Musnad Penduduk Syam
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16644
حَدَّثَنَا الضَّحَّاكُ بْنُ مَخْلَدٍ عَنْ عَبْدِ الْوَاحِدِ بْنِ نَافِعٍ الْكَلَاعِيِّ مِنْ أَهْلِ الْبَصْرَةِ قَالَ مَرَرْتُ بِمَسْجِدٍ بِالْمَدِينَةِ فَأُقِيمَتْ الصَّلَاةُ فَإِذَا شَيْخٌ فَلَامَ الْمُؤَذِّنَ وَقَالَ أَمَا عَلِمْتَ أَنَّ أَبِي أَخْبَرَنِيأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَأْمُرُ بِتَأْخِيرِ هَذِهِ الصَّلَاةِ قَالَ قُلْتُ مَنْ هَذَا الشَّيْخُ قَالُوا هَذَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ رَافِعِ بْنِ خَدِيجٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Adl Dhahak bin Makhlad} dari {Abdul Wahid bin Nafi’ Al Kala’i} dari penduduk Bashrah ia berkata, “Saya melewati Masjid di Madinah, lalu Iqamah dikumandangkan. Tiba-tiba ada orang tua yang mencela sang muadzin seraya berkata, “Tidakkah kamu mengetahui bahwa {bapakku} telah mengabarkan kepadaku bahwasanya Rasulullah saw. memerintahkan untuk mengakhirkan shalat ini?” Abdul Wahid berkata, “Lalu saya berkata, “Siapakah orang tua ini?” mereka menjawab, “Ini adalah {Abdullah bin Rafi’ bin Khadij}.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16645
حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ عَامِرٍ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ مَسْرُوقٍ عَنْ عَبَايَةَ بْنِ رِفَاعَةَ بْنِ رَافِعِ بْنِ خَدِيجٍ عَنْ جَدِّهِ رَافِعِ بْنِ خَدِيجٍ قَالَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّا لَاقُو الْعَدُوِّ غَدًا وَلَيْسَ مَعَنَا مُدًى قَالَ مَا أَنْهَرَ الدَّمَ وَذُكِرَ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ فَكُلْ لَيْسَ السِّنَّ وَالظُّفُرَ وَسَأُحَدِّثُكَ أَمَّا السِّنُّ فَعَظْمٌ وَأَمَّا الظُّفُرُ فَمُدَى الْحَبَشَةِ قَالَ وَأَصَابَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهْبًا فَنَدَّ مِنْهَا بَعِيرٌ فَسَعَوْا لَهُ فَلَمْ يَسْتَطِيعُوهُ فَرَمَاهُ رَجُلٌ بِسَهْمٍ فَحَبَسَهُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ لِهَذِهِ الْإِبِلِ أَوْ قَالَ النَّعَمِ أَوَابِدَ كَأَوَابِدِ الْوَحْشِ فَمَا غَلَبَكُمْ فَاصْنَعُوا بِهِ هَكَذَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Sa’id bin Amir} dia berkata, telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dia berkata, telah menceritakan kepada kami {Sa’id bin Masruq} dari {Abayah bin Rifa’ah bin Rafi’ bin Khadij} dari kakeknya {Rafi’ bin Khudaij} dia berkata, “Saya berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya kita akan menghadapi pasukan musuh esok hari, sementara kita tidak memiliki pisau untuk menyembelih.” Beliau bersabda: “Gunakanlah sesuatu yang dapat menumpahkan darah, dan bacalah nama Allah atasnya lalu makanlah. Bukan dengan tulang dan kuku. Saya akan ceritakan kepadamu, bahwa As Sinn adalah tulang, sedangkan Azh Zhufur adalah pisau orang-orang Habasyah.” Rafi’ berkata, “Lalu Rasulullah saw. mendapatkan harta ghanimah berupa unta dan kambing. Kemudian ada seekor unta mencoba kabur, lalu mereka pun mengejarnya namun tidak mampu. Maka seorang laki-laki melemparnya dengan anak panah dan menahannya. Rasulullah saw. lantas bersabda: “Sesungguhnya unta ini memiliki sifat buas sebagaimana binatang buas. Maka jika ia memberontak kalian, maka laukankah seperti ini.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16646
