِهِ نَحْنُ أَحَقُّ بِذَلِكَ مِنْهُ تَجَاوَزُوا عَنْهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Mu’awiyah} Telah menceritakan kepada kami {Al A’masy} dari {Syaqiq} dari {Abu Mas’ud} berkata Rasulullah saw. bersabda: “Akan dihisab seorang laki-laki dari umat sebelum kalian, lalu tidak ditemukan padanya sedikitpun kebaikan selain dia adalah seorang yang memberi kelonggran terhadap orang yang berhutang, dan dia suka berinteraksi social sesama manusia lalu dia berkata kepada para pelayannya, “Maafkanlah orang-orang yang sedang kesulitan itu.” Lalu (Abu Mas’ud Radhiyallahu’anhu) berkata “Allah Azzawajalla berfirman kepada para Malaikat-Nya, ‘kami lebih berhak pada hal itu daripadanya, maafkanlah dia’.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16465

حَدَّثَنَا ابْنُ نُمَيْرٍ وَيَعْلَى وَمُحَمَّدٌ يَعْنِي ابْنَيْ عُبَيْدٍ قَالُوا أَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ أَبِي عَمْرٍو الشَّيْبَانِيِّ عَنْ أَبِي مَسْعُودٍ الْأَنْصَارِيِّ قَالَأَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلٌ فَقَالَ إِنِّي أُبْدِعَ بِي فَاحْمِلْنِي قَالَ مَا عِنْدِي مَا أَحْمِلُكَ عَلَيْهِ وَلَكِنْ ائْتِ فُلَانًا فَأَتَاهُ فَحَمَلَهُ فَأَتَى رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَخْبَرَهُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ قَالَ مُحَمَّدٌ فَإِنَّهُ قَدْ بُدِعَ بِي
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ibnu Numair} {Ya’la} dan {Muhammad} yaitu anak ‘Ubaid, mereka berkata telah memberitakan kepada kami {Al A’masy} dari {Abu ‘Amr Asy Syaibani} dari {Abu Mas’ud Al Anshari} berkata ada seorang laki-laki bertemu Nabi saw. lalu berkata “Saya orang yang kehabisan bekal, maka bawalah aku.” Beliau bersabda: “Saya tidak memiliki bekal yang cukup untuk membawamu tapi datanglah kepada fulan.” lalu dia mendatangi fulan dan dia pun membawanya lalu datang kepada Rasulullah saw. dan mengabarinya. Lalu Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka dia mendapatkan pahala seperti orang yang melakukannya.” Muhammad berkata “Sesungguhnya saya menjadi orang yang tertinggal.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16466

