Musnad Penduduk Syam

Kembali ke Menu Sebelumnya

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16399

حَدَّثَنَا مُحَمَّدٌ هُوَ ابْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ إِسْحَاقَ هُوُ ابْنُ سُوَيْدٍ عَنْ أَبِي حَبِيبَةَ عَنْ ذَلِكَ الرَّجُلِ قَالَأَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلِي حَاجَةٌ فَرَأَى عَلَيَّ خَلُوقًا فَقَالَ اذْهَبْ فَاغْسِلْهُ فَغَسَلْتُهُ ثُمَّ عُدْتُ إِلَيْهِ فَقَالَ اذْهَبْ فَاغْسِلْهُ فَذَهَبْتُ فَوَقَعْتُ فِي بِئْرٍ فَأَخَذْتُ مِشْقَةً فَجَعَلْتُ أَتَتَبَّعُهُ ثُمَّ عُدْتُ إِلَيْهِ فَقَالَ حَاجَتُكَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad} yaitu Ibnu Ja’far, telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Ishaq} yaitu Ibnu Suwaid, dari {Abu Habibah} dari {seorang laki-laki} berkata saya menemui Nabi saw. pada saat itu saya memiliki keperluan, lalu beliau melihatku dalam keadaan memakai wangi-wangian yang berwarna kuning, lalu beliau bersabda: “Pergilah dan cucilah, ” saya pun mencucinya. Saya kembali kepada beliau, dan beliau bersabda: “Pergilah dan cucilah, ” saya pun pergi. Saya datang ke sumur, saya mengambil sepotong kain, saya mengunakannya. Saya kembali, lalu beliau bersabda: “Apa keperluanmu.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16400

حَدَّثَنَا غُنْدَرٌ قَالَ حَدَّثَنَا عِكْرِمَةُ بْنُ عَمَّارٍ قَالَ حَدَّثَنِي شَدَّادُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ وَكَانَ قَدْ أَدْرَكَ نَفَرًا مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ أَبِي أُمَامَةَ عَنْ عَمْرِو بْنِ عَبَسَةَ قَالَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ عَلِّمْنِي مِمَّا عَلَّمَكَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ قَالَ إِذَا صَلَّيْتَ الصُّبْحَ فَأَقْصِرْ عَنْ الصَّلَاةِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ فَإِذَا طَلَعَتْ فَلَا تُصَلِّ حَتَّى تَرْتَفِعَ فَإِنَّهَا تَطْلُعُ حِينَ تَطْلُعُ بَيْنَ قَرْنَيْ شَيْطَانٍ وَحِينَئِذٍ يَسْجُدُ لَهَا الْكُفَّارُ فَإِذَا ارْتَفَعَتْ قِيدَ رُمْحٍ أَوْ رُمْحَيْنِ فَصَلِّ فَإِنَّ الصَّلَاةَ مَشْهُودَةٌ مَحْضُورَةٌ حَتَّى يَعْنِي يَسْتَقِلَّ الرُّمْحُ بِالظِّلِّ ثُمَّ أَقْصِرْ عَنْ الصَّلَاةِ فَإِنَّهَا حِينَئِذٍ تُسْجَرُ جَهَنَّمُ فَإِذَا أَفَاءَ الْفَيْءُ فَصَلِّ فَإِنَّ الصَّلَاةَ مَشْهُودَةٌ مَحْضُورَةٌ حَتَّى تُصَلِّيَ الْعَصْرَ فَإِذَا صَلَّيْتَ الْعَصْرَ فَأَقْصِرْ عَنْ الصَّلَاةِ حَتَّى تَغْرُبَ الشَّمْسُ فَإِنَّهَا تَغْرُبُ بَيْنَ قَرْنَيْ شَيْطَانٍ فَحِينَئِذٍ يَسْجُدُ لَهَا الْكُفَّارُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ghundar} berkata telah menceritakan kepada kami {Ikrimah bin ‘Ammar} berkata telah bercerita kepadaku {Syaddad bin Abdullah} dia bertemu beberapa sahabat Nabi saw., dari {Abu Umamah} dari {‘Amr bin ‘Abasah} berkata saya berkata “Wahai Rasulullah, ajarilah saya dari apa yang Allah Azzawajalla ajarkan kepadamu.” Beliau bersabda: “Jika kamu selesai shalat subuh, maka tahanlah sampai matahari terbit. Jika telah terbit, janganlah kamu shalat sampai meninggi, sesungguhnya matahari terbit ketika dua tanduk setan muncul. Saat itu orang-orang kafir sedang bersujud padanya. Jika matahari telah naik seukuran tombak atau dua tombak, maka shalatlah, sesungguhnya shalat saat itu disaksikan dan dihadiri malaikat, sampai tombak dan bayangannya sama. Lalu tahanlah shalat setelahnya, karena pada saat itu Jahanam sedang dinyalakan. Jika telah ada bayangannya maka shalatlah, sesungguhnya shalat saat itu disaksikan dan dihadiri malaikat, sampai kamu shalat asar. Jika kamu telah shalat asar, maka janganlah shalat sampai matahari terbenam. Sesungguhnya matahari itu terbenam diantara dua tanduk setan, yang pada saat itu orang-orang kafir sedang sujud kepadanya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16401

