Musnad Penduduk Syam
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16634
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ غَيْلَانَ حَدَّثَنَا رِشْدِينُ عَنْ يَزِيدَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ أَبِي بَكْرِ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرِو بْنِ حَزْمٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو عَنْ رَافِعِ بْنِ خَدِيجٍعَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ ذَكَرَ مَكَّةَ قَالَ إِنَّ إِبْرَاهِيمَ حَرَّمَ مَكَّةَ وَإِنِّي أُحَرِّمُ مَا بَيْنَ لَابَتَيْهَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Ghailan} telah menceritakan kepada kami {Risydin} dari {Yazid bin Abdullah} dari {Abu Bakr bin Muhammad bin Amru bin Hazm} dari {Abdullah bin Amru} dari {Rafi’ bin Khadij} dari Rasulullah saw., bahwasanya beliau menyebut-nyebut tentang Makkah. Beliau bersabda: “Sesungguhnya Ibrahim telah mengharamkan kota Makkah dan saya mengharamkan apa yang terdapat di antara dua bukit hitamnya (yaitu Madinah).”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16635
حَدَّثَنَا سُرَيْجٌ قَالَ حَدَّثَنَا فُلَيْحٌ عَنْ عُتْبَةَ بْنِ مُسْلِمٍ عَنْ نَافِعِ بْنِ جُبَيْرٍقَالَ خَطَبَ مَرْوَانُ النَّاسَ فَذَكَرَ مَكَّةَ وَحُرْمَتَهَا فَنَادَاهُ رَافِعُ بْنُ خَدِيجٍ فَقَالَ إِنَّ مَكَّةَ إِنْ تَكُنْ حَرَمًا فَإِنَّ الْمَدِينَةَ حَرَمٌ حَرَّمَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ مَكْتُوبٌ عِنْدَنَا فِي أَدِيمٍ خَوْلَانِيٍّ إِنْ شِئْتَ أَنْ نُقْرِئَكَهُ فَعَلْنَا فَنَادَاهُ مَرْوَانُ أَجَلْ قَدْ بَلَغَنَا ذَلِكَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Suraij} telah menceritakan kepada kami {Fulaih} dari {Utbah bin Muslim} dari {Nafi’ bin Jubair} dia berkata, “Marwan berkhutbah di hadapan manusia seraya menyebut-nyebut Makkah dan kesuciannya. {Rafi’ bin Khadij} kemudian memanggilnya seraya berkata, “Sesungguhnya kota Makkah, jika ia menjadi haram, maka kota Madinah juga haram, sebab Rasulullah saw. telah mengharamkannya. Dan hal itu telah tertulis di sisi kami dalam kulit Khaulani, jika engkau menginginkan kami membacakannya untukmu, maka kami akan melakukannya. Marwan pun berkata, “Benar, hal itu telah sampai kepada kami.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16636
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ قَالَ حَدَّثَنَا بَكْرُ بْنُ مُضَرَ عَنْ ابْنِ الْهَادِ عَنْ أَبِي بَكْرِ بْنِ مُحَمَّدٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ عُثْمَانَ عَنْ رَافِعِ بْنِ خَدِيجٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ إِبْرَاهِيمَ عَلَيْهِ السَّلَام حَرَّمَ مَكَّةَ وَإِنِّي أُحَرِّمُ مَا بَيْنَ لَابَتَيْهَا يُرِيدُ الْمَدِينَةَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Qutaibah bin Sa’id} telah menceritakan kepada kami {Bakr bin Mudlar} dari {Ibnul Hadi} dari {Abu Bakr bin Muhammad} dari {Abdullah bin Amru bin Utsman} dari {Rafi’ bin Khadij} dia berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya Ibrahim ‘Alaihis Salam telah mengharamkan Makkah dan Saya mengharamkan apa yang terdapat di antara kedua bukit hitamnya.” Yang beliau maksudkan adalah Kota Madinah.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16637
