Musnad Penduduk Syam
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16684
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ إِسْحَاقَ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ عَنْ مِشْرَحِ بْنِ هَاعَانَ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ قَالَقَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اقْرَأْ بِالْمُعَوِّذَتَيْنِ فَإِنَّكَ لَنْ تَقْرَأَ بِمِثْلِهِمَا
Terjemahan: Telah meneritakan kepada kami {Yahya bin Ishaq} dia berkata, Telah meneritakan kepada kami {Ibnu Lahi’ah} dari {Misyrah bin Ha’an} dari {Uqbah bin Amir} dia berkata, “Rasulullah saw. bersabda kepadaku: “Bacalah olehmu Al Mu’awwidzatain (surat Al Falaq dan An Naas) karena kamu tidak akan membaca yang semisal keduanya.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16685
حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ عِيسَى قَالَ حَدَّثَنَا عَطَّافٌ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ حَرْمَلَةَ عَنْ رَجُلٍ مِنْ جُهَيْنَةَ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ قَالَسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّهَا سَتَكُونُ عَلَيْكُمْ أَئِمَّةٌ مِنْ بَعْدِي فَإِنْ صَلَّوْا الصَّلَاةَ لِوَقْتِهَا فَأَتِمُّوا الرُّكُوعَ وَالسُّجُودَ فَهِيَ لَكُمْ وَلَهُمْ وَإِنْ لَمْ يُصَلُّوا الصَّلَاةَ لِوَقْتِهَا وَلَمْ يُتِمُّوا رُكُوعَهَا وَلَا سُجُودَهَا فَهِيَ لَكُمْ وَعَلَيْهِمْ
Terjemahan: Telah meneritakan kepada kami {Ishaq bin Isa} dia berkata, Telah meneritakan kepada kami {Aththaf} dari {Abdurrahman bin Harmalah} dari {seorang laki-laki Juhainah} dari {Uqbah bin Amir} dia berkata, “Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya di tengah-tengah kalian akan muncul para pemimpin setelahku, maka jika mereka menunaikan shalat tepat pada waktunya, dan mereka juga menyempurnakan wudhu’ dan sujud maka ganjaran pahalanya adalah bagi mereka dan juga bagi kalian. Dan jika mereka tidak menunaikan shalat tepat pada waktunya, dan tidak pula menyempurnakan rukuk dan sujudnya maka pahala dari shalat itu untuk kalian sedangkan dosanya ditimpakan atas mereka.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16686
حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الرَّازِيُّ حَدَّثَنَا سَلَمَةُ بْنُ الْفَضْلِ قَالَ حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَاقَ عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي حَبِيبٍ عَنْ مَرْثَدِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ الْيَزَنِيِّ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ الْجُهَنِيِّ قَالَقَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اقْرَأْ الْآيَتَيْنِ مِنْ آخِرِ سُورَةِ الْبَقَرَةِ فَإِنِّي أُعْطِيتُهُمَا مِنْ تَحْتِ الْعَرْشِ
Terjemahan: Telah meneritakan kepada kami {Ishaq bin Ibrahim Ar Razi} Telah meneritakan kepada kami {Salamah bin Al Fadl} dia berkata, telah menceritakan kepadaku {Muhammad bin Ishaq} dari {Yazid bin Abu Habib} dari {Martsad bin Abdullah Al Yazani} dari {Uqbah bin Amir Al Juhani} dia berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Bacalah dua ayat terakhir dari surat Al Baqarah, karena kedua ayat itu diberikan kepadaku dari bawah Arsy.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16687
حَدَّثَنَا عَتَّابٌ يَعْنِي ابْنَ زِيَادٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ يَعْنِي ابْنَ الْمُبَارَكِ أَخْبَرَنَا يَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ حَدَّثَنِي كَعْبُ بْنُ عَلْقَمَةَ أَنَّهُ سَمِعَ عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ شِمَاسَةَ يُحَدِّثُ عَنْ أَبِي الْخَيْرِ قَالَ سَمِعْتُ عُقْبَةَ بْنَ عَامِرٍ يَقُولُسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ كَفَّارَةُ النَّذْرِ كَفَّارَةُ الْيَمِينِ