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ أَبِي الْفَيْضِ عَنْ سُلَيْمِ بْنِ عَامِرٍ قَالَكَانَ مُعَاوِيَةُ يَسِيرُ بِأَرْضِ الرُّومِ وَكَانَ بَيْنَهُمْ وَبَيْنَهُ أَمَدٌ فَأَرَادَ أَنْ يَدْنُوَ مِنْهُمْ فَإِذَا انْقَضَى الْأَمَدُ غَزَاهُمْ فَإِذَا شَيْخٌ عَلَى دَابَّةٍ يَقُولُ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ وَفَاءٌ لَا غَدْرٌ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ كَانَ بَيْنَهُ وَبَيْنَ قَوْمٍ عَهْدٌ فَلَا يَحِلَّنَّ عُقْدَةً وَلَا يَشُدَّهَا حَتَّى يَنْقَضِيَ أَمَدُهَا أَوْ يَنْبِذَ إِلَيْهِمْ عَلَى سَوَاءٍ فَبَلَغَ ذَلِكَ مُعَاوِيَةَ فَرَجَعَ وَإِذَا الشَّيْخُ عَمْرُو بْنُ عَبَسَةَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} berkata Telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Abu Al Faidl} dari {Sulaim bin ‘Amr} berkata Mu’awiyah berjalan di Negeri Romawi, antara dia dan mereka ada jarak yang panjang, lalu dia hendak mendekati mereka. Setelah jarak selesai ditempuh, dia langsung menyerang mereka. Tiba-tiba seorang tua yang berada pada kendaraannya berkata “ALLAH AKBAR, ALLAH AKBAR, penuhilah janji, jangan ada khianat, sebab Rasulullah saw. bersabda: ‘Barangsiapa mengikat perjanjian dengan suatu kaum, maka tidak boleh melepasnya, dan tidak boleh menariknya hingga selesai batas waktunya, atau keduanya sama-sama membatalkan.” Kata-kata ini sampai ke telinga Mu’awiyah, dia pun kembali. Orang yang sudah tua itu adalah {‘Amru bin ‘Abasah}.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16402

حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ قَالَ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ عَيَّاشٍ عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي عَمْرٍو السَّيْبَانِيِّ عَنْ أَبِي سَلَّامٍ الدِّمَشْقِيِّ وَعَمْرِو بْنِ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّهُمَا سَمِعَا أَبَا أُمَامَةَ الْبَاهِلِيَّ يُحَدِّثُ عَنْ حَدِيثِ عَمْرِو بْنِ عَبَسَةَ السُّلَمِيِّ قَالَرَغِبْتُ عَنْ آلِهَةِ قَوْمِي فِي الْجَاهِلِيَّةِ فَذَكَرَ الْحَدِيثَ قَالَ فَسَأَلْتُ عَنْهُ فَوَجَدْتُهُ مُسْتَخْفِيًا بِشَأْنِهِ فَتَلَطَّفْتُ لَهُ حَتَّى دَخَلْتُ عَلَيْهِ فَسَلَّمْتُ عَلَيْهِ فَقُلْتُ لَهُ مَا أَنْتَ فَقَالَ نَبِيٌّ فَقُلْتُ وَمَا النَّبِيُّ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ فَقُلْتُ وَمَنْ أَرْسَلَكَ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ قُلْتُ بِمَاذَا أَرْسَلَكَ فَقَالَ بِأَنْ تُوصَلَ الْأَرْحَامُ وَتُحْقَنَ الدِّمَاءُ وَتُؤَمَّنَ السُّبُلُ وَتُكَسَّرَ الْأَوْثَانُ وَيُعْبَدَ اللَّهُ وَحْدَهُ لَا يُشْرَكُ بِهِ شَيْءٌ قُلْتُ نِعْمَ مَا أَرْسَلَكَ بِهِ وَأُشْهِدُكَ أَنِّي قَدْ آمَنْتُ بِكَ وَصَدَّقْتُكَ أَفَأَمْكُثُ مَعَكَ أَمْ مَا تَرَى فَقَالَ قَدْ تَرَى كَرَاهَةَ النَّاسِ لِمَا جِئْتُ بِهِ فَامْكُثْ فِي أَهْلِكَ فَإِذَا سَمِعْتُمْ بِي قَدْ خَرَجْتُ مَخْرَجِي فَأْتِنِي فَذَكَرَ الْحَدِيثَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Al Yaman} berkata Telah menceritakan kepada kami {Isma’il bin ‘Ayyasy} dari {Yahya bin Abu ‘Amr As-Syaibani} dari {Abu Sallam Ad-Dimasyqi} dan {‘Amr bin Abdullah} sesungguhnya keduanya telah mendengar {Abu Umamah Al Bahili} menceritakan dari hadits {‘Amr bin ‘Abasah As-Sulami} berkata “Saya sangat membenci tuhan-tuhan kaumku pada Masa Jahiliyyah, ” lalu dia menyebutkan haditsnya. (‘Amr bin ‘Abasah