Musnad Penduduk Syam

Kembali ke Menu Sebelumnya

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17084

حَدَّثَنِي وَهْبٌ قَالَ حَدَّثَنَا أَبِي قَالَ سَمِعْتُ النُّعْمَانَ يُحَدِّثُ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَزِيدَ عَنْ أَبِي ثَعْلَبَةَ الْخُشَنِيِّ قَالَجَلَسَ رَجُلٌ إِلَى نَبِيِّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَفِي يَدِهِ خَاتَمٌ مِنْ ذَهَبٍ فَقَرَعَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدَهُ بِقَضِيبٍ كَانَ فِي يَدِهِ ثُمَّ غَفَلَ عَنْهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَرَمَى الرَّجُلُ بِخَاتَمِهِ فَنَظَرَ إِلَيْهِ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ أَيْنَ خَاتَمُكَ قَالَ أَلْقَيْتُهُ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَظُنُّنَا قَدْ أَوْجَعْنَاكَ وَأَغْرَمْنَاكَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Wahb} ia berkata, Telah menceritakan kepada kami {Bapakku} ia berkata, saya mendengar {Nu’man} menceritakan dari {Az Zuhri} dari {Atha` bin Yazid} dari {Abu Tsa’labah Al Khasyani} ia berkata, “Seorang laki-laki duduk di sisi Nabi saw. sementara di tangannya terdapat cincin emas. Maka Nabi saw. memukul tangannya dengan kayu lalu berpaling. Maka laki-laki itu pun membuang cincinnya. Setelah itu Nabi saw. melihatnya dan bertanya, “Mana cincinmu?” laki-laki itu menjawab, “Saya telah membuangnya.” Nabi saw. bersabda: “Berarti kami telah menyakiti dan membuatmu rugi.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17085

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يَزِيدَ حَدَّثَنَا حَيْوَةُ أَخْبَرَنِي رَبِيعَةُ بْنُ يَزِيدَ الدِّمَشْقِيُّ عَنْ أَبِي إِدْرِيسَ الْخَوْلَانِيِّ عَنْ أَبِي ثَعْلَبَةَ الْخُشَنِيِّ أَنَّهُ قَالَأَتَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّا بِأَرْضِ أَهْلِ كِتَابٍ أَفَنَأْكُلُ فِي آنِيَتِهِمْ وَإِنَّا فِي أَرْضِ صَيْدٍ أَصِيدُ بِقَوْسِي وَأَصِيدُ بِكَلْبِي الْمُعَلَّمِ وَأَصِيدُ بِكَلْبِي الَّذِي لَيْسَ بِمُعَلَّمٍ فَأَخْبِرْنِي مَاذَا يَصْلُحُ قَالَ أَمَّا مَا ذَكَرْتَ أَنَّكُمْ بِأَرْضِ أَهْلِ كِتَابٍ تَأْكُلُ فِي آنِيَتِهِمْ فَإِنْ وَجَدْتُمْ غَيْرَ آنِيَتِهِمْ فَلَا تَأْكُلُوا فِيهَا وَإِنْ لَمْ تَجِدُوا غَيْرَ آنِيَتِهِمْ فَاغْسِلُوهَا ثُمَّ كُلُوا فِيهَا وَأَمَّا مَا ذَكَرْتَ أَنَّكُمْ بِأَرْضِ صَيْدٍ فَإِنْ صِدْتَ بِقَوْسِكَ وَذَكَرْتَ اسْمَ اللَّهِ فَكُلْ وَمَا صِدْتَ بِكَلْبِكَ الْمُعَلَّمِ فَاذْكُرْ اسْمَ اللَّهِ ثُمَّ كُلْ وَمَا صِدْتَ بِكَلْبِكَ الَّذِي لَيْسَ بِمُعَلَّمٍ فَأَدْرَكْتَ ذَكَاتَهُ فَكُلْ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdullah bin Yazid} Telah menceritakan kepada kami {Haiwah} telah mengabarkan kepadaku {Rabi’ah bin Yazid Ad Dimasyqi} dari {Abu Idris Al Khaulani} dari {Abu Tsa’labah Al Khasyani} ia berkata, “Saya menemui Rasulullah saw. dan bertanya, “Wahai Rasulullah, kami berada di wilayah Ahli Kitab, apakah kami boleh makan dengan memakai bejana-bejana mereka? Dan kami juga berada di area perburuan, saya berburu dengan panah dan anjing, baik yang sudah dilatih maupun yang belum. Karena itu, beritahukanlah kepadaku apa yang sebaiknya saya lakukan?” beliau menjelaskan: “Mengenai ungkapanmu, bahwa kalian berada di wilayah Ahli Kitab dan makan dalam bejana-bejana mereka, jika kalian mendapatkan bejana selain bejana-bejana mereka, maka janganlah kalian makan dengan menggunakan bejana-bejana mereka. Namun jika kalian tidak mendapatkan selainnya, maka cucilah bejana-bejana itu dan makanlah kalian dengan bejana-bejana tersebut. Kemudian mengenai ungkapan kalian, bahwa kalian berada di area perburuan, jika kamu berburu dengan panahmu dan menyebut nama Allah, maka makanlah. Dan jika kamu berburu dengan anjingmu yang terlatih, maka sebutlah nama Allah dan makanlah. Adapun hewan buruan yang kamu dapatkan dari anjingmu yang tidak terlatih dan kamu sempat menyembelihnya, maka makanlah.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17086