Terjemahan: Telah meneritakan kepada kami {Attab} yakni Ibnu Ziyad Telah meneritakan kepada kami {Abdullah} -yakni Ibnul Mubarak- telah mengabarkan kepada kami {Yahya bin Ayub} telah menceritakan kepadaku {Ka’b bin Alqamah} bahwa dia mendengar {Abdurrahman bin Syimamah} menceritakan dari {Abul Khair} dia berkata Saya mendengar {Uqbah bin Amir} berkata, “Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Kafarat Nadzar sama seperti kafarat sumpah.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16688
حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ الْخِفَافُ عَنْ سَعِيدٍ عَنْ قَتَادَةَ قَالَ ذَكَرَ أَنَّ قَيْسًا الْجُذَامِيَّ حَدَّثَهُ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ الْجُهَنِيِّأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ أَعْتَقَ رَقَبَةً مُؤْمِنَةً فَهِيَ فِكَاكُهُ مِنْ النَّارِ
Terjemahan: Telah meneritakan kepada kami {Abdul Wahab Al Khifaf} dari {Sa’id} dari {Qatadah} dia berkata, bahwa {Qais Al Judzami} telah menceritakan kepadanya, dari {Uqbah bin Amir Al Juhani}, bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa membebaskan seorang budak wanita mukminah, maka hal itu akan menajadi pembebas dirinya dari neraka.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16689
حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ قَالَ حَدَّثَنَا أَبِي عَنِ ابْنِ إِسْحَاقَ قَالَ حَدَّثَنِي يَزِيدُ بْنُ أَبِي حَبِيبٍ الْمِصْرِيُّ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ شِمَاسَةَ التُّجِيبِيِّ قَالَ سَمِعْتُ عُقْبَةَ بْنَ عَامِرٍ الْجُهَنِيَّ يَقُولُوَهُوَ عَلَى مِنْبَرِ مِصْرَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا يَحِلُّ لِامْرِئٍ يَبِيعُ عَلَى بَيْعِ أَخِيهِ حَتَّى يَذَرَهُ
Terjemahan: Telah meneritakan kepada kami {Ya’qub} dia berkata, telah menceritakan kepada kami {Bapakku} dari {Ibnu Ishaq} dia berkata, telah menceritakan kepadaku {Yazid bin Abi Habib Al Mishri} dari {Abdurrahman bin Syimamah At Tujibi} dia berkata saya mendengar {Uqbah bin Amir Al Juhani} berkata di atas mimbar Mesir, “Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Tidak halal bagi seseorang melakukan transaksi jual beli atas transaksai saudaranya hingga ia meninggalkannya.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16690
حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ قَالَ حَدَّثَنَا أَبِي عَنِ ابْنِ إِسْحَاقَ قَالَ حَدَّثَنِي يَزِيدُ بْنُ أَبِي حَبِيبٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ شِمَاسَةَ التُّجِيبِيِّ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ قَالَسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا يَحِلُّ لِامْرِئٍ مُسْلِمٍ يَخْطُبُ عَلَى خِطْبَةِ أَخِيهِ حَتَّى يَتْرُكَ وَلَا يَبِيعُ عَلَى بَيْعِ أَخِيهِ حَتَّى يَتْرُكَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ya’qub} dia berkata, telah menceritakan kepada kami {bapakku}, dari {Ibnu Ishaq} dia berkata, telah menceritakan kepadaku {Yazid bin Abi Habib} dari {Abdurrahman bin Syimamah At Tujibi} dari {Uqbah bin Amir} dia berkata, “Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Tidak halal bagi seorang muslim meminang atas pinangan saudaranya hingga ia meninggalkannya. Dan tidak boleh melakukan transaksi jual beli di atas transaksi saudaranya hingga ia meninggalkannya.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16691
حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ قَالَ حَدَّثَنَا أَبِي عَنِ ابْنِ إِسْحَاقَ قَالَ حَدَّثَنِي يَزِيدُ بْنُ أَبِي حَبِيبٍ الْمِصْرِيُّ عَنْ مَرْثَدِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ الْيَزَنِيِّ وَيَزَنُ بَطْنٌ مِنْ حِمْيَرَ قَالَقَدِمَ عَلَيْنَا أَبُو أَيُّوبَ خَالِدُ بْنُ زَيْدٍ الْأَنْصَارِيُّ صَاحِبُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِصْرَ غَازِيًا وَكَانَ عُقْبَةُ بْنُ عَامِرِ بْنِ عَبْسٍ الْجُهَنِيُّ أَمَّرَهُ عَلَيْنَا مُعَاوِيَةُ بْنُ أَبِي سُفْيَانَ قَالَ فَحَبَسَ عُقْبَةَ بْنَ عَامِرٍ بِالْمَغْرِبِ فَلَمَّا صَلَّى قَامَ إِلَيْهِ أَبُو أَيُّوبَ الْأَنْصَارِيُّ فَقَالَ لَهُ يَا