As-Sulami Radhiyallahu’anhu) berkata lalu saya bertanya tentang keberadaan nabi, dan saya pun mendapatkan nabi dalam keadaan menyembunyikan diri dari keramaian orang. Saya berusaha menemuinya dengan cara menyamar hingga saya bisa menemuinya, saya ucapkan salam kepadanya, lalu saya bertanya, “Siapakah kamu.” Beliau menjawab, “Nabi.” Saya (‘Amr bin ‘Abasah As-Sulami Radhiyallahu’anhu) berkata “Apakah nabi itu?” lalu beliau menjawab, “Rasulullah.” saya bertanya, “Siapakah yang mengutus kamu?.” Beliau menjawab, “Allah Azzawajalla.” Saya bertanya, “Dengan apa?” beliau menjawab, “Agar kamu menyambung silaturrahim, melindungi darah, mengamankan jalan, berhala dihancurkan, Allah semata yang disembah dan tidak ada sekutu bagi-Nya sesuatupun.” Saya berkata “Sangat bagus risalah yang karenanya kau diutus. Saya bersaksi sesungguhnya saya beriman kepadamu, dan saya mempercayaimu, apakah saya harus tinggal bersamamu atau bagaimana pendapatmu?” Maka beliau bersabda: “Kamu telah melihat kebencian orang-orang atas apa yang saya bawa, maka tinggallah di keluargamu. Jika suatu hari nanti kamu mendengarku dan saya telah keluar dari tempat persembunyianku, datangilah saya, ” lalu dia menyebutkan hadits secara lengkap.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16403

حَدَّثَنَا عَتَّابُ بْنُ زِيَادٍ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ حَدَّثَنَا السَّرِيُّ بْنُ يَحْيَى عَنْ كَثِيرِ بْنِ زِيَادٍ قَالَ قَالَ ابْنُ عَبَسَةَرَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَضْمَضَ وَاسْتَنْشَقَ فِي رَمَضَانَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Attab bin Ziyad} berkata Telah menceritakan kepada kami {Abdullah} Telah menceritakan kepada kami {As-Sari bin Yahya} dari {Katsir bin Ziyad} berkata {Ibnu ‘Abasah} berkata “Saya pernah melihat Rasulullah saw. berkumur dan memasukkan air ke dalam hidung pada bulan Ramadlan.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16404

حَدَّثَنَا بَهْزٌ قَالَ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ حَدَّثَنَا يَعْلَى بْنُ عَطَاءٍ عَنْ يَزِيدَ بْنِ طَلْقٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ الْبَيْلَمَانِيِّ عَنْ عَمْرِو بْنِ عَبَسَةَ قَالَأَتَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ أَسْلَمَ يَعْنِي مَعَكَ فَقَالَ حُرٌّ وَعَبْدٌ يَعْنِي أَبَا بَكْرٍ وَبِلَالًا فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ عَلِّمْنِي مِمَّا تَعْلَمُ وَأَجْهَلُ هَلْ مِنْ السَّاعَاتِ سَاعَةٌ أَفْضَلُ مِنْ الْأُخْرَى قَالَ جَوْفُ اللَّيْلِ الْآخِرُ أَفْضَلُ فَإِنَّهَا مَشْهُودَةٌ مُتَقَبَّلَةٌ حَتَّى تُصَلِّيَ الْفَجْرَ ثُمَّ انْهَهُ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ مَا دَامَتْ كَالْحَجَفَةِ حَتَّى تَنْتَشِرَ فَإِنَّهَا تَطْلُعُ بَيْنَ قَرْنَيْ شَيْطَانٍ وَيَسْجُدُ لَهَا الْكُفَّارُ ثُمَّ تُصَلِّي فَإِنَّهَا مَشْهُودَةٌ مُتَقَبَّلَةٌ حَتَّى يَسْتَوِيَ الْعَمُودُ عَلَى ظِلِّهِ ثُمَّ انْهَهُ فَإِنَّهَا سَاعَةٌ تُسْجَرُ فِيهَا الْجَحِيمُ فَإِذَا زَالَتْ فَصَلِّ فَإِنَّهَا مَشْهُودَةٌ مُتَقَبَّلَةٌ حَتَّى تُصَلِّيَ الْعَصْرَ ثُمَّ انْهَهُ حَتَّى تَغْرُبَ الشَّمْسُ فَإِنَّهَا تَغْرُبُ بَيْنَ قَرْنَيْ شَيْطَانٍ وَيَسْجُدُ لَهَا الْكُفَّارُوَكَانَ عَمْرُو بْنُ عَبَسَةَ يَقُولُ أَنَا رُبُعُ الْإِسْلَامِ وَكَانَ عَبْدُ الرَّحْمَنِ يُصَلِّي بَعْدَ الْعَصْرِ رَكْعَتَيْنِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Bahz} berkata Telah menceritakan kepada kami {Hammad bin Salamah} Telah menceritakan kepada kami {Ya’la bin ‘Atha`} dari {Yazid bin Thalq} dari {Abdurrahman bin Al Bailamani} dari {‘Amr bin ‘Abasah} berkata saya telah mendatangi Rasulullah saw. lalu saya berkata “Wahai Rasulullah, siapa yang telah masuk Islam bersama kamu?” Beliau menjawab, “Orang merdeka dan budak, yaitu Abu Bakar dan Bilal.” Lalu saya berkata “Wahai Rasulullah, ajarilah aku, apa yang kamu ketahui dan saya tidak mengetahuinya, apakah pada waktu itu ada satu waktu yang lebih utama dari yang lainnya?” Beliau bersabda: “Pertengahan malam yang terakhir itu adalah yang paling utama, karena pada saat itu disaksikan malaikat dan dikabulkan sampai kamu shalat fajar. Kemudian tinggalkanlah sampai matahari terbit, sebagaimana tameng, sampai dia tersebar, karena saat itu sedang terbit diantara dua tanduk setan dan orang-orang kafir sedang bersujud kepadanya, lalu shalatlah karena disaksikan dan dikabulkan sampai keadaan tiang sama dengan bayangannya, lalu tinggalkanlah, karena pada saat itu neraka Jahim sedang dinyalakan. Jika telah bergeser, shalatlah, sesungguhnya shalat ketika itu disaksikan malaikat dan dikabulkan sampai kamu shalat ashar, lalu janganlah kau lakukan sampai matahari tenggelam, sesungguhnya saat itu sedang berada pada dua tanduk setan dan orang-orang kafir sujud kepadanya.” ‘Amr bin ‘Abasah berkata saya adalah rubu’ Islam (seperempat) dan Abdurrahman shalat setelah asar dua rekaat.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16405

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يَزِيدَ أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْمُقْرِيُّ حَدَّثَنَا عِكْرِمَةُ يَعْنِي ابْنَ عَمَّارٍ حَدَّثَنَا شَدَّادُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الدِّمَشْقِيُّ وَكَانَ قَدْ أَدْرَكَ نَفَرًا مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَقَالَ أَبُو أُمَامَةَ يَا عَمْرُو بْنَ عَبَسَةَ صَاحِبَ الْعَقْلِ عَقْلِ الصَّدَقَةِ رَجُلٌ مِنْ بَنِي سُلَيْمٍ بِأَيِّ شَيْءٍ تَدَّعِي أَنَّكَ رُبُعُ الْإِسْلَامِ قَالَ إِنِّي كُنْتُ فِي الْجَاهِلِيَّةِ أَرَى النَّاسَ عَلَى ضَلَالَةٍ وَلَا أَرَى الْأَوْثَانَ شَيْئًا ثُمَّ سَمِعْتُ عَنْ رَجُلٍ يُخْبِرُ أَخْبَارَ مَكَّةَ وَيُحَدِّثُ أَحَادِيثَ فَرَكِبْتُ رَاحِلَتِي حَتَّى قَدِمْتُ مَكَّةَ فَإِذَا أَنَا بِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُسْتَخْفٍ وَإِذَا قَوْمُهُ عَلَيْهِ جُرَآءُ فَتَلَطَّفْتُ لَهُ فَدَخَلْتُ عَلَيْهِ فَقُلْتُ مَا أَنْتَ قَالَ أَنَا نَبِيُّ اللَّهِ فَقُلْتُ وَمَا نَبِيُّ اللَّهِ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ قَالَ قُلْتُ آللَّهُ أَرْسَلَكَ قَالَ نَعَمْ قُلْتُ بِأَيِّ شَيْءٍ أَرْسَلَكَ قَالَ بِأَنْ يُوَحَّدَ اللَّهُ وَلَا يُشْرَكَ بِهِ شَيْءٌ وَكَسْرِ الْأَوْثَانِ وَصِلَةِ الرَّحِمِ فَقُلْتُ لَهُ مَنْ مَعَكَ عَلَى هَذَا قَالَ حُرٌّ وَعَبْدٌ أَوْ عَبْدٌ وَحُرٌّ وَإِذَا مَعَهُ أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي قُحَافَةَ وَبِلَالٌ مَوْلَى أَبِي بَكْرٍ قُلْتُ إِنِّي مُتَّبِعُكَ قَالَ إِنَّكَ لَا تَسْتَطِيعُ ذَلِكَ يَوْمَكَ هَذَا وَلَكِنْ ارْجِعْ إِلَى أَهْلِكَ فَإِذَا سَمِعْتَ بِي قَدْ ظَهَرْتُ فَالْحَقْ بِي قَالَ فَرَجَعْتُ إِلَى أَهْلِي وَقَدْ أَسْلَمْتُ فَخَرَجَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُهَاجِرًا إِلَى الْمَدِينَةِ فَجَعَلْتُ أَتَخَبَّرُ الْأَخْبَارَ حَتَّى جَاءَ رَكَبَةٌ مِنْ يَثْرِبَ فَقُلْتُ مَا هَذَا الْمَكِّيُّ الَّذِي أَتَاكُمْ قَالُوا أَرَادَ قَوْمُهُ قَتْلَهُ فَلَمْ يَسْتَطِيعُوا ذَلِكَ وَحِيلَ بَيْنَهُمْ وَبَيْنَهُ وَتَرَكْنَا النَّاسَ سِرَاعًا قَالَ عَمْرُو بْنُ عَبَسَةَ فَرَكِبْتُ رَاحِلَتِي حَتَّى قَدِمْتُ عَلَيْهِ الْمَدِينَةَ فَدَخَلْتُ عَلَيْهِ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَتَعْرِفُنِي