Musnad Penduduk Syam

Kembali ke Menu Sebelumnya

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16359

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ إِسْحَاقَ عَنْ يَحْيَى بْنِ أَيُّوبَ قَالَ حَدَّثَنِي يَزِيدُ بْنُ أَبِي حَبِيبٍ عَنْ رَبِيعَةَ بْنِ لَقِيطٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ حَوَالَةَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ نَجَا مِنْ ثَلَاثٍ فَقَدْ نَجَا ثَلَاثَ مَرَّاتٍ مَوْتِي وَالدَّجَّالُ وَقَتْلُ خَلِيفَةٍ مُصْطَبِرٍ بِالْحَقِّ مُعْطِيهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Ishaq} dari {Yahya bin Ayyub} berkata telah bercerita kepadaku {Yazid bin Abu Habib} dari {Rabi’ah bin Laqith} dari {Abdullah bin Hawalah} sesungguhnya Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa yang selamat dari tiga hal, maka dia telah selamat tiga kali: wafatku, Dajjal dan pembunuhan seorang khalifah yang sabar mempertahankan kebenaran, dan khalifah itu telah memasrahkan kebenaran agar dituntaskan.’

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16360

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ بَحْرٍ قَالَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ حِمْيَرٍ الْحِمْصِيُّ قَالَ حَدَّثَنَا ثَابِتُ بْنُ عَجْلَانَ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا كَثِيرٍ الْمُحَارِبِيَّ يَقُولُ سَمِعْتُ خَرَشَةَ بْنَ الْحُرِّ يَقُولُسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ سَتَكُونُ مِنْ بَعْدِي فِتْنَةٌ النَّائِمُ فِيهَا خَيْرٌ مِنْ الْيَقْظَانِ وَالْقَاعِدُ فِيهَا خَيْرٌ مِنْ الْقَائِمِ وَالْقَائِمُ فِيهَا خَيْرٌ مِنْ السَّاعِي فَمَنْ أَتَتْ عَلَيْهِ فَلْيَمْشِ بِسَيْفِهِ إِلَى صَفَاةٍ فَلْيَضْرِبْهُ حَتَّى يَنْكَسِرَ ثُمَّ لِيَضْطَجِعَ لَهَا حَتَّى تَنْجَلِيَ عَمَّا انْجَلَيَتْ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ali bin Bahr} berkata telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Himyar Al Himsyi} berkata telah menceritakan kepada kami {Tsabit bin Ajlan} berkata saya telah mendengar {Abu Katsir Al Muharibi} berkata saya telah mendengar {Kharasyah bin Al Hur} berkata saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Akan ada fitnah setelahku, orang yang tidur ketika itu lebih baik dari pada orang yang terjaga. Orang yang duduk lebih baik daripada orang yang berdiri. Orang yang berdiri lebih baik daripada orang yang berjalan. Jika dia didatangi, maka berjalanlah dengan pedangnya menuju ke batu yang licin dan bantinglah pedangnya di batu sampai patah, lalu berbaringlah menghadap batu itu sampai fitnah itu tampak.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16361

حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ دَاوُدَ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي حَبِيبٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ يَزِيدَ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَوْفٍ حَدَّثَهُ أَنَّ أَبَا جُمُعَةَ حَبِيبَ بْنِ سِبَاعٍ وَكَانَ قَدْ أَدْرَكَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَامَ الْأَحْزَابِ صَلَّى الْمَغْرِبَ فَلَمَّا فَرَغَ قَالَ هَلْ عَلِمَ أَحَدٌ مِنْكُمْ أَنِّي صَلَّيْتُ الْعَصْرَ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا صَلَّيْتَهَا فَأَمَرَ الْمُؤَذِّنَ فَأَقَامَ الصَّلَاةَ فَصَلَّى الْعَصْرَ ثُمَّ أَعَادَ الْمَغْرِبَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Musa bin Daud} berkata telah menceritakan kepada kami {Ibnu Lahi’ah} dari {Yazid bin Abu Habib} dari {Muhammad bin Yazid} sesungguhnya {Abdullah bin Auf} menceritakannya, sesungguhnya {Abu Jumu’ah, Habib bin Siba’} dia bertemu Nabi saw., Nabi saw. pada Perang Ahzab shalat maghrib, tatkala selesai beliau bersabda: “Mungkin salah seorang dari kalian tahu jika saya tadi sudah shalat asar?.” Mereka berkata “Wahai Rasulullah, anda belum melaksanakan shalat ashar!, ” lalu beliau menyuruh muadzin, lalu ditegakkan shalat. Beliau shalat ashar lalu mengulangi maghrib.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16362

