Musnad Penduduk Syam

Kembali ke Menu Sebelumnya

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17034

حَدَّثَنَا الْحَكَمُ بْنُ مُوسَى قَالَ عَبْد اللَّهِ وَسَمِعْتُهُ أَنَا مِنْ الْحَكَمِ قَالَ حَدَّثَنَا بَقِيَّةُ قَالَ وَحَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْيَحْصَبِيُّ قَالَ سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ بُسْرٍ صَاحِبَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا جَاءَ الْبَابَ يَسْتَأْذِنُ لَمْ يَسْتَقْبِلْهُ يَقُولُ يَمْشِي مَعَ الْحَائِطِ حَتَّى يَسْتَأْذِنَ فَيُؤْذَنَ لَهُ أَوْ يَنْصَرِفَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Al Hakam bin Musa}, Abdullah berkata saya mendengarnya dari {Al Hakam} ia berkata, Telah menceritakan kepada kami {Baqiyyah} ia berkata, telah menceritakan kepadaku {Muhammad bin Abdurrahman Al Yahshabi} ia berkata, saya mendengar {Abdullah bin Busr} salah seorang sahabat Nabi saw., berkata, “Jika Rasulullah saw. mendatangi pintu rumah orang lain maka beliau akan meminta izin terlebih dahulu dan tidak menghadap ke arah depan pintu.” Abdullah berkata, “Beliau berjalan-jalan di samping dinding rumah hingga beliau mendapatkan izin, jika tidak maka beliau pergi.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17035

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ يَزِيدَ بْنِ خُمَيْرٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُسْرٍ قَالَنَزَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى أَبِي قَالَ فَقَرَّبْنَا لَهُ طَعَامًا وَوَطْبَةً فَأَكَلَ مِنْهَا ثُمَّ أُتِيَ بِتَمْرٍ فَكَانَ يَأْكُلُهُ وَيُلْقِي النَّوَى بِأُصْبُعَيْهِ يَجْمَعُ السَّبَّابَةَ وَالْوُسْطَى قَالَ شُعْبَةُ هُوَ ظَنِّي وَهُوَ فِيهِ إِنْ شَاءَ اللَّهُ ثُمَّ أُتِيَ بِشَرَابٍ فَشَرِبَهُ ثُمَّ نَاوَلَهُ الَّذِي عَنْ يَمِينِهِ قَالَ فَقَالَ أَبِي وَأَخَذَ بِلِجَامِ دَابَّتِهِ ادْعُ اللَّهَ لَنَا قَالَ اللَّهُمَّ بَارِكْ لَهُمْ فِيمَا رَزَقْتَهُمْ وَاغْفِرْ لَهُمْ وَارْحَمْهُمْحَدَّثَنَا رَوْحٌ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ يَزِيدَ بْنِ خُمَيْرٍ قَالَ سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ بُسْرٍ يُحَدِّثُ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَارَهُمْ فَذَكَرَ مَعْنَى حَدِيثِ ابْنِ جَعْفَرٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} Telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Yazid bin Khumair} dari {Abdullah bin Busr} ia berkata, “Rasulullah saw. pernah mampir di rumah bapakku, maka kami segera menghidangkan makanan dan Wathbah (tempat susu yang terbuat dari kulit), dan beliau pun memakannya. Setelah itu disuguhkan pula buah kurma kepada beliau, beliau lalu makan buah tersebut dan membuang bijinya dengan menggunakan dua jarinya jari telunjuk dan jari tengah.” Syu’bah berkata, “Menurut perkiraanku, beliau membuangnya dari dalam mulut -insyaallah-.” Kemudian beliau diambilkan minuman, beliau lalu meminumnya, setelah itu bekas minuman tersebut beliau berikan kepada orang yang berada di sebelah kanannya.” Abdullah berkata, “Sambil memegang tali kekang unta beliau, bapakku berkata, “Berdo’alah kepada Allah untuk kami.” Maka beliau pun berdo’a: “ALLAHUMMA BAARIK LAHUM FIIMAA RAZAQTAHUM, WAGHFIR LAHUM, WARHAMHUM (Ya Allah, berkahilah rizki yang Engkau karuniakan kepada mereka, ampun dan sayangilah mereka.” Telah menceritakan kepada kami {Rauh} Telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Yazid bin Khumair} ia berkata, saya mendengar {Abdullah bin Busr} menceritakan dari {Bapaknya}, bahwa Rasulullah saw. mengunjungi mereka…lalu ia menyebutkan makna hadits Ibnu Ja’far.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17036

