Musnad Penduduk Syam

Kembali ke Menu Sebelumnya

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17074

حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ أَبِي إِدْرِيسَ عَنْ أَبِي ثَعْلَبَةَ الْخُشَنِيِّأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ أَكْلِ كُلِّ ذِي نَابٍ مِنْ السِّبَاعِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {Zuhri} dari {Abu Idris} dari {Abu Tsa’labah Al Khusyani}, bahwa Nabi saw. telah melarang makan daging setiap binatang buas yang bertaring.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17075

حَدَّثَنَا زَكَرِيَّا بْنُ عَدِيٍّ قَالَ أَخْبَرَنَا بَقِيَّةُ عَنْ بَحِيرِ بْنِ سَعْدٍ عَنْ خَالِدِ بْنِ مَعْدَانَ عَنْ جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ عَنْ أَبِي ثَعْلَبَةَ الْخُشَنِيِّ أَنَّهُ حَدَّثَهُمْ قَالَغَزَوْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَيْبَرَ وَالنَّاسُ جِيَاعٌ فَأَصَبْنَا بِهَا حُمُرًا مِنْ حُمُرِ الْإِنْسِ فَذَبَحْنَاهَا قَالَ فَأُخْبِرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَمَرَ عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ عَوْفٍ فَنَادَى فِي النَّاسِ أَنَّ لُحُومَ حُمُرِ الْإِنْسِ لَا تَحِلُّ لِمَنْ شَهِدَ أَنِّي رَسُولُ اللَّهِ قَالَ وَوَجَدْنَا فِي جَنَبَاتِهَا بَصَلًا وَثُومًا وَالنَّاسُ جِيَاعٌ فَجَهِدُوا فَرَاحُوا فَإِذَا رِيحُ الْمَسْجِدِ بَصَلٌ وَثُومٌ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ أَكَلَ مِنْ هَذِهِ الْبَقْلَةِ الْخَبِيثَةِ فَلَا يَقْرَبْنَا وَقَالَ لَا تَحِلُّ النُّهْبَى وَلَا يَحِلُّ كُلُّ ذِي نَابٍ مِنْ السِّبَاعِ وَلَا تَحِلُّ الْمُجَثَّمَةُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Zakariya bin Adi} ia berkata, telah mengabarkan kepada kami {Baqiyyah} dari {Bahir bin Sa’d} dari {Khalid bin Ma’dan} dari {Jubair bin Nufair} dari {Abu Tsa’labah Al Husyani}, bahwasanya ia telah menceritakan kepada mereka, ia berkata, “Saya bersama Rasulullah saw. pada saat perang Khaibar, orang-orang pada waktu itu sedang kelaparan. Lalu kami memperoleh harta ghanimah berupa beberapa ekor Himar yang jinak, maka kami pun menyembelihnya. Setelah itu dikabarkanlah kepada Nabi saw., maka beliau memerintahkan kepada Abdurrahman bin Auf (menyampaikan sesuatu), Maka ‘Abdurrahman pun menyerukan kepada para sahabat: “Sesungguhnya daging Himar yang jinak tidak halal bagi seorang yang telah bersaksi bahwasanya ‘saya adalah Rasulullah’.” Abu Tsa’labah berkata, “Kemudian kami mendapati bawang merah dan bawah putih, sedangkan para sahabat kelaparan hingga mereka pun kepayahan dan istirahat. Tiba-tiba Masjid berbau bawang merah dan bawang putih, maka Rasulullah saw. bersabda: “Siapa yang memakan tumbuhan yang tidak enak ini, maka janganlah ia mendekati kami.” Dan beliau juga bersabda: “Dan setiap binatang buas yang bertaring tidaklah halal. Setiap binatang yang mati karena dijadikan sasaran juga tidak halal.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17076

