Musnad Penduduk Syam
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16734
حَدَّثَنَا الْحَكَمُ بْنُ نَافِعٍ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ عَيَّاشٍ عَنْ ضَمْضَمِ بْنِ زُرْعَةَ عَنْ شُرَيْحِ بْنِ عُبَيْدٍ الْحَضْرَمِيِّ عَمَّنْ حَدَّثَهُ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ أَنَّهُسَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ أَوَّلَ عَظْمٍ مِنْ الْإِنْسَانِ يَتَكَلَّمُ يَوْمَ يُخْتَمُ عَلَى الْأَفْوَاهِ فَخْذُهُ مِنْ الرِّجْلِ الشِّمَالِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Al Hakam bin Nafi’} telah menceritakan kepada kami {Isma’il bin Ayyasy} dari {Dlamdlam bin Zur’ah} dari {Syuraih bin Ubaid Al Hadhrami} dari {seorang} yang telah menceritakan kepadanya, dari {Uqbah bin Amir}, bahwa ia mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya tulang manusia yang akan pertama kali berbicara pada hari dimana mulut-mulut (manusia) ditutup adalah pahanya sebelah kiri.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16735
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ الْقَطَّانُ عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ وَيَزِيدُ بْنُ هَارُونَ أَخْبَرَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ زَحْرٍ أَنَّ أَبَا سَعِيدٍ قَالَ يَزِيدُ الرُّعَيْنِيَّ أَخْبَرَهُ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ مَالِكٍ أَخْبَرَهُ أَنَّ عُقْبَةَ بْنَ عَامِرٍ أَخْبَرَهُ أَنَّهُسَأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ أُخْتٍ لَهُ نَذَرَتْ أَنْ تَمْشِيَ حَافِيَةً غَيْرَ مُخْتَمِرَةٍ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلْتَخْتَمِرْ وَلْتَرْكَبْ وَلْتَصُمْ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Sa’id Al Qaththan} dari {Yahya bin Sa’id} dan {Yazid bin Harun} telah mengabarkan kepada kami {Yahya bin Sa’id} dari {Ubaidullah bin Zahr} dari {Abu Sa’id} ia berkata, {Yazid Ar Ru’aini} mengabarkan kepadanya, bahwa {Abdullah bin Malik} mengabarkan kepadanya, bahwa {Uqbah bin Amir} mengabarkan kepadanya, bahwa ia pernah bertanya Nabi saw. mengenai saudara perempuannya yang bernadzar untuk (melaksanakan haji) dengan berjalan kaki tanpa alas kaki dan tanpa mengenakan kerudung. Nabi saw. kemudian memberi jawaban: “Hendaklah ia memakai tudung kepala, memakai kendaraan dan berpuasa tiga hari.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16736
حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْحَمِيدِ بْنُ جَعْفَرٍ الْأَنْصَارِيُّ عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي حَبِيبٍ عَنْ مَرْثَدِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ الْيَزَنِيِّ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ الْجُهَنِيِّ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ أَحَقَّ الشُّرُوطِ أَنْ يُوَفَّى بِهِ مَا اسْتَحْلَلْتُمْ بِهِ الْفُرُوجَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Waki’} telah menceritakan kepada kami {Abdul Hamid bin Ja’far Al Anshari} dari {Yazid bin Abu Habib} dari {Martsad bin Abdillah Al Yazani} dari {Uqbah bin Amir Al Juhani} ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya syarat yang paling berhak untuk dipenuhi adalah sesuatu yang dengannya kalian menghalalkan kemaluan.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16737
حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ مُوسَى بْنِ عَلِيٍّ عَنْ أَبِيهِ قَالَ سَمِعْتُ عُقْبَةَ بْنَ عَامِرٍ الْجُهَنِيَّ يَقُولُثَلَاثُ سَاعَاتٍ كَانَ يَنْهَانَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ نُصَلِّيَ فِيهِنَّ أَوْ أَنْ نَقْبُرَ فِيهِنَّ مَوْتَانَا حِينَ تَطْلُعُ الشَّمْسُ بَازِغَةً حَتَّى تَرْتَفِعَ وَحِينَ يَقُومُ قَائِمُ الظَّهِيرَةِ حَتَّى تَمِيلَ الشَّمْسُ وَحِينَ تَضَيَّفُ لِلْغُرُوبِ حَتَّى تَغْرُبَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Waki’} dari {Musa bin Ali} dari {Bapaknya} ia berkata, saya mendengar {Uqbah bin Amir Al Juhani} berkata, “Ada tiga waktu yang Rasulullah saw. melarang kami untuk melaksanakan shalat di dalamnya atau menguburkan jenazah di dalamnya. Yaitu, saat matahari terbit sampai ia meninggi, saat tengah hari sampai matahari terkelincir dan ketika matahari akan terbenam hingga ia terbenam.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16738
حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي خَالِدٍ عَنْ قَيْسٍ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُنْزِلَتْ عَلَيَّ آيَاتٌ لَمْ يُرَ مِثْلُهُنَّ أَوْ لَمْ نَرَ مِثْلَهُنَّ يَعْنِي الْمُعَوِّذَتَيْنِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Waki’} telah menceritakan kepada kami {Ibnu Abi Khalid} dari {Qais} dari {Uqbah bin Amir} dia berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Telah diturunkan kepadaku beberapa ayat yang belum pernah dilihat semisalnya atau kami belum melihat sepertinya. Yakni, Al Mu’awwidzatain (surat Al Falaq dan surat An Naas).”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16739
حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ عَلِيٍّ عَنْ أَبِيهِ قَالَ سَمِعْتُ عُقْبَةَ بْنَ عَامِرٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمُ عَرَفَةَ وَيَوْمُ النَّحْرِ وَأَيَّامُ التَّشْرِيقِ عِيدُنَا أَهْلَ الْإِسْلَامِ وَهُنَّ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Waki’} telah menceritakan kepada kami {Musa bin Ali} dari {Bapaknya} ia berkata, saya mendengar {Uqbah bin Amir} berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Hari Arafah, hari Nahr dan hari tasyriq adalah hari raya kami kaum muslimin, dan hari-hari itu adalah hari makan-makan dan minum.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16740
حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ عَنْ مُعَاذِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ خُبَيْبٍ عَنْ ابْنِ الْمُسَيَّبِ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ قَالَسَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الْجَذَعِ فَقَالَ ضَحِّ بِهِ لَا بَأْسَ بِهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Waki’} dari {Usamah bin Zaid} dari {Mu’adz bin Abdullah bin Khubaib} dari {Ibnul Musayyab} dari {Uqbah bin Amir} ia berkata, “Saya bertanya kepada Rasulullah saw. tentang Jadza’ (kambing kacang yang berumur enam bulan hingga satu tahun), maka beliau menjawab: “Berkunbanlah dengannya, dan tidak mengapa dengannya.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16741
حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ ابْنِ أَبِي خَالِدٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَائِذٍ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ الْجُهَنِيِّ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ لَقِيَ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ لَا يُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا لَمْ يَتَنَدَّ بِدَمٍ حَرَامٍ دَخَلَ الْجَنَّةَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Waki’} dari {Ibnu Abi Khalid} dari {Abdurrahman bin A`idz} dari {Uqbah bin Amir} ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa berjumpa dengan Allah ‘azza wajalla dengan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun dan tidak pula menumpahkan darah yang haram, nicaya ia akan masuk surga.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16742
حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ قَالَ سَمِعْتُ مُوسَى بْنَ عَلِيِّ بْنِ رَبَاحٍ اللَّخْمِيَّ يَقُولُ سَمِعْتُ أَبِي يَقُولُ سَمِعْتُ عُقْبَةَ بْنَ عَامِرٍ يَقُولُثَلَاثُ سَاعَاتٍ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَنْهَانَا أَنْ نُصَلِّيَ فِيهِنَّ وَأَنْ نَقْبُرَ فِيهِنَّ مَوْتَانَا حِينَ تَطْلُعُ الشَّمْسُ بَازِغَةً حَتَّى تَرْتَفِعَ وَعِنْدَ قَائِمِ الظَّهِيرَةِ حَتَّى تَمِيلَ الشَّمْسُ وَحِينَ تَضَيَّفُ لِلْغُرُوبِ حَتَّى تَغْرُبَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdurrahman bin Mahdi} ia berkata, saya mendengar {Musa bin Ali bin Rabah Al Lakhmi} ia berkata saya mendengar {Bapakku} berkata, saya mendengar {Uqbah bin Amir} berkata, “Ada tiga waktu yang Rasulullah saw. melarang kami untuk melaksanakan shalat di dalamnya atau menguburkan jenazah di dalamnya. Yaitu, saat matahari terbit sampai ia meninggi, saat tengah hari sampai matahari tergelincir dan ketika matahari akan terbenam hingga ia terbenam.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16743
حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ حَدَّثَنَا مُوسَى يَعْنِي ابْنَ عَلِيٍّ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ يَوْمَ النَّحْرِ وَيَوْمَ عَرَفَةَ وَأَيَّامَ التَّشْرِيقِ هُنَّ عِيدُنَا أَهْلَ الْإِسْلَامِ وَهُنَّ أَيَّامُ أَكَلٍ وَشُرْبٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdurrahman} Telah menceritakan kepada kami {Musa} -yakni Ibnu Ali- dari {Bapaknya} dari {Uqbah bin Amir}, bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya hari Nahr (Idul Adlha), hari Arafah dan hari-hari tasyrik, adalah hari raya kami kaum muslimin. Dan hari-hari itu adalah hari makan dan minum.”