Musnad Penduduk Syam
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16764
حَدَّثَنَا أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ حَدَّثَنَا حَيْوَةُ حَدَّثَنَا بَكْرُ بْنُ عَمْرٍو أَنَّ مِشْرَحَ بْنَ هَاعَانَ أَخْبَرَهُ أَنَّهُ سَمِعَ عُقْبَةَ بْنَ عَامِرٍ يَقُولُسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَوْ كَانَ مِنْ بَعْدِي نَبِيٌّ لَكَانَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Abdurrahman} Telah menceritakan kepada kami {Haiwah} Telah menceritakan kepada kami {Bakr bin Amr} bahwa {Misyrah bin Ha’an} mengabarkan kepadanya, bahwa ia mendegar {Uqbah bin Amir} berkata, “Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Sekiranya setelahku ada lagi seorang Nabi, niscaya ia adalah Umar bin Khathab.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16765
حَدَّثَنَا أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ حَدَّثَنَا حَيْوَةُ أَخْبَرَنَا بَكْرُ بْنُ عَمْرٍو أَنَّ مِشْرَحَ بْنَ هَاعَانَ أَخْبَرَهُ أَنَّهُ سَمِعَ عُقْبَةَ بْنَ عَامِرٍ يَقُولُسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ أَهْلُ الْيَمَنِ أَرَقُّ قُلُوبًا وَأَلْيَنُ أَفْئِدَةً وَأَنْجَعُ طَاعَةً
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Abdirrahman} Telah menceritakan kepada kami {Haiwah} telah mengabarkan kepada kami {Bakr bin Amr} bahwa {Misyrah bin Ha’an} mengabarkan kepadanya, bahwa ia mendengar {Uqbah bin Amir} berkata, “Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya penduduk Yaman adalah kuam yang hatinya peka dan lembut, serta lebih konsisten dalam ketaatan.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16766
حَدَّثَنَا أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ حَدَّثَنَا حَيْوَةُ أَخْبَرَنِي بَكْرُ بْنُ عَمْرٍو أَنَّ شُعَيْبَ بْنَ زُرْعَةَ أَخْبَرَهُ قَالَ حَدَّثَنِي عُقْبَةُ بْنُ عَامِرٍ الْجُهَنِيُّ أَنَّهُسَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لِأَصْحَابِهِ لَا تُخِيفُوا أَنْفُسَكُمْ أَوْ قَالَ الْأَنْفُسَ فَقِيلَ لَهُ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا نُخِيفُ أَنْفُسَنَا قَالَ الدَّيْنَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Abdurrahman} Telah menceritakan kepada kami {Haiwah} telah menceritakan kepadaku {Bakr bin Amru} bahwa {Syu’aib bin Zur’ah} mengabarkan kepadanya, ia berkata telah menceritakan kepadaku {Uqbah bin Amir Al Juhani} bahwa ia pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda kepada para sahabatnya: “Janganlah kalian menakut-nakuti diri kalian sendiri.” Lalu ditanyakan kepada beliau, “Wahai Rasulullah, dengan apa kami menakut-nakuti diri kami sendiri? ‘ beliau menjawab: “Dengan utang.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16767
حَدَّثَنَا أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ عَلِيٍّ قَالَ سَمِعْتُ أَبِي يَقُولُ سَمِعْتُ عُقْبَةَ بْنَ عَامِرٍ الْجُهَنِيَّ يَقُولُخَرَجَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمًا وَنَحْنُ فِي الصُّفَّةِ فَقَالَ أَيُّكُمْ يُحِبُّ أَنْ يَغْدُوَ إِلَى بُطْحَانَ أَوْ الْعَقِيقِ فَيَأْتِيَ كُلَّ يَوْمٍ بِنَاقَتَيْنِ كَوْمَاوَيْنِ زَهْرَاوَيْنِ فَيَأْخُذَهُمَا فِي غَيْرِ إِثْمٍ وَلَا قَطْعِ رَحِمٍ قَالَ قُلْنَا كُلُّنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ يُحِبُّ ذَلِكَ قَالَ فَلَأَنْ يَغْدُوَ أَحَدُكُمْ إِلَى الْمَسْجِدِ فَيَتَعَلَّمَ آيَتَيْنِ مِنْ كِتَابِ اللَّهِ خَيْرٌ لَهُ مِنْ نَاقَتَيْنِ وَثَلَاثٌ خَيْرٌ مِنْ ثَلَاثٍ وَأَرْبَعٌ خَيْرٌ مِنْ أَرْبَعٍ وَمِنْ أَعْدَادِهِنَّ مِنْ الْإِبِلِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Abdurrahman} Telah menceritakan kepada kami {Musa bin Ali} ia berkata, saya mendengar {Bapakku} berkata, saya mendengar {Uqbah bin Amir Al Juhani} berkata, “Pada suatu hari Rasulullah saw. keluar menemui kami di Shuffah, beliau bersabda: “Siapa dari kalian yang menyukai berpagi-bagi berangkat ke Buthhan atau Al Aqiq (nama tempat), lalu setiap harinya datang dengan membawa dua ekor unta yang besar punuknya lagi gemuk, ia ambil unta tersebut tanpa berbuat dosa dan dan memutuskan silaturahmi?” Uqbah berkata Kami berkata, “Wahai Rasulullah, kami semua menginginkan hal itu.” beliau bersabda: “Sungguh, seorang dari kalian berpagi-pagi berangkat ke Masjid lalu ia mempelajari dua ayat dari Kitabullah (Al-Quran) adalah lebih baik baginya daripada dua ekor Unta. Dan tiga ayat lebih baik daripada tiga ekor unta serta empat ayat juga lebih baik dari pada empat ekor unta dan dari sejumlah unta.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16768