حَدَّثَنَا أَبُو سَعِيدٍ مَوْلَى بَنِي هَاشِمٍ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ جَعْفَرٍ قَالَ حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ مُحَمَّدٍ عَنْ رَافِعِ بْنِ خَدِيجٍأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأَى الْحُمْرَةَ قَدْ ظَهَرَتْ فَكَرِهَهَافَلَمَّا مَاتَ رَافِعُ بْنُ خَدِيجٍ جَعَلُوا عَلَى سَرِيرِهِ قَطِيفَةً حَمْرَاءَ فَعَجِبَ النَّاسُ مِنْ ذَلِكَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Sa’id} budaknya Bani Hasyim, dia berkata, telah menceritakan kepada kami {Abdullah bin Ja’far} dia berkata, telah menceritakan kepada kami {Utsman bin Muhammad} dari {Rafi’ bin Khadij} bahwasanya Rasulullah saw. melihat Humrah (sejis kain berwarna merah) telah mulai merebak, dan beliau tidak menyukainya. Ketika Rafi’ bin Khadij meninggal, mereka pun meletakkan Qathifah (sejenis selimut beludru) berwarna merah di atas ranjangnya, maka orang-orang pun taajub akan hal itu.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16638
حَدَّثَنَا أَبُو الْمُغِيرَةِ قَالَ حَدَّثَنَا الْأَوْزَاعِيُّ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو النَّجَاشِيِّ قَالَ حَدَّثَنِي رَافِعُ بْنُ خَدِيجٍ قَالَكُنَّا نُصَلِّي مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَاةَ الْعَصْرِ ثُمَّ نَنْحَرُ الْجَزُورَ فَتُقْسَمُ عَشَرَ قَسْمٍ ثُمَّ تُطْبَخُ فَنَأْكُلُ لَحْمًا نَضِيجًا قَبْلَ أَنْ تَغِيبَ الشَّمْسُ قَالَ وَكُنَّا نُصَلِّي الْمَغْرِبَ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَيَنْصَرِفُ أَحَدُنَا وَإِنَّهُ لَيَنْظُرُ إِلَى مَوَاقِعِ نَبْلِهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abul Mughirah} dia berkata, telah menceritakan kepada kami {Al Auza’i} dia berkata, telah menceritakan kepada kami {Abu Najasyi} dia berkata, telah menceritakan kepadaku {Rafi’ bin Khadij} dia berkata, “Kami pernah shalat Ashar bersama Rasulullah saw., kemudian kami menyembelih seekor kambing dan dibagi menjadi sepuluh bagian, setelah itu daging tersebut dimasak. Kemudian kami makan daging yang telah matang sebelum terbenamnya matahari.” Rafi’ berkata lagi, “Kami pernah shalat Maghrib pada masa Rasulullah saw., kemudian salah seorang dari kami beranjak dari tempat shalatnya untuk melihat posisi anak panahnya.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16639
حَدَّثَنَا يُونُسُ قَالَ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ يَعْنِي ابْنَ زَيْدٍ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ بُشَيْرِ بْنِ يَسَارٍ عَنْ سَهْلِ بْنِ أَبِي حَثْمَةَ وَرَافِعِ بْنِ خَدِيجٍأَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ سَهْلٍ وَمُحَيِّصَةَ بْنَ مَسْعُودٍ أَتَيَا خَيْبَرَ فِي حَاجَةٍ لَهُمَا فَتَفَرَّقَا فَقُتِلَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ سَهْلٍ وَوَجَدُوهُ قَتِيلًا قَالَ فَجَاءَ مُحَيِّصَةُ وَحُوَيِّصَةُ ابْنَا مَسْعُودٍ وَجَاءَ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ سَهْلٍ أَخُو الْقَتِيلِ وَكَانَ أَحْدَثَهُمَا فَأَتَوْا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَتَكَلَّمَ فَبَدَأَ الَّذِي أَوْلَى بِالدَّمِ وَكَانَا هَذَيْنِ أَسَنُّ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَبِّرْ الْكِبَرَ قَالَ فَتَكَلَّمَا فِي أَمْرِ صَاحِبِهِمَا قَالَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَحِقُّوا صَاحِبَكُمْ أَوْ قَتِيلَكُمْ بِأَيْمَانِ خَمْسِينَ مِنْكُمْ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَمْرٌ لَمْ نَشْهَدْ فَكَيْفَ نَحْلِفُ قَالَ فَتُبْرِئُكُمْ يَهُودُ بِخَمْسِينَ أَيْمَانًا مِنْهُمْ فَقَالُوا قَوْمٌ كُفَّارٌ قَالَ فَوَدَاهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ قِبَلِهِقَالَ فَدَخَلْتُ مِرْبَدًا لَهُمْ فَرَكَضَتْنِي نَاقَةٌ مِنْ تِلْكَ الْإِبِلِ الَّتِي وَدَاهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِرِجْلِهَا رَكْضَةً حَدَّثَنَا خَلَفُ بْنُ هِشَامٍ قَالَ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ عَنْ بُشَيْرِ بْنِ يَسَارٍ عَنْ سَهْلِ بْنِ أَبِي حَثْمَةَ وَرَافِعِ بْنِ خَدِيجٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَحْوَهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yunus} dia berkata, telah menceritakan kepada kami {Hammad} yakni Ibnu Zaid telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Sa’id} dari {Busyair bin Yasar} dari {Sahl bin Abi Hatsmah} dan {Rafi’ bin Khadij} bahwa Abdullah bin Sahal dan Muhayyishah bin Mas’ud keduanya mendatangi Khaibar untuk memenuhi hajat mereka. Kemudian mereka pun berpisah, Abdullah bin Sahl telah dibunuh dan mereka mendapatinya dalam keadaan terbunuh. Maka datanglah Muhayyishah dan Huwaishah yang keduanya anak dari Mas’ud. Kemudian datang pula Abdurrahman bin Sahl saudaranya yang terbunuh dimana ia lebih dahulu daripada keduanya. Mereka kemudian mendatangi Rasulullah saw. dan menyampaikan hal tersebut. Lalu mulailah orang yang lebih berhak terhadap darahnya berbicara, padahal kedua orang ini umurnya lebih tua dari orang yang berbicara. Maka Rasulullah saw. bersabda: “Muliakanlah orang yang lebih besar usianya.” Kemudian keduanya berbicara prihal temannya.” Rafi’ berkata, “Maka Rasulullah saw. pun bersabda: “Berikanlah tebusan untuk sahabat kalian atau orang terbunuh kalian dengan sumpah lima puluh orang dari kalian.” Mereka berkata, “Wahai Rasulullah, sebuah perkara yang kami tidak pernah menyaksikannya, lalu bagaimana kami akan bersumpah?” beliau bersabda: “Orang-orang Yahudi akan memaafkan kalian dengan sumpah lima puluh orang dari mereka.” mereka berkata, “Mereka adalah kaum kuffar.” Rafi’ berkata, “Maka Rasulullah saw. membayar diyat dari hartanya sendiri.” Rafi’ berkata, “Kemudian saya masuk ke dalam kandang unta milik mereka, dan tiba-tiba saya disepak oleh kaki seekor unta yang Rasulullah saw. berikan sebagai tebusan.” Telah menceritakan kepada kami {Khalaf bin Hisyam} dia berkata, telah menceritakan kepada kami {Hammad bin Zaid} dari {Yahya bin Sa’id} dari {Busyair bin Yasar} dari {Sahal bin Abi Hatsmah} dan {Rafi’ bin Khadij} dari Nabi saw., seperti hadits tersebut.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16640
