Musnad Penduduk Syam

Kembali ke Menu Sebelumnya

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16409

حَدَّثَنَا رَوْحٌ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْحَمِيدِ بْنُ بَهْرَامَ قَالَ سَمِعْتُ شَهْرَ بْنَ حَوْشَبٍ قَالَ حَدَّثَنِي أَبُو ظَبْيَةَ قَالَ قَالَ عَمْرُو بْنُ عَبَسَةَسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ أَيُّمَا رَجُلٍ مُسْلِمٍ رَمَى بِسَهْمٍ فِي سَبِيلِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ فَبَلَغَ مُخْطِئًا أَوْ مُصِيبًا فَلَهُ مِنْ الْأَجْرِ كَرَقَبَةٍ أَعْتَقَهَا مِنْ وَلَدِ إِسْمَاعِيلَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Rauh} berkata Telah menceritakan kepada kami {Abdul Hamid bin Bahran} berkata saya telah mendengar {Syahr bin Hausyab} berkata Telah menceritakan kepadaku {Abu Zhabyah} berkata {‘Amr bin ‘Abasah} berkata saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Muslim siapa saja yang melempar dengan satu panah di jalan Allah Azzawajalla, lalu mengenai sasarannya atau meleset, maka baginya pahala sebagaimana dia membebaskan budak dari anak Isma’il.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16410

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَكْرٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْحَمِيدِ يَعْنِي ابْنَ جَعْفَرٍ قَالَ حَدَّثَنِي الْأَسْوَدُ بْنُ الْعَلَاءِ عَنْ حُوَىٍّ مَوْلَى سُلَيْمَانَ بْنِ عَبْدِ الْمَلِكِ عَنْ رَجُلٍ أَرْسَلَ إِلَيْهِ عُمَرُ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ وَهُوَ أَمِيرُ الْمُؤْمِنِينَ قَالَ كَيْفَ الْحَدِيثُ الَّذِي حَدَّثْتَنِي عَنْ الصُّنَابِحِيِّ قَالَ أَخْبَرَنِي الصُّنَابِحِيُّأَنَّهُ لَقِيَ عَمْرَو بْنَ عَبَسَةَ فَقَالَ هَلْ مِنْ حَدِيثٍ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا زِيَادَةَ فِيهِ وَلَا نُقْصَانَ قَالَ نَعَمْ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ أَعْتَقَ رَقَبَةً أَعْتَقَ اللَّهُ بِكُلِّ عُضْوٍ مِنْهَا عُضْوًا مِنْهُ مِنْ النَّارِ وَمَنْ رَمَى بِسَهْمٍ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بَلَغَ أَوْ قَصَّرَ كَانَ عِدْلَ رَقَبَةٍ وَمَنْ شَابَ شَيْبَةً فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَانَ لَهُ نُورًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Bakar} Telah menceritakan kepada kami {Abdul Hamid} yaitu Ibnu Ja’far, berkata Telah menceritakan kepadaku {Al Aswad bin Al ‘Ala’} dari {Huwai} budak Sulaiman bin Abdul Malik, dari {seorang laki-laki} yang diutus oleh ‘Umar bin Abdul Aziz yaitu Amirul Mukminin, berkata bagaimana hadits yang kamu Telah menceritakan kepadaku, dari {Ash-Shunabihi} berkata telah mengabarkan kepadaku Ash-Shunabihi sesungguhnya dia bertemu {‘Amr bin ‘Abasah} lalu dia berkata apakah ada hadits dari Rasulullah saw. yang di dalamnya tidak ada tambahan atau hal yang dikurangi. Maka dia menjawab, ya, saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa membebaskan seorang budak, niscaya Allah akan membebaskan anggota tubuhnya dari neraka lantaran setiap anggota tubuh budak yang dimerdekakannya. Barangsiapa yang melempar dengan satu panah di jalan Allah, lalu mengenai sasarannya atau meleset, menyamai membebaskan budak. Barangsiapa yang beruban satu uban saja di jalan Allah, dia mendapatkan cahaya pada Hari Kiamat.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16411