حَدَّثَنَا زَيْدُ بْنُ يَحْيَى الدِّمَشْقِيُّ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْعَلَاءِ قَالَ سَمِعْتُ مُسْلِمَ بْنَ مِشْكَمٍ قَالَ سَمِعْتُ الْخُشَنِيَّ يَقُولُقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَخْبِرْنِي بِمَا يَحِلُّ لِي وَيُحَرَّمُ عَلَيَّ قَالَ فَصَعَّدَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَصَوَّبَ فِيَّ النَّظَرَ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْبِرُّ مَا سَكَنَتْ إِلَيْهِ النَّفْسُ وَاطْمَأَنَّ إِلَيْهِ الْقَلْبُ وَالْإِثْمُ مَا لَمْ تَسْكُنْ إِلَيْهِ النَّفْسُ وَلَمْ يَطْمَئِنَّ إِلَيْهِ الْقَلْبُ وَإِنْ أَفْتَاكَ الْمُفْتُونَ وَقَالَ لَا تَقْرَبْ لَحْمَ الْحِمَارِ الْأَهْلِيِّ وَلَا ذَا نَابٍ مِنْ السِّبَاعِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Zaid bin Yahya Ad Dimasyqi} ia berkata, Telah menceritakan kepada kami {Abdullah bin Ala`} saya mendengar {Muslim bin Misykam} ia berkata, saya mendengar {Al Khusyani} berkata, “Saya berkata, ‘Wahai Rasulullah, kabarkanlah kepadaku apa yang dihalalkan bagiku dan apa yang diharamkan atasku.” Kemudian Nabi saw. mengarahkan pandangannya kepadanku dengan tatapan yang serius. Nabi saw. lalu bersabda: “Kebaikan itu adalah sesuatu yang menjadikan jiwa tenang dan hati merasa tentram. Sedangkan keburukan itu adalah sesuatu yang tidak dapat menjadikan jiwa tenang dan hati yang tentram, meskipun hasil sebuah fatwa.” Beliau melanjutkan: “Dan janganlah kamu memakan daging Himar yang jinak dan jangan pula binatang buas yang bertaring.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17077

حَدَّثَنَا يَزِيدُ قَالَ أَخْبَرَنَا دَاوُدُ عَنْ مَكْحُولٍ عَنْ أَبِي ثَعْلَبَةَ الْخُشَنِيِّأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَحَبُّكُمْ إِلَيَّ وَأَقْرَبُكُمْ مِنِّي مَحَاسِنُكُمْ أَخْلَاقًا وَإِنَّ أَبْغَضَكُمْ إِلَيَّ وَأَبْعَدَكُمْ مِنِّي مَسَاوِيكُمْ أَخْلَاقًا الثَّرْثَارُونَ الْمُتَشَدِّقُونَ الْمُتَفَيْهِقُونَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yazid} ia berkata, telah mengabarkan kepada kami {Dawud} dari {Makhul} dari {Abu Tsa’labah Al Khusyani}, bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Orang yang paling saya cintai dan yang paling dekat denganku (kelak di akhirat) adalah orang yang paling baik akhlaknya. Dan orang yang paling saya benci dan paling jauh denganku (kelak di akhirat) adalah orang yang paling buruk akhlaknya. Yaitu mereka yang banyak berbicara dan suka mencemooh manusia dengan kata-katanya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17078

حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ خَالِدٍ حَدَّثَنَا مُعَاوِيَةُ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي ثَعْلَبَةَ الْخُشَنِيِّ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا رَمَيْتَ بِسَهْمِكَ فَغَابَ ثَلَاثَ لَيَالٍ فَأَدْرَكْتَهُ فَكُلْ مَا لَمْ يُنْتِنْ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hammad bin Khalid} Telah menceritakan kepada kami {Mu’awiyah} dari {Abdurrahman bin Jubair bin Nufair} dari {Bapaknya} dari {Abu Tsa’labah Al Khusyani} ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Jika kamu melepaskan anak panahmu dan (buruanmu) menghilang selama tiga hari lalu kamu mendapatkannya, maka makanlah selama ia belum membusuk.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17079