حَدَّثَنَا أَبُو الْمُغِيرَةِ قَالَ حَدَّثَنَا الْأَوْزَاعِيُّ قَالَ حَدَّثَنِي أَسِيدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ قَالَ حَدَّثَنِي صَالِحٌ أَبُو مُحَمَّدٍ قَالَ حَدَّثَنِي أَبُو جُمُعَةَقَالَ تَغَدَّيْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمَعَنَا أَبُو عُبَيْدَةَ بْنُ الْجَرَّاحِ قَالَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ هَلْ أَحَدٌ خَيْرٌ مِنَّا أَسْلَمْنَا مَعَكَ وَجَاهَدْنَا مَعَكَ قَالَ نَعَمْ قَوْمٌ يَكُونُونَ مِنْ بَعْدِكُمْ يُؤْمِنُونَ بِي وَلَمْ يَرَوْنِي
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Al Mughirah} berkata telah menceritakan kepada kami {Al Auza’i} berkata telah bercerita kepadaku {Asid bin Abdurrahman} berkata telah bercerita kepadaku {Shalih Abu Muhammad} berkata telah bercerita kepadaku {Abu Jumu’ah} berkata kami keluar pada awal siang bersama Rasulullah saw. dan bersama beliau Abu Ubaidah bin Al Jarrah. (Abu Jumu’ah Radhiyallahu’anhu) berkata lalu (Abu Ubaidah bin Al Jarrah Radhiyallahu’anhu) berkata “Wahai Rasulullah, apakah ada seseorang yang lebih baik dari kami, kami masuk Islam dan berjihad bersama anda?.” Beliau bersabda: “Ya, yaitu suatu kaum yang ada setelah kalian mereka beriman kepadaku padahal mereka belum pernah melihatku.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16363

حَدَّثَنَا أَبُو الْمُغِيرَةِ قَالَ حَدَّثَنَا الْأَوْزَاعِيُّ قَالَ حَدَّثَنِي أَسِيدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ خَالِدِ بْنِ دُرَيْكٍ عَنْ أَبِي مُحَيْرِيزٍ قَالَقُلْتُ لِأَبِي جُمُعَةَ رَجُلٍ مِنْ الصَّحَابَةِ حَدِّثْنَا حَدِيثًا سَمِعْتَهُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ نَعَمْ أُحَدِّثُكُمْ حَدِيثًا جَيِّدًا تَغَدَّيْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمَعَنَا أَبُو عُبَيْدَةَ بْنُ الْجَرَّاحِ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَحَدٌ خَيْرٌ مِنَّا أَسْلَمْنَا مَعَكَ وَجَاهَدْنَا مَعَكَ قَالَ نَعَمْ قَوْمٌ يَكُونُونَ مِنْ بَعْدِكُمْ يُؤْمِنُونَ بِي وَلَمْ يَرَوْنِي
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Al Mughirah} berkata telah menceritakan kepada kami {Al Auza’i} berkata telah bercerita kepadaku {Asid bin Abdurrahman} dari {Khalid bin Duraik} dari {Abu Muhairiz} berkata saya berkata kepada {Abu Jumu’ah} seorang sahabat, “Ceritakan kepada kami suatu hadis, yang telah kau dengar dari Rasulullah saw.” dia berkata “Ya. saya akan menceritakan kepada kalian satu hadis yang bagus, kami keluar pada awal siang bersama Rasulullah saw. dan bersama kami juga Abu Ubaidah bin Al Jarrah. (Abu Jumu’ah Radhiyallahu’anhu) berkata lalu (Abu Ubaidah bin Al Jarrah Radhiyallahu’anhu) berkata “Wahai Rasulullah, apakah ada seseorang yang lebih baik dari kami, kami masuk Islam dan berjihad bersama anda?.” Beliau bersabda: “Ya, yaitu suatu kaum yang ada setelah kalian mereka beriman kepadaku padahal mereka belum pernah melihatku.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16364

حَدَّثَنَا أَبُو الْمُغِيرَةِ قَالَ سَمِعْتُ الْأَوْزَاعِيَّ قَالَ حَدَّثَنِي رَبِيعَةُ بْنُ يَزِيدَ قَالَ سَمِعْتُ وَاثِلَةَ بْنَ الْأَسْقَعِ يَقُولُخَرَجَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ أَتَزْعُمُونَ أَنِّي آخِرِكُمْ وَفَاةً أَلَا إِنِّي مِنْ أَوَّلِكُمْ وَفَاةً وَتَتْبَعُونِي أَفْنَادًا يُهْلِكُ بَعْضُكُمْ بَعْضًا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Al Mughirah} berkata saya mendengar {Al Auza’i} berkata telah bercerita kepadaku {Rabi’ah bin Yazid} berkata saya mendengar {Watsilah bin Al Asqa’} berkata Rasulullah saw. datang menemui kami lalu bersabda: “Apakah kalian beranggapan bahwa saya adalah orang yang terakhir wafat di antara kalian?. Ketahuilah bahwa saya adalah orang pertama-tama wafat dan akan ada beberapa kelompok yang mengikutiku, mereka itu saling menghancurkan satu sama lainnya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16365

