Musnad Penduduk Syam

Kembali ke Menu Sebelumnya

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16219

حَدَّثَنَا أَبُو الْمُغِيرَةِ حَدَّثَنَا صَفْوَانُ بْنُ عَمْرٍو قَالَ حَدَّثَنِي عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَوْفِ بْنِ مَالِكٍ الْأَشْجَعِيِّ وَخَالِدِ بْنِ الْوَلِيدِأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمْ يُخَمِّسْ السَّلَبَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Al Mughirah} telah menceritakan kepada kami {Shafwan bin ‘Amr} berkata telah menceritakan kepadaku {Abdurrahman bin Jubair bin Nufair} dari {Bapaknya} dari {Auf bin Malik Al Asyja’i} dan {Khalid bin Al Walid} sesungguhnya Nabi saw. tidak menjadikan perhiasan dan harta orang yang terbunuh bagian dari khumus.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16220

حَدَّثَنَا حُسَيْنُ بْنُ عَلِيٍّ الْجُعْفِيُّ عَنْ زَائِدَةَ عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ عُمَيْرٍ قَالَاسْتَعْمَلَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ أَبَا عُبَيْدَةَ بْنَ الْجَرَّاحِ عَلَى الشَّامِ وَعَزَلَ خَالِدَ بْنَ الْوَلِيدِ قَالَ فَقَالَ خَالِدُ بْنُ الْوَلِيدِ بُعِثَ عَلَيْكُمْ أَمِينُ هَذِهِ الْأُمَّةِ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ أَمِينُ هَذِهِ الْأُمَّةِ أَبُو عُبَيْدةَ بْنُ الْجَرَّاحِ قَالَ أَبُو عُبَيْدَةَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ خَالِدٌ سَيْفٌ مِنْ سُيُوفِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ وَنِعْمَ فَتَى الْعَشِيرَةِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Husain bin ‘Ali Al Ja’fi} dari {Za`idah} dari {Abdul Malik bin ‘Umair} berkata ‘Umar bin Khattab pernah mengangkat Abu ‘Ubaidah Ibnu Jarah untuk menjadi pejabat di Syam dan menghentikan {Khalid bin Al Walid}. (Abdul Malik bin ‘Umair Radhiyallahu’anhu) berkata lalu Khalid bin Al Walid berkata “Telah diutus kepada kalian orang kepercayaan umat ini. Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: ‘Orang kepercayaan umat ini adalah Abu ‘Ubaidah Ibnu Jarrah’.” {Abu ‘Ubaidah} berkata “Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: ‘Khalid adalah salah satu pedang daripada pedang-pedang Allah Azzawajalla dan sebaik-baik pemuda sebuah kaum.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16221

