Musnad Penduduk Syam
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16804
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ إِسْحَاقَ أَخْبَرَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ عَنْ الْحَارِثِ بْنِ يَزِيدَ عَنْ عَلِيِّ بْنِ رَبَاحٍ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ الْجُهَنِيِّ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ أَنْسَابَكُمْ هَذِهِ لَيْسَتْ بِمَسَبَّةٍ عَلَى أَحَدٍ كُلُّكُمْ بَنُو آدَمَ طَفُّ الصَّاعِ لَمْ تَمْلَئُوهُ لَيْسَ لِأَحَدٍ عَلَى أَحَدٍ فَضْلٌ إِلَّا بِدِينٍ أَوْ تَقْوَى وَكَفَى بِالرَّجُلِ أَنْ يَكُونَ بَذِيًّا بَخِيلًا فَاحِشًا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Ishaq} Telah menceritakan kepada kami {Ibnu Lahi’ah} dari {Yazid bin Harits bin Yazid} dari {Ali bin Rabah} dari {Uqbah bin Amir Al Juhani} ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya nasab-nasab kalian ini bukanlah untuk mencaci maki (merendahkan) seorang pun. Kalian semua adalah anak Adam. Isi sha’ telah jatuh tertumpah dan kalian belum mengisinya. Tidak ada keutamaan bagi seseorang atas yang lainnya kecuali dengan agama atau takwa yang dimilikinya. Cukuplah (kecelakaan bagi seseorang) jika ia seorang yang berkata-kata buruk, bakhil dan berbuat kekejian.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16805
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ إِسْحَاقَ أَخْبَرَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ عَنْ كَعْبِ بْنِ عَلْقَمَةَ حَدَّثَنِي مَوْلًى لِعُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ قَالَ قُلْتُ لِعُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍإِنَّ لَنَا جِيرَانًا يَشْرَبُونَ الْخَمْرَ قَالَ اسْتُرْ عَلَيْهِمْ قَالَ مَا أَسْتُرُ عَلَيْهِمْ أُرِيدُ أَنْ أَذْهَبَ أَجِيءَ بِالشُّرَطِ عَلَيْهِمْ قَالَ فَقَالَ لَهُ عُقْبَةُ وَيْحَكَ مَهْلًا عَلَيْهِمْ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ رَأَى عَوْرَةً فَسَتَرَهَا كَانَ كَمَنْ اسْتَحْيَا مَوْءُودَةً مِنْ قَبْرِهَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ali bin Ishaq} telah mengabarkan kepada kami {Ibnu Lahi’ah} dari {Ka’b bin Alqamah} telah menceritakan kepadaku {budaknya Uqbah bin Amir} ia berkata, “Saya berkata kepada {Uqbah bin Amir}, “Sesungguhnya kami memiliki tetangga yang suka meminum khamer.” Uqbah berkata, “Sembunyikanlah aib mereka.” Budak itu berkata, “Saya tidak akan menutupinya dan saya ingin memangilkan mereka polisi.” Uqbah bin Amir berkata lagi, “Celaka kamu, nasihatilah mereka dengan baik, karena saya pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa melihat aurat lalu ia menutupinya maka seolah-oleh ia telah menghidupkan kembali Mau`udah dari kuburnya.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16806
حَدَّثَنَا يَحْيَى أَخْبَرَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ عَنْ بَكْرِ بْنِ سَوَادَةَ عَنْ رَجِلٍ عَنْ رَبِيعَةَ بْنِ قَيْسٍ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ قَالَسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ ثُمَّ صَلَّى غَيْرَ سَاهٍ وَلَا لَاهٍ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَقَالَ يَحْيَى مَرَّةً غُفِرَ مَا كَانَ قَبْلَهَا مِنْ سَيِّئَةٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya} telah mengabarkan kepada kami {Ibnu Lahi’ah} dari {Bakr bin Sawadah} dari {seorang laki-laki} dari {Rabi’ah bin Qais} dari {Uqbah bin Amir} ia berkata, “Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa berwudhu dan membaguskan wudhunya, lalu ia shalat dengan tidak lupa ataupun lalai, maka akan diampuni dosa-dosanya yang lalu.” Sekali waktu Yahya menyebutkan, “Akan diampuni keburukannya yang telah lalu.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16807
