Musnad Penduduk Syam
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17054
حَدَّثَنَا مُوسَى حَدَّثَنَا لَيْثُ بْنُ سَعْدٍ عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي حَبِيبٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْحَارِثِ بْنِ جَزْءٍ الزُّبَيْدِيِّ قَالَأَنَا أَوَّلُ مَنْ سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا يَبُولَنَّ أَحَدُكُمْ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِوَأَنَا أَوَّلُ مَنْ حَدَّثَ النَّاسَ بِذَلِكَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Musa} Telah menceritakan kepada kami {Laits bin Sa’d} dari {Yazid bin Abu Habib} dari {Abdullah bin Harits bin Juz` Az Zubaidi} ia berkata, “Saya adalah orang yang pertama kali yang mendengar Nabi saw. bersabda: ‘Janganlah sekali-kali kalian kencing dengan menghadap kiblat.’ Dan saya adalah orang yang pertama kali menceritakannya kepada manusia.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17055
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ جَرِيرِ بْنِ حَازِمٍ قَالَ حَدَّثَنَا عَدِيُّ بْنُ عَدِيٍّ قَالَ أَخْبَرَنِي رَجَاءُ بْنُ حَيْوَةَ وَالْعُرْسُ ابْنُ عَمِيرَةَ عَنْ أَبِيهِ عَدِيٍّ قَالَخَاصَمَ رَجُلٌ مِنْ كِنْدَةَ يُقَالُ لَهُ امْرُؤُ الْقَيْسِ بْنُ عَابِسٍ رَجُلًا مِنْ حَضَرَمَوْتَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي أَرْضٍ فَقَضَى عَلَى الْحَضْرَمِيِّ بِالْبَيِّنَةِ فَلَمْ تَكُنْ لَهُ بَيِّنَةٌ فَقَضَى عَلَى امْرِئِ الْقَيْسِ بِالْيَمِينِ فَقَالَ الْحَضْرَمِيُّ إِنْ أَمْكَنْتَهُ مِنْ الْيَمِينِ يَا رَسُولَ اللَّهِ ذَهَبَتْ وَاللَّهِ أَوْ وَرَبِّ الْكَعْبَةِ أَرْضِي فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ حَلَفَ عَلَى يَمِينٍ كَاذِبَةٍ لِيَقْتَطِعَ بِهَا مَالَ أَخِيهِ لَقِيَ اللَّهَ وَهُوَ عَلَيْهِ غَضْبَانُ قَالَ رَجَاءُ وَتَلَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ{ إِنَّ الَّذِينَ يَشْتَرُونَ بِعَهْدِ اللَّهِ وَأَيْمَانِهِمْ ثَمَنًا قَلِيلًا }فَقَالَ امْرُؤُ الْقَيْسِ مَاذَا لِمَنْ تَرَكَهَا يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ الْجَنَّةُ قَالَ فَاشْهَدْ أَنِّي قَدْ تَرَكْتُهَا لَهُ كُلَّهَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Sa’id} dari {Jarir bin Hazim} ia berkata, Telah menceritakan kepada kami {Adi bin Adi} ia berkata, telah mengabarkan kepadaku {Raja` bin Haiwah} dan {Al Urs bin Amirah} dari bapaknya {Adi} ia berkata, “Seorang laki-laki dari Kindah yang biasa dipanggil Umru`ul Qais bin Abis bersengketa dengan seorang laki-laki dari Hadhramut, mereka mengadukan kepada Rasulullah saw. prihal tanah. Maka beliau memberi putusan kepada Al Hadhrami agar ia menunjukkan bukti, namun ia tidak dapat menunjukkan bukti apapun. Kemudian Rasulullah saw. memberi putusan kepada Al Qais agar ia bersumpah. Al Hadhrami pun berkata, “Jika tuan memberi keluasan baginya untuk bersumpah, niscaya tanah itu akan menjadi miliknya. Demi Allah, atau demi Rabb-nya Ka’bah, tanah itu adalah milikku.” Maka Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa bersumpah dengan sumpah palsu untuk mengambil harta saudaranya, maka ia akan menemui Allah, sedang Allah dalam keadaan murka atasnya.” Raja` berkata, “Lalu Rasulullah saw. membacakan ayat: ‘(Sesungguhnya orang-orang yang menukar janji (nya dengan) Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang sedikit,..) ‘ (Qs. Ali Imran: 77). Maka Umru`ul Qais berkata, “Wahai Rasulullah, lalu apa balasan bagi orang yang meninggalkannya?” beliau menjawab: “Baginya surga.” Ia berkata, “Saksikanlah, saya telah meninggalkannya (menyerahkan tanah itu) semua untuknya.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17056