حَدَّثَنَا أَبُو الْمُغِيرَةِ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ الْعَلَاءِ بْنُ زَبْرٍ قَالَ حَدَّثَنِي مُسْلِمُ بْنُ مِشْكَمٍ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا ثَعْلَبَةَ الْخُشَنِيَّ قَالَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَخْبِرْنِي بِمَا يَحِلُّ لِي مِمَّا يُحَرَّمُ عَلَيَّ قَالَ فَصَعَّدَ فِيَّ النَّظَرَ وَصَوَّبَ ثُمَّ قَالَ نُوَيْبِتَةٌ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ نُوَيْبِتَةُ خَيْرٍ أَمْ نُوَيْبِتَةُ شَرٍّ قَالَ بَلْ نُوَيْبِتَةُ خَيْرٍ لَا تَأْكُلْ لَحْمَ الْحِمَارِ الْأَهْلِيِّ وَلَا كُلَّ ذِي نَابٍ مِنْ السِّبَاعِقَالَ حَدَّثَنَا أَبُو الْمُغِيرَةِ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْعَلَاءِ قَالَ حَدَّثَنِي بُسْرُ بْنُ عُبَيْدِ اللَّهِ عَنْ أَبِي إِدْرِيسَ عَنْ أَبِي ثَعْلَبَةَ مِثْلَ ذَلِكَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abul Mughirah} ia berkata, Telah menceritakan kepada kami {Ibnul Ala` bin Zabr} ia berkata, telah menceritakan kepadaku {Muslim bin Misykam} ia berkata, saya mendengar {Abu Tsa’labah Al Khasyani} ia berkata, Saya berkata, “Wahai Rasulullah, kabarkanlah kepadaku apa yang telah dihalalkan untukku dari apa-apa yang telah diharamkan atasku.” Abu Tsa’labah berkata, “Kemudian beliau memandangku dengan tatapan serius seraya bersabda: “Nuwaibitah (ungkapan terhadap sesuatu yang kecil kemudian tumbuh menjadi besar dan banyak).” Saya bertanya, “Wahai Rasulullah, Nuhaibitah yang baik atau Nuwaibitah yang buruk?” beliau menjawab: “Bahkan Nuwaibitah yang baik. Janganlah kamu memakan daging himar yang jinak, atau binatang buas yang bertaring.” Abdullah bin Ahmad berkata Telah menceritakan kepada kami {Abul Mughirah} ia berkata, Telah menceritakan kepada kami {Abdullah bin Ala`} ia berkata, telah menceritakan kepadaku {Busr bin Ubaidullah} dari {Abu Idris} dari {Abu Tsa’labah} sebagaimana hadits tersebut.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17080

حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ قَالَ حَدَّثَنَا أَبِي عَنْ صَالِحٍ وَحَدَّثَنِي ابْنُ شِهَابٍ أَنَّ أَبَا إِدْرِيسَ أَخْبَرَهُ أَنَّ أَبَا ثَعْلَبَةَ قَالَحَرَّمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لُحُومَ الْحُمُرِ الْأَهْلِيَّةِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ya’qub} ia berkata, Telah menceritakan kepada kami {Bapakku} dari {Shalih} dan telah menceritakan kepadaku {Ibnu Syihab} bahwa {Abu Idris} telah mengabarkan kepadanya, bahwa {Abu Tsa’labah} berkata, “Rasulullah saw. mengharamkan daging himar yang jinak.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17081

حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ عَبْدِ رَبِّهِ قَالَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ حَرْبٍ قَالَ حَدَّثَنَا الزُّبَيْدِيُّ عَنْ يُونُسَ بْنِ سَيْفٍ الْكَلَاعِيِّ عَنْ أَبِي إِدْرِيسَ عَائِذِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ الْخَوْلَانِيِّ عَنْ أَبِي ثَعْلَبَةَ الْخُشَنِيِّ قَالَأَتَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَصَعَّدَ فِيَّ النَّظَرَ ثُمَّ صَوَّبَهُ فَقَالَ نُوَيْبِتَةٌ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ نُوَيْبِتَةُ خَيْرٍ أَوْ نُوَيْبِتَةُ شَرٍّ قَالَ بَلْ نُوَيْبِتَةُ خَيْرٍ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّا فِي أَرْضِ صَيْدٍ فَأُرْسِلُ كَلْبِي الْمُعَلَّمَ فَمِنْهُ مَا أُدْرِكُ ذَكَاتَهُ وَمِنْهُ مَا لَا أُدْرِكُ ذَكَاتَهُ وَأَرْمِي بِسَهْمِي فَمِنْهُ مَا أُدْرِكُ ذَكَاتَهُ وَمِنْهُ مَا لَا أُدْرِكُ ذَكَاتَهُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُلْ مَا رَدَّتْ عَلَيْكَ يَدُكَ وَقَوْسُكَ وَكَلْبُكَ الْمُعَلَّمُ ذَكِيًّا وَغَيْرَ ذَكِيٍّ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yazid bin Abdu Rabbih} ia berkata, Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Harb} ia berkata, Telah menceritakan kepada kami {Az Zubaidi} dari {Yunus bin Saif Al Kala`i} dari {Abu Idris A`idzillah bin Abdullah Al Khaulani} dari {Abu Tsa’labah Al Khusyani} ia berkata, “Saya menemui Rasulullah saw., lalu beliau memandangiku dengan tatapan serius dan bersabda: “Nuwaibitah (ungkapan terhadap sesuatu yang kecil kemudian tumbuh menjadi besar dan banyak).” Saya bertanya, “Wahai Rasulullah, Nuwaibitah yang baik atau Nuwaibitah yang buruk?” beliau menjawab: “Bahkan Nuwaibitah yang baik.” Saya berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami hidup di daerah yang enak untuk berburu, dan saya biasa melepaskan anjingku yang telah terlatih. Tetapi terkadang aku sempat menyebelihnya dan terkadang tidak sempat (karena sudah mati). Saya juga biasa melepaskan anak panahku, terkadang aku sempat menyebelihnya dan terkadang tidak sempat?” Rasulullah saw. lalu bersabda: “Makanlah hasil buruan tanganmu, anak panahmu, dan anjingmu yang terlatih, baik yang sempat disembelih atau yang belum sempat.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17082

حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا وُهَيْبٌ قَالَ حَدَّثَنَا النُّعْمَانُ بْنُ رَاشِدٍ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنِ عَطَاءِ بْنِ يَزِيدَ اللَّيْثِيِّ عَنْ أَبِي ثَعْلَبَةَ الْخُشَنِيِّأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأَى فِي يَدِي خَاتَمًا مِنْ ذَهَبٍ فَجَعَلَ يَقْرَعُ يَدَهُ بِعُودٍ مَعَهُ فَغَفَلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْهُ فَأَخَذَ الْخَاتَمَ فَرَمَى بِهِ فَنَظَرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمْ يَرَهُ فِي إِصْبَعِهِ فَقَالَ مَا أُرَانَا إِلَّا قَدْ أَوْجَعْنَاكَ وَأَغْرَمْنَاكَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Affan} Telah menceritakan kepada kami {Wuhaib} ia berkata, Telah menceritakan kepada kami {Nu’man bin Rasyid} dari {Zuhri} dari {Atha` bin Yazid Al Laitsi} dari {Abu Tsa’labah Al Khasyani}, bahwa Rasulullah saw. melihat cincin emas yang ada di tanganku, maka beliau memukulnya dengan kayu yang ada di tangannya dan berpaling. Laki-laki itu kemudian mengambil cincin emasnya dan membuangnya. Setelah itu Nabi saw. melihat ke arah laki-laki tersebut, tetapi cincin yang ada di jarinya sudah tidak ada. Maka beliau pun bersabda: “Tidaklah kami mengira, kecuali kami telah menyakiti dan mendendamu.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17083

حَدَّثَنَا مُهَنَّأُ بْنُ عَبْدِ الْحَمِيدِ وَعَفَّانُ وَهَذَا لَفْظُ مُهَنَّى قَالَ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ عَنْ أَبِي أَسْمَاءَ الرَّحَبِيِّ عَنْ أَبِي ثَعْلَبَةَ الْخُشَنِيِّأَنَّهُ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّا بِأَرْضِ أَهْلِ كِتَابٍ أَفَنَطْبُخُ فِي قُدُورِهِمْ وَنَشْرَبُ فِي آنِيَتِهِمْ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنْ لَمْ تَجِدُوا غَيْرَهَا فَارْحَضُوهَا بِالْمَاءِ وَاطْبُخُوا فِيهَا قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّا بِأَرْضِ صَيْدٍ فَكَيْفَ نَصْنَعُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَرْسَلْتَ كَلْبَكَ الْمُكَلَّبَ وَذَكَرْتَ اسْمَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ فَقَتَلَ فَكُلْ وَإِنْ كَانَ غَيْرَ مُكَلَّبٍ فَذَكِّ وَكُلْ وَإِذَا رَمَيْتَ بِسَهْمِكَ وَذَكَرْتَ اسْمَ اللَّهِ وَقَتَلَ فَكُلْ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhanna` bin Abdul Hamid} dan {Affan} dan ini adalah lafazh Muhanna, ia berkata, Telah menceritakan kepada kami {Hammad bin Salamah} dari {Ayyub} dari {Abu Qilabah} dari {Abu Asma Ar Rahabi} dari {Abu Tsa’labah Al Khasyani} ia bertanya, “Wahai Rasulullah, kami berada di wilayah Ahli Kitab, bolehkah kami memasak dan minum dengan menggunakan bejana-bejana mereka?” maka Rasulullah saw. menjawab: “Jika kalian tidak mendapatkan selain bejana-bejana itu, maka cucilah dengan air dan masaklah dengannya.” Abu Tsa’labah bertanya lagi, “Wahai Rasulullah, jika kami berada di daerah yang suka berburu, maka apa yang mesti kami lakukan?” beliau menjelaskan: “Jika kamu melepaskan anjingmu yang telah terlatih dengan menyebut nama Allah ‘azza wajalla lalu anjing membunuhnya, maka makanlah. Dan jika anjingmu bukan anjing yang terlatih, maka sembelih dan makanlah. Jika kamu melepaskan anak panahmu dengan menyebut nama Allah, kemudian hewan buruannya mati, maka makanlah.”