Musnad Penduduk Syam
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16674
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ عَنْ أَبِي عُشَّانَةَ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَعْجَبُ رَبُّكُمْ مِنْ رَاعِي غَنَمٍ فِي شَظِيَّةٍ يُؤَذِّنُ بِالصَّلَاةِ وَيُقِيمُ
Terjemahan: Telah meneritakan kepada kami {Qutaibah bin Sa’id} dia berkata, Telah meneritakan kepada kami {Ibnu Lahi’ah} dari {Abu Usyanah} {Uqbah bin Amir}, bahwa Nabi saw. bersabda: “Rabb kalian ta’ajub terhadap seorang pengembala kambing di puncak gunung, ia mengumandangkan adzan dan iqamah.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16675
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ عَنْ الْحَارِثِ بْنِ يَزِيدَ عَنْ عَلِيِّ بْنِ رَبَاحٍ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ أَنْسَابَكُمْ هَذِهِ لَيْسَتْ بِسِبَابٍ عَلَى أَحَدٍ وَإِنَّمَا أَنْتُمْ وَلَدُ آدَمَ طَفُّ الصَّاعِ لَمْ تَمْلَئُوهُ لَيْسَ لِأَحَدٍ فَضْلٌ إِلَّا بِالدِّينِ أَوْ عَمَلٍ صَالِحٍ حَسْبُ الرَّجُلِ أَنْ يَكُونَ فَاحِشًا بَذِيًّا بَخِيلًا جَبَانًا
Terjemahan: Telah meneritakan kepada kami {Qutaibah bin Sa’id} dia berkata, Telah meneritakan kepada kami {Ibnu Lahi’ah} dari {Al Harits bin Yazid} dari {Ali bin Rabbah} dari {Uqbah bin Amir} bahwasanya, Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya nasab-nasab kalian ini, bukanlah alat untuk merendahkan oranglain. Kalian hanyalah anak Adam, Isi sha’ telah jatuh tertumpah dan kalian belum mengisinya. Tidak ada keutamaan bagi seseorang kecuali dengan agama atau amalan shalih. Cukuplah kecelakaan bagi seseorang jika ia adalah seorang berbuat keji, berkata-kata jorok, bakhil dan pengecut.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16676
حَدَّثَنَا أَبُو الْعَلَاءِ الْحَسَنُ بْنُ سَوَّارٍ قَالَ حَدَّثَنَا لَيْثٌ عَنْ مُعَاوِيَةَ عَنْ أَبِي عُثْمَانَ عَنْ جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ وَرَبِيعَةُ بْنُ يَزِيدَ عَنْ أَبِي إِدْرِيسَ الْخَوْلَانِيِّ وَعَبْدُ الْوَهَّابِ بْنُ بُخْتٍ عَنْ اللَّيْثِ بْنِ سُلَيْمٍ الْجُهَنِيِّ كُلُّهُمْ يُحَدِّثُ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ قَالَقَالَ عُقْبَةُ كُنَّا نَخْدُمُ أَنْفُسَنَا وَكُنَّا نَتَدَاوَلُ رَعِيَّةَ الْإِبِلِ بَيْنَنَا فَأَصَابَنِي رَعِيَّةُ الْإِبِلِ فَرَوَّحْتُهَا بِعَشِيٍّ فَأَدْرَكْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ قَائِمٌ يُحَدِّثُ النَّاسَ فَأَدْرَكْتُ مِنْ حَدِيثِهِ وَهُوَ يَقُولُ مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ يَتَوَضَّأُ فَيُسْبِغُ الْوُضُوءَ ثُمَّ يَقُومُ فَيَرْكَعُ رَكْعَتَيْنِ يُقْبِلُ عَلَيْهِمَا بِقَلْبِهِ وَوَجْهِهِ إِلَّا وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ وَغُفِرَ لَهُقَالَ فَقُلْتُ لَهُ مَا أَجْوَدَ هَذَا قَالَ فَقَالَ قَائِلٌ بَيْنَ يَدِي الَّتِي كَانَ قَبْلَهَا يَا عُقْبَةُ أَجْوَدُ مِنْهَا فَنَظَرْتُ فَإِذَا عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ قَالَ فَقُلْتُ وَمَا هِيَ يَا أَبَا حَفْصٍ قَالَ إِنَّهُ قَالَ قَبْلَ أَنْ تَأْتِيَ مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ يَتَوَضَّأُ فَيُسْبِغُ الْوُضُوءَ ثُمَّ يَقُولُ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ إِلَّا فُتِحَتْ لَهُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ الثَّمَانِيَةِ يَدْخُلُ مِنْ أَيِّهَا شَاءَ