قَالَ نَعَمْ أَلَسْتَ أَنْتَ الَّذِي أَتَيْتَنِي بِمَكَّةَ قَالَ قُلْتُ بَلَى فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ عَلِّمْنِي مِمَّا عَلَّمَكَ اللَّهُ وَأَجْهَلُ قَالَ إِذَا صَلَّيْتَ الصُّبْحَ فَأَقْصِرْ عَنْ الصَّلَاةِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ فَإِذَا طَلَعَتْ فَلَا تُصَلِّ حَتَّى تَرْتَفِعَ فَإِنَّهَا تَطْلُعُ حِينَ تَطْلُعُ بَيْنَ قَرْنَيْ شَيْطَانٍ وَحِينَئِذٍ يَسْجُدُ لَهَا الْكُفَّارُ فَإِذَا ارْتَفَعَتْ قِيدَ رُمْحٍ أَوْ رُمْحَيْنِ فَصَلِّ فَإِنَّ الصَّلَاةَ مَشْهُودَةٌ مَحْضُورَةٌ حَتَّى يَسْتَقِلَّ الرُّمْحُ بِالظِّلِّ ثُمَّ أَقْصِرْ عَنْ الصَّلَاةِ فَإِنَّهَا حِينَئِذٍ تُسْجَرُ جَهَنَّمُ فَإِذَا فَاءَ الْفَيْءُ فَصَلِّ فَإِنَّ الصَّلَاةَ مَشْهُودَةٌ مَحْضُورَةٌ حَتَّى تُصَلِّيَ الْعَصْرَ فَإِذَا صَلَّيْتَ الْعَصْرَ فَأَقْصِرْ عَنْ الصَّلَاةِ حَتَّى تَغْرُبَ الشَّمْسُ فَإِنَّهَا تَغْرُبُ حِينَ تَغْرُبُ بَيْنَ قَرْنَيْ شَيْطَانٍ وَحِينَئِذٍ يَسْجُدُ لَهَا الْكُفَّارُ قُلْتُ يَا نَبِيَّ اللَّهِ أَخْبِرْنِي عَنْ الْوُضُوءِ قَالَ مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ يَقْرَبُ وَضُوءَهُ ثُمَّ يَتَمَضْمَضُ وَيَسْتَنْشِقُ وَيَنْتَثِرُ إِلَّا خَرَجَتْ خَطَايَاهُ مِنْ فَمِهِ وَخَيَاشِيمِهِ مَعَ الْمَاءِ حِينَ يَنْتَثِرُ ثُمَّ يَغْسِلُ وَجْهَهُ كَمَا أَمَرَهُ اللَّهُ تَعَالَى إِلَّا خَرَجَتْ خَطَايَا وَجْهِهِ مِنْ أَطْرَافِ لِحْيَتِهِ مِنْ الْمَاءِ ثُمَّ يَغْسِلُ يَدَيْهِ إِلَى الْمِرْفَقَيْنِ إِلَّا خَرَجَتْ خَطَايَا يَدَيْهِ مِنْ أَطْرَافِ أَنَامِلِهِ ثُمَّ يَمْسَحُ رَأْسَهُ إِلَّا خَرَجَتْ خَطَايَا رَأْسِهِ مِنْ أَطْرَافِ شَعَرِهِ مَعَ الْمَاءِ ثُمَّ يَغْسِلُ قَدَمَيْهِ إِلَى الْكَعْبَيْنِ كَمَا أَمَرَهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلَّا خَرَجَتْ خَطَايَا قَدَمَيْهِ مِنْ أَطْرَافِ أَصَابِعِهِ مَعَ الْمَاءِ ثُمَّ يَقُومُ فَيَحْمَدُ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ وَيُثْنِي عَلَيْهِ بِالَّذِي هُوَ لَهُ أَهْلٌ ثُمَّ يَرْكَعُ رَكْعَتَيْنِ إِلَّا خَرَجَ مِنْ ذَنْبِهِ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ وَلَدَتْهُ أُمُّهُقَالَ أَبُو أُمَامَةَ يَا عَمْرُو بْنَ عَبَسَةَ انْظُرْ مَا تَقُولُ أَسَمِعْتَ هَذَا مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُعْطَى هَذَا الرَّجُلُ كُلَّهُ فِي مَقَامِهِ قَالَ فَقَالَ عَمْرُو بْنُ عَبَسَةَ يَا أَبَا أُمَامَةَ لَقَدْ كَبِرَتْ سِنِّي وَرَقَّ عَظْمِي وَاقْتَرَبَ أَجَلِي وَمَا بِي مِنْ حَاجَةٍ أَنْ أَكْذِبَ عَلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ وَعَلَى رَسُولِهِ لَوْ لَمْ أَسْمَعْهُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَّا مَرَّةً أَوْ مَرَّتَيْنِ أَوْ ثَلَاثًا لَقَدْ سَمِعْتُهُ سَبْعَ مَرَّاتٍ أَوْ أَكْثَرَ مِنْ ذَلِكَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdullah bin Yazid, Abu Abdurrahman Al Muqri} Telah menceritakan kepada kami {Ikrimah} yaitu Ibnu ‘Ammar, telah menceritakan kepada kami {Syaddad bin Abdullah Al Dimasyqi}, dia salah seorang yang bertemu beberapa sahabat Nabi saw. berkata {Abu Umamah} berkata Wahai {‘Amr bin ‘Abasah}, orang yang punya kepandaian, kepandaian dalam zakat, seorang dari Bani Sulaim, dengan apa kamu mengaku bahwa kamu adalah orang ke empat masuk Islam?. Dia menjawab, “Dahulu saya di masa Jahiliyyah, saya melihat orang-orang berada pada kesesatan, dan saya memandang bahwa berhala tidak ada ada apa-apanya, lalu saya mendengar seseorang yang menyampaikan berita-berita Makkah dan menceritakan beberapa hadis, lalu kunaiki kendaraanku sampai saya tiba di Makkah. Saya menemui Rasulullah saw., beliau melakukan kegiatan secara sembunyi-sembunyi