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ إِسْحَاقَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ لَهِيعَةَ حَدَّثَنِي بَكْرُ بْنُ سَوَادَةَ أَنَّ رَجُلًا حَدَّثَهُ عَنْ رَبِيعَةَ بْنِ قَيْسٍ أَنَّهُ حَدَّثَهُ أَنَّهُ سَمِعَ عُقْبَةَ بْنَ عَامِرٍ الْجُهَنِيَّ يَقُولُسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ ثُمَّ صَلَّى صَلَاةً غَيْرَ سَاهٍ وَلَا لَاهٍ كُفِّرَ عَنْهُ مَا كَانَ قَبْلَهَا مِنْ شَيْءٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ali bin Ishaq} Telah menceritakan kepada kami {Abdullah bin Lahi’ah} telah menceritakan kepadaku {Bakr bin Sawadah} bahwa {seorang laki-laki} menceritakan kepadanya dari {Rabi’ah bin Qais} bahwa ia telah menceritakan kepadanya, bahwa ia mendengar {Uqbah bin Amir Al Juhani} berkata, “Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa berwudhu dan membaguskan wudhunya, kemudian ia shalat dengan tidak lupa atau pun lalai, maka akan dihapuskan baginya apa-apa yang telah berlalu.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16808
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ إِسْحَاقَ السِّيْلَحِينِيُّ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ عَنْ رُزَيْقٍ الثَّقَفِيِّ وَقُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ عَنْ رُزَيْقٍ الثَّقَفِيِّ عَنْ ابْنِ شِمَاسَةَ يُحَدِّثُ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ الْجُهَنِيِّ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ لَمْ يَقْبَلْ رُخْصَةَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ كَانَ عَلَيْهِ مِنْ الذُّنُوبِ مِثْلُ جِبَالِ عَرَفَةَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Ishaq As Sailahini} Telah menceritakan kepada kami {Ibnu Lahi’ah} dari {Ruzaiq Ats Tsaqafi} dan {Qutaibah bin Sa’id} Telah menceritakan kepada kami {Ibnu Lahi’ah} dari {Ruzaiq Ats Tsaqafi} dari {Ibnu Syimamah} ia telah menceritakan dari {Uqbah bin Amir Al Juhani} ia berkata, “Rasulullah saw. berabda: “Barangsiapa tidak mau menerima rukhshah (keringanan dari) Allah ‘azza wajalla, maka akan ditimpakan atasnya dosa yang besarnya seperti gunung Arafah.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16809
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ إِسْحَاقَ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي حَبِيبٍ عَنْ ابْنِ شِمَاسَةَ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لَا يَحِلُّ لِامْرِئٍ مُسْلِمٍ أَنْ يُغَيِّبَ مَا بِسِلْعَتِهِ عَنْ أَخِيهِ إِنْ عَلِمَ بِهَا تَرَكَهَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Ishaq} Telah menceritakan kepada kami {Ibnu Lahi’ah} dari {Yazid bin Abu Habib} dari {Ibnu Syimamah} dari {Uqbah bin Amir} ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Seorang muslim itu saudara bagi muslim yang lain, tidak halal bagi seorang muslim menyembunyikan aib yang ada pada barang dagangannya, yang jika saudaaranya mengetahuinya maka ia akan meninggalkannya.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16810