عُقْبَةُ أَهَكَذَا رَأَيْتَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي الْمَغْرِبَ أَمَا سَمِعْتَهُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا تَزَالُ أُمَّتِي بِخَيْرٍ أَوْ عَلَى الْفِطْرَةِ مَا لَمْ يُؤَخِّرُوا الْمَغْرِبَ حَتَّى تَشْتَبِكَ النُّجُومُ قَالَ فَقَالَ بَلَى قَالَ فَمَا حَمَلَكَ عَلَى مَا صَنَعْتَ قَالَ شُغِلْتُقَالَ فَقَالَ أَبُو أَيُّوبَ أَمَا وَاللَّهِ مَا بِي إِلَّا أَنْ يَظُنَّ النَّاسُ أَنَّكَ رَأَيْتَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصْنَعُ هَذَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ya’qub} ia berkata, telah menceritakan kepada kami {Bapakku} dari {Ibnu Ishaq} dia berkata, telah menceritakan kepadaku {Yazid bin Abu Habib Al Mishri} dari {Martsad bin Abdullah Al Yazani} -dan Yazan adalah keturunan dari Himyar- ia berkata, ” Abu Ayub Khalid bin Zaid Al Anshari, salah seorang sahabat Rasulullah saw., mendatangi kami di Mesir untuk berangkat perang, dan Uqbah bin Amir Al Juhani telah dipilih oleh Mu’awiyah bin Abi Sufyan menjadi pemimpin kami.” Martsad berkata, “Saat itu Uqbah bin Amir terlambat untuk melaksanakan shalat maghrib, ketika telah melaksanakan shalat {Abu Ayyub Al Anshari} menemuinya seraya berkata kepadanya, “Wahai {Uqbah}, begitukah kamu melihat Rasulullah saw. menunaikan shalat Maghrib? Apakah kamu belum mendengar sabda Rasulullah saw.: “Umatku akan senantiasa berada dalam kebaikan, atau berada di atas fitrah selama mereka tidak mengakhirkan shalat Maghrib hingga bintang-bintang itu saling berdekatan.'” Martsad berkata, “Uqbah lalu menjawab, “Benar.” Lalu Abu Ayub bertanya lagi, “Lantas apa yang menyebabkanmu berbuat demikian?” Uqbah menjawab, “Saya telah disibukkan (dilalaikan).” Abu Ayub berkata, “Bagiku demi Allah, tidak ada masalah, hanya saja (aku khawatir) orang-orang akan menyangka bahwa kamu telah melihat Rasulullah saw. berbuat seperti itu.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16692
حَدَّثَنَا حَسَنٌ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ حَدَّثَنَا بَكْرُ بْنُ سَوَادَةَ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ جُعْثُلٍ الْقِتْبَانِيِّ عَنْ أَبِي تَمِيمٍ الْجَيْشَانِيِّ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍأَنَّ أُخْتَ عُقْبَةَ نَذَرَتْ فِي ابْنٍ لَهَا لَتَحُجَّنَّ حَافِيَةً بِغَيْرِ خِمَارٍ فَبَلَغَ ذَلِكَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ تَحُجُّ رَاكِبَةً مُخْتَمِرَةً وَلْتَصُمْ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hasan} telah menceritakan kepada kami {Ibnu Lahi’ah} telah menceritakan kepada kami {Bakr bin Sawadah} dari {Abu Sa’id Ju’tsul Al Qitbani} dari {Abu Tamim Al Jaisyani} dari {Uqbah bin Amir}, bahwa saudara perempuan Uqbah pernah bernadzar terkait dengan kelahiran anak laki-lakinya, bahwa ia akan menunaikan haji dengan berjalan kaki, tanpa sepatu dan tanpa mengenakan kerudung. Ketika hal itu sampai kepada Rasulullah saw., beliau pun bersabda: “Hendaklah ia menunaikan haji dengan berkendaraan dan memakai tudung, setelah itu hendaklah ia menunaikan puasa.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16693
حَدَّثَنَا حَسَنٌ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ حَدَّثَنَا كَعْبُ بْنُ عَلْقَمَةَ عَنْ كَثِيرٍ مَوْلَى عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ الْجُهَنِيِّ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ سَتَرَ مُؤْمِنًا كَانَ كَمَنْ أَحْيَا مَوْءُودَةً مِنْ قَبْرِهَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hasan} dia berkata, telah menceritakan kepada kami {Ibnu Lahi’ah} telah menceritakan kepada kami {Ka’b bin Alqamah} dari {Katsir} budak Uqbah bin Amir Al Juhani, dari {Uqbah bin Umar}, bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa menutupi aib seorang mukmin maka ia seperti seorang yang menghidupkan kembali Mau`udah dari kuburnya.”