Musnad Penduduk Syam

Kembali ke Menu Sebelumnya

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17044

حَدَّثَنَا هَارُونُ قَالَ أَبُو عَبْد الرَّحْمَنِ وَسَمِعْتُ أَنَا مِنْ هَارُونَ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ وَهْبٍ قَالَ أَخْبَرَنِي حَيْوَةُ بْنُ شُرَيْحٍ قَالَ أَخْبَرَنِي عُقْبَةُ بْنُ مُسْلِمٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْحَارِثِ بْنِ جَزْءٍ الزُّبَيْدِيِّ قَالَكُنَّا يَوْمًا عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الصُّفَّةِ فَوُضِعَ لَنَا طَعَامٌ فَأَكَلْنَا فَأُقِيمَتْ الصَّلَاةُ فَصَلَّيْنَا وَلَمْ نَتَوَضَّأْ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami Harun, Abu Abdurrahman berkata, aku mendengar dari {Harun} ia berkata, Telah menceritakan kepada kami {Abdullah bin Wahb} ia berkata, telah mengabarkan kepadaku {Haiwah bin Syuraih} ia berkata, telah mengabarkan kepadaku {Uqbah bin Muslim} dari {Abdullah bin Harits bin Juz` Az Zubaidi} ia berkata, “Pada suatu hari kami berada di sisi Rasulullah saw. di Shuffah, lalu dihidangkan makanan untuk kami dan kami pun memakannya. Setelah itu iqamah shalat dikumandangkan, maka kami pun shalat dan tidak berwudhu lagi.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17045

حَدَّثَنَا هَارُونَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ وَهْبٍ قَالَ حَدَّثَنِي حَيْوَةُ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ مُسْلِمٍ التُّجِيبِيِّ قَالَ سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ الْحَارِثِ بْنِ جَزْءٍ الزُّبَيْدِيَّ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُوَيْلٌ لِلْأَعْقَابِ وَبُطُونِ الْأَقْدَامِ مِنْ النَّارِ يَوْمَ الْقِيَامَةِقَالَ عَبْد اللَّهِ وَلَمْ يَرْفَعْهُ قَالَ عَبْد اللَّهِ وَسَمِعْتُهُ أَنَا مِنْ هَارُونَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Harun} Telah menceritakan kepada kami {Abdullah bin Wahb} ia berkata, telah menceritakan kepadaku {Haiwah} dari {Uqbah bin Muslim At Tujibi} ia berkata, saya mendengar {Abdullah bin Harits bin Juz` Az Zubaidi} salah seorang dari sahabat Nabi saw., ia berkata, “Tumit-tumit dan telapak kaki yang tidak terbasuh air wudhu pada hari kiamat masuk ke dalam neraka.” Abdullah berkata, “Abdullah bin Harits tidak memarfukkan hadits tersebut.” Abdullah kembali berkata, “Aku mendengarnya dari Harun.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17046

حَدَّثَنَا حَسَنٌ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ حَدَّثَنَا حَيْوَةُ بْنُ شُرَيْحٍ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ مُسْلِمٍ قَالَ سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ الْحَارِثِ بْنِ جَزْءٍ يَقُولُسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ وَيْلٌ لِلْأَعْقَابِ وَبُطُونِ الْأَقْدَامِ مِنْ النَّارِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hasan} Telah menceritakan kepada kami {Ibnu Lahi’ah} Telah menceritakan kepada kami {Haiwah bin Syuraih} dari {Uqbah bin Muslim} ia berkata, saya mendengar {Abdullah bin Harits bin Juz`} berkata, “Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Tumit-tumit dan telapak kaki yang tidak terbasuh air wudhu masuk neraka.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17047

حَدَّثَنَا حَجَّاجٌ قَالَ حَدَّثَنَا لَيْثُ بْنُ سَعْدٍ قَالَ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ أَبِي حَبِيبٍ أَنَّهُ سَمِعَ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ الْحَارِثِ الزُّبَيْدِيَّ يَقُولُأَنَا أَوَّلُ مَنْ سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا يَبُولُ أَحَدُكُمْ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِوَأَنَا أَوَّلُ مَنْ حَدَّثَ النَّاسَ بِذَلِكَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hajjaj} ia berkata, Telah menceritakan kepada kami {Laits bin Sa’d} ia berkata, Telah menceritakan kepada kami {Yazid bin Abu Habib} bahwa ia mendengar {Abdullah bin Harits Az Zubaidi} berkata, “Aku adalah orang yang pertama kali mendengar Nabi saw. mengatakan: ‘Janganlah salah seorang dari kalian kencing dengan menghadap kiblat.’ Dan aku pula orang yang pertama kali menceritakan hadits itu kepada manusia.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17048

