Musnad Penduduk Syam

Kembali ke Menu Sebelumnya

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16704

حَدَّثَنَا حَجَّاجٌ وهَاشِمٌ قَالَا حَدَّثَنَا لَيْثٌ حَدَّثَنِي يَزِيدُ بْنُ أَبِي حَبِيبٍ عَنْ أَبِي الْخَيْرِ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ أَنَّهُ قَالَأُهْدِيَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَرُّوجُ حَرِيرٍ فَلَبِسَهُ ثُمَّ صَلَّى فِيهِ ثُمَّ انْصَرَفَ فَنَزَعَهُ نَزْعًا عَنِيفًا شَدِيدًا كَالْكَارِهِ لَهُ ثُمَّ قَالَ لَا يَنْبَغِي هَذَا لِلْمُتَّقِينَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hajjaj} dan {Hasyim} keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami {Laits} telah menceritakan kepadaku {Yazid bin Abu Habib} dari {Abul Khair} dari {Uqbah bin Amir} bahwa dia berkata, “Rasulullah saw. diberi hadiah sehelai Furruj (pakaian luar yang tebelah dari belakang) yang terbuat dari bahan sutera, lalu beliaupun memakainya dan shalat dengannya. Setelah selesai shalat beliau kemudian menanggalkannya secara kasar seperti orang yang tidak suka. Beliau kemudian bersabda: “Pakaian ini tidak layak bagi orang-orang yang bertakwa.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16705

حَدَّثَنَا حَجَّاجُ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ بْنُ سَعْدٍ حَدَّثَنِي يَزِيدُ بْنُ أَبِي حَبِيبٍ عَنْ أَبِي الْخَيْرِ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَرَجَ يَوْمًا فَصَلَّى عَلَى أَهْلِ أُحُدٍ صَلَاتَهُ عَلَى الْمَيِّتِ ثُمَّ انْصَرَفَ إِلَى الْمِنْبَرِ فَقَالَ إِنِّي فَرَطٌ لَكُمْ وَإِنِّي شَهِيدٌ عَلَيْكُمْ وَإِنِّي وَاللَّهِ لَأَنْظُرُ إِلَى الْحَوْضِ أَلَا وَإِنِّي قَدْ أُعْطِيتُ مَفَاتِيحَ خَزَائِنِ الْأَرْضِ أَوْ مَفَاتِيحَ الْأَرْضِ إِنِّي وَاللَّهِ مَا أَخَافُ عَلَيْكُمْ أَنْ تُشْرِكُوا بَعْدِي وَلَكِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ أَنْ تَنَافَسُوا فِيهَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hajjaj bin Muhammad} telah menceritakan kepada kami {Laits bin Sa’d} telah menceritakan kepadaku {Yazid bin Abu Habib} dari {Abul Khair} dari {Uqbah bin Amir}, bahwa pada suatu hari Rasulullah saw. keluar dan menshalati para korban perang Uhud sebagaimana beliau menshalati mayit. Kemudian beliau beranjak menuju Mimbar bersabda: “Sesungguhnya sayalah pendahulu kalian, dan saya adalah saksi atas kalian. Sungguh, demi Allah! Saya benar-benar bisa melihat telagaku. Dan saya benar-benar telah diberi kunci-kunci perbendaharaan bumi. Dan sungguh, demi Allah! Saya tidak mengkhawatirkan kalian akan berbuat syirik sepeninggalku, akan tetapi saya khawatir kalian akan saling berlomba di dalamnya (dunia).”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16706

حَدَّثَنَا حَجَّاجٌ أَخْبَرَنَا لَيْثٌ حَدَّثَنِي يَزِيدُ بْنُ أَبِي حَبِيبٍ عَنْ أَبِي الْخَيْرِ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ أَنَّهُ قَالَقُلْنَا لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّكَ تَبْعَثُنَا فَنَنْزِلُ بِقَوْمٍ لَا يَقْرُونَا فَمَا تَرَى فِي ذَلِكَ فَقَالَ لَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا نَزَلْتُمْ بِقَوْمٍ فَأَمَرُوا لَكُمْ بِمَا يَنْبَغِي لِلضَّيْفِ فَاقْبَلُوا وَإِنْ لَمْ يَفْعَلُوا فَخُذُوا مِنْهُمْ حَقَّ الضَّيْفِ الَّذِي يَنْبَغِي لَهُمْ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hajjaj} telah mengabarkan kepada kami {Laits} telah menceritakan kepadaku {Yazid bin Abi Habib} dari {Abul Khair} dari {Uqbah bin Amir} bahwa ia berkata, “Kami berkata kepada Rasulullah saw., “Tuan telah mengutus kami, lalu kami singgah pada suatu kaum namun mereka tidak menyambut dan memuliakan kami. Maka bagaimanakah pendapat tuan mengenai hal itu?” Rasulullah saw. lalu bersabda kepada kami: “Jika kalian singgah pada suatu kaum maka perintahkanlah kepada mereka agar menyuguhkan untuk kalian apa yang layak bagi tamu. Jika mereka tidak mau melakukannya, maka ambillah dari mereka ‘hak tamu’ yang pantas untuk mereka terima.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16707