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ وَابْنُ جَعْفَرٍ الْمَعْنَى قَالَا حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ أَبِي الْفَيْضِ قَالَ عَبْدُ الرَّحْمَنِ فِي حَدِيثِهِ سَمِعْتُ سُلَيْمَ بْنَ عَامِرٍ يَقُولُكَانَ بَيْنَ مُعَاوِيَةَ وَبَيْنَ الرُّومِ عَهْدٌ وَكَانَ يَسِيرُ نَحْوَ بِلَادِهِمْ حَتَّى يَنْقَضِيَ الْعَهْدُ فَيَغْزُوَهُمْ فَجَعَلَ رَجُلٌ عَلَى دَابَّةٍ يَقُولُ وَفَاءٌ لَا غَدْرٌ وَفَاءٌ لَا غَدْرٌ فَإِذَا هُوَ عَمْرُو بْنُ عَبَسَةَ فَسَأَلْتُهُ عَنْ ذَلِكَ فَقَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ كَانَ بَيْنَهُ وَبَيْنَ قَوْمٍ عَهْدٌ فَلَا يَحِلَّ عُقْدَةً وَلَا يَشُدَّهَا حَتَّى يَمْضِيَ أَمَدُهَا أَوْ يَنْبِذَ إِلَيْهِمْ عَلَى سَوَاءٍ فَرَجَعَ مُعَاوِيَةُ رَضِيَ اللَّهُ تَعَالَى عَنْهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdurrahman bin Mahdi} dan {Ibnu Ja’far} berkata telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Abu Al faidl} Abdurrahman berkata dalam hadisnya, saya mendengar {Sulaim bin ‘Amir} berkata telah terjadi perjanjian antara Mu’awiyah dan orang Romawi. Lalu (Mu’awiyah Radhiyallahu’anhu) berjalan menuju ke Romawi. Hingga saat perjanjian telah selesai, ia menyerbu mereka. Lalu ada seorang laki-laki yang menaiki kendaraannya dan berkata “Penuhilah janji, jangan ada ada khianat. Penuhilah janji, jangan ada khianat.” Ternyata orang itu adalah {‘Amru bin ‘Abasah}. Lalu saya menanyakan hal itu, dan dia berkata “Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: ‘Barangsiapa yang mengikat perjanjian dengan suatu kaum, ia tidak boleh melepasnya, atau menarik janjinya sampai perjanjian itu habis atau keduanya sama-sama membatalkannya.” Lalu Mu’awiyah Radhiyallahu’anhu kembali.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16412

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ يَعْلَى بْنِ عَطَاءٍ عَنْ يَزِيدَ بْنِ طَلْقٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ الْبَيْلَمَانِيِّ عَنْ عَمْرِو بْنِ عَبَسَةَ قَالَأَتَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ أَسْلَمَ قَالَ حُرٌّ وَعَبْدٌ قَالَ فَقُلْتُ وَهَلْ مِنْ سَاعَةٍ أَقْرَبُ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى مِنْ أُخْرَى قَالَ جَوْفُ اللَّيْلِ الْآخِرُ صَلِّ مَا بَدَا لَكَ حَتَّى تُصَلِّيَ الصُّبْحَ ثُمَّ انْهَهُ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ وَمَا دَامَتْ كَأَنَّهَا حَجَفَةٌ حَتَّى تَنْتَشِرَ ثُمَّ صَلِّ مَا بَدَا لَك حَتَّى يَقُومَ الْعَمُودُ عَلَى ظِلِّهِ ثُمَّ انْهَهُ حَتَّى تَزُولَ الشَّمْسُ فَإِنَّ جَهَنَّمَ تُسْجَرُ لِنِصْفِ النَّهَارِ ثُمَّ صَلِّ مَا بَدَا لَكَ حَتَّى تُصَلِّيَ الْعَصْرَ ثُمَّ انْهَهُ حَتَّى تَغْرُبَ الشَّمْسُ فَإِنَّهَا تَغْرُبُ بَيْنَ قَرْنَيْ شَيْطَانٍ وَتَطْلُعُ بَيْنَ قَرْنَيْ شَيْطَانٍ فَإِنَّ الْعَبْدَ إِذَا تَوَضَّأَ فَغَسَلَ يَدَيْهِ خَرَّتْ خَطَايَاهُ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ فَإِذَا غَسَلَ وَجْهَهُ خَرَّتْ خَطَايَاهُ مِنْ وَجْهِهِ فَإِذَا غَسَلَ ذِرَاعَيْهِ وَمَسَحَ بِرَأْسِهِ خَرَّتْ خَطَايَاهُ مِنْ بَيْنِ ذِرَاعَيْهِ وَرَأْسِهِ وَإِذَا غَسَلَ رِجْلَيْهِ خَرَّتْ خَطَايَاهُ مِنْ رِجْلَيْهِ فَإِذَا قَامَ إِلَى الصَّلَاةِ وَكَانَ هُوَ وَقَلْبُهُ وَوَجْهُهُ أَوْ كُلُّهُ نَحْوَ الْوَجْهِ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ انْصَرَفَ كَمَا وَلَدَتْهُ أُمُّهُ قَالَ فَقِيلَ لَهُ أَأَنْتَ سَمِعْتَ هَذَا مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَوْ لَمْ أَسْمَعْهُ مَرَّةً أَوْ مَرَّتَيْنِ أَوْ عَشْرًا أَوْ عِشْرِينَ مَا حَدَّثْتُ بِهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} Telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Ya’la bin ‘Atha`} dari {Yazid bin Thalq} dari {Abdurrahman Al Bailami} dari {‘Amr bin ‘Abasah} berkata saya menemui Rasulullah saw., lalu saya bertanya, “Siapa orang yang telah masuk Islam?” Beliau menjawab, “Orang merdeka dan budak, ” (‘Amr bin ‘Abasah Radhiyallahu’anhu) berkata lalu saya bertanya, “Apakah ada suatu waktu yang lebih dekat kepada Allah daripada yang lainnya?” Beliau bersabda: “Shalatlah pada pertengahan malam yang terakhir sampai kamu shalat subuh, kemudian tinggalkanlah sampai matahari terbit, tinggalkanlah shalat itu selama matahari masih seperti perisai, sampai matahari itu menyebar, Lalu shalatlah sampai pada keadaan tiang-tiang sama dengan bayangannya, lalu tinggalkanlah sampai matahari bergeser. Sesungguhnya Jahannam dinyalakan pada pertengahan siang, lalu shalatlah pada waktu yang ada sampai kamu shalat asar. Lalu janganlah kau shalat sampai matahari tenggelam, sesungguhnya matahari itu tenggelam pada dua tanduk setan dan dan muncul antara dua tanduk setan. Sesungguhnya seorang hamba jika dia berwudhu lalu dia mencuci kedua tangannya maka keluar kesalahannya dari antara kedua tangannya. Jika dia mencuci wajahnya maka kesalahannya jatuh dari wajahnya. Jika mencuci kedua tangannya dan mengusap kepalanya maka kesalahannya jatuh dari kedua tanganya dan kepalanya. Jika mencuci kedua kakinya maka akan terjatuhlah kesalahannya dari kedua kakinya. Jika bangkit untuk shalat, maka dia, hatinya dan wajahnya, atau semuanya menghadapkan wajah kepada Allah Azzawajalla, alhasil dia meninggalkan shalat dalam keadaan sebagaimana saat ibunya melahirkannya. Abu Umamah Radhiyallahu’anhu) berkata ada yang bertanya kepadanya, “Apakah kamu telah mendengar hal ini dari Rasulullah saw.?.” dia menjawab, “Kalau saja saya tidak mendengarnya sekali atau dua kali, ” atau, “Sepuluh atau dua puluh kali, niscaya saya tidak menceritakannya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16413