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ إِسْحَاقَ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ الْمُغِيرَةِ قَالَ أَخْبَرَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْحَارِثِ بْنِ جَزْءٍ الزُّبَيْدِيُّ قَالَيَقُولُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَبُولُ أَحَدُكُمْ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِوَأَنَا أَوَّلُ مَنْ حَدَّثَ النَّاسَ بِذَلِكَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Ishaq} ia berkata, Telah menceritakan kepada kami {Ibnu Lahi’ah} dari {Ubaidullah bin Al Mughirah} ia berkata, telah mengabarkan kepadaku {Abdullah bin Harits bin Juz` Az Zubaidi} ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda: ‘Janganlah salah seorang dari kalian kencing dengan menghadap kiblat.’ Dan saya adalah orang yang pertama kali menceritakan hadits itu kepada manusia.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17049

حَدَّثَنَا مُوسَى حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ عَنْ خَالِدِ بْنِ أَبِي عِمْرَانَ وَسُلَيْمَانَ بْنِ زِيَادٍ الْحَضْرَمِيِّ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْحَارِثِ بْنِ جَزْءٍ الزُّبَيْدِيِّ قَالَأَكَلْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شِوَاءً فِي الْمَسْجِدِ ثُمَّ أُقِيمَتْ الصَّلَاةُ فَضَرَبْنَا أَيْدِيَنَا فِي الْحَصَى ثُمَّ قُمْنَا فَصَلَّيْنَا وَلَمْ نَتَوَضَّأْ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Musa} Telah menceritakan kepada kami {Ibnu Lahi’ah} dari {Khalid bin Abi Imran} dan {Sulaiman bin Ziyad Al Hadhrami} dari {Abdullah bin Harits bin Juz` Az Zubaidi} ia berkata, “Kami makan daging bersama Rasulullah saw. di Masjid, lalu Iqamah shalat dikumandangkan, maka kami pun mengusapkan kedua tangan kami ke pasir lalu shalat tanpa berwudhu lagi.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17050

حَدَّثَنَا حَسَنٌ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ حَدَّثَنَا حَيْوَةُ بْنُ شُرَيْحٍ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ مُسْلِمٍ قَالَ سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ الْحَارِثِ بْنِ جَزْءٍ الزُّبَيْدِيَّ قَالَسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ وَيْلٌ لِلْأَعْقَابِ وَبُطُونِ الْأَقْدَامِ مِنْ النَّارِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hasan} Telah menceritakan kepada kami {Ibnu Lahi’ah} Telah menceritakan kepada kami {Haiwah bin Syuraih} dari {Uqbah bin Muslim} ia berkata, saya mendengar {Abdullah bin Harits bin Juz` Az Zubaidi} ia berkata, “Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Tumit-tumit dan telapak kaki yang tidak terbasuh air wudhu masuk neraka.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17051