حَدَّثَنَا حَجَّاجٌ حَدَّثَنَا لَيْثُ بْنُ سَعْدٍ حَدَّثَنِي يَزِيدُ بْنُ أَبِي حَبِيبٍ عَنْ أَبِي الْخَيْرِ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَعْطَاهُ غَنَمًا فَقَسَمَهَا عَلَى أَصْحَابِهِ ضَحَايَا فَبَقِيَ عَتُودٌ مِنْهَا فَذَكَرَهُ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ ضَحِّ بِهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hajjaj} telah menceritakan kepada kami {Laits bin Sa’d} telah menceritakan kepadaku {Yazid bin Abu Habib} dari {Abul Khair} dari {Uqbah bin Amir}, bahwasanya Rasulullah saw. memberinya beberapa ekor kambing, lalu ia membagikannya kepada para sahabatnya sebagai hewan kurban dan hanya seekor anak kambing. Kemudian ia ceritakanhal itu kepada Rasulullah saw., maka beliau pun bersabda: “Berkurbanlah dengannya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16708

حَدَّثَنَا حَجَّاجٌ أَخْبَرَنَا لَيْثٌ حَدَّثَنِي يَزِيدُ بْنُ أَبِي حَبِيبٍ عَنْ أَبِي الْخَيْرِ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِيَّاكُمْ وَالدُّخُولَ عَلَى النِّسَاءِ فَقَالَ رَجُلٌ مِنْ الْأَنْصَارِ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَفَرَأَيْتَ الْحَمْوَ قَالَ الْحَمْوُ الْمَوْتُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hajjaj} telah mengabarkan kepada kami {Laits} telah menceritakan kepadaku {Yazid bin Abu Habib} dari {Abul Khair} dari {Uqbah bin Amir}, bahwasanya Rasulullah saw. bersabda: “Takutlah kalian dari bercampur baur dengan dengan para wanita.” Lalu seorang laki-laki dari Anshar bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimanakah pendapat tuan terhadap Al Hamwa (saudara ipar)?” beliau bersabda: “Al Hamwu adalah maut.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16709

حَدَّثَنَا ابْنُ نُمَيْرٍ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ زَحْرٍ الضَّمْرِيِّ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا سَعِيدٍ الرُّعَيْنِيَّ يُحَدِّثُ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ مَالِكٍ أَخْبَرَهُ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ الْجُهَنِيِّ أَخْبَرَهُأَنَّ أُخْتَهُ نَذَرَتْ أَنْ تَمْشِيَ حَافِيَةً غَيْرَ مُخْتَمِرَةٍ فَذَكَرَ ذَلِكَ عُقْبَةُ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مُرْ أُخْتَكَ فَلْتَرْكَبْ وَلْتَخْتَمِرْ وَلْتَصُمْ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ibnu Numair} telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Sa’id} dari {Abdullah bin Zahr Adl Dlamri} Bahwasanya ia mendengar {Abu Sa’id Ar Ru’aini} menceritakan, bahwa {Abdullah bin Malik} mengabarkan kepadanya, dari {Uqbah bin Amir Al Juhani} mengabarkan kepadanya, bahwa saudara perempuannya bernadzar untuk berjalan kaki dengan tanpa alas kaki dan tanpa memakai kerudung. Uqbah kemudian menceritakan hal itu kepada Rasulullah saw. Rasulullah saw. lalu bersabda: “Perintahkanlah saudarimu berkendaraan dan memakai kerudung, setelahitu perintahkanlah ia untuk berpuasa tiga hari.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16710

حَدَّثَنَا سُوَيْدُ بْنُ عَمْرٍو الْكَلْبِيُّ وَيُونُسُ قَالَا حَدَّثَنَا أَبَانُ قَالَ حَدَّثَنَا قَتَادَةُ عَنْ الْحَسَنِ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍأَنَّ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا أَنْكَحَ الْوَلِيَّانِ فَهُوَ لِلْأَوَّلِ مِنْهُمَا وَإِذَا بَاعَ مِنْ رَجُلَيْنِ فَهُوَ لِلْأَوَّلِ مِنْهُمَا قَالَ أَبِي وَقَالَ يُونُسُ وَإِذَا بَاعَ الرَّجُلُ بَيْعًا مِنْ رَجُلَيْنِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Suwaid bin Amru Al Kalbi} dan {Yunus} keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami {Aban} ia berkata, telah menceritakan kepada kami {Qatadah} dari {Hasan} dari {Uqbah bin Amir} bahwasanya, Nabi saw. bersabda: “Jika dua orang wali menikahkan, maka yang sah adalah yang pertama kali menikahkan. Dan jika seorang menjual sesuatu kepada dua orang, maka yang sah adalah orang yang pertama dari keduanya.” Bapakku berkata Yunus menyebutkan, “Dan jika seorang laki-laki menjual sesuatu dari dua orang laki-laki.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16711