حَدَّثَنَا عَبْدُ الصَّمَدِ حَدَّثَنَا هَمَّامٌ قَالَ حَدَّثَنَا قَتَادَةُ عَنْ شَهْرٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ غَنْمٍ قَالَلَمَّا وَقَعَ الطَّاعُونُ بِالشَّامِ خَطَبَ عَمْرُو بْنُ الْعَاصِ النَّاسَ فَقَالَ إِنَّ هَذَا الطَّاعُونَ رِجْسٌ فَتَفَرَّقُوا عَنْهُ فِي هَذِهِ الشِّعَابِ وَفِي هَذِهِ الْأَوْدِيَةِ فَبَلَغَ ذَلِكَ شُرَحْبِيلَ ابْنَ حَسَنَةَ قَالَ فَغَضِبَ فَجَاءَ وَهُوَ يَجُرُّ ثَوْبَهُ مُعَلِّقٌ نَعْلَهُ بِيَدِهِ وَقَالَ صَحِبْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَمْرٌو أَضَلُّ مِنْ حِمَارِ أَهْلِهِ وَلَكِنَّهُ رَحْمَةُ رَبِّكُمْ وَدَعْوَةُ نَبِيِّكُمْ وَوَفَاةُ الصَّالِحِينَ قَبْلَكُمْ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdushshamad} Telah menceritakan kepada kami {Hammam} ia berkata, Telah menceritakan kepada kami {Qatadah} dari {Syahr} dari {Abdurrahman bin Ghanm} ia berkata, “Ketika penyakit tha’un melanda negeri Syam, maka Amru bin Ash berkhutbah seraya mengatakan, “Sesungguhnya penyakit tha’un ini adalah kotoran. Maka hendaklah kalian menghindar darinya dengan berpencar bukit-bukit dan lembah-lembah ini.” Hal itu lalu sampai ke telinga {Syurahbil bin Hasanah}, maka ia pun marah dan datang dengan menyeret kain dan menenteng sandalnya seraya berkata, “Saya telah berteman dengan Rasulullah saw. Amru itu lebih sesat daripada himar milik keluarganya. Akan tetapi hal itu adalah rahmat dari Rabb kalian, do’a dari Nabi kalian dan wafatnya orang-orang shalih sebelum kalian.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17087

