Musnad Penduduk Syam

Kembali ke Menu Sebelumnya

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16614

حَدَّثَنَا أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْمُقْرِيُّ حَدَّثَنَا حَيْوَةُ أَخْبَرَنِي عَيَّاشُ بْنُ عَبَّاسٍ أَنَّ كُلَيْبَ بْنَ صُبَيْحٍ حَدَّثَهُ أَنَّ الزِّبْرِقَانَ حَدَّثَهُ عَنْ عَمِّهِ عَمْرِو بْنِ أُمَيَّةَ الضَّمْرِيِّ قَالَكُنَّا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي بَعْضِ أَسْفَارِهِ فَنَامَ عَنْ صَلَاةِ الصُّبْحِ حَتَّى طَلَعَتْ الشَّمْسُ لَمْ يَسْتَيْقِظُوا وَأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَدَأَ بِالرَّكْعَتَيْنِ فَرَكَعَهُمَا ثُمَّ أَقَامَ الصَّلَاةَ فَصَلَّى
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Abdirrahman Al Muqri} telah menceritakan kepada kami {Haiwah} telah mengabarkan kepadaku {Ayyas bin Abbas} bahwa {Kulaib bin Shubaih} menceritakan kepadanya, bahwa {Az Zibriqan} menceritakan kepadanya, dari pamannya {Amru bin Umayyah Adl Dlamri} dia berkata, “Kami pernah ikut bersama Rasulullah saw. dalam sebagian safarnya. Kemudian beliau ketiduran sehingga tidak melaksanakan shalat subuh, dan mereka belum bangun meskipun matahari telah terbit. Maka Rasulullah memulai shalat dua rakaat, kemudian iqamah dikumandangkan dan beliau pun shalat.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16615

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ أَبِي شَيْبَةَ قَالَ عَبْد اللَّهِ وَسَمِعْتُهُ أَنَا مِنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي شَيْبَةَ بِالْكُوفَةِ قَالَ حَدَّثَنَا جَعْفَرُ بْنُ عَوْنٍ عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ إِسْمَاعِيلَ قَالَ أَخْبَرَنِي جَعْفَرُ بْنُ عَمْرِو بْنِ أُمَيَّةَ عَنْ أَبِيهِأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعَثَهُ وَحْدَهُ عَيْنًا إِلَى قُرَيْشٍ قَالَ جِئْتُ إِلَى خَشَبَةِ خُبَيْبٍ وَأَنَا أَتَخَوَّفُ الْعُيُونَ فَرَقِيتُ فِيهَا فَحَلَلْتُ خُبَيْبًا فَوَقَعَ إِلَى الْأَرْضِ فَانْتَبَذْتُ غَيْرَ بَعِيدٍ ثُمَّ الْتَفَتُّ فَلَمْ أَرَ خُبَيْبًا وَلَكَأَنَّمَا ابْتَلَعَتْهُ الْأَرْضُ فَلَمْ يُرَ لِخُبَيْبٍ أَثَرٌ حَتَّى السَّاعَةِقَالَ أَبُو عَبْد الرَّحْمَنِ وَقَالَ ابْنُ أَبِي شَيْبَةَ لَنَا فِيهِ عَنْ الزُّهْرِيِّ وَأَمَّا أَبِي فَحَدَّثَنَا عَنْهُ لَمْ يَذْكُرْ الزُّهْرِيَّ وَحَدَّثَنَاهُ ابْنُ أَبِي شَيْبَةَ بِالْكُوفَةِ فَجَعَلَهُ لَنَا عَنْ الزُّهْرِيِّ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdullah bin Muhammad bin Abu Syaibah}, dan ia katakan ‘Saya mendengarnya dari {Abdullah bin Abu Syaibah} di Kufah’, dia berkata, telah menceritakan kepada kami {Ja’far bin Aun} dari {Ibrahim bin Isma’il} dia berkata, telah mengabarkan kepadaku {Ja’far bin Amru bin Umayyah} dari {Bapaknya} bahwasanya Rasulullah saw. mengutusnya seorang diri sebagai mata-mata kepada orang-orang Quraisy. Ia berkata, “Saya mendatangi batang kayu (tempat Khubaib digantung) dengan penuh khawatir jika diketahui mata-mata Quraisy. Kemudian aku menaiki batang kayu itu dan melepaskan Khubaib hingga tubuh Khubaib jatuh ke tanah. Kemudian aku menyingkir tidak jauh dari tempat itu, saat menoleh aku tidak mendapati Khubaib berada di tempatnya lagi, seakan-akan ia ditelan oleh bumi dan bekasnya pun tidak terlihat lagi.” Abdurrahman berkata Ibnu Abu Syaibah menyebutkan kepada kami yang di dalamnya disebutkan dari Az Zuhri. Dan adapun bapakku, ia menceritakan kepada kami tanpa menyebutkan nama Az Zuhri. Dan {Ibnu Abu Syaibah} menceritakannya kepada kami di Kufah, dan ia menyandarkannya dari {Az Zuhri}.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16616