حَدَّثَنَا أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ حَدَّثَنِي مِشْرَحُ بْنُ هَاعَانَ أَبُو الْمُصْعَبِ الْمَعَافِرِيُّ قَالَ سَمِعْتُ عُقْبَةَ بْنَ عَامِرٍ الْجُهَنِيَّ يَقُولُسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَوْ أَنَّ الْقُرْآنَ فِي إِهَابٍ ثُمَّ أُلْقِيَ فِي النَّارِ مَا احْتَرَقَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Abdirrahman} Telah menceritakan kepada kami {Ibnu Lahi’ah} telah menceritakan kepadaku {Misyrah bin Ha’an Abul Mush’ab Al Ma’afiri} dia berkata, saya mendengar {Uqbah bin Amir Al Juhani} berkata, “Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Sekiranya Al-Quran itu diletakkan pada kulit lalu ia dilemparkan ke dalam api neraka, niscaya ia tidak akan terbakar.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16769
حَدَّثَنَا أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ حَدَّثَنِي أَبُو الْمُصْعَبِ قَالَ سَمِعْتُ عُقْبَةَ يَقُولُسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ أَكْثَرُ مُنَافِقِي هَذِهِ الْأُمَّةِ قُرَّاؤُهَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Abdurrahman} Telah menceritakan kepada kami {Ibnu Lahi’ah} telah menceritakan kepadaku {Abul Mush’ab} ia berkata, saya mendengar {Uqbah bin Amir} berkata, “Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Kebanyakan kaum munafik dari umat ini adalah ada pada para qura`nya (orang-orang yang pandai dalam membaca Al-Qur’an).”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16770
حَدَّثَنَا أَبُو سَلَمَةَ الْخُزَاعِيُّ حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ الْمُغِيرَةِ حَدَّثَنَا مِشْرَحُ بْنُ هَاعَانَ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍعَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ كَانَ يَقُولُ إِنَّ أَكْثَرَ مُنَافِقِي هَذِهِ الْأُمَّةِ لَقُرَّاؤُهَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Salamah Al Khuza’i} Telah menceritakan kepada kami {Al Walid bin Mughirah} Telah menceritakan kepada kami {Misyrah bin Ha’an} dari {Uqbah bin Amir} dari Rasulullah saw., beliau bersabda: “Sungguh, kebanyakan kaum munafik dari umat ini adalah ada pada para qura`nya (orang-orang yang pandai dalam membaca Al-Qur’an).”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16771
حَدَّثَنَا أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ عَنْ مِشْرَحِ بْنِ هَاعَانَ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ قَالَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَفُضِّلَتْ سُورَةُ الْحَجِّ عَلَى الْقُرْآنِ بِأَنْ جُعِلَ فِيهَا سَجْدَتَانِ فَقَالَ نَعَمْ وَمَنْ لَمْ يَسْجُدْهُمَا فَلَا يَقْرَأْهُمَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Abdurrahman} Telah menceritakan kepada kami {Ibnu Lahi’ah} dari {Misyrah bin Ha’an} dari {Uqbah bin Amir} ia berkata, “Saya bertanya kepada Rasulullah saw., “Apakah keutamaan surat Al Hajj itu atas surat-surat Al-Quran yang lain, karena di dalamnya terdapat dua ayat sajadah di dalamnya?” maka beliau menjawab: “Benar. Dan barangisapa tidak sujud (saat membacanya), maka janganlah ia membacanya.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16772
حَدَّثَنَا أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ حَدَّثَنِي مِشْرَحُ بْنُ هَاعَانَ قَالَ سَمِعْتُ عُقْبَةَ بْنَ عَامِرٍ يَقُولُسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ أَسْلَمَ النَّاسُ وَآمَنَ عَمْرُو بْنُ الْعَاصِي
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Abdurrahman} Telah menceritakan kepada kami {Ibnu Lahi’ah} telah menceritakan kepadaku {Misyrah bin Ha’an} ia berkata, saya mendengar {Uqbah bin Amir} berkata, “Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Manusia memeluk Islam, sementara Amru bin Ash (telah) beriman.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16773
حَدَّثَنَا أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ حَدَّثَنَا مُوسَى يَعْنِي ابْنَ أَيُّوبَ الْغَافِقِيَّ حَدَّثَنِي عَمِّي إِيَاسُ بْنُ عَامِرٍ قَالَ سَمِعْتُ عُقْبَةَ بْنَ عَامِرٍ الْجُهَنِيَّ يَقُولُلَمَّا نَزَلَتْ{ فَسَبِّحْ بِاسْمِ رَبِّكَ الْعَظِيمِ }قَالَ لَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اجْعَلُوهَا فِي رُكُوعِكُمْ فَلَمَّا نَزَلَتْ{ سَبِّحْ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى }قَالَ اجْعَلُوهَا فِي سُجُودِكُمْ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Abdurrahman} Telah menceritakan kepada kami {Musa} -yakni Ibnu Ayyub Al Ghafiqi- telah menceritakan kepadaku pamanku {Iyas bin Amir} ia berkata, saya mendengar {Uqbah bin Amir Al Juhani} berkata, “Ketika turun ayat, ‘(Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Rabbmu yang Maha besar) ‘ (Qs. Al Waaqi’ah: 96). Rasulullah saw. bersabda kepada kami: “Jadikanlah ia dalam rukuk kalian.” Dan ketika turun ayat, ‘(Sucikanlah nama Tuhanmu yang Maha Tingi) ‘ (Qs. Al-A’laa: 1). Maka beliau pun bersabda: “Jadikanlah ia dalam sujud kalian.”