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ يَزِيدَ بْنِ خُمَيْرٍ عَنْ شُرَحْبِيلَ ابْنِ شُفْعَةَ قَالَوَقَعَ الطَّاعُونُ فَقَالَ عَمْرُو بْنُ الْعَاصِ إِنَّهُ رِجْسٌ فَتَفَرَّقُوا عَنْهُ فَبَلَغَ ذَلِكَ شُرَحْبِيلَ ابْنَ حَسَنَةَ فَقَالَ لَقَدْ صَحِبْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَمْرٌو أَضَلُّ مِنْ بَعِيرِ أَهْلِهِ إِنَّهُ دَعْوَةُ نَبِيِّكُمْ وَرَحْمَةُ رَبِّكُمْ وَمَوْتُ الصَّالِحِينَ قَبْلَكُمْ فَاجْتَمِعُوا لَهُ وَلَا تَفَرَّقُوا عَنْهُ فَبَلَغَ ذَلِكَ عَمْرَو بْنَ الْعَاصِ فَقَالَ صَدَقَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} Telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Yazid bin Khumair} dari {Syurahbil bin Syuf’ah} ia berkata, “Penyakit tha’un telah merajalela, maka Amru bin Ash berkata, “Sesungguhnya penyakit tha’un itu adalah kotoran. Karena itu, berpencarlah kalian darinya.” Kemudian ungkapan itu pun sampai kepada {Syurahbil bin Hasanah}, maka ia berkata, “Sungguh, saya telah bersahabat dengan Rasulullah saw. Dan Amru lebih sesat daripada unta milik keluarganya. Sesungguhnya tha’un itu adalah do’a Nabi kalian, rahmat dari Rabb kalian dan wafatnya orang-orang shalih sebelum kalian. Maka berkumpullah kalian dan jangan kalian lari darinya.” Perkataan Syurahbil itu pun sampai kepada Amru bin Ash, maka Amru pun berkata, “Ia benar.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17088

حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ يَزِيدُ بْنُ خُمَيْرٍ أَخْبَرَنِي قَالَ سَمِعْتُ شُرَحْبِيلَ ابْنَ شُفْعَةَ يُحَدِّثُ عَنْ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ أَنَّ الطَّاعُونَ وَقَعَ فَقَالَ عَمْرُو بْنُ الْعَاصِ إِنَّهُ رِجْسٌ فَتَفَرَّقُوا عَنْهُ وَقَالَ شُرَحْبِيلُ ابْنُ حَسَنَةَإِنِّي قَدْ صَحِبْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَمْرٌو أَضَلُّ مِنْ جَمَلِ أَهْلِهِ وَرُبَّمَا قَالَ شُعْبَةُ أَضَلُّ مِنْ بَعِيرِ أَهْلِهِ وَأَنَّهُ قَالَ إِنَّهَا رَحْمَةُ رَبِّكُمْ وَدَعْوَةُ نَبِيِّكُمْ وَمَوْتُ الصَّالِحِينَ قَبْلَكُمْ فَاجْتَمِعُوا وَلَا تَفَرَّقُوا عَنْهُ قَالَ فَبَلَغَ ذَلِكَ عَمْرَو بْنَ الْعَاصِ فَقَالَ صَدَقَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Affan} Telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} ia berkata, telah mengabarkan kepadaku {Yazid bin Khumair} ia berkata, saya mendengar {Syurahbil bin Syuf’ah} menceritakan dari {Amru bin Ash}, bahwa penyakit tha’un telah merajalela, Amru bin Al Ash lalu berkata, “Penyakit tha’un itu adalah kotoran. Karena itu, berpencarlah kalian darinya.” Maka {Syurahbil bin Hasanah} berkata, “Sesungguhnya saya telah bersahabat dengan Rasulullah saw., dan Amru lebih sesat daripada unta milik keluarganya.” Atau, sepertinya Syu’bah mengatakan, “Lebih sesat daripada Ba’ir (unta) milik keluarganya.” Kemudian Syurahbil mengatakan, “Sesungguhnya tha’un itu adalah rahmat dari Rabb kalian, do’a dari Nabi kalian dan (sebab) wafatnya orang-orang shalih sebelum kalian. Maka berkumpullah kalian dan jangan berpencar (lari) darinya.” Perkataan Syurahbil tersebut kemudian sampai kepada {Amru bin Ash}, maka ia pun berkata, “Ia benar.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17089