حَدَّثَنَا يُونُسُ قَالَ حَدَّثَنَا لَيْثٌ عَنْ رَبِيعَةَ بْنِ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ حَنْظَلَةَ بْنِ قَيْسٍ عَنْ رَافِعِ بْنِ خَدِيجٍ أَنَّهُ قَالَ حَدَّثَنِي عَمِّيأَنَّهُمْ كَانُوا يُكْرُونَ الْأَرْضَ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمَا يُنْبِتُ عَلَى الْأَرْبِعَاءِ وَشَيْئًا مِنْ الزَّرْعِ يَسْتَثْنِيهِ صَاحِبُ الزَّرْعِ فَنَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ ذَلِكَفَقُلْتُ لِرَافِعٍ كَيْفَ كِرَاؤُهَا بِالدِّينَارِ وَالدِّرْهَمِ فَقَالَ رَافِعٌ لَيْسَ بِهَا بَأْسٌ بِالدِّينَارِ وَالدِّرْهَمِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yunus} dia berkata, telah menceritakan kepada kami {Laits} dari {Rabi’ah bin Abi Abdirrahman} dari {Hanzhalah bin Qais} dari {Rafi’ bin Khadij} bahwa dia berkata, telah menceritakan kepadaku {Pamanku}, bahwa pada masa Rasulullah saw. mereka pernah menyewa lahan dengan sesuatu yang tumbuh pada sungai kecil dan sesuatu dari jenis tanaman yang dikecualikan oleh pemilik lahan. Tetapi Rasulullah saw. melarang hal itu. Saya berkata kepada Rafi’, “Lalu bagaimanakah penyewaannya dengan Dinar dan Dirham?” dia menjawab, “Tidak ada masalah di dalamnya, jika dengan Dinar dan Dirham.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16641
حَدَّثَنَا أَبُو خَالِدٍ الْأَحْمَرُ أَخْبَرَنَا ابْنُ عَجْلَانَ عَنْ عَاصِمِ بْنِ عُمَرَ بْنِ قَتَادَةَ عَنْ مَحْمُودِ بْنِ لَبِيدٍ عَنْ رَافِعِ بْنِ خَدِيجٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَسْفِرُوا بِالْفَجْرِ فَإِنَّهُ أَعْظَمُ لِلْأَجْرِ أَوْ لِأَجْرِهَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Khalid Al Ahmar} telah mengabarkan kepada kami {Ibnu Ajlan} dari {Ashim bin Umar bin Qatadah} dari {Mahmud bin Labid} dari {Rafi’ bin Khadij} dia berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Akhirkanlah shalat Fajar hingga subuh menebarkan cahayanya, karena pahalanya lebih besar atau lebih besar ganjaran pahalanya.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16642
حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ قَالَ سَمِعْتُ عَمْرًا قَالَ سَمِعَ ابْنَ عُمَرَ قَالَكُنَّا نُخَابِرُ وَلَا نَرَى بِذَلِكَ بَأْسًا حَتَّى زَعَمَ رَافِعٌ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْهُ فَتَرَكْنَاهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Sufyan bin Uyainah} dia berkata saya mendengar {Amru} berkata, Bahwasanya ia mendengar {Ibnu Umar} berkata, “Kami mengelola lahan pertanian milik orang lain dengan ganjaran mengambil sebagian dari hasil panennya, sementara kami tidak melihat hal itu sebagai hal yang terlarang sampai {Rafi’ bin Khadij} berdalih bahwa Rasulullah saw. telah melarangnya, maka kami pun meninggalkannya.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16643
حَدَّثَنَا يَزِيدُ أَخْبَرَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ يَحْيَىِ بْنِ حَبَّانَ عَنْ رَافِعِ بْنِ خَدِيجٍ قَالَسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا قَطْعَ فِي ثَمَرٍ وَلَا كَثَرٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yazid} telah mengabarkan kepada kami {Yahya bin Sa’id} dari {Muhammad bin Habban} dari {Rafi’ bin Khadij} dia berkata, “Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Tidak ada hukum potong tangan pada buah-buahan, dan tidak pula pada mayang kurman.”