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ عَنْ مُعَاوِيَةَ يَعْنِي ابْنَ صَالِحٍ عَنْ أَبِي الزَّاهِرِيَّةِ قَالَكُنْتُ جَالِسًا مَعَ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُسْرٍ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فَجَاءَ رَجُلٌ يَتَخَطَّى رِقَابَ النَّاسِ وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْطُبُ فَقَالَ اجْلِسْ فَقَدْ آذَيْتَ وَآنَيْتَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdurrahman bin Mahdi} dari {Mu’awiyah} -yakni Ibnu Shalih- dari {Abu Zahiriyyah} ia berkata, “Saya pernah duduk bersama {Abdullah bin Busr} pada hari Jum’at. Lalu datanglah seorang laki-laki dengan melangkahi pundak orang-orang, sementara Rasulullah saw. sedang berkhutbah. Maka beliau pun bersabda: “Duduklah, sungguh kamu telah menyakiti orang dan mengurangi (kesempurnaan shalat).”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17037

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ عَنْ مُعَاوِيَةَ يَعْنِي ابْنَ صَالِحٍ عَنْ عَمْرِو بْنِ قَيْسٍ قَالَ سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ بُسْرٍ يَقُولُجَاءَ أَعْرَابِيَّانِ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ أَحَدُهُمَا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ النَّاسِ خَيْرٌ قَالَ مَنْ طَالَ عُمْرُهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ وَقَالَ الْآخَرُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ شَرَائِعَ الْإِسْلَامِ قَدْ كَثُرَتْ عَلَيَّ فَمُرْنِي بِأَمْرٍ أَتَثَبَّتُ بِهِ فَقَالَ لَا يَزَالُ لِسَانُكَ رَطْبًا بِذِكْرِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdurrahman bin Mahdi} dari {Mu’awiyah} -yakni Ibnu Shalih- dari {Amru bin Qais} ia berkata, saya mendengar {Abdullah bin Busr} berkata, “Dua orang Arab dusun datang menemui Rasulullah saw. Kemudian salah seorang dari keduanya bertanya, “Wahai Rasulullah, siapakah manusia yang paling baik?” beliau menjawab: “Orang yang panjang umurnya, dan baik amalannya.” Sementara yang lagi berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami telah banyak mendapat pengajaran tentang syariat Islam, maka perintahkanlah padaku suatu amalan yang bisa aku gunakan sebagai pedoman!” Beliau pun bersabda: “Hendaklah lisanmu selalu basah dengan dzikir kepada Allah Azza Wa Jalla.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17038

حَدَّثَنَا أَبُو النَّضْرِ قَالَ حَدَّثَنَا حَرِيزُ بْنُ عُثْمَانَ قَالَسَأَلْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ بُسْرٍ صَاحِبَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَكَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَيْخًا قَالَ كَانَ أَشَبَّ مِنْ ذَلِكَ وَلَكِنْ كَانَ فِي لِحْيَتِهِ وَرُبَّمَا قَالَ فِي عَنْفَقَتِهِ شَعَرَاتٌ بِيضٌ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu An Nadlr} ia berkata, Telah menceritakan kepada kami {Hariz bin Utsman} ia berkata, saya pernah bertanya kepada {Abdullah bin Busr} salah seorang sahabat Nabi saw. Utsman berkata, “Apakah Nabi saw. orang yang telah tua usianya?” ia menjawab, “Beliau lebih muda daripada itu, hanya saja pada jenggotnya -barangkali ia mengatakan- di bahwa bibir beliau tumbuh ada beberapa helai rambut yang telah memutih.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17039