Terjemahan: Telah meneritakan kepada kami {Abul Ala` Al Hasan bin Sawwar} dia berkata, Telah meneritakan kepada kami {Laits} dari {Mu’awiyah} dari {Abu Utsman} dari {Jubair bin Nufair} dan {Rabi’ah bin Yazid} dari {Abu Idris Al Khaulani} dan {Abdul Wahab bin Bukht} dari {Laits bin Sulaim Al Juhaji} semuanya menceritakan dari {Uqbah bin Amir} ia berkata Uqbah berkata, “Kami melayani diri kami sendiri, dan kami bergantian untuk mengembalan hewan ternak (unta), maka tibalah giliran untuk mengembala kambing tersebut kepadaku, aku lalu mengembalakannya pada sore hari. Kemudian aku mendapati Rasulullah saw. sedang berdiri dan berkhutbah di hadapan orang-orang, dan di antara apa yang aku dengar dari perkataan beliau adalah: “Tidaklah salah seorang di antara kalian berwudhu dan menyempurnakan wudhunya, lalu melaksanakan shalat dua rakaat dengan menghadirkan hati dan wajahnya (di hadapan Allah), kecuali telah wajib baginya untuk masuk surga dan diampuni dosanya.” Uqbah berkata, “Aku lalu berkata, “Alangkah indahnya perkataan ini!” Uqbah berkata, “Lalu seseorang di hadapanku mengatakan (sabda Rasul) yang sebelumnya, “Wahai Uqbah, sesungguhnya beliau bersabda sebelum kamu datang, lalu saya melihatnya. Ternyata dia adalah {Umar bin Al Khattab}. Saya bertanya, perkataan apakah itu wahai Abu Hafs? Maka dia menjawab: Beliau bersabda sebelum kamu datang: “Tidaklah seorang dari kalian berwudhu lalu ia menyempurnakan wudhu-nya dan mengucapkan ASYHADU AN LAA ILAAHA ILLALLAH WAHDAHU LAA SYARIIKA LAHU WA ANNA MUHAMMADAN ‘ABDUHU WA RASUULUH (Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan -yang berhak disembah- selain Allah semata yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan Muhammad adalah bamba dan rasul-Nya), Kecuali akan dibukakan baginya pintu-pintu surga yang jumlah delapan pintu, ia dapat masuk dari pintu mana saja yang ia kehendaki.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16677
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ إِسْحَاقَ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ أَخْبَرَنَا سَعِيدُ بْنُ أَبِي أَيُّوبَ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْوَلِيدِ عَنْ أَبِي الْخَيْرِ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ الْجُهَنِيِّ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثَلَاثٌ إِنْ كَانَ فِي شَيْءٍ شِفَاءٌ فَفِي شَرْطَةِ مُحْجِمٍ أَوْ شَرْبَةِ عَسَلٍ أَوْ كَيَّةٍ تُصِيبُ أَلَمًا وَأَنَا أَكْرَهُ الْكَيَّ وَلَا أُحِبُّهُ
Terjemahan: Telah meneritakan kepada kami {Ali bin Ishaq} telah mengabarkan kepada kami {Abdullah} telah mengabarkan kepada kami {Sa’id bin Abi Ayyub} dia berkata, Telah meneritakan kepada kami {Abdullah bin Walid} dari {Abul Khair} dari {Uqbah bin Amir Al Juhani} dia berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Jika pada sesuatu itu ada kesembuhan, maka hal itu terdapat pada tiga hal pada sayatan bekam, tegukan madu atau kay (sundutan api) yang menimbulkan rasa perih. Dan saya membenci Kay dan tidak pula menyukainya.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16678
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ إِسْحَاقَ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ أَخْبَرَنِي ابْنُ لَهِيعَةَ قَالَ حَدَّثَنِي يَزِيدُ أَنَّ أَبَا الْخَيْرِ حَدَّثَهُ أَنَّهُ سَمِعَ عُقْبَةَ بْنَ عَامِرٍ يُحَدِّثُعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ لَيْسَ مِنْ عَمَلِ يَوْمٍ إِلَّا وَهُوَ يُخْتَمُ عَلَيْهِ فَإِذَا مَرِضَ الْمُؤْمِنُ قَالَتْ الْمَلَائِكَةُ يَا رَبَّنَا عَبْدُكَ فُلَانٌ قَدْ حَبَسْتَهُ فَيَقُولُ الرَّبُّ عَزَّ وَجَلَّ اخْتِمُوا لَهُ عَلَى مِثْلِ عَمَلِهِ حَتَّى يَبْرَأَ أَوْ يَمُوتَ