حَدَّثَنَا أَبُو سَعِيدٍ مَوْلَى بَنِي هَاشِمٍ حَدَّثَنَا ثَابِتٌ حَدَّثَنَا عَاصِمٌ عَنْ أَبِي مُنِيبٍأَنَّ عَمْرَو بْنَ الْعَاصِ قَالَ فِي الطَّاعُونِ فِي آخِرِ خُطْبَةٍ خَطَبَ النَّاسَ فَقَالَ إِنَّ هَذَا رِجْسٌ مِثْلُ السَّيْلِ مَنْ يَنْكُبْهُ أَخْطَأَهُ وَمِثْلُ النَّارِ مَنْ يَنْكُبْهَا أَخْطَأَتْهُ وَمَنْ أَقَامَ أَحْرَقَتْهُ وَآذَتْهُ فَقَالَ شُرَحْبِيلُ ابْنُ حَسَنَةَ إِنَّ هَذَا رَحْمَةُ رَبِّكُمْ وَدَعْوَةُ نَبِيِّكُمْ وَقَبْضُ الصَّالِحِينَ قَبْلَكُمْ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Sa’id} budak bani Hasyim, Telah menceritakan kepada kami {Tsabit} Telah menceritakan kepada kami {Ashim} dari {Abu Munib} bahwa {Amru bin Ash} pernah berkata tentang penyakit tha’un di akhir khutbahnya di hadapan orang banyak, “Sesungguhnya penyakit tha’un ini adalah sesuatu yang kotor sebagaimana aliran air, siapa yang tertimpa maka air itu akan merusaknya. Ia juga seperti api, siapa yang tertimpa maka api itu akan melumatnya. Barangsiapa berdiam diri (mukim), maka ia akan membakar dan menyakitinya.” {Syurahbil bin Hasanah} lalu berkata, “Sesungguhnya tha’un ini adalah rahmat dari Rabb kalian, do’a dari Nabi kalian dan (sebab) wafatnya orang-orang shalih sebelum kalian.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17090

حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ زَيْدِ بْنِ وَهْبٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ ابْنِ حَسَنَةَ قَالَكُنَّا عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي سَفَرٍ فَنَزَلْنَا أَرْضًا كَثِيرَةَ الضِّبَابِ قَالَ فَأَصَبْنَا مِنْهَا وَذَبَحْنَا قَالَ فَبَيْنَا الْقُدُورُ تَغْلِي بِهَا إِذْ خَرَجَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ إِنَّ أُمَّةً مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ فُقِدَتْ وَإِنِّي أَخَافُ أَنْ تَكُونَ هِيَ فَأَكْفِئُوهَا فَأَكْفَأْنَاهَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Mu’awiyah} Telah menceritakan kepada kami {Al A’masy} dari {Zaid bin Wahb} dari {Abdurrahman bin Hasanah} ia berkata, “Kami pernah bersama Rasulullah saw. dalam suatu perjalanan. Lalu kami singgah di suatu tempat yang banyak biawaknya. Kemudian kami menangkap seekor darinya dan menyembelihnya. Saat direbus dalam bejana, tiba-tiba Rasulullah saw. keluar menemui kami. Beliau bersabda: “Sesungguhnya umat dari bani Isra’il telah dikutuk, dan saya khawatir bahwa mereka dikutuk menjadi Biawak. Karena itu tumpahkanlah biawak itu?” maka kami pun menumpahkannya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17091

حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ زَيْدِ بْنِ وَهْبٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ ابْنِ حَسَنَةَ قَالَخَرَجَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَفِي يَدِهِ كَهَيْئَةِ الدَّرَقَةِ قَالَ فَوَضَعَهَا ثُمَّ جَلَسَ فَبَالَ إِلَيْهِ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ بَعْضُ الْقَوْمِ انْظُرُوا إِلَيْهِ يَبُولُ كَمَا تَبُولُ الْمَرْأَةُ قَالَ فَسَمِعَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ وَيْحَكَ أَمَا عَلِمْتَ مَا أَصَابَ صَاحِبَ بَنِي إِسْرَائِيلَ كَانُوا إِذَا أَصَابَهُمْ شَيْءٌ مِنْ الْبَوْلِ قَرَضُوهُ بِالْمَقَارِيضِ فَنَهَاهُمْ فَعُذِّبَ فِي قَبْرِهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Mu’awiyah} Telah menceritakan kepada kami {Al A’masy} dari {Zaid bin Wahb} dari {Abdurrahman bin Hasanah} ia berkata, “Rasulullah saw. keluar menemui kami dengan membawa perisai dari kulit.” ‘Abdurrahman berkata, “Kemudian beliau meletakkan perisai tersebut duduk. Baru kemudian Nabi saw. kencing dengan menghadap ka arah perisai itu. Lantas sebagian orang berkata, “Lihatlah kepadanya, ia kencing sebagaimana kencingnya seorang wanita.” Ucapan tersebut didengar oleh Nabi saw., maka beliau pun bersabda: “Celaka kamu! Apakah kamu tidak tahu apa yang telah menimpa salah seorang dari bani Isra`il? Jika mereka terkena percikan air seni maka mereka memotongnya dengan gunting, lalu orang tersebut melarangnya, hingga ia pun disiksa di dalam kuburnya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17092