karena kaumnya menyiksanya dengan gangguan dan siksaan. Saya berusaha menemuinya dengan cara menyamar sehingga kutemui beliau, lalu saya berkata “Siapakah anda?” lalu beliau menjawab, “Saya adalah Nabiyullah.” Saya bertanya, “Apakah Nabiyullah itu?” beliau bersabda: “Rasulullah.” (‘Amr bin ‘Abasah Radhiyallahu’anhu) berkata saya bertanya, “Apakah Allah yang telah mengutusmu.” Beliau menjawab, “Ya.” Saya bertanya, “Dengan apa Dia mengutusmu?” beliau menjawab, “Agar kamu mengesakan Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatupun, menghancurkan berhala-berhala, menyambung silaturrahim.” Saya berkata kepadanya, “Siapa orang yang telah bersama anda dalam hal ini?” Beliau menjawab, “Orang merdeka dan budak, ” atau “Budak dan orang merdeka.” Dan ternyata bersamanya Abu Bakar bin Abu Quhafah dan Bilal budak Abu Bakar.” Lalu saya berkata “Saya akan mengikutimu.” Beliau bersabda: “Kamu tidak akan bisa pada hari ini, tapi pulanglah ke keluargamu, jika kamu mendengar tentangku telah menang maka susullah aku.” (‘Amr bin ‘Abasah Radhiyallahu’anhu) berkata “Saya pulang menemui keluargaku dan saya waktu itu telah masuk Islam. Lalu Rasulullah saw. keluar berhijrah ke Madinah, saya mencari kabar sampai datanglah orang yang mengendarai unta dalam sebuah perjalanan dari Yatsrib, lalu saya berkata Siapa orang Makkah ini yang datang kepada kalian? ‘ Mereka menjawab, “Itu adalah seseorang yang kaumnya hendak membunuhnya, namun mereka tidak mampu, antara dia dan mereka tidak pernah ada titik temu, lalu kami tinggalkan orang-orang dengan cepat.” ‘Amr bin ‘Abasah berkata “Lalu saya menaiki kendaraanku sampai saya bisa menemuinya di Madinah, lalu saya menjumpainya, saya berkata kepadanya, ‘Wahai Rasulullah, apakah anda mengenal saya? ‘ Beliau bersabda: “Ya, bukankah kamu orang yang telah mendatangi saya di Makkah?” (‘Amr bin ‘Abasah Radhiyallahu’anhu) berkata lalu saya berkata “Ya. Wahai Rasulullah, ajarkan kepadaku apa yang Allah ajarkan kepada anda sedang saya tidak mengetahuinya.” Beliau bersabda: “Jika kamu melaksanakan shalat subuh, maka tinggalkanlah shalat sampai matahari terbit. Jika matahari telah terbit, janganlah shalat sampai naik, karena saat itu terbit diantara dua tanduk setan dan pada saat itu orang-orang kafir sedang bersujud kepadanya. Jika telah naik seukuran satu atau dua tombak, shalatlah! Sesungguhnya shalat itu disaksikan dan dihadiri, sampai keadaan tiang sama dengan bayangannya, lalu tinggalkanlah shalat, karena pada saat itu neraka Jahanam sedang dinyalakan. Jika telah bergeser, shalatlah sesungguhnya disaksikan dan dihadiri sehingga kamu shalat asar. Jika kamu telah shalat asar, lalu tahanlah shalat sampai matahari tenggelam, sesungguhnya matahari tenggelam antara dua tanduk setan dan pada saat itu orang-orang kafir sujud kepadanya.” Saya berkata “Wahai Nabiyullah kabarkan kepadaku tentang wudhu?” Beliau bersabda: “Tidak salah seorang di antara kalian yang membaguskan wudhunya lalu dia berkumur dan ber-istinsaq (memasukkan air ke dalam hidung) dan mengeluarkan kembali kecuali akan keluar kesalahannya dari mulutnya dan hidungnya bersama air ketika dia mengeluarkannya, lalu dia mencuci wajahnya sebagaimana yang telah Allah Ta’ala perintahkan, kecuali akan keluar kesalahan wajahnya dari ujung jenggotnya. Lalu dia mencuci kedua tangannya sampai pada kedua sikunya, kecuali akan keluar kesalahan kedua tangannya dari ujung jarinya. Lalu dia mengusap kepalanya, kecuali akan keluar dari