Musnad Penduduk Syam
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16724
حَدَّثَنَا أَبُو سَعِيدٍ مَوْلَى بَنِي هَاشِمٍ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ حَدَّثَنَا مِشْرَحُ بْنُ هَاعَانَ أَبُو مُصْعَبٍ الْمَعَافِرِيُّ قَالَ سَمِعْتُ عُقْبَةَ بْنَ عَامِرٍ يَقُولُقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَفُضِّلَتْ سُورَةُ الْحَجِّ عَلَى سَائِرِ الْقُرْآنِ بِسَجْدَتَيْنِ قَالَ نَعَمْ فَمَنْ لَمْ يَسْجُدْهُمَا فَلَا يَقْرَأْهُمَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Sa’id} budaknya Bani Hasyim, telah menceritakan kepada kami {Ibnu Lahi’ah} telah menceritakan kepada kami {Misyrah bin Abu Mush’ab Al Ma’afiri} ia berkata, saya mendengar {Uqbah bin Amir} bertanya, “Saya bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah surat Al Hajj itu lebih diutamakan atas semua surat Al-Quran lantaran dua ayat sajadah?” beliau menjawab: “Benar. Barangsiapa tidak ingin sujud, maka janganlah ia membacanya.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16725
حَدَّثَنَا أَبُو سَعِيدٍ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ حَدَّثَنَا مِشْرَحٌ قَالَ سَمِعْتُ عُقْبَةَ بْنَ عَامِرٍ يَقُولُإِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَوْ أَنَّ الْقُرْآنَ جُعِلَ فِي إِهَابٍ ثُمَّ أُلْقِيَ فِي النَّارِ مَا احْتَرَقَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Sa’id} telah menceritakan kepada kami {Ibnu Lahi’ah} telah menceritakan kepada kami {Misyrah} dia berkata, saya mendengar {Uqbah bin Amir} berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Sekiranya Al-Quran itu diletakkan pada kulit kemudian dilemparkan ke Neraka, niscaya ia tidak akan terbakar.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16726
حَدَّثَنَا أَبُو سَعِيدٍ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ حَدَّثَنَا مِشْرَحٌ قَالَ سَمِعْتُ عُقْبَةَ بْنَ عَامِرٍ يَقُولُقَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اقْرَأْ قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ وَقُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ فَإِنَّكَ لَا تَقْرَأُ بِمِثْلِهِمَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Sa’id} telah menceritakan kepada kami {Ibnu Lahi’ah} telah menceritakan kepada kami {Misyrah} dia berkata, saya mendengar {Uqbah bin Amir} berkata, “Rasulullah saw. berkata kepadaku: “Bacalah, ‘QUL A’UUDZU BIRABBIL FALAQ.’ dan ‘QUL A’UUDZU BIRABBIN NAAS.’ Karena kamu tidak akan membaca semisal dengan keduanya.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16727
حَدَّثَنَا أَبُو سَعِيدٍ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ حَدَّثَنَا مِشْرَحٌ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَكْثَرُ مُنَافِقِي أُمَّتِي قُرَّاؤُهَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Sa’id} telah menceritakan kepada kami {Ibnu Lahi’ah} telah menceritakan kepada kami {Misyrah} dari {Uqbah bin Amir} dia berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Kebanyakan orang munafik dari umatku adalah orang-orang yang pandai dalam membaca Al-Qur’an.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16728
حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ خَالِدٍ حَدَّثَنَا مُعَاوِيةُ بْنُ صَالِحٍ عَنْ بَحِيرِ بْنِ سَعْدٍ عَنْ خَالِدِ بْنِ مَعْدَانَ عَنْ كَثِيرِ بْنِ مُرَّةَ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْجَاهِرُ بِالْقُرْآنِ كَالْجَاهِرِ بِالصَّدَقَةِ وَالْمُسِرُّ بِالْقُرْآنِ كَالْمُسِرِّ بِالصَّدَقَةِقَالَ أَبُو عَبْد الرَّحْمَنِ كَانَ حَمَّادُ بْنُ خَالِدٍ حَافِظًا وَكَانَ يُحَدِّثُنَا وَكَانَ يَحْفَظُ كَتَبْتُ عَنْهُ أَنَا وَيَحْيَى بْنُ مَعِينٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hammad bin Khalid} telah menceritakan kepada kami {Mu’awiyah bin Shalih} dari {Bahir bin Sa’dari} dari {Khalid bin Ma’dan} dari {Katsir bin Murrah} dari {Uqbah bin Amir} ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Orang yang membaca Al Qur`an dengan suara keras seperti seorang yang terang-terangan dalam bersedekah, dan orang yang membaca Al-Quran secara sembunyi-sembunyi seperti seorang yang diam-diam dalam bersedekah.” Abu Abdurrahman berkata, “Hammad bin Zaid adalah seorang yang hafizh, dan ia telah menceritakan (hadits) kepada kami dan ia pun menghafalnya. Saya dan Yahya telah menulis (hadits) darinya.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16729