حَدَّثَنَا حُسَيْنُ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا ابْنُ عَيَّاشٍ عَنْ أَسِيدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْخَثْعَمِيِّ عَنْ فَرْوَةَ بْنِ مُجَاهِدٍ اللَّخْمِيِّ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ قَالَلَقِيتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ لِي يَا عُقْبَةُ بْنَ عَامِرٍ صِلْ مَنْ قَطَعَكَ وَأَعْطِ مَنْ حَرَمَكَ وَاعْفُ عَمَّنْ ظَلَمَكَ قَالَ ثُمَّ أَتَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ لِي يَا عُقْبَةُ بْنَ عَامِرٍ أَمْلِكْ لِسَانَكَ وَابْكِ عَلَى خَطِيئَتِكَ وَلْيَسَعْكَ بَيْتُكَ قَالَ ثُمَّ لَقِيتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ لِي يَا عُقْبَةُ بْنَ عَامِرٍ أَلَا أُعَلِّمُكَ سُوَرًا مَا أُنْزِلَتْ فِي التَّوْرَاةِ وَلَا فِي الزَّبُورِ وَلَا فِي الْإِنْجِيلِ وَلَا فِي الْفُرْقَانِ مِثْلُهُنَّ لَا يَأْتِيَنَّ عَلَيْكَ لَيْلَةٌ إِلَّا قَرَأْتَهُنَّ فِيهَا قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ وَقُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ وَقُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِقَالَ عُقْبَةُ فَمَا أَتَتْ عَلَيَّ لَيْلَةٌ إِلَّا قَرَأْتُهُنَّ فِيهَا وَحُقَّ لِي أَنْ لَا أَدَعَهُنَّ وَقَدْ أَمَرَنِي بِهِنَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَكَانَ فَرْوَةُ بْنُ مُجَاهِدٍ إِذَا حَدَّثَ بِهَذَا الْحَدِيثِ يَقُولُ أَلَا فَرُبَّ مَنْ لَا يَمْلِكُ لِسَانَهُ أَوْ لَا يَبْكِي عَلَى خَطِيئَتِهِ وَلَا يَسَعُهُ بَيْتُهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Husain bin Muhmmad} Telah menceritakan kepada kami {Ibnu Ayyas} dari {Asid bin Abdurrahman Al Khats’ami} dari {Farwah bin Mujahid Al Lakhmi} dari {Uqbah bin Amir} ia berkata, “Saya bertemu Rasulullah saw., lalu beliau bersabda kepadaku: “Wahai Uqbah bin Amir, sambunglah (hubungan silaturahim) terhadap orang yang memutuskannya, berikanlah (sesuatu) kepada orang yang telah mengharamkannya untukmu dan maafkanlah orang yang telah menzhalimi kamu.” Uqbah berkata, “Kemudian saya mendatangi Rasulullah saw., beliau lalu bersabda kepadaku: “Wahai Uqbah, jagalah lisanmu, menangislah atas dosa-dosamu dan hendaklah rumahmu memberikan kelapangan untukmu.” Uqbah berkata, “Kemudian saya berjumpa dengan Rasulullah saw., beliau lalu bersabda kepadaku: “Wahai Uqbah bin Amir, tidakkah kamu mau aku ajari beberapa surat yang belum pernah diturunkan semisalnya baik di dalam Taurat, Zabur, Injil atau dalam Al-Qur’an? Janganlah sekali-kali suatu malam mendatangimu kecuali kamu membacanya pada malam itu ‘QUL A’UUDZU BIRABBIL FALAQ’ dan ‘QUL A’UUDZU BIRABBIN NAAS.'” Uqbah berkata, “Maka tidaklah suatu malam mendatangiku kecuali saya membacanya pada malam itu, dan telah wajib atasku untuk tidak meninggalkannya. Hal itu karena Rasulullah saw. telah memerintahkannya kepadaku.” Jika Farwah bin Mujahid menceritakan hadits ini, maka ia akan berkata, “Betapa banyak orang yang tidak mampu menjaga lisannya, atau betapa banyak mereka yang tidak menangis atas dosa-dosanya, dan tidak pula rumahnya memberikan kelapangan.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16811