حَدَّثَنَا أَبُو الْمُغِيرَةِ قَالَ حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ الْغَازِ قَالَ حَدَّثَنِي أَبُو النَّضْرِ قَالَدَعَانِي وَاثِلَةُ بْنُ الْأَسْقَعِ وَقَدْ ذَهَبَ بَصَرُهُ فَقَالَ يَا خَبَّابُ قُدْنِي إِلَى يَزِيدَ بْنِ الْأَسْوَدِ الْجُرَشِيِّ فَذَكَرَ الْحَدِيثَ فَقَالَ أَبْشِرْ فَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ عَنْ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي فَلْيَظُنَّ بِي مَا شَاءَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Al Mughirah} berkata telah menceritakan kepada kami {Hisyam bin Al Ghaz} berkata telah bercerita kepadaku {Abu Nadlr} berkata {Watsilah bin Al Asqa’} memanggilku dan waktu itu telah buta, lalu berkata “Wahai, Khabbab? Bawalah saya pada Yazid bin Al Aswad Al Jurasyi”, lalu dia menyebutkan hadis lalu berkata “Berilah kabar gembira, sesungguhnya saya mendengar Rasulullah saw. bersabda dari Allah Azzawajalla, “Saya berada pada persangkaan hamba-Ku, maka berprasangkalah dengan-Ku sekehendaknya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16366

حَدَّثَنَا عِصَامُ بْنُ خَالِدٍ وَأَبُو الْمُغِيرَةِ قَالَا حَدَّثَنَا حَرِيزُ بْنُ عُثْمَانَ قَالَ سَمِعْتُ عَبْدَ الْوَاحِدِ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ النَّصْرِيَّ قَالَ سَمِعْتُ وَاثِلَةَ بْنَ الْأَسْقَعِ يَقُولُقَالَ نَبِيُّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ مِنْ أَعْظَمِ الْفِرَى أَنْ يُدْعَى الرَّجُلُ إِلَى غَيْرِ أَبِيهِ أَوْ يُرِيَ عَيْنَيْهِ فِي الْمَنَامِ مَا لَمْ تَرَيَا أَوْ يَقُولَ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا لَمْ يَقُلْ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Isham bin Khalid} dan {Abu Al Mughirah} berkata telah menceritakan kepada kami {Hariz bin ‘Utsman} berkata saya telah mendengar {Abdul Wahid bin Abdullah An-Nasri} berkata saya mendengar {Watsilah bin Al Asqa’} berkata Nabiyullah saw. bersabda: ” Yang termasuk kedustaan yang paling besar adalah: seorang laki-laki yang menasabkan dirinya kepada selain bapaknya, mengatakan dirinya bermimpi padahal tidak, dan berkata mengatasnamakan Rasulullah saw. suatu hal yang beliau tidak mengatakannya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16367

حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ عَبْدِ رَبِّهِ قَالَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ حَرْبٍ الْخَوْلَانِيُّ قَالَ حَدَّثَنِي عُمَرُ بْنُ رُؤْبَةَ قَالَ سَمِعْتُ عَبْدَ الْوَاحِدِ النَّصْرِيَّ يَقُولُ سَمِعْتُ وَاثِلَةَ بْنَ الْأَسْقَعِ يَذْكُرُأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْمَرْأَةُ تَحُوزُ ثَلَاثَةَ مَوَارِيثَ عَتِيقَهَا وَلَقِيطَهَا وَالْوَلَدَ الَّذِي لَاعَنَتْ عَلَيْهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yazid bin Abdu Rabbihi} berkata telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Harb Al Khalani} berkata telah bercerita kepadaku {‘Umar bin Ru`yah} berkata saya mendengar {Abdul Wahid An-Nashri} berkata saya mendengar {Watsilah bin Al Asqa’} menyebutkan, Rasulullah saw. bersabda: “Wanita itu mendapatkan tiga warisan: dari orang yang dia merdekakan, dari barang temuannya dan dari anak yang dirinya terkena li’an karena anak itu.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16368

حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ دَاوُدَ أَبُو دَاوُدَ الطَّيَالِسِيُّ قَالَ أَخْبَرَنَا عِمْرَانُ الْقَطَّانُ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَبِي الْمَلِيحِ الْهُذَلِيِّ عَنْ وَاثِلَةَ بْنِ الْأَسْقَعِأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أُعْطِيتُ مَكَانَ التَّوْرَاةِ السَّبْعَ وَأُعْطِيتُ مَكَانَ الزَّبُورِ الْمَئِينَ وَأُعْطِيتُ مَكَانَ الْإِنْجِيلِ الْمَثَانِيَ وَفُضِّلْتُ بِالْمُفَصَّلِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Sulaiman bin Daud, Abu Daud Ath-Thayalisi} berkata telah Mengabarkan kepada kami {‘Imran bin Al Qathan} dari {Qatadah} dari {Abu Al Malih Al Hudzali} dari {Watsilah bin Al Asqa’} sesungguhnya Nabi saw. bersabda: “Saya diberi ganti dari Taurat dengan as-saba’ (tujuh surat dalam Al-Quran yang panjang-panjang). Saya diberi ganti dari Zabur dengan Al ma`in (surat yang jumlah ayatnya sekitar seratus). Saya diberi ganti dari Injil dengan Al matsani (yaitu surat yang terulang-ulang membacanya dalam setiap rekaat shalat) dan saya diberi tambahan dengan Al mufashal (surat yang dimulai dari QAF sampai akhir surat).”