حَدَّثَنَا أَبُو النَّضْرِ حَدَّثَنَا حَرِيزٌ عَنْ يَزِيدَ بْنِ صُلَيْحٍ عَنْ ذِي مِخْمَرٍ وَكَانَ رَجُلًا مِنْ الْحَبَشَةِ يَخْدُمُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَكُنَّا مَعَهُ فِي سَفَرٍ فَأَسْرَعَ السَّيْرَ حِينَ انْصَرَفَ وَكَانَ يَفْعَلُ ذَلِكَ لِقِلَّةِ الزَّادِ فَقَالَ لَهُ قَائِلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَدْ انْقَطَعَ النَّاسُ وَرَاءَكَ فَحَبَسَ وَحَبَسَ النَّاسُ مَعَهُ حَتَّى تَكَامَلُوا إِلَيْهِ فَقَالَ لَهُمْ هَلْ لَكُمْ أَنْ نَهْجَعَ هَجْعَةً أَوْ قَالَ لَهُ قَائِلٌ فَنَزَلَ وَنَزَلُوا فَقَالَ مَنْ يَكْلَؤُنَا اللَّيْلَةَ فَقُلْتُ أَنَا جَعَلَنِي اللَّهُ فِدَاءَكَ فَأَعْطَانِي خِطَامَ نَاقَتِهِ فَقَالَ هَاكَ لَا تَكُونُنَّ لُكَعَ قَالَ فَأَخَذْتُ بِخِطَامِ نَاقَةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَبِخِطَامِ نَاقَتِي فَتَنَحَّيْتُ غَيْرَ بَعِيدٍ فَخَلَّيْتُ سَبِيلَهُمَا يَرْعَيَانِ فَإِنِّي كَذَاكَ أَنْظُرُ إِلَيْهِمَا حَتَّى أَخَذَنِي النَّوْمُ فَلَمْ أَشْعُرْ بِشَيْءٍ حَتَّى وَجَدْتُ حَرَّ الشَّمْسِ عَلَى وَجْهِي فَاسْتَيْقَظْتُ فَنَظَرْتُ يَمِينًا وَشِمَالًا فَإِذَا أَنَا بِالرَّاحِلَتَيْنِ مِنِّي غَيْرُ بَعِيدٍ فَأَخَذْتُ بِخِطَامِ نَاقَةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَبِخِطَامِ نَاقَتِي فَأَتَيْتُ أَدْنَى الْقَوْمِ فَأَيْقَظْتُهُ فَقُلْتُ لَهُ أَصَلَّيْتُمْ قَالَ لَا فَأَيْقَظَ النَّاسُ بَعْضُهُمْ بَعْضًا حَتَّى اسْتَيْقَظَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا بِلَالُ هَلْ لِي فِي الْمِيضَأَةِ يَعْنِي الْإِدَاوَةَ قَالَ نَعَمْ جَعَلَنِي اللَّهُ فِدَاءَكَ فَأَتَاهُ بِوَضُوءٍ فَتَوَضَّأَ لَمْ يَلُتَّ مِنْهُ التُّرَابَ فَأَمَرَ بِلَالًا فَأَذَّنَ ثُمَّ قَامَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَصَلَّى الرَّكْعَتَيْنِ قَبْلَ الصُّبْحِ وَهُوَ غَيْرُ عَجِلٍ ثُمَّ أَمَرَهُ فَأَقَامَ الصَّلَاةَ فَصَلَّى وَهُوَ غَيْرُ عَجِلٍ فَقَالَ لَهُ قَائِلٌ يَا نَبِيَّ اللَّهِ أَفْرَطْنَا قَالَ لَا قَبَضَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ أَرْوَاحَنَا وَقَدْ رَدَّهَا إِلَيْنَا وَقَدْ صَلَّيْنَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Nadlr} telah menceritakan kepada kami {Hariz} dari {Yazid bin Shulaih} dari {Dzi Mihmar}, dia adalah seorang laki-laki dari Habasyah yang pernah melayani Nabi saw. Dia berkata “Pernah kami bersama beliau dalam suatu perjalanan, beliau berjalan dengan cepat ketika melakukan perjalanan karena sedikitnya bekal. Lalu ada seseorang yang menegur ‘Wahai Rasulullah, orang-orang telah tertinggal jauh di belakang anda’ Karena teguran ini beliau menghentikan perjalanannya dan beliau ajak orang-orang menghentikan perjalanannya hingga jumlah sahabat lengkap.” Beliau bertanya kepada mereka, “Tidak sebaiknyakah kalian tidur malam sebentar?” –Atau sepertinya ada seseorang yang berkata kepada beliau “lantas beliau singgah dan mereka pun ikut singgah”, lalu beliau bertanya, “Siapa yang hendak menjaga kami pada malam ini?”, Saya berkata “Saya, semoga Allah menjadikanku sebagai tebusan anda, ” lalu beliau memberikan kendali untanya kepadaku lalu bersabda: “Ini dan janganlah kau menjadi orang yang bodoh”. (Dzi Mihmar Al Habasyi Radhiyallahu’anhu) berkata lalu saya mengambil kendali untanya dengan kendali untaku lalu saya menyingkir ke arah yang tidak terlalu jauh, lalu saya lepaskan kedua unta itu dalam keadaan bebas, dan saya terus mengawasi-awasi keduanya sampai saya ketiduran, sehingga saya bisa merasakan panasnya matahari pada wajahku, lalu saya bangun dan saya menoleh ke kanan, ke kiri ternyata saya berada di antara kedua kendaraanku yang jaraknya tidak terlalu jauh dariku. Saya mengambil unta Nabi saw. dengan untaku lalu saya datangi manusia yang terdekat denganku. Orang itu kubangunkan dan saya bertanya, “Apakah kamu telah shalat?” dia menjawab, “Belum, ” lalu orang-orang saling membangunkan satu dengan yang lainnya. Sampai Nabi saw. terbangun lalu bersabda: “Wahai Bilal, apakah ada air untuk wudhu?” Dia menjawab, ‘Iya’, semoga Allah menjadikanku sebagai tawananmu, ” lalu dibawa kepada beliau air wudhu, lalu beliau berwudhu dengan tidak mencampurnya dengan tanah. Lalu beliau memerintahkan Bilal dan langsung mengumandangkan adzan, lalu Nabi saw. berdiri dan shalat dua rekaat sebelum subuh dengan tidak terburu-buru. Bilal disuruhnya mengumandangkan iqamat shalat dengan tergesa-gesa, lalu ada seorang yang berkata “Wahai Nabiyullah, apakah kita berarti telah menyepelekan shalat?” Beliau menjawab, “Tidak, karena Allah Azzawajalla telah mengambil ruh kita, dan Dialah yang akan mengembalikannya lagi, dan kita telah melakukan shalat.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16222