حَدَّثَنَا يُونُسُ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا لَيْثٌ يَعْنِي ابْنَ سَعْدٍ عَنْ يَزِيدَ يَعْنِي ابْنَ أَبِي حَبِيبٍ أَنَّهُ سَمِعَ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ الْحَارِثِ الزُّبَيْدِيَّ يَقُولُأَنَا أَوَّلُ مَنْ سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا يَبُولُ أَحَدُكُمْ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِوَأَنَا أَوَّلُ مَنْ حَدَّثَ النَّاسَ بِذَلِكَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yunus bin Muhammad} Telah menceritakan kepada kami {Laits} -yakni Ibnu Sa’d- dari {Yazid} -yakni Ibnu Abu Habib- bahwa ia mendengar {Abdullah bin Harits Az Zubaidi} berkata, “Saya adalah orang yang pertama kali mendengar Nabi saw. bersabda: ‘Janganlah salah seorang dari kalian kencing dengan menghadap kiblat.’ Dan saya juga orang yang pertama kali menceritakan hadits itu kepada manusia.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17040

حَدَّثَنَا الضَّحَّاكُ بْنُ مَخْلَدٍ عَنْ عَبْدِ الْحَمِيدِ يَعْنِي ابْنَ جَعْفَرٍ قَالَ حَدَّثَنِي يَزِيدُ بْنُ أَبِي حَبِيبٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْحَارِثِ بْنِ جَزْءٍ الزُّبَيْدِيِّ قَالَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَنْهَى أَنْ يَبُولَ أَحَدٌ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِفَخَرَجْتُ إِلَى النَّاسِ فَأَخْبَرْتُهُمْ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Adl Dhahak bin Makhlad} dari {Abdul Hamid} -yakni Ibnu Ja’far- ia berkata, telah menceritakan kepadaku {Yazid bin Abu Habib} dari {Abdullah bin Harits bin Jaz` Az Zubaidi} ia berkata, “Saya adalah orang muslim yang pertama kali mendengar Nabi saw. melarang seseorang kencing dengan menghadap kiblat. Maka saya pun keluar menemui orang-orang dan mengabarkannya kepada mereka.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17041

حَدَّثَنَا حَسَنُ بْنُ مُوسَى حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ زِيَادٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْحَارِثِ بْنِ جَزْءٍ الزُّبَيْدِيِّ قَالَأَكَلْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شِوَاءً فِي الْمَسْجِدِ فَأُقِيمَتْ الصَّلَاةُ فَأَدْخَلْنَا أَيْدِيَنَا فِي الْحَصَى ثُمَّ قُمْنَا نُصَلِّي وَلَمْ نَتَوَضَّأْ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hasan bin Musa} Telah menceritakan kepada kami {Ibnu Lahi’ah} Telah menceritakan kepada kami {Sulaiman bin Ziyad} dari {Abdullah bin Harits bin Juz` Az Zubaidi} ia berkata, “Kami makan daging bersama Rasulullah saw. di Masjid, kemudian iqamah shalat dikumandangkan, Maka kami pun memasukkan tangan kami ke dalam pasir kemudian berdiri untuk shalat dengan tanpa berwudhu lagi.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17042

حَدَّثَنَا حَسَنٌ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ زِيَادٍ الْحَضْرَمِيُّ أَنَّهُ سَمِعَ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ الْحَارِثِ بْنِ جَزْءٍ الزُّبَيْدِيَّ صَاحِبَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُنَهَانَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَبُولَ أَحَدُنَا مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hasan} Telah menceritakan kepada kami {Ibnu Lahi’ah} Telah menceritakan kepada kami {Sulaiman bin Ziyad Al Hadhrami} bahwa ia mendengar {Abdullah bin Harits bin Juz` Az Zubaidi} salah seorang sahabat Nabi saw., ia berkata, “Rasulullah saw. melarang salah seorang dari kami kencing dengan menghadap kiblat.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17043

حَدَّثَنَا حَسَنٌ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ الْمُغِيرَةِ قَالَ سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ الْحَارِثِ بْنِ جَزْءٍ يَقُولُمَا رَأَيْتُ أَحَدًا كَانَ أَكْثَرَ تَبَسُّمًا مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hasan} Telah menceritakan kepada kami {Ibnu Lahi’ah} dari {Ubaidullah bin Mughirah} ia berkata, saya mendengar {Abdullah bin Harits bin Juz`} berkata, “Saya tidak pernah melihat seseorang yang paling banyak senyum daripada Rasulullah saw.”