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنِ الْأَعْمَشِ وَحَدَّثَنَا وَكِيعٌ قَالَ حَدَّثَنِي الْأَعْمَشُ الْمَعْنَى عَنْ زَيْدِ بْنِ وَهْبٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ ابْنِ حَسَنَةَ قَالَ وَكِيعٌ الْجُهَنِيُّ قَالَغَزَوْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَصَابَتْنَا مَجَاعَةٌ فَنَزَلْنَا بِأَرْضٍ كَثِيرَةِ الضِّبَابِ فَاتَّخَذْنَا مِنْهَا فَطَبَخْنَا فِي قُدُورِنَا فَسَأَلْنَا النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ أُمَّةٌ فُقِدَتْ أَوْ مُسِخَتْ شَكَّ يَحْيَى وَاللَّهُ أَعْلَمُ فَأَمَرَنَا فَأَكْفَأْنَا الْقُدُورَ قَالَ وَكِيعٌ مُسِخَتْ فَأَخْشَى أَنْ تَكُونَ هَذِهِ فَأَكْفَأْنَاهَا وَإِنَّا لَجِيَاعٌ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Sa’id} dari {Al A’masy}. Dan Telah menceritakan kepada kami {Waki’} ia berkata, telah menceritakan kepadaku {Al A’masy Al Ma’na} secara makna, dari {Yazid bin Wahb} dari {Abdurrahman bin Hasanah}. {Waki’} berkata {Al Juhani} berkata, “Kami berperang bersama Rasulullah saw., lalu kami tertimpa kelaparan. Maka singgahlah kami di suatu tempat yang banyak biawaknya. Lalu kami mengambil beberapa ekor darinya dan memasaknya dalam bejana-bejana kami. Saat kami tanyakan hal itu kepada Nabi saw., maka beliau menjawab: “(Itu) adalah umat yang pernah hilang, atau diubah wujudnya.” -Yahya masih merasa ragu, Wallahu A’lam- Kemudian beliau menyuruh (untuk membuangnya), maka kami pun menumpahkan bejana-bejana itu.” Waki’ berkata, “Mereka telah diubah wujudnya, maka aku khawatir mereka itu adalah hewan ini. Maka kami pun menumpahkannya padahal kami dalam keadaan lapar.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17093

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ زَيْدِ بْنِ وَهْبٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ ابْنِ حَسَنَةَ قَالَكُنْتُ أَنَا وَعَمْرُو بْنُ الْعَاصِ جَالِسَيْنِ قَالَ فَخَرَجَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمَعَهُ دَرَقَةٌ أَوْ شِبْهُهَا فَاسْتَتَرَ بِهَا فَبَالَ جَالِسًا قَالَ فَقُلْنَا أَيَبُولُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَمَا تَبُولُ الْمَرْأَةُ قَالَ فَجَاءَنَا فَقَالَ أَوَمَا عَلِمْتُمْ مَا أَصَابَ صَاحِبَ بَنِي إِسْرَائِيلَ كَانَ الرَّجُلُ مِنْهُمْ إِذَا أَصَابَهُ الشَّيْءُ مِنْ الْبَوْلِ قَرَضَهُ فَنَهَاهُمْ عَنْ ذَلِكَ فَعُذِّبَ فِي قَبْرِهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Waki’} Telah menceritakan kepada kami {Al A’masy} dari {Zaid bin Wahb} dari {Abdurrahman bin Hasanah} ia berkata, “Saya sedang duduk bersama Amru bin Ash, kemudian Rasulullah saw. keluar menemui kami dengan membawa perisai yang terbuat dari kulit. Beliau lalu berlindung di baliknya dan kencing sambil duduk. Maka kami pun bertanya: “Apakah Rasulullah saw. kencing sebagaimana kencingnya seorang wanita. Lalu ‘Abdurrahman berkata, “Nabi saw. kemudian mendatangi kami dan bersabda: “Apakah kalian tidak tahu apa yang telah menimpa salah seorang dari bani Isra`il, jika seorang laki-laki dari mereka terkena percikan air kencing niscaya ia akan mengguntingnya, lalu orang tersebut melarang mereka untuk melakukan hal itu, maka ia pun disiksa dalam kuburnya.”