حَدَّثَنَا هَارُونُ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ وَهْبٍ حَدَّثَنَا عَمْرٌو أَنَّ سُلَيْمَانَ بْنَ زِيَادٍ الْحَضْرَمِيَّ حَدَّثَهُ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ الْحَارِثِ بْنِ جَزْءٍ الزُّبَيْدِيَّ حَدَّثَهُأَنَّهُ مَرَّ وَصَاحِبٌ لَهُ بِأَيْمَنَ وَفِئَةٍ مِنْ قُرَيْشٍ قَدْ حَلُّوا أُزُرَهُمْ فَجَعَلُوهَا مَخَارِيقَ يَجْتَلِدُونَ بِهَا وَهُمْ عُرَاةٌ قَالَ عَبْدُ اللَّهِ فَلَمَّا مَرَرْنَا بِهِمْ قَالُوا إِنَّ هَؤُلَاءِ قِسِّيسُونَ فَدَعُوهُمْ ثُمَّ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَرَجَ عَلَيْهِمْ فَلَمَّا أَبْصَرُوهُ تَبَدَّدُوا فَرَجَعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُغْضَبًا حَتَّى دَخَلَ وَكُنْتُ أَنَا وَرَاءَ الْحُجْرَةِ فَسَمِعْتُهُ يَقُولُ سُبْحَانَ اللَّهِ لَا مِنْ اللَّهِ اسْتَحْيَوْا وَلَا مِنْ رَسُولِهِ اسْتَتَرُوا وَأُمُّ أَيْمَنَ عِنْدَهُ تَقُولُ اسْتَغْفِرْ لَهُمْ يَا رَسُولَ اللَّهِقَالَ عَبْدُ اللَّهِ فَبِلَأْيٍ مَا أَسْتَغْفِرُ لَهُمْ قَالَ عَبْد اللَّهِ وَسَمِعْتُهُ أَنَا مِنْ هَارُونَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Harun} Telah menceritakan kepada kami {Abdullah bin Wahb} Telah menceritakan kepada kami {Amru} bahwa {Sulaiman bin Ziyad Al Hadhrami} menceritakan kepadanya, bahwa {Abdullah bin Harits bin Juz` Az Zubaidi} menceritakan kepadanya, bahwa ia dan seorang temannya pernah melewati Aiman dan sekelompok orang Quraisy yang melepas kain penutup tubuh mereka, lalu kain tersebut mereka jadikan sebagai alat untuk memukul, sedang mereka dalam keadaan telanjang. Abdullah berkata, “Saat kami melewati mereka, orang-orang berkata, “Sesungguhnya mereka itu adalah para pendeta, maka tinggalkanlah mereka.” Kemudian Rasulullah saw. keluar menemui mereka, saat melihat beliau, mereka pun menyebar dan bercerai-berai. Setelah itu, Rasulullah saw. kembali dan masuk ke dalam rumah dengan perasaan marah, sementara saya berada di belakang rumah. Kemudian saya mendengar beliau bersabda: “Maha Suci Allah! Terhadap Allah mereka tidak merasa malu, dan kepada Rasul-Nya mereka tidak memakai satir.” Lalu Ummu Aiman yang berada di sisinya berkata, “Mintakanlah ampunan bagi mereka wahai Rasulullah.” Abdullah berkata, “Setelah kesusahan dan kesempitan, saya tidak akan memintakan ampunan bagi mereka.” Abdullah berkata, “Dan saya mendengarnya dari Harun.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17052

حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ دَاوُدَ وَحَسَنُ بْنُ مُوسَى قَالَا حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ وَحَسَنُ بْنُ مُوسَى قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ عَنْ دَرَّاجٍ قَالَ مُوسَى فِي حَدِيثِهِ قَالَ سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ الْحَارِثِ بْنِ جَزْءٍ الزُّبَيْدِيَّ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ فِي النَّارِ حَيَّاتٍ كَأَمْثَالِ أَعْنَاقِ الْبُخْتِ تَلْسَعُ إِحْدَاهُنَّ اللَّسْعَةَ فَيَجِدُ حَمْوَتَهَا أَرْبَعِينَ خَرِيفًا وَإِنَّ فِي النَّارِ عَقَارِبَ كَأَمْثَالِ الْبِغَالِ الْمُوكَفَةِ تَلْسَعُ إِحْدَاهُنَّ اللَّسْعَةَ فَيَجِدُ حَمْوَتَهَا أَرْبَعِينَ سَنَةً
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Musa bin Dawud} dan {Hasan bin Musa} keduanya berkata, Telah menceritakan kepada kami {Ibnu Lahi’ah}, dan {Hasan bin Musa} berkata, telah menceritakan kepada kami {Ibnu Lahi’ah} dari {Darraj}. {Musa} menyebutkan dalam haditsnya, ia berkata aku mendengar {Abdullah bin Harits bin Juz` Az Zubaidi} ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya di dalam Neraka terdapat beberapa ekor ular yang menyerupai leher Bukhtu (unta yang panjang lehernya). Jika ular tersebut mematuk, maka bekas patukannya akan tetap ada hingga empat puluh kali musim gugur. Dan dalam neraka juga terdapat kalajengking yang besarnya menyerupai Bighal beserta tali kekangnya. Jika ia menyengat dengan satu sengatan, maka bekasnya akan tetap ada hingga empat puluh kali musim gugur.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17053

حَدَّثَنَا مُوسَى حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ الْمُغِيرَةِ قَالَ سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ الْحَارِثِ بْنِ جَزْءٍ الزُّبَيْدِيَّ قَالَمَا رَأَيْتُ أَحَدًا أَكْثَرَ تَبَسُّمًا مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Musa} Telah menceritakan kepada kami {Ibnu Lahi’ah} dari {Ubaidullah bin Mughirah} ia berkata, saya mendengar {Abdullah bin Harits bin Juz` Az Zubaidi} berkata, “Saya tidak melihat seorang pun yang paling banyak senyumnya melebihi Rasulullah saw.”