Terjemahan: Telah meneritakan kepada kami {Ali bin Ishaq} Telah meneritakan kepada kami {Abdullah} telah mengabarkan kepadaku {Ibnu Lahi’ah} dia berkata, telah menceritakan kepadaku {Yazid} bahwa {Abul Khair} menceritakan kepadanya, bahwa ia mendengar {Uqbah bin Amir} menceritakan dari Nabi saw., beliau bersabda: “Tiada amalan pada suatu hari kecuali amalan tersebut ada penutupnya. Maka jika seorang mukmin jatuh sakit Malaikat akan berkata, ‘Wahai Rabb kami, Engkau telah menahan hamba-Mu si Fulan (untuk beramal).’ Allah ‘azza wajalla berfirman: ‘Tutuplah amalan untuknya sebagaimana amalan yang ia lakukan sampai ia sembuh atau meninggal dunia.'”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16679
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ إِسْحَاقَ حَدَّثَنَا ابْنُ الْمُبَارَكِ عَبْدُ اللَّهِ قَالَ حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ عَلِيٍّ قَالَ سَمِعْتُ أَبِي يَقُولُ سَمِعْتُ عُقْبَةَ بْنَ عَامِرٍ يَقُولُقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَعَلَّمُوا كِتَابَ اللَّهِ وَتَعَاهَدُوهُ وَتَغَنُّوا بِهِ فَوَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَهُوَ أَشَدُّ تَفَلُّتًا مِنْ الْمَخَاضِ فِي الْعُقُلِ
Terjemahan: Telah meneritakan kepada kami {Ali bin Ishaq} Telah meneritakan kepada kami {Ibnul Mubarak Abdullah} dia berkata, Telah meneritakan kepada kami {Musa bin Ali} dia berkata saya mendengar {Bapakku} berkata saya mendengar {Uqbah bin Amir} berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Pelajarilah Kitabullah (Al-Quran) dan jagalah ia, serta perbaguslah suara kalian saat membacanya. Demi Dzat yang jiwaku berada di Tangan-Nya, sesungguhnya hapalan Al-Quran itu lebih cepat hilang daripada unta dalam ikatannya.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16680
قَالَ حَدَّثَنَا حَسَنُ بْنُ مُوسَى قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو قَبِيلٍ قَالَ سَمِعْتُ عُقْبَةَ بْنَ عَامِرٍ يَقُولُقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّمَا أَخَافُ عَلَى أُمَّتِي الْكِتَابَ وَاللَّبَنَ قَالَ قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا بَالُ الْكِتَابِ قَالَ يَتَعَلَّمُهُ الْمُنَافِقُونَ ثُمَّ يُجَادِلُونَ بِهِ الَّذِينَ آمَنُوا فَقِيلَ وَمَا بَالُ اللَّبَنِ قَالَ أُنَاسٌ يُحِبُّونَ اللَّبَنَ فَيَخْرُجُونَ مِنْ الْجَمَاعَاتِ وَيَتْرُكُونَ الْجُمُعَاتِ
Terjemahan: Telah meneritakan kepada kami {Hasan bin Musa} dia berkata, Telah meneritakan kepada kami {Ibnu Lahi’ah} dia berkata, Telah meneritakan kepada kami {Abu Qabil} dia berkata saya mendengar {Uqbah bin Amir} berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya yang saya khawatirkan atas umatku adalah Al Kitab (Al-Quran) dan Al Laban (susu).” Lalu ditanyakan kepada beliau, “Mengapa dengan Al Kitab?” beliau menjawab, “Orang-orang munafik mempelajarinya, kemudian mereka mempergunakannya untuk mendebat orang-orang yang beriman.” Kemudian ditanyakan lagi, “Lalu ada dengan Al Laban?” beliau menjawab, “Yaitu Mereka yang menyukai susu, lalu mereka keluar dari jama’ah dan mereka pun meninggalkan shalat jum’at.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16681
حَدَّثَنَا حَسَنٌ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ قَالَ حَدَّثَنَا كَعْبُ بْنُ عَلْقَمَةَ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ شِمَاسَةَ عَنْ أَبِي الْخَيْرِ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍعَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ كَفَّارَةُ النَّذْرِ كَفَّارَةُ الْيَمِينِ
