Musnad Penduduk Syam

Kembali ke Menu Sebelumnya

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16654

حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ أَخْبَرَنِي يُونُسُ عَنْ الْحَسَنِ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ الْجُهَنِيِّ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا عُهْدَةَ بَعْدَ أَرْبَعٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Husyaim} telah mengabarkan kepadaku {Yunus} dari {Hasan} dari {Uqbah bin Amir Al Juhani} dia berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Tidak ada garansi (jaminan menanggung) cacat (budak) setelah empat hari.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16655

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ ابْنِ إِسْحَاقَ عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي حَبِيبٍ عَنْ مَرْثَدِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ الْيَزَنِيِّ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ الْجُهَنِيِّ قَالَصَلَّى بِنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَغْرِبَ وَعَلَيْهِ فَرُّوجُ حَرِيرٍ وَهُوَ الْقَبَاءُ فَلَمَّا قَضَى صَلَاتَهُ نَزَعَهُ نَزْعًا عَنِيفًا وَقَالَ إِنَّ هَذَا لَا يَنْبَغِي لِلْمُتَّقِينَ
Terjemahan: Telah meneritakan kepada kami {Muhammad bin Salamah} dari {Ibnu Ishaq} dari {Yazid bin Abi Habib} dari {Martsad bin Abdullah Al Yazani} dari {Uqbah bin Amir Al Juhani} dia berkata, “Rasulullah saw. pernah shalat Maghrib bersama kami, sementara beliau mengenakan furuj (pakaian luar yang terbelah dari belakang) yang terbuat dari sutera alias Al Qaba`. Setelah beliau menunaikan shalat, beliau melepasnya dengan keras seraya bersabda: “Pakaian ini tidak layak bagi orang-orang yang bertakwa.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16656

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ ابْنِ إِسْحَاقَ عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي حَبِيبٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ شِمَاسَةَ التُّجِيبِيِّ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ قَالَسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ صَاحِبُ مَكْسٍ يَعْنِي الْعَشَّارَ
Terjemahan: Telah meneritakan kepada kami {Muhammad bin Salamah} dari {Ibnu Ishaq} dari {Yazid bin Abi Habib} dari {Abdurrahman bin Syimasah At Tujibi} dari {Uqbah bin Amir} dia berkata, “Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Tidak akan masuk surga, yaitu pemungut pajak ilegal (secara tidak benar).”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16657

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي عَدِيٍّ عَنْ ابْنِ إِسْحَاقَ قَالَ حَدَّثَنِي يَزِيدُ بْنُ أَبِي حَبِيبٍ عَنْ مَرْثَدِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ الْيَزَنِيِّ عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْجُهَنِيِّ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنِّي رَاكِبٌ غَدًا إِلَى يَهُودَ فَلَا تَبْدَءُوهُمْ بِالسَّلَامِ فَإِذَا سَلَّمُوا عَلَيْكُمْ فَقُولُوا وَعَلَيْكُمْخَالَفَهُ عَبْدُ الْحَمِيدِ بْنُ جَعْفَرٍ وَابْنُ لَهِيعَةَ قَالَا عَنْ أَبِي بَصْرَةَ حَدَّثَنَا أَبُو عَاصِمٍ عَنْ عَبْدِ الْحَمِيدِ بْنِ جَعْفَرٍ قَالَ أَبُو بَصْرَةَ يَعْنِي فِي حَدِيثِ ابْنِ أَبِي عَدِيٍّ عَنْ ابْنِ إِسْحَاقَ
Terjemahan: Telah meneritakan kepada kami {Muhammad bin Abu Adi} dari {Ibnu Ishaq} dia berkata, telah menceritakan kepadaku {Yazid bin Abi Habib} dari {Martsad bin Abdullah Al Yazani} dari {Abu Abdurrahman Al Juhani} dia berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Esok hari saya akan pergi dengan berkendaraan kepada orang-orang Yahudi, maka janganlah kalian memulai mengucapkan salam kepada mereka, dan jika mereka mengucapkan salam kepada kalian, maka ucapkanlah, ‘WA ‘ALAIKUM (Dan juga atas kalian).'” Abdul Hamid bin Ja’far dan Ibnu Lahi’ah menyelisihi jalur periwayatan (hadits di atas), keduanya berkata dari Abu Bashrah berkata, telah meneritakan kepada kami Abu Ashim dari Abdul Hamid bin Ja’far, Abu Bashrah berkata, yakni dalam hadits Ibnu Abu Adi, dari Ibnu Ishaq.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16658

حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ جَابِرٍ عَنْ الْقَاسِمِ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ قَالَبَيْنَا أَنَا أَقُودُ بِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي نَقَبٍ مِنْ تِلْكَ النِّقَابِ إِذْ قَالَ لِي يَا عُقْبَةُ أَلَا تَرْكَبُ قَالَ فَأَجْلَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ أَرْكَبَ مَرْكَبَهُ ثُمَّ قَالَ يَا عُقَيْبُ أَلَا تَرْكَبُ قَالَ فَأَشْفَقْتُ أَنْ تَكُونَ مَعْصِيَةً قَالَ فَنَزَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَرَكِبْتُ هُنَيَّةً ثُمَّ رَكِبَ ثُمَّ قَالَ يَا عُقَيْبُ أَلَا أُعَلِّمُكَ سُورَتَيْنِ مِنْ خَيْرِ سُورَتَيْنِ قَرَأَ بِهِمَا النَّاسُ قَالَ قُلْتُ بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ فَأَقْرَأَنِي قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ وَقُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ ثُمَّ أُقِيمَتْ الصَّلَاةُ فَتَقَدَّمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَرَأَ بِهِمَا ثُمَّ مَرَّ بِي قَالَ كَيْفَ رَأَيْتَ يَا عُقَيْبُ اقْرَأْ بِهِمَا كُلَّمَا نِمْتَ وَكُلَّمَا قُمْتَقَالَ أَبُو عَبْد الرَّحْمَنِ هُوَ عُقْبَةُ بْنُ عَامِرِ بْنِ عَابِسٍ وَقَالَ ابْنُ عَبْسٍ الْجُهَنِيُّ
Terjemahan: Telah meneritakan kepada kami {Al Walid bin Muslim} dia berkata, Telah meneritakan kepada kami {Ibnu Jabir} dari {Al Qasim Abu Abdirrahman} dari {Uqbah bin Amir} dia berkata, “Ketika saya menuntun Rasulullah saw. pada sebuah jalan di antara dua gunung (Naqab) tiba-tiba beliau berkata kepadaku, “Wahai Uqbah tidakkah kamu menaiki kendaraan?” Uqbah berkata, “Maka aku merasa segan kepada Rasulullah saw. untuk naik kendaraannya.” Kemudian beliau bertanya lagi: “Wahai Uqaib, tidakkah kamu menaiki kendaraan?” Uqbah berkata, “Maka timbullah kekawatiran jika penolakanku itu termasuk maksiat.” Uqbah berkata, “Maka Rasulullah saw. pun turun dari kendaraan lalu saya menaiki kendaraan beberapa saat, kemudian beliau naik kembali. Setelah itu beliau bersabda: “Wahai Uqbah, maukah kamu Saya ajari dua surat yang lebih baik dari surat-surat yang biasa dibaca oleh orang-orang?” Saya lalu menjawab, “Mau wahai Rasulullah.” Beliau kemudian membacakan kepadaku: ‘QUL A’UUDZU BIRABBIL FALAQ’ dan ‘QUL A’UUDZU BIRABBIN NAS’. Setelah itu iqamah shalat dikumandangkan, Rasulullah saw. maju dan membaca kedua surat itu. Lalu beliau melewatiku dan berkata, “Bagaimanakah menurutmu wahai Uqaib? Bacalah kedua surat itu pada setiap kali kamu akan tidur dan ketika bangun.” ‘Abdurrahman -yaitu Uqbah bin Amir bin Abis- berkata Ibnu Abs Al Juhani berkata.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16659

حَدَّثَنَا حَسَنُ بْنُ مُوسَى حَدَّثَنَا شَيْبَانُ عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ أَنَّ أَبَا عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَخْبَرَهُ أَنَّ ابْنَ عَابِسٍ الْجُهَنِيَّ أَخْبَرَهُأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَهُ يَا ابْنَ عَابِسٍ أَلَا أُخْبِرُكَ بِأَفْضَلِ مَا تَعَوَّذَ الْمُتَعَوِّذُونَ قَالَ قُلْتُ بَلَى فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ وَقُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ هَاتَيْنِ السُّورَتَيْنِ
Terjemahan: Telah meneritakan kepada kami {Hasan bin Musa} Telah meneritakan kepada kami {Syaiban} dari {Yahya bin Abu Katsir} dari {Muhammad bin Ibrahim} bahwa {Abu Abdirrahman} mengabarkan kepadanya, bahwa {Ibnu Abis Al Juhani} mengabarkan kepadanya, bahwa Rasulullah saw. bersabda kepadanya: “Wahai Ibnu Abas, maukah kamu saya beritahukan sesuatu yang lebih utama dari apa yang diucapkan oleh orang-orang yang minta perlindungan?” Ibnu Abbas berkata, “Saya lalu menjawab, “Tentu.” Rasulullah saw. kemudian bersabda: “QUL A’UUDZU BIRABBIL FALAQ, dan QUL A’UUDZU BIRABBIN NAS’, dua surat inilah.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16660