حَدَّثَنَا يُونُسُ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ عَنْ الْحَارِثِ بْنِ يَزِيدَ عَنْ عَلِيِّ بْنِ رَبَاحٍ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِرَجُلٍ يُقَالُ لَهُ ذُو الْبِجَادَيْنِ إِنَّهُ أَوَّاهٌ وَذَلِكَ أَنَّهُ كَانَ كَثِيرَ الذِّكْرِ لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ فِي الْقُرْآنِ وَيَرْفَعُ صَوْتَهُ فِي الدُّعَاءِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yunus} Telah menceritakan kepada kami {Ibnu Lahi’ah} dari {Harits bin Yazid} dari {Ali bin Rabah} dari {Uqbah bin Amir}, bahwasanya Nabi saw. bersabda kepada seorang laki-laki yang biasa dipanggil Dzul Bijadain: “Sesungguhnya ia adalah seorang Awwaah.” Demikian itu karena ia adalah seorang yang banyak berdzikir kepada Allah ‘azza wajalla di dalam Al-Quran, dan selalu mengeraskan suara saat berdo’a.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16812
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَكْرٍ قَالَ قَالَ ابْنُ جُرَيْجٍوَرَكِبَ أَبُو أَيُّوبَ إِلَى عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ إِلَى مِصْرَ فَقَالَ إِنِّي سَائِلُكَ عَنْ أَمْرٍ لَمْ يَبْقَ مِمَّنْ حَضَرَهُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَّا أَنَا وَأَنْتَ كَيْفَ سَمِعْتَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ فِي سَتْرِ الْمُؤْمِنِ فَقَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ سَتَرَ مُؤْمِنًا فِي الدُّنْيَا عَلَى عَوْرَةٍ سَتَرَهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ يَوْمَ الْقِيَامَةِفَرَجَعَ إِلَى الْمَدِينَةِ فَمَا حَلَّ رَحْلَهُ يُحَدِّثُ هَذَا الْحَدِيثَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Bikr} ia berkata {Ibnu Juraij} berkata, ” {Abu Ayyub} berkendaraan menemui {Uqbah bin Amir} di Mesir. Ia lalu berkata, “Saya ingin bertanya kepadamu tentang suatu perkara, tidak ada yang tersisa dari orang-orang yang telah mendengarnya dari Rasulullah saw. selain aku dan kamu. Apa yang kamu dengar dari Rasulullah saw. mengenai satrul Mukmin (menutupi aib seorang mukmin?” Uqbah lalu menjawab, “Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa menutupi aib seorang mukmin di dunia, maka Allah ‘azza wajalla akan menutupi aibnya kelak pada hari kiamat.” Abu Ayyub kemudian kembali ke Madinah, dan belum tuntas perjalanannya ia telah menceritakan hadits ini.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16813
حَدَّثَنَا حَجَّاجٌ ثَنَا لَيْثٌ حَدَّثَنِي يَزِيدُ بْنُ أَبِي حَبِيبٍ عَنْ أَبِي عِمْرَانَ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ أَنَّهُقَالَ اتَّبَعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ رَاكِبٌ فَوَضَعْتُ يَدِي عَلَى قَدَمِهِ فَقُلْتُ أَقْرِئْنِي سُورَةَ هُودٍ أَوْ سُورَةَ يُوسُفَ فَقَالَ لَنْ تَقْرَأَ شَيْئًا أَبْلَغَ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hajjaj} Telah menceritakan kepada kami {Laits} telah menceritakan kepadaku {Yazid bin Abu Habib} dari {Abu Imran} dari {Uqbah bin Amir} bahwa ia berkata, “Saya mengikuti Rasulullah saw. di atas kendaraannya, lalu saya meletakkan tanganku di atas kakinya seraya berkata, “Bacakanlah kepadaku surat Hud dan surat Yusuf.” Maka beliau bersabda: “Kamu tidak akan pernah membaca surat yang lebih agung di sisi Allah daripada, ‘QUL A’UUDZU BIRABBIL FALAQ’.” (surat Al Falaq).