Musnad Penduduk Syam

Kembali ke Menu Sebelumnya

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16994

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ بَحْرٍ قَالَ حَدَّثَنَا عِيسَى بْنُ يُونُسَ قَالَ حَدَّثَنَا ثَوْرُ بْنُ يَزِيدَ حَدَّثَنِي أَبُو حُمَيْدٍ الرُّعَيْنِيِّ قَالَ أَخْبَرَنِي يَزِيدُ ذُو مِصْرَ قَالَأَتَيْتُ عُتْبَةَ بْنَ عَبْدٍ السُّلَمِيَّ فَقُلْتُ يَا أَبَا الْوَلِيدِ إِنِّي خَرَجْتُ أَلْتَمِسُ الضَّحَايَا فَلَمْ أَجِدْ شَيْئًا يُعْجِبُنِي غَيْرَ ثَرْمَاءَ فَمَا تَقُولُ قَالَ أَلَا جِئْتَنِي بِهَا قُلْتُ سُبْحَانَ اللَّهِ تَجُوزُ عَنْكَ وَلَا تَجُوزُ عَنِّي قَالَ نَعَمْ إِنَّكَ تَشُكُّ وَلَا أَشُكُّ إِنَّمَا نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الْمُصْفَرَّةِ وَالْمُسْتَأْصَلَةِ قَرْنُهَا مِنْ أَصْلِهَا وَالْبَخْقَاءِ وَالْمُشَيَّعَةِ وَالْمُصْفَرَّةُ الَّتِي تُسْتَأْصَلُ أُذُنُهَا حَتَّى يَبْدُوَ صِمَاخُهَا وَالْمُسْتَأْصَلَةُ قَرْنُهَا مِنْ أَصْلِهِ وَالْبَخْقَاءُ الَّتِي تَبْخَقُّ عَيْنُهَا وَالْمُشَيَّعَةُ الَّتِي لَا تَتْبَعُ الْغَنَمَ عَجَفًا وَضَعْفًا وَعَجْزًا وَالْكَسْرَاءُ الَّتِي لَا تُنْقِيقَالَ أَبِي و حَدَّثَنِي أَحْمَدُ بْنُ جَنَابٍ حَدَّثَنَا عِيسَى بْنُ يُونُسَ فَذَكَرَ نَحْوَهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ali bin Bahr} ia berkata Telah menceritakan kepada kami {Isa bin Yunus} ia berkata, Telah menceritakan kepada kami {Tsaur bin Yazid} telah menceritakan kepadaku {Abu Humaid Ar Ru’ani} ia berkata, telah mengabarkan kepadaku {Yazid Dzu Mishr} ia berkata, aku mendatangi {Utbah bin Abdu As Sulami}, lalu aku bertanya, “Wahai Abul Walid, sesungguhnya aku telah keluar mencari hewan kurban namun aku tidak menemukan sesuatu pun yang menggembirakanku selain Tsarmaa` (hewan kurban yang ompong), bagaimanakah menurutmu?” Utbah menjawab, “Bisakah kamu membawakannya padaku?” aku berkata, “Subhanallah, boleh bagimu, sementara bagiku tidak boleh?” Utbah menjawab, “Ya. Karena kamu ragu-ragu, sementara aku tidak ragu-ragu. Sesungguhnya yang dilarang oleh Rasulullah saw. adalah Al Mushfarah (hewan kurban yang telinganya putus hingga terlihat tulang telinganya), hewan yang terpotong tanduknya dari pangkal, Al Bakhqaa` (hewan yang buta matanya), dan Al Musyayyi’ah (hewan yang tidak mengikut kambing-kambin lain karena kurus, lemah dan tidak mampu).” Bapakku berkata telah menceritakan kepadaku {Ahmad bin Janab} Telah menceritakan kepada kami {Isa bin Yunus} …lalu ia menyebutkan sebagaimana hadits tersebut.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16995

حَدَّثَنَا الْحَكَمُ بْنُ نَافِعٍ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ عَيَّاشٍ عَنْ ضَمْضَمِ بْنِ زُرْعَةَ عَنْ شُرَيْحِ بْنِ عُبَيْدٍ عَنْ كَثِيرِ بْنِ مُرَّةَ عَنْ عُتْبَةَ بْنِ عَبْدٍأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْخِلَافَةُ فِي قُرَيْشٍ وَالْحُكْمُ فِي الْأَنْصَارِ وَالدَّعْوَةُ فِي الْحَبَشَةِ وَالْهِجْرَةُ فِي الْمُسْلِمِينَ وَالْمُهَاجِرِينَ بَعْدُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Al Hakam bin Nafi’} Telah menceritakan kepada kami {Ismail bin Ayyasy} dari {Dlamdlam bin Zur’ah} dari {Syuraih bin Ubaid} dari {Katsir bin Murrah} dari {Utbah bin Abdu}, bahwa Nabi saw. bersabda: “Khilafah berada di tangan Quraisy, hukum akan dipengang oleh orang-orang Anshar, dakwah berada di negeri Habasyah dan Hijrah nantinya akan senantiasa ada dalam tubuh kaum muslimin dan Muhajirin.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16996