حَدَّثَنَا ابْنُ نُمَيْرٍ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ شَقِيقٍ عَنْ أَبِي مَسْعُودٍ عَنْ رَجُلٍ مِنْ الْأَنْصَارِ يُكَنَّى أَبَا شُعَيْبٍ قَالَأَتَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَعَرَفْتُ فِي وَجْهِهِ الْجُوعَ فَأَتَيْتُ غُلَامًا لِي قَصَّابًا فَأَمَرْتُهُ أَنْ يَجْعَلَ لَنَا طَعَامًا لِخَمْسَةِ رِجَالٍ قَالَ ثُمَّ دَعَوْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَامِسَ خَمْسَةٍ وَتَبِعَهُمْ رَجُلٌ فَلَمَّا بَلَغَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْبَابَ قَالَ هَذَا قَدْ تَبِعَنَا إِنْ شِئْتَ أَنْ تَأْذَنَ لَهُ وَإِلَّا رَجَعَ فَأَذِنَ لَهُحَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ عَنِ الْأَعْمَشِ عَنْ أَبِي عَمْرٍو الشَّيْبَانِيِّ عَنْ أَبِي مَسْعُودٍ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ إِنِّي أُبْدِعَ بِي أَيْ انْقَطَعَ بِي فَاحْمِلْنِي فَذَكَرَ الْحَدِيثَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ibnu Numair} Telah menceritakan kepada kami {Al A’masy} dari {Syaqiq} dari {Abu Mas’ud} dari {seorang laki-laki dari Al Anshari} yang diberi kuniyah Abu Syua’ib berkata saya mendatangi Rasulullah saw. lalu saya mengetahui pada wajah beliau, beliau sedang lapar. Saya pun mendatangi pelayanku seorang pemotong (daging) lalu saya memerintahkan agar membuatkan kami makanan untuk lima orang. (Abu Syua’ib Radhiyallahu’anhu) berkata lalu saya memanggil Rasulullah saw. sebagai orang yang kelima, yang selanjutnya ada seorang yang mengikutinya. Tatkala Rasulullah saw. sampai pada pintu, beliau bersabda: “Orang ini telah mengikutiku, jika kamu mau kamu bisa mengijinkannya dan jikalah tidak, maka dia akan pulang, ” lalu dia mengijinkannya. Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah mengabarkan kepada kami Sufyan dari Al A’masy dari Abu ‘Amr Asy Syaibani dari Abu Mas’ud berkata telah datang seorang laki-laki kepada Nabi saw. lalu berkata “Sesungguhnya saya tertinggal maksudnya adalah ketinggalan dari rombongan para sahabat, maka bawalah aku, ” lalu menyebutkan hadis secara lengkap.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16467

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنِ الْأَعْمَشِ عَنْ إِبْرَاهِيمَ التَّيْمِيِّ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي مَسْعُودٍ الْأَنْصَارِيِّ قَالَبَيْنَا أَنَا أَضْرِبُ غُلَامًا لِي إِذْ سَمِعْتُ صَوْتًا مِنْ وَرَائِي اعْلَمْ أَبَا مَسْعُودٍ ثَلَاثًا فَالْتَفَتُّ فَإِذَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ وَاللَّهِ لَلَّهُ أَقْدَرُ عَلَيْكَ مِنْكَ عَلَى هَذَا قَالَ فَحَلَفْتُ أَنْ لَا أَضْرِبَ مَمْلُوكًا أَبَدًا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdurrazzaq} berkata Telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {Al A’masy} dari {Ibrahim At-Taimi} dari {Bapaknya} dari {Abu Mas’ud Al Anshari} berkata tatkala saya sedang memukul pelayanku, tiba-tiba saya mendengar suatu suara dari belakangku, “Ketahuilah Wahai Abu Mas’ud, ” tiga kali, “lalu saya menoleh ternyata dia adalah Rasulullah saw. lalu bersabda: ‘Demi Allah, Allah lebih layak darimu atas orang ini”. (Abu Mas’ud Al Anshari Radhiyallahu’anhu) berkata “Lalu saya bersumpah untuk tidak memukul budak selamanya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16468

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ أَبِي بَكْرِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ الْحَارِثِ بْنِ هِشَامٍ عَنْ أَبِي مَسْعُودٍ قَالَنَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ ثَمَنِ الْكَلْبِ وَعَنْ مَهْرِ الْبَغِيِّ وَعَنْ حُلْوَانِ الْكَاهِنِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdurrazzaq} Telah menceritakan kepada kami {Ma’mar} dari {Az Zuhri} dari {Abu Bakar bin Abdurrahman bin Al Harits bin Hisyam} dari {Abu Mas’ud} berkata Rasulullah saw. melarang hasil penjualan anjing, penghasilan orang yang berzina dan upah dukun.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16469