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بِشْرٍ قَالَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَمْرٍو قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو كَثِيرٍ مَوْلَى اللَّيْثِيِّينَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ جَحْشٍأَنَّ رَجُلًا جَاءَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَاذَا لِي إِنْ قُتِلْتُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ الْجَنَّةُ فَلَمَّا وَلَّى قَالَ إِلَّا الدَّيْنُ سَارَّنِي بِهِ جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلَام آنِفًا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Bisyr} dia berkata, telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Amru} dia berkata, telah menceritakan kepada kami {Abu Katsir} mantan budak Al Laitsiyyin, dari {Muhammad bin Abdullah bin Jahsy}, bahwa seorang laki-laki datang kepada Nabi saw. seraya berkata, “Wahai Rasulullah, apakah ganjaran untukku jika aku dibunuh di jalan Allah?” Beliau menjawab, “Surga.” Kemudian ketika beliau berpaling, beliau bersabda: “Kecuali utang, tadi Jibril ‘Alaihis Salam telah memberitahukannya kepadaku.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16617

حَدَّثَنَا خَلَفُ بْنُ الْوَلِيدِ حَدَّثَنَا عَبَّادُ بْنُ عَبَّادٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَمْرٍو عَنْ أَبِي كَثِيرٍ مَوْلَى الْهِلَالِيِّينَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ جَحْشٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَجَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَاذَا لِي إِنْ قَاتَلْتُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ حَتَّى أُقْتَلَ قَالَ الْجَنَّةُ قَالَ فَلَمَّا وَلَّى قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَّا الدَّيْنُ سَارَّنِي بِهِ جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلَام آنِفًا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Khalaf bin Walid} telah menceritakan kepada kami {Abbad bin Abbad} telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Amru} dari {Abu Katsir} mantan budak Al Hilaliyyin, dari {Muhammad bin Jahsy} dari {Bapaknya} ia berkata, “Seorang laki-laki datang menghadap Rasulullah saw. dan berkata, “Wahai Rasulullah, ganjaran apa yang akan saya dapatkan jika saya berperang di jalan Allah sampai saya terbunuh?” beliau menjawab: “Surga.” Perawi berkata, “Setelah berpaling, Rasulullah saw. bersabda: “Kecuali utang, tadi Jibril ‘Alaihis Salam telah memberitahukannya kepadaku.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16618

حَدَّثَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ عَمْرٍو قَالَ حَدَّثَنَا زُهَيْرٌ يَعْنِي ابْنَ مُحَمَّدٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ يَعْنِي ابْنَ مُحَمَّدِ بْنِ عَقِيلٍ عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ عَنْ أَبِي مَالِكٍ الْأَشْجَعِيِّعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَعْظَمُ الْغُلُولِ عِنْدَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ ذِرَاعٌ مِنْ الْأَرْضِ تَجِدُونَ الرَّجُلَيْنِ جَارَيْنِ فِي الْأَرْضِ أَوْ فِي الدَّارِ فَيَقْتَطِعُ أَحَدُهُمَا مِنْ حَظِّ صَاحِبِهِ ذِرَاعًا فَإِذَا اقْتَطَعَهُ طُوِّقَهُ مِنْ سَبْعِ أَرَضِينَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdul Malik bin Amru} dia berkata, telah menceritakan kepada kami {Zuhair} -yakni Ibnu Muhammad- dari {Abdullah} -yakni Ibnu Muhammad bin Aqil- dari {Atha bin Yasar} dari {Abu Malik Al Asyja’i} dari Nabi saw., beliau bersabda: “Sesungguhnya pengkhianatan yang paling besar di sisi Allah (adalah berkenaan dengan) satu hasta dari tanah. Dimana kalian mendapati dua orang laki-laki yang saling bertangga (berdampingan) tanah atau tempat tinggal, lalu salah seorang di antara keduanya mengambil satu hasta dari bagian temannya, dan jika ia benar-benar mengambilnya, maka akan dihipitkan kepadanya tujuh lapis bumi hingga hari kiamat.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16619

حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ قَالَ أَخْبَرَنَا أَيُّوبُ عَنْ نَافِعٍأَنَّ ابْنَ عُمَرَ بَلَغَهُ أَنَّ رَافِعًا يُحَدِّثُ فِي ذَلِكَ بِنَهْيٍ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَتَاهُ وَأَنَا مَعَهُ فَسَأَلَهُ فَقَالَ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ كِرَاءِ الْمَزَارِعِ فَتَرَكَهَا ابْنُ عُمَرَ فَكَانَ لَا يُكْرِيهَا فَكَانَ إِذَا سُئِلَ يَقُولُ زَعَمَ ابْنُ خَدِيجٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ كِرَاءِ الْمَزَارِعِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Isma’il bin Ibrahim} dia berkata, telah mengabarkan kepada kami {Ayyub} dari {Nafi’} bahwa Ibnu Umar telah sampai kepadanya bahwa {Rafi’} menceritakan berkenaan dengan hal itu, dengan larangan dari Rasulullah saw. Ibnu Umar kemudian mendatangi Rafi’ dan bertanya kepadanya, Rafi’ lantas menjawab, “Rasulullah saw. telah melarang untuk menyewakan lahan pertanian.” Setelah itu Ibnu Umar tidak lagi menyewakan tanah. Dan jika ia ditanya, maka ia menjawab, “Ibnu Khadij yakin bahwa Rasulullah saw. telah melarang untuk menyewakan lahan pertanian.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16620

حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنِ ابْنِ عَجْلَانَ عَنْ عَاصِمِ بْنِ عُمَرَ بْنِ قَتَادَةَ عَنْ مَحْمُودِ بْنِ لَبِيدٍ عَنْ رَافِعِ بْنِ خَدِيجٍعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ أَصْبِحُوا بِالصُّبْحِ فَإِنَّهُ أَعْظَمُ لِأُجُورِكُمْ أَوْ أَعْظَمُ لِلْأَجْرِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {Ibnu Ajlan} dari {Ashim bin Umar bin Qatadah} dari {Mahmud bin Labid} dari {Rafi’ bin Khadij} dari Nabi saw., beliau bersabda: “Kerjakanlah shalat subuh saat waktu subuh menyingsing. Sebab itu lebih besar untuk pahala kalian, atau lebih besar ganjaran pahalanya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16621

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ مَالِكِ بْنِ أَنَسٍ قَالَ حَدَّثَنِي رَبِيعَةُ عَنْ حَنْظَلَةَ بْنِ قَيْسٍ عَنْ رَافِعِ بْنِ خَدِيجٍقَالَ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ كِرَاءِ الْمَزَارِعِ قَالَ قُلْتُ بِالذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ قَالَ لَا إِنَّمَا نَهَى عَنْهُ بِبَعْضِ مَا يَخْرُجُ مِنْهَا فَأَمَّا بِالذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ فَلَا بَأْسَ بِهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Sa’id} dari {Malik bin Anas} dia berkata, telah menceritakan kepadaku {Rabi’ah} dari {Hanzhalah bin Qais} dari {Rafi’ bin Khadij} dia bterkata, “Rasulullah saw. melarang menyewakan lahan pertanian.” Perawi berkata, “Saya berkata, “Apakah (yang beliau larang adalah) dengan emas dan perak?” Rafi’ menjawab, “Tidak, sesungguhnya yang beliau larang hanyalah (penyewaan) dengan sesuatu yang keluar darinya. Adapun dengan emas dan pera tidaklah bermasalah.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16622

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ قَالَ سَمِعْتُ السَّائِبَ بْنَ يَزِيدَ بْنِ أُخْتِ النِّمْرِ عَنْ رَافِعِ بْنِ خَدِيجٍأَنَّ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ شَرُّ الْكَسْبِ ثَمَنُ الْكَلْبِ وَكَسْبُ الْحَجَّامِ وَمَهْرُ الْبَغِيِّ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Sa’id} Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Yusuf} dia berkata saya mendengar {Sa`ib bin Yazid bin Ukhti Namri} dari {Rafi’ bin Khadij} bahwa Nabi saw. bersabda: “Seburuk-buruk pendapatan adalah hasil penjualan anjing, upah bekam dan bayaran dari hasil melacur.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16623

حَدَّثَنَا يَزِيدُ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ الْأَنْصَارِيُّ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ يَحْيَى عَنْ رَافِعِ بْنِ خَدِيجٍعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا قَطْعَ فِي ثَمَرٍ وَلَا كَثَرٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yazid} telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Sa’id Al Anshari} dari {Muhammad bin Yahya bin Sa’id} dari {Rafi’ bin Khadij} dari Nabi saw., beliau bersabda: “Tidak ada hukum potong tangan dalam buah-buahan dan tidak pula pada mayang kurma.”