حَدَّثَنَا حَيْوَةُ بْنُ شُرَيْحٍ حَدَّثَنَا بَقِيَّةُ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ زِيَادٍ أَوْ حَدَّثَنِي مَنْ سَمِعَهُ قَالَ حَدَّثَنِي يَزِيدُ بْنُ زَيْدٍ الْجَوْزَجَانِيُّ قَالَرُحْتُ إِلَى الْمَسْجِدِ فَلَقِيَنِي عُتْبَةُ بْنُ عَبْدٍ الْمَازِنِيُّ فَقَالَ لِي أَيْنَ تُرِيدُ فَقُلْتُ إِلَى الْمَسْجِدِ فَقَالَ أَبْشِرْ فَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَا مِنْ عَبْدٍ يَخْرُجُ مِنْ بَيْتِهِ إِلَى غُدُوٍّ أَوْ رَوَاحٍ إِلَى الْمَسْجِدِ إِلَّا كَانَتْ خُطَاهُ خَطْوَةً كَفَّارَةً وَخَطْوَةً دَرَجَةً
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Haiwah bin Syuraih} Telah menceritakan kepada kami {Baqiyyah} Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ziyad} atau telah menceritakan kepadaku {orang yang telah mendengar} darinya, ia berkata telah menceritakan kepadaku {Yazid bin Ziyad Al Jauzajani} ia berkata, “Aku berjalan menuju masjid, lalu aku berjumpa dengan {Utbah bin Abdul Mazini}, ia lalu bertanya, “Kamu hendak pergi kemana?” aku menjawab, “Mau ke Masjid.” Ia berkata lagi, “Berbahagialah, karena aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, ‘Tidaklah seorang hamba keluar dari rumahnya di waktu pagi atau di sore hari menuju Masjid, kecuali setiap langkah yang ia ayunkan akan menjadi kaffarat dan kedudukannya bertambah satu derajat.'”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16997

حَدَّثَنَا هَيْثَمُ بْنُ خَارِجَةَ أَخْبَرَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ عَيَّاشٍ عَنْ عَقِيلِ بْنِ مُدْرِكٍ السُّلَمِيِّ عَنْ لُقْمَانَ بْنِ عَامِرٍ الْوَصَابِيِّ عَنْ عُتْبَةَ بْنِ عَبْدٍ السُّلَمِيِّ قَالَاسْتَكْسَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَكَسَانِي خَيْشَتَيْنِ فَلَقَدْ رَأَيْتُنِي أَلْبِسُهُمَا وَأَنَا مِنْ أَكْسَى أَصْحَابِي
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Haitsam bin Kharijah} telah mengabarkan kepada kami {Isma’il bin Ayyasy} dari {Aqil bin Mudrik As Sulami} dari {Luqman bin Amir Al Washabi} dari {Utbah bin Abdu As Sulami} ia berkata, “Aku meminta pakaian kepada Rasulullah saw., beliau pun memberiku pakaian yang tipis dengan sulaman kasar (kain termurah). Aku lalu memakai kain tersebut, namun aku lihat bahwa aku adalah orang yang kainnya paling bagus di antara sahabatku.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16998