حَدَّثَنَا رَوْحٌ حَدَّثَنَا الْأَوْزَاعِيُّ عَنْ حَسَّانَ بْنِ عَطِيَّةَ عَنْ خَالِدِ بْنِ مَعْدَانَ عَنْ ذِي مِخْمَرٍ رَجُلٍ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ سَتُصَالِحُكُمْ الرُّومُ صُلْحًا آمِنًا ثُمَّ تَغْزُونَ وَهُمْ عَدُوًّا فَتُنْصَرُونَ وَتَسْلَمُونَ وَتَغْنَمُونَ ثُمَّ تَنْصُرُونَ الرُّومَ حَتَّى تَنْزِلُوا بِمَرْجٍ ذِي تُلُولٍ فَيَرْفَعُ رَجُلٌ مِنْ النَّصْرَانِيَّةِ صَلِيبًا فَيَقُولُ غَلَبَ الصَّلِيبُ فَيَغْضَبُ رَجُلٌ مِنْ الْمُسْلِمِينَ فَيَقُومُ إِلَيْهِ فَيَدُقُّهُ فَعِنْدَ ذَلِكَ يَغْدِرُ الرُّومُ وَيَجْمَعُونَ لِلْمَلْحَمَةِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Rauh} telah menceritakan kepada kami {Al Auza’i} dari {Hassan bin ‘Athiyyah} dari {Khalid bin Ma’dan} dari {Dzi Mikhmar, salah seorang sahabat Nabi saw.} berkata saya telah mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Orang Romawi akan membuat perjanjian kepada kalian dengan suatu perjanjian damai lalu kalian berperang sedangkan mereka adalah musuh, lalu kalian diberi pertolongan dan kalian selamat dan mendapatkan rampasan. Lalu kalian bisa mengalahkan bangsa Romawi sampai kalian di tempat yang sangat subur dan luas yaitu di Dzi Tulul, lalu ada seorang Nasrani yang mengangkat salib lalu berkata ‘Salib telah menang’. Lalu ada seorang muslim yang marah, lalu dia berdiri dan memukulnya, maka saat itu orang Romawi berkhianat dan mereka berkumpul untuk menghadapi perang besAr besaran’.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16223