kesalahan kepalanya dari ujung rambutnya. Kemudian dia mencuci kedua kakinya, sampai ke dua matakakinya sebagaimana yang Allah Azzawajalla perintahkan kepadanya, kecuali akan keluar kesalahan kedua kakinya dari ujung jari-jarinya bersama air, lalu dia berdiri dan memuji Allah Azzawajalla dengan sesuai yang memang menjadi kewajiban baginya, lalu dia shalat dua kali kecuali akan keluar dari dosanya sebagaimana keadaan saat dia dilahirkan oleh ibunya.” Abu Umamah berkata “Wahai ‘Amr bin ‘Abasah, lihatlah apa yang kamu katakan, apakah kamu telah mendengatnya dari Rasulullah saw., apakah orang ini diberi semuanya pada kedudukannya.” (Abu Umamah RA) berkata “‘Amr bin ‘Abasah berkata ‘Wahai Abu Umamah, sungguh saya telah tua, tulangku telah lemah, ajalku telah mendekat dan saya tidak ada keperluan untuk berdusta atas Allah Azzawajalla dan Rasul-Nya. Bahkan saya mendengarnya dari Rasulullah saw. tidak sekali, dua kali atau tiga kali, sungguh saya telah mendengarnya tujuh kali atau lebih dari itu’.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16406

حَدَّثَنَا الْحَكَمُ بْنُ نَافِعٍ حَدَّثَنَا حَرِيزٌ عَنْ سُلَيْمٍ يَعْنِي ابْنَ عَامِرٍ أَنَّ شُرَحْبِيلَ بْنَ السِّمْطِ قَالَ لِعَمْرِو بْنِ عَبَسَةَ حَدِّثْنَا حَدِيثًا لَيْسَ فِيهِ تَزَيُّدٌ وَلَا نِسْيَانٌ قَالَ عَمْرٌوسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ أَعْتَقَ رَقَبَةً مُسْلِمَةً كَانَتْ فِكَاكَهُ مِنْ النَّارِ عُضْوًا بِعُضْوٍ وَمَنْ شَابَ شَيْبَةً فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَانَتْ لَهُ نُورًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَمَنْ رَمَى بِسَهْمٍ فَبَلَغَ فَأَصَابَ أَوْ أَخْطَأَ كَانَ كَمَنْ أَعْتَقَ رَقَبَةً مِنْ وَلَدِ إِسْمَاعِيلَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Al Hakam bin Nafi’} Telah menceritakan kepada kami {Hariz} dari {Sulaim} yaitu Ibnu ‘Amr, sesungguhnya {Syurahbil Al Samth} berkata kepada {‘Amr bin ‘Abasah} Telah menceritakan kepada kami dengan suatu hadits yang di dalamnya tidak ada tambahan atau hal yang dilupakan. ‘Amr berkata saya telah mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa membebaskan seorang budak muslim, maka dari setiap anggota tubuh budak itu akan membebaskannya dari neraka. Barangsiapa yang beruban di jalan Allah, maka dia akan mendapatkan cahaya pada Hari Kiamat. Barangsiapa yang melempar dengan satu panah lalu sampai dan tepat sasarannya atau meleset, maka sebagaimana orang yang membebaskan budak dari anak Isma’il.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16407

حَدَّثَنَا أَسْوَدُ بْنُ عَامِرٍ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ يَعْنِي ابْنَ عَيَّاشٍ عَنْ عَاصِمٍ عَنْ شَهْرِ بْنِ حَوْشَبٍ عَنْ أَبِي أُمَامَةَ قَالَأَتَيْنَاهُ فَإِذَا هُوَ جَالِسٌ يَتَغَلَّ فِي جَوْفِ الْمَسْجِدِ قَالَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا تَوَضَّأَ الْمُسْلِمُ ذَهَبَ الْإِثْمُ مِنْ سَمْعِهِ وَبَصَرِهِ وَيَدَيْهِ وَرِجْلَيْهِقَالَ فَجَاءَ أَبُو ظَبْيَةَ وَهُوَ يُحَدِّثُنَا فَقَالَ مَا حَدَّثَكُمْ فَذَكَرْنَا لَهُ الَّذِي حَدَّثَنَا قَالَ فَقَالَ أَجَلْ سَمِعْتُ عَمْرَو بْنَ عَبَسَةَ ذَكَرَهُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَزَادَ فِيهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ رَجُلٍ يَبِيتُ عَلَى طُهْرٍ ثُمَّ يَتَعَارَّ مِنْ اللَّيْلِ فَيَذْكُرُ وَيَسْأَلُ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ خَيْرًا مِنْ خَيْرِ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ إِلَّا آتَاهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِيَّاهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Aswad