حَدَّثَنَا مُعَاوِيَةُ بْنُ عَمْرٍو قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو إِسْحَاقَ يَعْنِي الْفَزَارِيَّ عَنْ صَفْوَانَ يَعْنِي ابْنَ عَمْرٍو عَنْ أَبِي الْمُثَنَّى عَنْ عُتْبَةَ بْنِ عَبْدٍ السُّلَمِيِّ وَكَانَ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْقَتْلُ ثَلَاثَةٌ رَجُلٌ مُؤْمِنٌ قَاتَلَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ حَتَّى إِذَا لَقِيَ الْعَدُوَّ قَاتَلَهُمْ حَتَّى يُقْتَلَ فَذَلِكَ الشَّهِيدُ الْمُفْتَخِرُ فِي خَيْمَةِ اللَّهِ تَحْتَ عَرْشِهِ لَا يَفْضُلُهُ النَّبِيُّونَ إِلَّا بِدَرَجَةِ النُّبُوَّةِ وَرَجُلٌ مُؤْمِنٌ قَرَفَ عَلَى نَفْسِهِ مِنْ الذُّنُوبِ وَالْخَطَايَا جَاهَدَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ حَتَّى إِذَا لَقِيَ الْعَدُوَّ قَاتَلَ حَتَّى يُقْتَلَ مُحِيَتْ ذُنُوبُهُ وَخَطَايَاهُ إِنَّ السَّيْفَ مَحَّاءُ الْخَطَايَا وَأُدْخِلَ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شَاءَ فَإِنَّ لَهَا ثَمَانِيَةَ أَبْوَابٍ وَلِجَهَنَّمَ سَبْعَةَ أَبْوَابٍ وَبَعْضُهَا أَفْضَلُ مِنْ بَعْضٍ وَرَجُلٌ مُنَافِقٌ جَاهَدَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ حَتَّى إِذَا لَقِيَ الْعَدُوَّ قَاتَلَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ حَتَّى يُقْتَلَ فَإِنَّ ذَلِكَ فِي النَّارِ السَّيْفُ لَا يَمْحُو النِّفَاقَحَدَّثَنَا يَعْمَرُ بْنُ بِشْرٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ أَخْبَرَنَا صَفْوَانُ بْنُ عَمْرٍو أَنَّ أَبَا الْمُثَنَّى الْأُمْلُوكِيَّ حَدَّثَهُ أَنَّهُ سَمِعَ عُتْبَةَ بْنَ عَبْدٍ السُّلَمِيَّ وَكَانَ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُحَدِّثُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْقَتْلُ ثَلَاثَةٌ فَذَكَرَ مَعْنَاهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Mu’awiyah bin Amru} ia berkata, Telah menceritakan kepada kami {Abu Ishaq} yakni Al Fazari dari {Shafwan} -yakni Ibnu Amru- dari {Abul Mutsanna} dari {Utbah bin Abdu As Sulami} salah seorang dari sahabat Nabi saw., ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya peperangan itu ada tiga macam. Seorang laki-laki mukmin berperang dengan jiwa dan hartanya di jalan Allah, hingga ketika ia bertemu dengan musuh, ia perangi mereka hingga dirinya terbunuh. Itulah orang yangmati syahid, ia berada di dalam kemah Allah di bawah Arys-Nya. Para Nabi tidak lebih mulia dari mereka kecuali karena derajat kenabian saja. Kemudian seorang laki-laki mukmin yang mengharamkan perbuatan dosa dan segala kesalahan atas dirinya, ia berjihad dengan jiwa dan hartanya di jalan Allah, hingga ketika ia bertemu dengan musuh, ia maju menyerbu hingga dirinya terbunuh. Maka dosa dan segala kesalahan-kesahalannya akan dihapus. Sesungguhnya pedang itu merupakan penghapus atas segala kekhilafan. Kemudian ia akan dimasukkan ke dalam surga dari pintu mana saja yang ia kehendaki, surga memiliki delapan pintu sedangkan neraka jahannam mempunyai tujuh pintu, yang sebagian lebih baik dari sebagian yang lain. Sebagiannya adalah lebih utama dari sebagian yang lain. Kemudian (yang ketiga) adalah seorang munafik yang berjihad dengan jiwa dan hartanya sampai saat ia berhadapan dengan pasukan musuh ia pun berperang di jalan Allah hingga ia terbunuh, maka ia akan ditempatkan di dalam neraka. Sesungguhnya pedang itu tidaklah mampu menghapus kemunafikan.” Telah menceritakan kepada kami {Ya’mar bin Bisyr} Telah menceritakan kepada kami {Abdullah} telah mengabarkan kepada kami {Shafwan bin Amru} bahwa {Abul Mutsanna Al Umluki} menceritakan kepadanya, bahwa ia pernah mendengar {Utbah bin Amir As Salumi} salah seorang sahabat Rasulullah saw., beliau bersabda: “Peperangan itu ada tiga macam ….lalu ia menyebutkan makna hadits tersebut.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16999

حَدَّثَنَا الْحَكَمُ بْنُ نَافِعٍ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ عَيَّاشٍ عَنْ ضَمْضَمِ بْنِ زُرْعَةَ عَنْ شُرَيْحِ بْنِ عُبَيْدٍ قَالَكَانَ عُتْبَةُ يَقُولُ عِرْبَاضٌ خَيْرٌ مِنِّي وَعِرْبَاضٌ يَقُولُ عُتْبَةُ خَيْرٌ مِنِّي سَبَقَنِي إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِسَنَةٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Al Hakam bin Nafi’} Telah menceritakan kepada kami {Isma’il bin Ayyas} dari {Dlamdlam bin Zur’ah} dari {Suraih bin Ubaid} ia berkata, ” {Uqbah} berkata, ” {Irbadl} lebih baik dariku.” Sedangkan Irbadl berkata, “Utbah lebih baik dariku, ia lebih dahulu setahun berjumpa dengan Nabi saw.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17000

حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ سَوَّارٍ حَدَّثَنَا لَيْثٌ يَعْنِي ابْنَ سَعْدٍ عَنْ مُعَاوِيَةَ عَنْ رَاشِدِ بْنِ سَعْدٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ قَتَادَةَ السُّلَمِيِّ أَنَّهُ قَالَسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ خَلَقَ آدَمَ ثُمَّ أَخَذَ الْخَلْقَ مِنْ ظَهْرِهِ وَقَالَ هَؤُلَاءِ فِي الْجَنَّةِ وَلَا أُبَالِي وَهَؤُلَاءِ فِي النَّارِ وَلَا أُبَالِي قَالَ فَقَالَ قَائِلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَعَلَى مَاذَا نَعْمَلُ قَالَ عَلَى مَوَاقِعِ الْقَدَرِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Al Hasan bin Sawwar} Telah menceritakan kepada kami {Laits} -yakni Ibnu Sa’d- dari {Mu’awiyah} dari {Rasyid bin Sa’d} dari {Abdurrahman bin Qatadah As Sulami} bahwa ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Allah ‘azza wajalla menciptakan Adam, setelah itu Ia menciptakan manusia dari tulang pungguh Adam lalu seraya berfiman, ‘Mereka itu akan berada di dalam Surga dan Aku tidak memperdulikannya. Kemudian yang itu adalah di dalam neraka dan Aku pun tidak memperdulikannya.'” Kemudian seorang laki-laki bertanya, “Wahai Rasulullah, lantas atas landasan apa kita beramal?” beliau bersabda: “Di atas pijakan takdir.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17001

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ قَالَ قَالَ سُفْيَانُ عَنْ بَيَانٍ وَجَابِرٍ عَنْ عَامِرٍ عَنْ وَهْبِ بْنِ خَنْبَشٍ الطَّائِيِّعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ عُمْرَةٌ فِي رَمَضَانَ تَعْدِلُ حَجَّةً
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Waki’} ia berkata, telah berkata {Sufyan} dari {Bayan} dan {Jabir} dari {Amir} dari {Wahb bin Khanbasy Ath Tha`i} dari Nabi saw., beliau bersabda: “Ibadah Umrah pada bulan Ramadlan menyamai ibadah haji.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17002

حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ قَالَ أَخْبَرَنَا عِكْرِمَةُ بْنُ خَالِدٍ الْمَخْزُومِيُّ عَنْ أَبِيهِ أَوْ عَنْ عَمِّهِ عَنْ جَدِّهِأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فِي غَزْوَةِ تَبُوكَ إِذَا وَقَعَ الطَّاعُونُ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا فَلَا تَخْرُجُوا مِنْهَا وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَلَسْتُمْ بِهَا فَلَا تَقْدَمُوا عَلَيْهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Affan} Telah menceritakan kepada kami {Hammad bin Salamah} ia berkata, telah mengabarkan kepada kami {Ikrimah bin khalid Al Makhzumi} dari {Bapaknya} atau Pamannya dari Kakeknya, bahwa Rasulullah saw. bersabda ketika perang Tabuk: “Jika penyakit Tha’un melanda suatu negeri sedangkan kalian berada di dalamnya, maka janganlah kalian keluar darinya. Dan jika penyakit itu menimpa suatu negeri sedangkan kalian tidak bermukim di dalamnya, maka janganlah kalian mendatanginya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17003

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ عَنْ لَيْثٍ عَنْ شَهْرِ بْنِ حَوْشَبٍ قَالَ أَخْبَرَنِي مَنْ سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ و عَنْ ابْنِ أَبِي لَيْلَى أَنَّهُ سَمِعَ عَمْرَو بْنَ خَارِجَةَ قَالَ لَيْثٌ فِي حَدِيثِهِخَطَبَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ عَلَى نَاقَتِهِ فَقَالَ أَلَا إِنَّ الصَّدَقَةَ لَا تَحِلُّ لِي وَلَا لِأَهْلِ بَيْتِي وَأَخَذَ وَبَرَةً مِنْ كَاهِلِ نَاقَتِهِ فَقَالَ وَلَا مَا يُسَاوِي هَذِهِ أَوْ مَا يَزِنُ هَذِهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdurrazaq} telah mengabarkan kepada kami {Sufyan} dari {Laits} dari {Syahr bin Hausyab} ia berkata, telah mengabarkan kepadaku {seseorang} yang mendengar Nabi saw. Dan dari {Ibnu Abu Laila} bahwa ia mendengar {Amru bin Kharijah} -Laits menyebutkan dalam haditsnya-, “Rasulullah saw. di atas untanya berkhutbah di hadapan kami, beliau mengatakan: “Ketahuilah, sesungguhnya sedekah tidak halal bagiku dan bagi ahli baitku.” Kemudian beliau mengambil bulu rambut dari pundak Untanya seraya bersabda: “Meskipun itu senilai bulu ini, atau seberat bulu ini.”