مَرَّتَيْنِ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ إِسْمَاعِيلَ بْنِ أَبِي خَالِدٍ قَالَ حَدَّثَنِي قَيْسٌ عَنْ عَدِيِّ ابْنِ عَمِيرَةَ الْكِنْدِيِّ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ مَنْ عَمِلَ مِنْكُمْ لَنَا عَلَى عَمَلٍ فَكَتَمَنَا مِنْهُ مَخِيطًا فَمَا فَوْقَهُ فَهُوَ غُلٌّ يَأْتِي بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ قَالَ فَقَامَ رَجُلٌ مِنْ الْأَنْصَارِ أَسْوَدُ قَالَ مُجَالِدٌ هُوَ سَعْدُ بْنُ عُبَادَةَ كَأَنِّي أَنْظُرُ إِلَيْهِ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ اقْبَلْ عَنِّي عَمَلَكَ فَقَالَ وَمَا ذَاكَ قَالَ سَمِعْتُكَ تَقُولُ كَذَا وَكَذَا قَالَ وَأَنَا أَقُولُ ذَلِكَ الْآنَ مَنْ اسْتَعْمَلْنَاهُ عَلَى عَمَلٍ فَلْيَجِئْ بِقَلِيلِهِ وَكَثِيرِهِ فَمَا أُوتِيَ مِنْهُ أَخَذَهُ وَمَا نُهِيَ عَنْه انْتَهَىحَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ قَالَ أَخْبَرَنَا إِسْمَاعِيلُ عَنْ قَيْسٍ قَالَ حَدَّثَنِي عَدِيُّ ابْنُ عَمِيرَةَ فَذَكَرَ الْحَدِيثَ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي خَالِدٍ عَنْ قَيْسِ بْنِ أَبِي حَازِمٍ عَنْ عَدِيِّ ابْنِ عَمِيرَةَ الْكِنْدِيِّ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ اسْتَعْمَلْنَاهُ عَلَى عَمَلٍ فَذَكَرَ مَعْنَاهُ
Terjemahan: (dua kali) Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Sa’id} dari {Isma’il bin Abu Khalid} ia berkata telah menceritakan kepadaku {Qais} dari {Adi bin Amirah Al Kindi} ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Wahai sekalian manusia, siapa di antara kalian yang bekerja untuk kami, lalu ia menyembunyikan sesuatu darinya meskipun hanya benang jahit atau lebih rendah dari itu, maka hal itu adalah pengkhiatan yang akan dibawanya kelak pada hari kiamat.” Adi bin Amirah Al Kindi berkata, “Seorang laki-laki hitam dari kalangan Anshar kemudian berdiri, Mujalid berkata, ‘Laki-laki itu adalah Sa’d bin Ubadah, ‘ seolah-olah saya melihatnya, ia berkata, “Wahai Rasulullah, saya tidak mau menangani pekerjaanmu.” Beliau bertanya: “Kenapa begitu?” laki-laki itu menjawab, “Saya telah mendengarmu berkata begini dan begini.” Beliau bersabda: “Dan saya mengatakannya sekarang, siapa yang kami pekerjaan untuk melaksanakan suatu pekerjaan, hendaklah ia membawakannya baik sedikit maupun banyak. Apa yang diberikan hendaklah ia mengambilnya dan apa yang dilarang hendaklah ia meninggalkannya.” Telah menceritakan kepada kami {Yazid bin Harun} ia berkata, telah mengabarkan kepada kami {Isma’il} dari {Qais} ia berkata, telah menceritakan kepadaku {Adi bin Amirah} lalu ia menyebutkan hadits tersebut.” Telah menceritakan kepada kami {Waki’} Telah menceritakan kepada kami {Ibnu Abu Khalid} dari {Qais bin Abu Hazim} dari {Adi bin Amirah Al Kindi} ia berkata, “Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Siapa yang kami pekerjaan untuk melaksanakan suatu pekerjaan…. lalu ia menyebutkan makna hadits tersebut.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17057