حَدَّثَنَا حَسَنٌ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو عُشَّانَةَ أَنَّهُ سَمِعَ عُقْبَةَ بْنَ عَامِرٍ يَقُولُعَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ مَنْ أَثْكَلَ ثَلَاثَةً مِنْ صُلْبِهِ فَاحْتَسَبَهُمْ عَلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ فَقَالَ أَبُو عُشَّانَةَ مَرَّةً فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَمْ يَقُلْهَا مَرَّةً أُخْرَى وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ
Terjemahan: Telah meneritakan kepada kami {Hasan} dia berkata, Telah meneritakan kepada kami {Ibnu Lahi’ah} dia berkata, Telah meneritakan kepada kami {Abu Usyanah} Bahwasanya ia mendengar {Uqbah bin Amir} berkata dari Rasulullah saw., bahwa beliau bersabda: “Barangsiapa merelakan kematian dari tiga orang anaknya dengan mengharap ganjaran di sisi Allah Azza wa Jalla.” Sekali waktu Abu Utsanah mengatakan, ‘Di jalan Allah’, namun sekali waktu tidak mengatakan, maka wajib baginya masuk surga.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16661

حَدَّثَنَا حَفْصُ بْنُ غِيَاثٍ عَنْ إِسْمَاعِيلَ عَنْ قَيْسٍ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُنْزِلَتْ عَلَيَّ سُورَتَانِ فَتَعَوَّذُوا بِهِنَّ فَإِنَّهُ لَمْ يُتَعَوَّذْ بِمِثْلِهِنَّ يَعْنِي الْمُعَوِّذَتَيْنِ
Terjemahan: Telah meneritakan kepada kami {Hafshah bin Ghiyats} dari {Isma’il} dari {Qais} dari {Uqbah bin Amir} dia berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Telah diturunkan kepadaku dua surat, maka mintalah perlindungan dengannya, sebab tidak ada bacaan untuk perlindungan yang semisalnya. Yakni, Al Mu’awwidzatain (surat Al Falaq dan An Naas).”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16662

حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ حَدَّثَنَا هِشَامٌ عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو سَلَّامٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ الْأَزْرَقِ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ الْجُهَنِيِّ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يُدْخِلُ الثَّلَاثَةَ بِالسَّهْمِ الْوَاحِدِ الْجَنَّةَ صَانِعَهُ يَحْتَسِبُ فِي صَنْعَتِهِ الْخَيْرَ وَالْمُمِدَّ بِهِ وَالرَّامِيَ بِهِ وَقَالَ ارْمُوا وَارْكَبُوا وَأَنْ تَرْمُوا أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ تَرْكَبُوا وَإِنَّ كُلَّ شَيْءٍ يَلْهُو بِهِ الرَّجُلُ بَاطِلٌ إِلَّا رَمْيَةَ الرَّجُلِ بِقَوْسِهِ وَتَأْدِيبَهُ فَرَسَهُ وَمُلَاعَبَتَهُ امْرَأَتَهُ فَإِنَّهُنَّ مِنْ الْحَقِّ وَمَنْ نَسِيَ الرَّمْيَ بَعْدَمَا عُلِّمَهُ فَقَدْ كَفَرَ الَّذِي عُلِّمَهُ
Terjemahan: Telah meneritakan kepada kami {Ismail bin Ibrahim} Telah meneritakan kepada kami {Hisyam} dari {Yahya bin Abi Katsir} dia berkata, Telah meneritakan kepada kami {Abu Sallam} dari {Abdullah Al Auza’i} dari {Uqbah bin Amir Al Juhani} dia berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla memasukkan tiga orang ke dalam surga lantaran satu anak panah. Yaitu orang yang membuatnya karena mengharap kebaikan, orang yang memberikannya dan orang yang melemparnya.” Dan beliau bersabda: “Kalian hendaklah memanah dan menunggang (kuda). Dan jika kalian (lebih memilih) memanah adalah lebih saya sukai daripada kalian menunggang (kuda). Dan setiap sesuatu yang seseorang bermain-main dengannya adalah batil kecuali tiga hal, lemparan seseorang dengan panahnya, melatih kudanya, dan cumbu rayunya terhadap isteri. Karena semua hal itu adalah benar. Dan barangsiapa melupakan memanah setelah ia dilatih maka sungguh ia telah kufur terhadap yang mengajarnya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16663

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ عَيَّاشٍ قَالَ حَدَّثَنِي مُحَمَّدٌ مَوْلَى الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ قَالَ حَدَّثَنِي كَعْبُ بْنُ عَلْقَمَةَ عَنْ أَبِي الْخَيْرِ مَرْثَدِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَفَّارَةُ النَّذْرِ كَفَّارَةُ الْيَمِينِ
Terjemahan: Telah meneritakan kepada kami {Abu Bakr bin Ayyasy} dia berkata, telah menceritakan kepadaku {Muhammad} budak Al Mughirah bin Syu’bah, dia berkata, telah menceritakan kepadaku {Ka’b bin Alqamah} dari {Abul Khair Martsad bin Abdullah} dari {Uqbah bin Amir} dia berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Kafarat Nadzar sama dengan kafarah sumpah.”