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مُصْعَبٍ هُوَ الْقُرْقُسَائِيُّ قَالَ حَدَّثَنَا الْأَوْزَاعِيُّ عَنْ حَسَّانَ بْنِ عَطِيَّةَ عَنْ خَالِدِ بْنِ مَعْدَانَ عَنْ جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ عَنْ ذِي مِخْمَرٍعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ تُصَالِحُونَ الرُّومَ صُلْحًا آمِنًا وَتَغْزُونَ أَنْتُمْ وَهُمْ عَدُوًّا مِنْ وَرَائِهِمْ فَتَسْلَمُونَ وَتَغْنَمُونَ ثُمَّ تَنْزِلُونَ بِمَرْجٍ ذِي تُلُولٍ فَيَقُومُ إِلَيْهِ رَجُلٌ مِنْ الرُّومِ فَيَرْفَعُ الصَّلِيبَ وَيَقُولُ أَلَا غَلَبَ الصَّلِيبُ فَيَقُومُ إِلَيْهِ رَجُلٌ مِنْ الْمُسْلِمِينَ فَيَقْتُلُهُ فَعِنْدَ ذَلِكَ تَغْدِرُ الرُّومُ وَتَكُونُ الْمَلَاحِمُ فَيَجْتَمِعُونَ إِلَيْكُمْ فَيَأْتُونَكُمْ فِي ثَمَانِينَ غَايَةً مَعَ كُلِّ غَايَةٍ عَشْرَةُ آلَافٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Mu’sab} yaitu Al Qurqusa`i telah menceritakan kepada kami {Al Auza’i} dari {Hassan bin ‘Athiyyah} dari {Khalid bin Ma’dan} dari {Jabir bin Nufair} dari {Dzi Mikhmar} dari Nabi saw. bersabda: “Kalian akan membuat perjanjian damai kepada Orang Romawi, kalian berperang sedangkan kalian dan mereka adalah sama-sama musuh, ada musuh dari belakang mereka. Lalu kalian selamat dan mendapatkan rampasan. Lalu kalian tinggal di tempat yang sangat subur dan luas di Dzi Tulul, lalu ada seorang Romawi yang berdiri dan mengangkat salib lalu berkata ‘Ketahuilah salib telah menang’. Lalu ada seorang muslim yang berdiri dan membunuhnya. Maka saat itu orang Romawi berkhianat dan terjadilah pembunuhan yang sangat dahsyat dan mereka berkumpul untuk menyerang kalian. Mereka mendatangi kalian dalam delapan puluh bendera dan di setiap bendera ada sepuluh ribu orang.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16224

حَدَّثَنَا عَبْدُ الْقُدُّوسِ أَبُو الْمُغِيرَةِ قَالَ حَدَّثَنَا حَرِيزٌ يَعْنِي ابْنَ عُثْمَانَ الرَّحَبِيَّ قَالَ حَدَّثَنَا رَاشِدُ بْنُ سَعْدٍ الْمَقْرَائِيُّ عَنْ أَبِي حَيٍّ عَنْ ذِي مِخْمَرٍأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ كَانَ هَذَا الْأَمْرُ فِي حِمْيَرَ فَنَزَعَهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ مِنْهُمْ فَجَعَلَهُ فِي قُرَيْشٍوَ سَ يَ عُ و دُ إِ لَ يْ هِ مْ وَكَذَا كَانَ فِي كِتَابِ أَبِي مُقَطَّعًا وَحَيْثُ حَدَّثَنَا بِهِ تَكَلَّمَ عَلَى الِاسْتِوَاءِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdul Qudus Abu Al Mughirah} berkata telah menceritakan kepada kami {Hariz} yaitu Ibnu ‘Utsman Ar Rahabi, berkata telah menceritakan kepada kami {Rasyid bin Sa’d bin Al Maqra`i} dari {Abu Hay} dari {Dzi Mihmar} sesungguhnya Rasulullah saw. bersabda: ” Urusan kepemimpinan ini akan berada di Himyar, lantas Allah Azzawajalla mencabutnya dari mereka, lalu memindahkannya kepada orang Quraisy: WA SA YA ‘U DU `I LAI HIM (selanjutnya akan kembali kepada mereka) ” demikian yang tertulis dalam kitab bapakku, redaksi s e l a n j u t n y a dalam keadaan terputus-putus, sebagaimana dia telah menceritakan kepada kami, sama ketika dia membacanya.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16225

حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ أَخْبَرَنَا هِشَامٌ الدَّسْتُوَائِيُّ قَالَ أَبِي وَأَبُو عَامِرٍ الْعَقَدِيُّ قَالَ حَدَّثَنَا هِشَامٌ عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ عَنْ عِيسَى بْنِ طَلْحَةَ قَالَ أَبُو عَامِرٍ فِي حَدِيثِهِ قَالَ حَدَّثَنِي عِيسَى بْنُ طَلْحَةَ قَالَدَخَلْنَا عَلَى مُعَاوِيَةَ فَنَادَى الْمُنَادِي بِالصَّلَاةِ فَقَالَ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ فَقَالَ مُعَاوِيَةُ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ فَقَالَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ قَالَ مُعَاوِيَةُ وَأَنَا أَشْهَدُ قَالَ أَبُو عَامِرٍ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ قَالَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ قَالَ مُعَاوِيَةُ وَأَنَا أَشْهَدُ قَالَ أَبُو عَامِرٍ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ قَالَ يَحْيَى فَحَدَّثَنَا رَجُلٌ أَنَّهُ لَمَّا قَالَ حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ قَالَ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ قَالَ مُعَاوِيَةُ هَكَذَا سَمِعْتُ نَبِيَّكُمْ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Isma’il bin Ibrahim} telah mengabarkan kepada kami {Hisyam Ad-Dastuwa`i} bapakku berkata dan {Abu ‘Amir Al ‘Aqadi} berkata berkata telah menceritakan kepada kami {Hisyam} dari {Yahya bin Abu Katsir} dari {Muhammad bin Ibrahim} dari {‘Isa bin Thalhah} Abu ‘Amr berkata dalam hadisnya. berkata telah menceritakan kepadaku ‘Isa bin Thalhah berkata kami menemui {Mu’awiyah} lalu ada seorang yang memanggil untuk shalat lalu membaca: ALLAHU AKBAR (Allah Maha Besar), ALLAHU AKBAR, lalu Mu’awiyah berkata ALLAHU AKBAR ALLAHU AKBAR, lalu orang itu membaca, ASYHADU AN LAA ILAAHA ILLA ALLAH, Mu’awiyah membaca: WA ANA ASYHADU, Abu ‘Amir berkata AN LAA ILAAHA ILLA ALLAH. Orang itu membaca, ASYHADU ANNA MUHAMMADAR RASULULLAH. Mu’awiyah membaca: WA ANA ASYHADU, Abu ‘Amir berkata ANNA MUHAMMADAR RASULULLAH. Yahya berkata lalu ada seorang laki-laki yang menceritakan kepada kami, bahwa tatkala orang itu membaca, HAYYA ‘ALAS SHALAAH, (Mu’awiyah Radhiyallahu’anhu) membaca, LAA HAULA WA LAA QUWWATA ILLAA BILLLAAH. Mu’awiyah berkata demikian saya mendengar Nabi kalian membacanya.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16226

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ عَمْرِو بْنِ مُرَّةَ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ قَالَقَدِمَ مُعَاوِيَةُ الْمَدِينَةَ فَخَطَبَنَا وَأَخْرَجَ كُبَّةً مِنْ شَعَرٍ فَقَالَ مَا كُنْتُ أَرَى أَنَّ أَحَدًا يَفْعَلُهُ إِلَّا الْيَهُودَ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَلَغَهُ فَسَمَّاهُ الزُّورَ أَوْ الزِّيرَ شَكَّ مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {‘Amr bin Murrah} dari {Sa’id bin Musayyab} berkata {Mu’awiyah} datang ke Madinah lalu dia berkhutbah dan mengeluarkan seikat rambut lalu berkata saya tidak pernah melihat seorangpun yang melakukannya kecuali orang Yahudi. Sesungguhnya Rasulullah saw., sampai kepada beliau lalu beliau memberi nama dengan kebohongan dan kebatilan, Muhammad bin Ja’far ragu.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16227