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ عَنِ الزُّهْرِيِّ قَالَكُنَّا مَعَ عُمَرَ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ فَأَخَّرَ صَلَاةَ الْعَصْرِ مَرَّةً فَقَالَ لَهُ عُرْوَةُ بْنُ الزُّبَيْرِ حَدَّثَنِي بَشِيرُ بْنُ أَبِي مَسْعُودٍ الْأَنْصَارِيُّ أَنَّ الْمُغِيرَةَ بْنَ شُعْبَةَ أَخَّرَ الصَّلَاةَ مَرَّةً يَعْنِي الْعَصْرَ فَقَالَ لَهُ أَبُو مَسْعُودٍ أَمَا وَاللَّهِ يَا مُغِيرَةُ لَقَدْ عَلِمْتُ أَنَّ جِبْرِيلَ عَلَيْهِ السَّلَام نَزَلَ فَصَلَّى وَصَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَصَلَّى النَّاسُ مَعَهُ ثُمَّ نَزَلَ فَصَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَصَلَّى النَّاسُ مَعَهُ حَتَّى عَدَّ خَمْسَ صَلَوَاتٍ فَقَالَ لَهُ عُمَرُ انْظُرْ مَا تَقُولُ يَا عُرْوَةُ أَوَإِنَّ جِبْرِيلَ هُوَ سَنَّ الصَّلَاةَ قَالَ عُرْوَةُ كَذَلِكَ حَدَّثَنِي بَشِيرُ بْنُ أَبِي مَسْعُودٍفَمَا زَالَ عُمَرُ يَتَعَلَّمُ وَقْتَ الصَّلَاةِ بِعَلَامَةٍ حَتَّى فَارَقَ الدُّنْيَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdurrazzaq} Telah menceritakan kepada kami {Ma’mar} dari {Az Zuhri} berkata kami sedang bersama ‘Umar bin Abdul Aziz lalu dia mengakhirkan shalat asar, lalu {Urwah bin Az Zubair} berkata kepadanya, Telah menceritakan kepadaku {Basyir bin Abu Abu Mas’ud Al Anshari} sesungguhnya Al Mughirah bin Syu’bah mengakhirkan shalat satu kali yaitu asar lalu {Abu Mas’ud} berkata kepadanya, “Demi Allah, Wahai Mughirah saya mengetahui sesungguhnya Jibril Alaihissalam telah turun lalu shalat, Rasulullah saw. shalat dan orang-orang shalat bersama beliau. Lalu (Jibril Alaihissalam) turun dan Rasulullah saw. shalat dan orang-orang shalat bersama beliau sampai melakukan shalat lima kali lalu ‘Umar berkata kepadanya, “Apakah yang kau katakan Wahai Urwah, sesungguhnya Jibril yang telah memberi contoh shalat.” ‘Urwah berkata “Demikianlah, Telah menceritakan kepadaku Basyir bin Abu Mas’ud.” maka ‘Umar tetap belajar waktu shalat dengan tanda sampai dia meningggal dunia.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16470

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ مَنْصُورٍ قَالَ سَمِعْتُ رِبْعِيَّ بْنَ حِرَاشٍ يُحَدِّثُ عَنْ أَبِي مَسْعُودٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ مِمَّا أَدْرَكَ النَّاسُ مِنْ كَلَامِ النُّبُوَّةِ الْأُولَى إِذَا لَمْ تَسْتَحْيِ فَاصْنَعْ مَا شِئْتَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} berkata Telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Manshur} berkata saya telah mendengar {Rib’i bin Hirasy} menceritakan dari {Abu Mas’ud} berkata Rasulullah saw. bersabda: “Termasuk hal pertama-tama yang didapatkan manusia dari perkataan kenabian yang pertama adalah, ‘Jika kamu tidak punya malu, maka berbuatlah sesukamu’.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16471