bin ‘Amir} berkata Telah menceritakan kepada kami {Abu Bakar} yaitu Ibnu ‘Ayyasy, dari {‘Ashim} dari {Syahr bin Hausyab} dari {Abu Umamah} berkata kami mendatangi beliau, ternyata beliau pada saat itu sedang duduk beribadah di tengah masjid. (Abu Umamah Radhiyallahu’anhu) berkata Rasulullah saw. bersabda: “Jika seorang muslim berwudhu, niscaya dosa akan hilang dari pendengarannya, penglihatannya, kedua tangannya dan kedua kakinya.” Lalu {Abu Zhabiyah} datang dan dia menceritakan kepada kami, lalu berkata ‘Apa yang telah dia sampaikan kepada kalian? ‘, lalu kami sampaikan apa yang telah disampaikan kepada kami.”Lalu dia berkata ‘ya. Saya telah mendengar {‘Amr bin ‘Abasah} menyebutkannya, dari Rasulullah saw. dan menambahkan di dalamnya, berkata Rasulullah saw. bersabda: ‘Tidaklah seorang laki-laki yang bermalam dalam keadaan suci, lalu dia bangun dari malamnya, lalu dia berdzikir dan meminta kepada Allah Azzawajalla kebaikan dari kebaikan dunia dan akhirat, kecuali Allah Azzawajalla memberikan kepadanya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16408

حَدَّثَنَا رَوْحٌ قَالَ حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ سَالِمِ بْنِ أَبِي الْجَعْدِ عَنْ مَعْدَانَ بْنِ أَبِي طَلْحَةَ عَنْ أَبِي نَجِيحٍ السُّلَمِيِّ قَالَحَاصَرْنَا مَعَ نَبِيِّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حِصْنَ الطَّائِفِ فَسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ بَلَغَ بِسَهْمٍ فَلَهُ دَرَجَةٌ فِي الْجَنَّةِ قَالَ فَبَلَغْتُ يَوْمَئِذٍ سِتَّةَ عَشَرَ سَهْمًا فَسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ رَمَى بِسَهْمٍ فِي سَبِيلِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ فَهُوَ عِدْلُ مُحَرَّرٍ وَمَنْ شَابَ شَيْبَةً فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَانَتْ لَهُ نُورًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَأَيُّمَا رَجُلٍ مُسْلِمٍ أَعْتَقَ رَجُلًا مُسْلِمًا فَإِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ جَاعِلٌ وَفَاءَ كُلِّ عَظْمٍ مِنْ عِظَامِهِ عَظْمًا مِنْ عِظَامِ مُحَرَّرِهِ مِنْ النَّارِ وَأَيُّمَا امْرَأَةٍ مُسْلِمَةٍ أَعْتَقَتْ امْرَأَةً مُسْلِمَةً فَإِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ جَاعِلٌ وَفَاءَ كُلِّ عَظْمٍ مِنْ عِظَامِهَا عَظْمًا مِنْ عِظَامِ مُحَرَّرِهَا مِنْ النَّارِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Rauh} berkata Telah menceritakan kepada kami {Hisyam bin Abu Abdullah} dari {Qatadah} dari {Salim bin Abu Al Ja’d} dari {Ma’dan bin Abu Thalhah} dari {Abu Najih As-Sulami} berkata kami bersama Nabiyullah saw. mengepung benteng Thaif, lalu saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa melemparkan satu panah, dia mendapatkan satu derajat di surga.” (Abu Najih As-Sulami Radhiyallahu’anhu) berkata “Maka pada saat itu saya melemparkan enam belas panah, lalu saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: ‘Barangsiapa melempar satu panah di jalan Allah Azzawajalla, maka setara dengan membebaskan seorang budak’, barangsiapa yang beruban satu uban di jalan Allah, dia mendapatkan cahaya pada Hari Kiamat. Setiap orang muslim yang membebaskan seorang budak laki-laki muslim, Allah Azzawajalla akan membebaskan tiap-tiap anggota badannya dari neraka lantaran tiap anggota badan budak yang dibebaskan. Dan setiap wanita muslimah yang membebaskan seorang budak wanita muslim, Allah Azzawajalla membebaskan tiap-tiap anggota badannya dari neraka lantaran tiap anggota badan budak muslimah yang dibebaskan.”