حَدَّثَنَا هَاشِمٌ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْحَمِيدِ حَدَّثَنَا شَهْرُ بْنُ حَوْشَبٍ قَالَ سَمِعْتُ رَجُلًا يُحَدِّثُ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ أَنَّهُسَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَا مِنْ رَجُلٍ يَمُوتُ حِينَ يَمُوتُ وَفِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ مِنْ كِبْرٍ تَحِلُّ لَهُ الْجَنَّةُ أَنْ يَرِيحَ رِيحَهَا وَلَا يَرَاهَا فَقَالَ رَجُلٌ مِنْ قُرَيْشٍ يُقَالُ لَهُ أَبُو رَيْحَانَةَ وَاللَّهِ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي لَأُحِبُّ الْجَمَالَ وَأَشْتَهِيهِ حَتَّى إِنِّي لَأُحِبُّهُ فِي عَلَاقَةِ سَوْطِي وَفِي شِرَاكِ نَعْلِي قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْسَ ذَاكَ الْكِبْرُ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ وَلَكِنَّ الْكِبْرَ مَنْ سَفِهَ الْحَقَّ وَغَمَصَ النَّاسَ بِعَيْنَيْهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hasyim} telah menceritakan kepada kami {Abdul Hamid} telah menceritakan kepada kami {Syahr bin Hawsyab} ia berkata, saya mendengar {seorang laki-laki} menceritakan (hadits) dari {Uqbah bin Amir}, bahwa ia mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Tidaklah seorang laki-laki meninggal dunia, dan ketika ia meninggal di dalam hatinya terdapat sebiji sawi dari sifat sombong, akan halal baginya mencium bau surga atau melihatnya.” Lalu seorang laki-laki dari suku Quraisy yang bernama Abu Raihanah berkata, “Demi Allah wahai Rasulullah, saya benar-benar menyukai keelokan dan menggemarinya hingga pada gantungan cemetiku dan juga pada tali sandalku!” Rasulullah saw. bersabda: “Itu tidaklah termasuk Al Kibr (sombong), sesungguhnya Allah ‘azza wajalla itu Indah dan menyukai keindahan. Akan tetapi Al Kibr itu adalah siapa yang bodoh terhadap kebenaran kemudian meremehkan manusia dengan kedua matanya.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16730
حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ عَنْ بَيَانٍ عَنْ قَيْسِ بْنِ أَبِي حَازِمٍ حَدَّثَنَا عُقْبَةُ بْنُ عَامِرٍ الْجُهَنِيُّ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَلَمْ تَرَ آيَاتٍ أُنْزِلْنَ اللَّيْلَةَ لَمْ يُرَ أَوْ لَا يُرَى مِثْلَهُنَّ الْمُعَوِّذَتَيْنِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Affan} telah menceritakan kepada kami {Abu Awanah} dari {Bayan} dari {Qais bin Abu Hazim} telah menceritakan kepada kami {Uqbah bin Amir Al Juhani} ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Tidakkah kamu melihat beberapa ayat yang telah diturunkan tadi malam? Belum pernah dilihat -atau- tidak dilihat ayat yang semisalnya. Yakni, Al Mua’wwidzatain (Surat Al Falaq dan surat An Naas).”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16731
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ عَنْ أَبِي عُشَّانَةَ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ لَيَعْجَبُ مِنْ الشَّابِّ لَيْسَتْ لَهُ صَبْوَةٌ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Qutaibah bin Sa’id} telah menceritakan kepada kami {Ibnu Lahi’ah} dari {Abu Usyanah} dari {Uqbah bin Amir} ia berkata Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya Allah ‘azza wajalla benar-benar ta’ajub terhadap seorang pemuda yang tidak memiliki Shabwah.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16732
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ عَنْ أَبِي عُشَّانَةَ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوَّلُ خَصْمَيْنِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ جَارَانِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Qutaibah} telah menceritakan kepada kami {Ibnu Lahi’ah} dari {Abu Usyanah} dari {Uqbah bin Amir} ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya percekcokan dua orang yang pertama kali terjadi kelak pada hari kiamat adalah dua orang (yang ketika hidup di dunia) saling bertangga.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16733
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ عَنْ أَبِي عُشَّانَةَ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تُكْرِهُوا الْبَنَاتِ فَإِنَّهُنَّ الْمُؤْنِسَاتُ الْغَالِيَاتُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Qutaibah} telah menceritakan kepada kami {Ibnu Lahi’ah} dari {Abu Usyanah} dari {Uqbah bin Amir} ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Janganlah kalian membenci anak-anak perempuan, karena sesungguhnya mereka itu ramah dan mudah membantu.”