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ حَبِيبِ بْنِ الشَّهِيدِ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا مِجْلَزٍ قَالَدَخَلَ مُعَاوِيَةُ عَلَى عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الزُّبَيْرِ وَابْنِ عَامِرٍ قَالَ فَقَامَ ابْنُ عَامِرٍ وَلَمْ يَقُمْ ابْنُ الزُّبَيْرِ قَالَ وَكَانَ الشَّيْخُ أَوْزَنَهُمَا قَالَ قَالَ مَهْ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ أَحَبَّ أَنْ يَمْثُلَ لَهُ عِبَادُ اللَّهِ قِيَامًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنْ النَّارِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Habib bin Asy Syahid} berkata saya telah mendengar {Abu Mijlaz} berkata {Mu’awiyah} menemui Abdullah bin Az Zubair dan Abu ‘Amir. Dia berkata lalu Abu ‘Amir berdiri dan Abu Az Zubair tidak melakukannya dan dia adalah seorang syaikh yang paling bijak. Dia berkata “Tahan”. Lalu Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa yang suka jika hamba Allah berdiri baginya, bersiap-siaplah ia menempati neraka.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16228

قَالَ عَبْد اللَّهِ وَجَدْتُ هَذَا الْحَدِيثَ فِي كِتَابِ أَبِي بِخَطِّ يَدِهِ قَالَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَكْرٍ وَهُوَ البُرْسَانِيُّ قَالَ أَنْبَأَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ قَالَ حَدَّثَنِي عَمْرُو بْنُ يَحْيَى أَنَّ عِيسَى بْنَ عُمَرَ أَخْبَرَهُ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَلْقَمَةَ بْنِ وَقَّاصٍ عَنْ عَلْقَمَةَ بْنِ وَقَّاصٍ قَالَإِنِّي لَعِنْدَ مُعَاوِيَةَ إِذْ أَذَّنَ مُؤَذِّنُهُ فَقَالَ مُعَاوِيَةُ كَمَا قَالَ الْمُؤَذِّنُ حَتَّى إِذَا قَالَ حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ قَالَ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ فَلَمَّا قَالَ حَيَّ عَلَى الْفَلَاحِ قَالَ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ وَقَالَ بَعْدَ ذَلِكَ مَا قَالَ الْمُؤَذِّنُ ثُمَّ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ ذَلِكَ
Terjemahan: Abdullah berkata saya mendapatkan hadis ini pada kitab bapak saya dengan tulisan tangan dia sendiri, berkata telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Bakr} yaitu Al Bursani, berkata telah memberitakan kepada kami {Ibnu Juraij} berkata telah menceritakan kepadaku {‘Amr bin Yahya} sesungguhnya {Isa bin ‘Umar} mengabarinya, dari {Abdullah bin ‘Alqamah bin Waqash} dari {‘Alqamah bin Waqash} berkata saya berada pada {Mu’awiyah} ketika ada seorang penyeru yang mengumandangkan lalu Mu’awiyah membaca sebagaimana yang dibaca muadzin sampai pada perkataan,: HAYYA ‘ALAS SHALAAH (marilah menegakkan shalat), (Mu’awiyah Radhiyallahy’anhu) membaca, LA HAULA WA LA QUWWATA ILLA BILLLAAH. Tatkala dia membaca, HAYYA ‘ALAL FALAAH, (Mu’awiyah Radhiyallahu’anhu) berkata LA HAULA WA LA QUWWATA ILLA BILLLAH. Dan setelah itu membaca sebagaimana yang diucapkan muadzin lalu berkata saya telah mendengar Nabi kalian membaca demikian.