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ مُحَمَّدٍ عَنْ رَبِيعَةَ بْنِ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ حَنْظَلَةَ الزُّرَقِيِّ عَنْ رَافِعِ بْنِ خَدِيجٍأَنَّ النَّاسَ كَانُوا يُكْرُونَ الْمَزَارِعَ فِي زَمَانِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالْمَاذِيَانَاتِ وَمَا سَقَى الرَّبِيعُ وَشَيْءٍ مِنْ التِّبْنِ فَكَرِهَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كِرَاءَ الْمَزَارِعِ بِهَذَا وَنَهَى عَنْهَاقَالَ رَافِعٌ وَلَا بَأْسَ بِكِرَائِهَا بِالدَّرَاهِمِ وَالدَّنَانِيرِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Qutaibah bin Sa’id} dia berkata, telah menceritakan kepada kami {Abdul Aziz bin Muhammad} dari {Rabi’ah bin Abu Abdurrahman} dari {Hanzhalah Az Zuraqi} dari {Rafi’ bin Khadij}, bahwasanya orang-orang menyewa lahan-lahan pertanian pada masa Rasulullah saw. dengan Al Madzianat (sesuatu yang tumbuh pada kedua sisi lembah dan juga dari hasil panen) dan apa yang diairi oleh Ar Rabi’ (bagian air untuk mengairi tanah) serta sesuatu dari jerami gandum. Maka Rasulullah saw. membenci penyewaan lahan-lahan pertanian dengan sesuatu tersebut dan melarangnya.” Nafi’ berkata, “Namun tidak mengapa bila penyewaannya dengan Dirham dan Dinar.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16647
حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ قَالَ حَدَّثَنَا أَبِي عَنِ ابْنِ إِسْحَاقَ قَالَ حَدَّثَنِي عَاصِمُ بْنُ عُمَرَ بْنِ قَتَادَةَ الْأَنْصَارِيُّ عَنْ مَحْمُودِ بْنِ لَبِيدٍ عَنْ رَافِعِ بْنِ خَدِيجٍ الْأَنْصَارِيِّ قَالَسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ الْعَامِلُ بِالْحَقِّ عَلَى الصَّدَقَةِ كَالْغَازِي فِي سَبِيلِ اللَّهِ حَتَّى يَرْجِعَ إِلَى بَيْتِهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ya’qub} dia berkata, telah menceritakan kepada kami {bapakku}, dari {Ibnu Ishaq} dia berkata, telah menceritakan kepadaku {Ashim bin Umar bin Qatadah Al Anshari} dari {Mahmud bin Labid} dari {Rafi’ bin Khadij Al Anshari} dia berkata, “Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Orang yang mengumpulkan harta zakar dengan benar, laksana seorang perajurit yang berperang di jalan Allah sampai ia kembali ke rumahnya.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16648
حَدَّثَنَا أَسْبَاطُ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ سَعْدٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ عَنْ مَحْمُودِ بْن لَبِيدٍ عَنْ بَعْضِ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَسْفِرُوا بِالْفَجْرِ فَإِنَّهُ أَعْظَمُ لِلْأَجْرِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Asbath bin Muhammad} telah menceritakan kepada kami {Hisyam bin Sa’d} dari {Zaid bin Aslam} dari {Mahmud bin Labid} dari {sebagian sahabat Nabi saw.}, ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Akhirkanlah shalat Fajar hingga subuh menebarkan cahayanya, karena pahalanya lebih besar.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16649
حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو أُوَيْسٍ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ الزُّهْرِيِّ قَالَ سَأَلْتُ سَالِمَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ كِرَاءِ الْمَزَارِعِ فَقَالَ أَخْبَرَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ عَنْ رَافِعِ بْنِ خَدِيجٍ أَنَّ عَمَّيْهِ وَكَانَا قَدْ شَهِدَا بَدْرًا أَخْبَرَاهُأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ كِرَاءِ الْمَزَارِعِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ya’qub} dia berkata, telah menceritakan kepada kami {Abu Uwais Abdullah bin Abdullah} dari {Zuhri} dia berkata Saya bertanya kepada {Salim bin Abdullah} mengenai penyewaan lahan pertanian, maka ia pun menjawab Telah mengabarkan kepadaku {Abdullah bin Umar} dari {Rafi’ bin Khadij} bahwa {kedua pamannya} -keduanya turut ikut dalam perang Badar- telah mengabarkan kepadanya, bahwa Rasulullah saw. telah melarang penyewaan lahan pertanian.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16650
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ قَالَ حَدَّثَنَا رِشْدِينُ بْنُ سَعْدٍ عَنْ مُوسَى بْنِ أَيُّوبَ الْغَافِقِيِّ عَنْ بَعْضِ وَلَدِ رَافِعِ بْنِ خَدِيجٍ عَنْ رَافِعِ بْنِ خَدِيجٍ قَالَنَادَانِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنَا عَلَى بَطْنِ امْرَأَتِي فَقُمْتُ وَلَمْ أُنْزِلْ فَاغْتَسَلْتُ وَخَرَجْتُ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَخْبَرْتُهُ أَنَّكَ دَعَوْتَنِي وَأَنَا عَلَى بَطْنِ امْرَأَتِي فَقُمْتُ وَلَمْ أُنْزِلْ فَاغْتَسَلْتُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا عَلَيْكَ الْمَاءُ مِنْ الْمَاءِ قَالَ رَافِعٌ ثُمَّ أَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعْدَ ذَلِكَ بِالْغُسْلِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Qutaibah bin Sa’id} dia berkata, telah menceritakan kepada kami {Risydin bin Sa’d} dari {Musa bin Ayub Al Ghafiqi} dari {salah seorang anak Rafi’ bin Khadij} dari {Rafi’ bin Khadij} dia berkata, “Rasulullah saw. memanggilku saat aku berada di atas perut isteriku (bersetubuh), maka aku segera beranjak sebelum mencapai orgasme. Kemudian aku mandi dan menemui Rasulullah saw. Lantas aku mengabarkan hal itu kepada beliau, “Tuan memanggilku saat aku berada di atas perut isteriku, aku lalu beranjak sebelum mencapai orgasme untuk mandi.” Rasulullah saw. kemudian bersabda: “Kamu tidak wajib mandi, kecuali jika telah keluar mani.” Rafi’ berkata, “Kemudian Rasulullah saw. memerintahkan kami untuk mandi setelah peristiwa itu.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16651
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مُصْعَبٍ حَدَّثَنَا الْأَوْزَاعِيُّ عَنْ أَبِي النَّجَاشِيِّ عَنْ رَافِعِ بْنِ خَدِيجٍ قَالَكُنَّا نُصَلِّي الْعَصْرَ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ نَنْحَرُ الْجَزُورَ فَنُقَسِّمُهُ عَشَرَةَ أَجْزَاءٍ ثُمَّ نَطْبُخُ فَنَأْكُلُ لَحْمًا نَضِيجًا قَبْلَ أَنْ نُصَلِّيَ الْمَغْرِبَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Mus’ab} telah menceritakan kepada kami {Al Auza’i} dari {Abu Najasyi} dari {Rafi’ bin Khadij} dia berkata, “Kami pernah shalat Ashar bersama Rasulullah saw., kemudian kami menyembelih seekor unta, lalu membaginya menjadi sepuluh bagian dan memasaknya, maka kami pun makan daging yang telah matang sebelum menunaikan shalat Maghrib.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16652