Terjemahan: Telah meneritakan kepada kami {Hasan} dia berkata, Telah meneritakan kepada kami {Ibnu Lahi’ah} ia berkata, Telah meneritakan kepada kami {Ka’b bin Alqamah} dari {Abdurrahman bin Syimamah} dari {Abul Khair} dari {Uqbah bin Amir} dari Rasulullah saw., beliau bersabda: “Kafarat Nadzar sama seperti kafarat sumpah.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16682
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ غَيْلَانَ حَدَّثَنَا رِشْدِينُ حَدَّثَنَا بَكْرُ بْنُ عَمْرٍو الْمَعَافِرِيُّ حَدَّثَنَا شُعَيْبُ بْنُ زُرْعَةَ الْمَعَافِرِيُّ حَدَّثَهُ أَنَّهُ سَمِعَ عُقْبَةَ بْنَ عَامِرٍ يَقُولُإِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا تُخِيفُوا أَنْفُسَكُمْ بَعْدَ أَمْنِهَا قَالُوا وَمَا ذَاكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ الدَّيْنُ
Terjemahan: Telah meneritakan kepada kami {Yahya bin Ghailan} Telah meneritakan kepada kami {Risydin} Telah meneritakan kepada kami {Bakr bin Amru Al Ma’afiri} Telah meneritakan kepada kami {Syu’aib bin Zur’ah Al Ma’afiri} ia menceritakan kepadanya, bahwa ia mendengar {Uqbah bin Amir} berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Janganlah kalian menakut-nakuti diri kalian sendiri setelah adanya rasa aman.” Para sahabat bertanya, “Apakah itu wahai Rasulullah?” beliau menjawab: “Yaitu dengan utang.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16683
حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ عِيسَى قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ حَمْزَةَ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ يَزِيدَ أَنَّ أَبَا سَلَّامٍ حَدَّثَهُ قَالَ حَدَّثَنِي خَالِدُ بْنُ زَيْدٍ قَالَكَانَ عُقْبَةُ يَأْتِينِي فَيَقُولُ اخْرُجْ بِنَا نَرْمِي فَأَبْطَأْتُ عَلَيْهِ ذَاتَ يَوْمٍ أَوْ تَثَاقَلْتُ فَقَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يُدْخِلُ بِالسَّهْمِ الْوَاحِدِ ثَلَاثَةً الْجَنَّةَ صَانِعَهُ الْمُحْتَسِبَ فِيهِ الْخَيْرَ وَالرَّامِيَ بِهِ وَمُنْبِلَهُ فَارْمُوا وَارْكَبُوا وَلَأَنْ تَرْمُوا أَحَبُّ إِلَيَّ مَنْ أَنْ تَرْكَبُوا وَلَيْسَ مِنْ اللَّهْوِ إِلَّا ثَلَاثٌ مُلَاعَبَةُ الرَّجُلِ امْرَأَتَهُ وَتَأْدِيبُهُ فَرَسَهُ وَرَمْيُهُ بِقَوْسِهِ وَمَنْ عَلَّمَهُ اللَّهُ الرَّمْيَ فَتَرَكَهُ رَغْبَةً عَنْهُ فَنِعْمَةً كَفَرَهَا
Terjemahan: Telah meneritakan kepada kami {Ishaq bin Isa} dia berkata, Telah meneritakan kepada kami {Yahya bin Hamzah} dari {Abdurrahman bin Yazid} bahwa {Abu Sallam} menceritakan kepadanya, ia berkata telah menceritakan kepadaku {Khalid bin Zaid} dia berkata, ” {Uqbah} datang kepadaku dan berkata, “Keluarlah bersama kami untuk latihan memanah?” aku pun merasa berat enggan memenuhi ajakannya pada hari itu, ia lalu berkata, “Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya Allah ‘azza wajalla memasukkan tiga orang ke dalam surga lantaran satu anak panah. Yaitu, orang yang membuatnya dengan mengharap kebaikan, orang yang meluncurkannya, dan orang yang menyiapkannya. Karena itu, memanah dan menunggang kudalah kalian. Jika kalian benar-benar memanah, maka itu lebih saya sukai dari pada kalian latihan berkuda. Dan tidaklah termasuk sia-sia pada tiga hal ini sendau gurau seseorang bersama isterinya, latihan berkuda dan melepaskan anak panah dari busurnya. Dan barangisapa diajarkan Allah cara memanah kemudian ia meninggalkannya karena enggan dan berpaling darinya, maka sungguh itu adalah nikmat yang telah dikufurinya.”