حَدَّثَنَا ابْنُ نُمَيْرٍ حَدَّثَنَا سَيْفٌ قَالَ سَمِعْتُ عَدِيَّ بْنَ عَدِيٍّ الْكِنْدِيَّ يُحَدِّثُ عَنْ مُجَاهِدٍ قَالَ حَدَّثَنِي مَوْلًى لَنَا أَنَّهُ سَمِعَ عَدِيًّا يَقُولُسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ لَا يُعَذِّبُ الْعَامَّةَ بِعَمَلِ الْخَاصَّةِ حَتَّى يَرَوْا الْمُنْكَرَ بَيْنَ ظَهْرَانَيْهِمْ وَهُمْ قَادِرُونَ عَلَى أَنْ يُنْكِرُوهُ فَلَا يُنْكِرُوهُ فَإِذَا فَعَلُوا ذَلِكَ عَذَّبَ اللَّهُ الْخَاصَّةَ وَالْعَامَّةَحَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ عَنْ جَرِيرُ بْنُ حَازِمٍ قَالَ حَدَّثَنِي عَدِيُّ بْنُ عَدِيٍّ عَنْ رَجَاءِ بْنِ حَيْوَةَ وَالْعُرْسِ ابْنِ عَمِيرَةَ عَنْ أَبِيهِ عَدِيٍّ فَذَكَرَ الْحَدِيثَ قَالَ جَرِيرٌ وَزَادَنِي أَيُّوبُ وَكُنَّا جَمِيعًا حِينَ سَمِعْنَا الْحَدِيثَ مِنْ عَدِيٍّ قَالَ قَالَ عَدِيٌّ وَحَدَّثَنَا الْعُرْسُ ابْنُ عَمِيرَةَ فَنَزَلَتْ هَذِهِ الْآيَةُ{ إِنَّ الَّذِينَ يَشْتَرُونَ بِعَهْدِ اللَّهِ وَأَيْمَانِهِمْ ثَمَنًا قَلِيلًا }إِلَى آخِرِهَا وَلَمْ أَحْفَظْهُ أَنَا يَوْمَئِذٍ مِنْ عَدِيٍّ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ibnu Numair} Telah menceritakan kepada kami {Saif} ia berkata, saya mendengar {Adi bin Adi Al Kindi} menceritakan dari {Mujahid} ia berkata, telah menceritakan kepadaku {Budak milik kami} bahwa ia mendengar {Adi} berkata, “Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya Allah ‘azza wajalla tidak mengadzab manusia secara umum hanya karena perbuatan dosa segelintir orang, sehingga mereka melihat kemungkaran dan mereka pun mampu untuk mengingkarinya, namun mereka tidak mengingkarinya. Jika mereka telah melakukan hal itu, maka Allah akan menyiksa segelintir orang itu dan juga manusia secara menyeluruh.” Telah menceritakan kepada kami {Yazid bin Harun} dari {Jarir bin Hazim} ia berkata, telah menceritakan kepadaku {Adi bin Adi} dari {Raja` bin Haiwah} dan {Al Urs bin Amirah} dari bapaknya {Adi} lalu ia menyebutkan hadits tersebut.” {Jarir} berkata, ” {Ayyub} menambahkan kepadaku, “Ketika kami semua mendengar hadits itu dari Adi, ia berkata, “Dan telah menceritakan kepada kami Al Ursu bin Amirah Maka turunlah ayat ini: ‘(Sesungguhnya orang-orang yang menukar janji (nya dengan) Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang sedikit..) ‘ (Qs. Ali Imran: 77) -hingga akhir ayat- Saat itu aku belum menghafalnya dari Adi.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17058
حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ عِيسَى قَالَ حَدَّثَنِي لَيْثٌ يَعْنِي ابْنَ سَعْدٍ قَالَ حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي حُسَيْنٍ عَنْ عَدِيِّ بْنِ عَدِيٍّ الْكِنْدِيِّ عَنْ أَبِيهِعَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الثَّيِّبُ تُعْرِبُ عَنْ نَفْسِهَا وَالْبِكْرُ رِضَاهَا صَمْتُهَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ishaq bin Isa} ia berkata, telah menceritakan kepadaku {Laits} -yakni Ibnu Sa’d- ia berkata, telah menceritakan kepadaku {Abdullah bin Abdurrahman bin Abu Husain} dari {Adi bin Adi Al Kindi} dari {Bapaknya} dari Rasulullah saw., beliau bersabda: “Seorang janda diminta pernyataan atas (keridlaan) dirinya, sedangkan keridlaan seorang gadis adalah dengan sikap diamnya.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17059
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ إِسْمَاعِيلَ قَالَ سَمِعْتُ قَيْسًا يُحَدِّثُ عَنْ عَدِيِّ ابْنِ عَمِيرَةَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ مَنْ اسْتَعْمَلْنَاهُ مِنْكُمْ عَلَى عَمَلٍ فَكَتَمَنَا مَخِيطًا فَهُوَ غُلٌّ يَأْتِي بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَقَامَ رَجُلٌ مِنْ الْقَوْمِ آدَمُ طُوَالٌ مِنْ الْأَنْصَارِ فَقَالَ لَا حَاجَةَ لِي فِي عَمَلِكَ فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِمَ قَالَ إِنِّي سَمِعْتُكَ آنِفًا تَقُولُ قَالَ فَأَنَا أَقُولُ الْآنَ مَنْ اسْتَعْمَلْنَاهُ مِنْكُمْ عَلَى عَمَلٍ فَلْيَأْتِ بِقَلِيلِهِ وَكَثِيرِهِ فَإِنْ أُتِيَ بِشَيْءٍ أَخَذَهُ وَإِنْ نُهِيَ عَنْهُ انْتَهَى
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} ia berkata, Telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Isma’il} ia berkata, saya mendengar {Qais} menceritakan dari {Adi bin Ibnu Amirah} dari Nabi saw., beliau bersabda: “Siapa pun dari kalian yang kami pekerjakan untuk melakukan sesuatu kemudian ia menyembunyikan sesuatu meskipun seutas benang, maka itu merupakan pengkhianatan yang akan dibawanya kelak pada hari kiamat.” Seorang laki-laki Anshar berkulit sawo matang dengan postur tubuh yang tinggi berdiri seraya berkata, “Saya tidak berminat sedikit pun terhadap tawaran pekerjaanmu.” Maka Rasulullah saw. bersabda kepadanya: “Kenapa?” laki-laki itu menjawab, “Saya telah mendengar apa yang tuan katakan.” Beliau berkata: “Jika demikian maka saya katakan, bahwa barangsiapa dari kalian yang kami pekerjakan atas suatu amalan, hendaklah ia datang dengan hasilnya, baik sedikit atau banyaknya. Jika diberi sesuatu hendaklah ia ambil, jika dilarang dari sesuatu maka hendaklah ia tinggalkan.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17060
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَيَّاشٍ وَإِسْحَاقُ بْنُ عِيسَى وَهَذَا حَدِيثُ عَلِيٍّ قَالَ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ بْنُ سَعْدٍ قَالَ حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي حُسَيْنٍ الْمَكِّيُّ عَنْ عَدِيِّ بْنِ عَدِيٍّ الْكِنْدِيِّ عَنْ أَبِيهِعَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَشِيرُوا عَلَى النِّسَاءِ فِي أَنْفُسِهِنَّ فَقَالُوا إِنَّ الْبِكْرَ تَسْتَحِي يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الثَّيِّبُ تُعْرِبُ عَنْ نَفْسِهَا بِلِسَانِهَا وَالْبِكْرُ رِضَاهَا صَمْتُهَاحَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ الْحَجَّاجِ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ يَعْنِي ابْنَ مُبَارَكٍ قَالَ أَخْبَرَنَا سَيْفُ بْنُ أَبِي سُلَيْمَانَ قَالَ سَمِعْتُ عَدِيَّ بْنَ عَدِيٍّ الْكِنْدِيَّ يَقُولُ حَدَّثَنِي مَوْلًى لَنَا أَنَّهُ سَمِعَ جَدِّي يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ لَا يُعَذِّبُ فَذَكَرَ الْحَدِيثَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ali bin Ayyasy} dan {Ishaq bin Isa} -dan ini adalah haditsnya riwayat Ali- ia berkata, Telah menceritakan kepada kami {Laits bin Sa’d} ia berkata, telah menceritakan kepadaku {Abdullah bin Abdurrahman bin Husain Al Makki} dari {Adi bin Adi Al Kindi} dari {Bapaknya} dari Rasulullah saw., beliau bersabda: “Beritahukanlah kepada para wanita tentang diri mereka (berkenaan dengan kesiapan mereka untuk menikah).” Para sahabat berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya seorang gadis itu sangat pemalu!” Rasulullah saw. bersabda: “Seorang janda dimintai persetujuan dengan lisannya. Sedangkan seorang gadis, maka keridlaannya adalah diamnya.” Telah menceritakan kepada kami {Ahmad bin Hajjaj} ia berkata, Telah menceritakan kepada kami {Abdullah} -yakni Ibnu Mubarak- ia berkata, telah mengabarkan kepada kami {Saif bin Abu Sulaiman} ia berkata, saya mendengar {Adi bin Adi Al Kindi} berkata, telah menceritakan kepadaku budak milik kami bahwa ia mendengar Kakekku berkata, “Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya Allah ‘azza wajalla tidak akan menyiksa…lalu ia menyebutkan hadits tersebut.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17061