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ وَحَجَّاجٌ قَالَ أَنْبَأَنَا شُعْبَةُ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ يَزِيدَ قَالَ كُنْتُ أُحَدِّثُ عَنْ أَبِي مَسْعُودٍ حَدِيثًا فَلَقِيتُهُ وَهُوَ يَطُوفُ بِالْبَيْتِ فَسَأَلْتُهُ فَحَدَّثَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ مَنْ قَرَأَ الْآيَتَيْنِ الْآخِرَتَيْنِ مِنْ سُورَةِ الْبَقَرَةِ فِي لَيْلَةٍ كَفَتَاهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} berkata Telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dan {Hajjaj} berkata telah memberitakan kepada kami {Syu’bah} dari {Manshur} dari {Ibrahim} dari {Abdurrahman bin Yazid} berkata saya telah menceritakan, dari {Abu Mas’ud} satu hadits lalu saya menemuinya dan dia saat itu sedang thawaf di Ka’bah, lalu saya menanyakan, lalu dia menceritakan dari Nabi saw. sesungguhnya beliau bersabda: “Barangsiapa yang membaca dua ayat dari akhir surat Al Baqarah pada waktu malam, itu telah cukup (untuk melindunginya dari kejahatan yang dibenci).”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16472

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ إِسْمَاعِيلَ بْنِ رَجَاءٍ قَالَ سَمِعْتُ أَوْسَ بْنَ ضَمْعَجٍ يَقُولُ سَمِعْتُ أَبَا مَسْعُودٍ يَقُولُقَالَ لَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَؤُمُّ الْقَوْمَ أَقْرَؤُهُمْ لِكِتَابِ اللَّهِ تَعَالَى وَأَقْدَمُهُمْ قِرَاءَةً فَإِنْ كَانَتْ قِرَاءَتُهُمْ سَوَاءً فَلْيَؤُمَّهُمْ أَقْدَمُهُمْ هِجْرَةً فَإِنْ كَانُوا فِي الْهِجْرَةِ سَوَاءً فَلْيَؤُمَّهُمْ أَكْبَرُهُمْ سِنًّا وَلَا يُؤَمَّنَّ الرَّجُلُ فِي أَهْلِهِ وَلَا فِي سُلْطَانِهِ وَلَا يُجْلَسُ عَلَى تَكْرِمَتِهِ فِي بَيْتِهِ إِلَّا أَنْ يَأْذَنَ لَهُ أَوْ بِإِذْنِهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} Telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Isma’il bin Raja`} berkata saya telah mendengar {Aus bin Dlam’aj} berkata saya telah mendengar {Abu Mas’ud} berkata Rasulullah saw. bersabda kepada kami, “Orang yang menjadi imam suatu kaum adalah orang yang paling hafal dengan kitab Allah Ta’ala, dan orang yang lebih mula-mula membacanya. Jika bacaannya sama, maka setelahnya adalah yang lebih dulu hijrah. Jika hijrahnya bersamaan adalah lebih tua. Janganlah seseorang menjadi imam dalam keluarga orang lain atau di bawah wewenangnya dan janganlah duduk pada tikar di suatu rumah orang lain kecuali jika diijinkan, ” atau “kecuali dengan seijinnya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16473

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ سُلَيْمَانَ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا وَائِلٍ يُحَدِّثُ عَنْ أَبِي مَسْعُودٍأَنَّ رَجُلًا مِنْ قَوْمِهِ يُقَالُ لَهُ أَبُو شُعَيْبٍ صَنَعَ طَعَامًا فَأَرْسَلَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ائْتِنِي أَنْتَ وَخَمْسَةٌ مَعَكَ قَالَ فَبَعَثَ إِلَيْهِ أَنْ ائْذَنْ لِي فِي السَّادِسِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} berkata Telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Sulaiman} berkata saya telah mendengar {Abu Wa`il} menceritakan dari {Abu Mas’ud} sesungguhnya ada seseorang dari kaumnya yang bernama Abu Syua’ib membuat makanan lalu dikirimkan kepada Nabi saw., “Kontan datanglah kepadaku dan anda adalah orang kelima.” (Abu Mas’ud Radhiyallahu’anhu) berkata “Lalu beliau bersabda agar dia mengijinkan saya (Rasulullah saw.) sebagai orang yang keenam.”