حَدَّثَنَا زَيْدُ بْنُ الْحُبَابِ حَدَّثَنَا مُعَاوِيَةُ بْنُ صَالِحٍ حَدَّثَنَا الْعَلَاءُ بْنُ الْحَارِثِ عَنْ الْقَاسِمِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ مَوْلَى مُعَاوِيَةَ بْنِ أَبِي سُفْيَانَ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ قَالَكُنْتُ أَقُودُ بِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَاقَتَهُ قَالَ فَقَالَ لِي أَلَا أُعَلِّمُكَ سُورَتَيْنِ لَمْ يُقْرَأْ بِمِثْلِهِمَا قُلْتُ بَلَى فَعَلَّمَنِي قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ وَقُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ فَلَمْ يَرَنِي أُعْجِبْتُ بِهِمَا فَلَمَّا نَزَلَ الصُّبْحَ فَقَرَأَ بِهِمَا ثُمَّ قَالَ لِي كَيْفَ رَأَيْتَ يَا عُقْبَةُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Zaid bin Al Hubab} telah menceritakan kepada kami {Mu’awiyah bin Shalih} telah menceritakan kepada kami {Al Ala` bin Harits} dari {Qasim bin Abdurrahman} budaknya Mu’awiyah bin Abu Sufyan, dari {Uqbah bin Amir} dia berkata, “Saya pernah menuntun unta Rasulullah saw., beliau lalu berkata kepadaku: “Maukah kamu saya ajari dua surat (dari Al-Quran) yang tidak akan ada surat lain yang dibaca semisalnya?” saya menjawab, “Tentu.” Maka beliau pun mengajariku: ‘QUL A’UUDZU BIRABBIN NAAS’ dan, ‘QUL A’UUDZU BIRABBIL FALAQ’. Namun beliau tidak melihatku merasa senang dengan kedua surat itu. Ketika melaksanakan shalat subuh, beliau membaca kedua surat itu. Kemudian beliau berkata kepadaku: “Bagaimanakah menurutmu wahai Uqbah? ‘

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16712

حَدَّثَنَا هَارُونُ حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنِي جَرِيرُ بْنُ حَازِمٍ عَنْ أَيُّوبَ السَّخْتِيَانِيِّ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ سِيرِينَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّهُ قَالَصَلُّوا فِي مَرَابِضِ الْغَنَمِ وَلَا تُصَلُّوا فِي أَعْطَانِ الْإِبِلِ أَوْ مَبَارِكِ الْإِبِلِو قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ حَدَّثَنِي عَاصِمُ بْنُ حَكِيمٍ عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي عَمْرٍو الشَّيْبَانِيِّ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ الْجُهَنِيِّ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِذَلِكَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Harun} telah menceritakan kepada kami {Ibnu Wahab} telah mengabarkan kepadaku {Jarir bin Hazim} dari {Ayyub As Sakhtiyani} dari {Muhammad bin Sirin} dari {Abu Hurairah} bahwa ia berkata, “Shalatlah kalian di kandang kambing dan namun jangan shalat di kandang (tempat menderumnya) unta.” Abdullah berkata telah menceritakan kepada kami {Ibnu Wahab} telah menceritakan kepadaku {Ashim bin Hakim} dari {Yahya bin Abu Amru Asy Syaibani} dari {bapaknya} dari {Uqbah bin Amir Al Juhani} dari Rasulullah saw., seperti hadits tersebut.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16713

حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَاقَ عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي حَبِيبٍ و حَدَّثَنَا أَبِي عَنْ الضَّحَّاكِ بْنِ مَخْلَدٍ عَنْ عَبْدِ الْحَمِيدِ بْنِ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ أَبِي حَبِيبٍ عَنْ مَرْثَدِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ الْيَزَنِيِّ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ الْجُهَنِيِّ قَالَأُهْدِيَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَرُّوجُ حَرِيرٍ فَلَبِسَهُ فَصَلَّى فِيهِ بِالنَّاسِ الْمَغْرِبَ فَلَمَّا سَلَّمَ مِنْ صَلَاتِهِ نَزَعَهُ نَزْعًا عَنِيفًا ثُمَّ أَلْقَاهُ فَقُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ قَدْ لَبِسْتَهُ وَصَلَّيْتَ فِيهِ قَالَ إِنَّ هَذَا لَا يَنْبَغِي لِلْمُتَّقِينَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yazid bin Harun} telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ishaq} dari {Yazid bin Abu Habib} dan telah menceritakan kepada kami Bapakku dari {Dhahak bin Makhlad} dari {Abdul Hamid bin Ja’far} telah menceritakan kepada kami {Yazid bin Abu Habib} dari {Martsad bin Abdillah Al Yazani} dari {Uqbah bin Amir Al Juhani} dia berkata, “Rasulullah saw. diberi hadiah berupa Farruj (pakaian luar yang terbelah dari belakang) dari bahan sutera, beliau kemudian memakainya dan shalat Maghrib bersama kamu muslimin. Selesai shalat, beliau melepaskan pakaian tersebut dengan kasar seraya membuangnya, maka kami pun bertanya, “Wahai Rasulullah, engkau telah memakainya dan shalat dengannya!” Beliau bersabda: “Pakaian ini tidak layak bagi orang-orang yang bertakwa.”