حَدَّثَنَا هَاشِمُ بْنُ الْقَاسِمِ حَدَّثَنَا أَيُّوبُ بْنُ عُتْبَةَ حَدَّثَنَا عَطَاءٌ أَبُو النَّجَاشِيِّ قَالَ حَدَّثَنَا رَافِعُ بْنُ خَدِيجٍ قَالَلَقِيَنِي عَمِّي ظُهَيْرُ بْنُ رَافِعٍ فَقَالَ يَا ابْنَ أَخِي قَدْ نَهَانَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ أَمْرٍ كَانَ بِنَا رَافِقًا قَالَ فَقُلْتُ مَا هُوَ يَا عَمُّ قَالَ نَهَانَا أَنْ نُكْرِيَ مَحَاقِلَنَا يَعْنِي أَرْضَنَا الَّتِي بِصِرَارٍ قَالَ قُلْتُ أَيْ عَمُّ طَاعَةُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَحَقُّ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ تُكْرُوهَا قَالَ بِالْجَدَاوِلِ الرُّبِّ وَبِالْأَصَوَاعِ مِنْ الشَّعِيرِ قَالَ فَلَا تَفْعَلُوا ازْرَعُوهَا أَوْ أَزْرِعُوهَا قَالَ فَبِعْنَا أَمْوَالَنَا بِصِرَارٍقَالَ عَبْد اللَّهِ وَسَأَلْتُ أَبِي عَنْ أَحَادِيثِ رَافِعِ بْنِ خَدِيجٍ مَرَّةً يَقُولُ نَهَانَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمَرَّةً يَقُولُ عَنْ عَمَّيْهِ فَقَالَ كُلُّهَا صِحَاحٌ وَأَحَبُّهَا إِلَيَّ حَدِيثُ أَيُّوبَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hasyim bin Qashim} telah menceritakan kepada kami {Ayub bin Utbah} telah menceritakan kepada kami {Atha Abu Najasyi} dia berkata, telah menceritakan kepada kami {Rafi’ bin Khadij} dia berkata, “Pamanku, {Zhuhair bin Rafi’} menjumpai aku seraya mengatakan, “Wahai anak saudaraku, sesungguhnya Rasulullah saw. telah melarang kami suatu perkara yang perkara itu telah akrab dengan kami.” Maka saya bertanya, “Apakah itu wahai pamanku?” dia menjawab, “Beliau melarang kami untuk menyewakan ladang-ladang kami di Shirar (nama sebuah tempat dekat Madinah).” Rafi’ berkata, “Saya lalu berkata, “Wahai pamanku, ketaatan kepada Rasulullah saw. adalah lebih berhak (untuk dijalani). Rasulullah saw. telah bersabda (melarangnya), kemudian kalian menyewakannya dengan sebuah sungai kecil yang banyak airnya atau dengan beberapa sha’ gandum!” Rafi’ melanjutkan perkataannya, “Janganlah kalian lakukan, tetapi olahlah atau tanamilah lahan itu.” Zuhair berkata, “Maka kami pun menjual harta kami yang ada di Shirar.” Abdullah berkata, ” Aku bertanya kepada bapakku mengenai hadits-hadits Rafi’ bin Khadij, kadang ia berkata, ‘Nabi saw. telah melarang kami.’ Dan terkadang ia berkata, ‘Dari kedua pamannya.’ Bapakku lalu menjawab, “Semuanya adalah shahih. Dan yang paling saya sukai adalah hadits Ayyub.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16653
حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ أَخْبَرَنِي يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ زَحْرٍ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَالِكٍأَنَّ أُخْتَ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ نَذَرَتْ أَنْ تَحُجَّ مَاشِيَةً فَسَأَلَ عُقْبَةُ عَنْ ذَلِكَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ مُرْهَا فَلْتَرْكَبْ فَظَنَّ أَنَّهُ لَمْ يَفْهَمْ عَنْهُ فَلَمَّا خَلَا مَنْ كَانَ عِنْدَهُ عَادَ فَسَأَلَهُ فَقَالَ مُرْهَا فَلْتَرْكَبْ فَإِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ عَنْ تَعْذِيبِ أُخْتِكَ نَفْسَهَا لَغَنِيٌّ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Husyaim} telah mengabarkan kepadaku {Yahya bin Sa’id} dari {Ubaidullah bin Zahr} dari {Abu Sa’id} dari {Abdullah bin Malik} bahwa saudara perempuan {Uqbah bin Amir} bernadzar untuk menunaikan Haji dengan berjalan kaki. Uqbah lalu menanyakan hal itu kepada Nabi saw., bersabda: “Perintahkanlah kepadanya agar ia menaiki kendaraan.” Kemudian Uqbah menyangka bahwa beliau belum memahami ungkapannya, maka ketika orang yang berada di sisi beliau beranjak pergi, ia pun mengulangi pertanyaannya. Rasulullah saw. lantas bersabda: “Perintahkanlah kepadanya agar ia menaiki kendaraan. Karena Allah ‘azza wajalla tidak butuh atas penyiksaan saudarimu atas dirinya sendirinya.”