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَنَا مُعْتَمِرُ بْنُ سُلَيْمَانَ قَالَ قَرَأْتُ عَلَى الْفُضَيْلِ بْنِ مَيْسَرَةَ قَالَ حَدَّثَنِي أَبُو حَرِيزٍ أَنَّ قَيْسَ بْنَ أَبِي حَازِمٍ حَدَّثَهُ أَنَّ عَدِيَّ ابْنَ عَمِيرَةَ قَالَكَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا سَجَدَ يُرَى بَيَاضُ إِبْطِهِ ثُمَّ إِذَا سَلَّمَ أَقْبَلَ بِوَجْهِهِ عَنْ يَمِينِهِ حَتَّى يُرَى بَيَاضُ خَدِّهِ ثُمَّ يُسَلِّمُ عَنْ يَسَارِهِ وَيُقْبِلُ بِوَجْهِهِ حَتَّى يُرَى بَيَاضُ خَدِّهِ عَنْ يَسَارِهِقَالَ أَبُو عَبْد الرَّحْمَنِ و حَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ مَعِينٍ قَالَ حَدَّثَنَا مُعْتَمِرُ بْنُ سُلَيْمَانَ فَذَكَرَ الْحَدِيثَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ali bin Abdullah} Telah menceritakan kepada kami {Mu’tamir bin Sulaiman} ia berkata, saya telah membacakannya dihadapan {Al Fudhail bin Maisarah} ia berkata, telah menceritakan kepadaku {Abu Hariz} bahwa {Qais bin Abu Hazim} ia menceritakan kepadanya, bahwa {Adi bin Amirah} berkata, “Jika Nabi saw. sujud makan akan terlihat pipinya yang putih. Kemudian beliau mengucapkan salam ke sebelah kirinya lalu menghadapkan wajahnya hingga putih pipinya pun kelihatan dari sebelah kirinya.” Abu Abdurrahman berkata, telah menceritakan kepadaku {Yahya bin Ma’in} ia berkata, Telah menceritakan kepada kami {Mu’tamir bin Sulaiman} kemudian ia pun menyebutkan hadits itu.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17062
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُبَيْدٍ قَالَ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ عَنْ قَيْسٍ عَنْ مِرْدَاسٍ الْأَسْلَمِيِّ قَالَسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ يُقْبَضُ الصَّالِحُ الْأَوَّلُ فَالْأَوَّلُ وَيَبْقَى كَحُثَالَةِ التَّمْرِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ubaid} ia berkata, Telah menceritakan kepada kami {Isma’il} dari {Qais} dari {Mirdas Al Aslami} ia berkata, “Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Orang-orang shalih akan diwafatkan satu demi satu, hingga yang tersisa adalah orang-orang yang kuwalitasnya seperti buah kurma yang telah busuk.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17063
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ حَدَّثَنِي قَيْسٌ قَالَ سَمِعْتُ مِرْدَاسًا الْأَسْلَمِيَّ قَالَيُقْبَضُ الصَّالِحُونَ الْأَوَّلُ فَالْأَوَّلُ حَتَّى يَبْقَى كَحُثَالَةِ التَّمْرِ أَوْ الشَّعِيرِ لَا يُبَالِي اللَّهُ بِهِمْ شَيْئًا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Sa’id} Telah menceritakan kepada kami {Isma’il} telah menceritakan kepadaku {Qais} ia berkata, saya mendengar {Mirdas Al Aslami} berkata, “Orang-orang shalih akan diwafatkan satu persatu hingga hingga yang tersisa adalah orang-orang yang kuwalitasnya seperti buah kurma atau gandum yang telah busuk. Dan Allah tidak akan memperdulikan mereka sedikit pun.”