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ قَالَ حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ عَنْ عَمْرِو بْنِ عَبَسَةَ قَالَقَالَ رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا الْإِسْلَامُ قَالَ أَنْ يُسْلِمَ قَلْبُكَ لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ وَأَنْ يَسْلَمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِكَ وَيَدِكَ قَالَ فَأَيُّ الْإِسْلَامِ أَفْضَلُ قَالَ الْإِيمَانُ قَالَ وَمَا الْإِيمَانُ قَالَ تُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْبَعْثِ بَعْدَ الْمَوْتِ قَالَ فَأَيُّ الْإِيمَانِ أَفْضَلُ قَالَ الْهِجْرَةُ قَالَ فَمَا الْهِجْرَةُ قَالَ تَهْجُرُ السُّوءَ قَالَ فَأَيُّ الْهِجْرَةِ أَفْضَلُ قَالَ الْجِهَادُ قَالَ وَمَا الْجِهَادُ قَالَ أَنْ تُقَاتِلَ الْكُفَّارَ إِذَا لَقِيتَهُمْ قَالَ فَأَيُّ الْجِهَادِ أَفْضَلُ قَالَ مَنْ عُقِرَ جَوَادُهُ وَأُهْرِيقَ دَمُهُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ عَمَلَانِ هُمَا أَفْضَلُ الْأَعْمَالِ إِلَّا مَنْ عَمِلَ بِمِثْلِهِمَا حَجَّةٌ مَبْرُورَةٌ أَوْ عُمْرَةٌ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdurrazzaq} berkata telah menceritakan kepada kami {Ma’mar} dari {Ayyub} dari {Abu Qilabah} dari {‘Amr bin ‘Abasah} berkata ada seorang laki-laki berkata “Wahai Rasulullah, apa maksud Islam?” beliau menjawab, “Kamu menyerahkan hatimu kepada Allah Azzawajalla dan orang muslim selamat dari lidah dan tanganmu.” Dia bertanya, “Islam manakah yang paling utama?” Beliau menjawab, “Iman.” Dia bertanya, “Apa maksud iman?” Beliau bersabda: “Kamu beriman kepada Allah, para Malaikat-Nya, Kitab-Kitab-Nya, Rasul-Rasul-Nya dan kebangkitan setelah mati.” Dia bertanya lagi, “Iman apa yang paling utama?” beliau bersabda: “Hijrah.” dia bertanya, “Apa maksud hijrah itu?” beliau bersabda: “Kamu meninggalkan kejelekan.” Dia bertanya, “Hijrah apa yang paling utama?.” Beliau menjawab, “Jihad.” Dia bertanya, “Apakah jihad itu?” beliau bersabda: “Kamu memerangi orang kafir jika kamu menemui mereka.” dia bertanya, “Jihad apa yang paling utama?” beliau menjawab, “Barangsiapa yang kudanya disembelih dan darahnya ditumpahkan.” Rasulullah saw. bersabda: “Ada dua amalan yang kedua amalan itu adalah paling utama kecuali orang itu melakukan amalan semisal, haji mabrur atau umrah.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16414

حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ أَخْبَرَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ يَعْلَى بْنِ عَطَاءٍ عَنْ يَزِيدَ بْنِ طَلْقٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ الْبَيْلَمَانِيِّ عَنْ عَمْرِو بْنِ عَبَسَةَ السُّلَمِيِّ قَالَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ مَعَكَ عَلَى هَذَا الْأَمْرِ قَالَ حُرٌّ وَعَبْدٌ وَمَعَهُ أَبُو بَكْرٍ وَبِلَالٌ ثُمَّ قَالَ لَهُ ارْجِعْ إِلَى قَوْمِكَ حَتَّى يُمَكِّنَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ لِرَسُولِهِقَالَ وَكَانَ عَمْرُو بْنُ عَبَسَةَ يَقُولُ لَقَدْ رَأَيْتُنِي وَإِنِّي لَرُبُعُ الْإِسْلَامِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yazid bin Harun} telah mengabarkan kepada kami {Hammad bin Salamah} dari {Ya’la bin ‘Atha`} dari {Yazid bin Thalq} dari {Abdurrahman bin Al Bailamani} dari {‘Amr bin ‘Abasah} berkata saya berkata “Wahai Rasulullah, siapa yang bersama anda dalam urusan ini?” Beliau bersabda: “Ada orang merdeka dan budak, ” beliau saat itu sedang bersama Abu Bakar dan Bilal. Lalu bersabda kepadanya, “Pulanglah kepada kaummu sampai Allah Azzawajalla memberi kekuasaan kepada Rasul-Nya.” (Abdurrahman bin Al Bailamani Radhiyallahu’anhu) berkata ‘Amr bin ‘Abasah berkata “Saya adalah orang keempat masuk Islam.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16415

حَدَّثَنَا حَجَّاجٌ وَعُثْمَانُ بْنُ عُمَرَ قَالَا حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي ذِئْبٍ عَنْ صَالِحٍ قَالَ عُثْمَانُ مَوْلَى التَّوْأَمَةِ عَنْ زَيْدِ بْنِ خَالِدٍ الْجُهَنِيِّ قَالَكُنَّا نُصَلِّي مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَغْرِبَ وَنَنْصَرِفُ إِلَى السُّوقِ وَلَوْ رَمَى أَحَدُنَا بِالنَّبْلِ قَالَ عُثْمَانُ رَمَى بِنَبْلٍ لَأَبْصَرَ مَوَاقِعَهَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hajjaj} dari {‘Utsman bin ‘Umar} berkata Telah menceritakan kepada kami {Ibnu Abu Dzi`b} dari {Shalih} {‘Utsman} berkata budak At-Tauamah, dari {Zaid bin Khalid Al Juhani} berkata kami shalat maghrib bersama Nabi saw. lalu kami menuju ke pasar, dan kalau saja salah seorang dari kami melepaskan anak panahnya, ” ‘Utsman berkata dengan redaksi, “Melempar satu panah, niscaya kami dapat melihat tempat jatuhnya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16416

حَدَّثَنَا ابْنُ نُمَيْرٍ وَيَعْلَى وَيَزِيدُ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ عَنْ عَطَاءٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ خَالِدٍ الْجُهَنِيِّ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَقَالَ لَا تَتَّخِذُوا بُيُوتَكُمْ قُبُورًا صَلُّوا فِيهَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ibnu Numair} dan {Ya’la} dan {Yazid} berkata Telah menceritakan kepada kami {Abdul Malik} dari {‘Atha`} dari {Zaid bin Khalid Al Juhani} dari Nabi saw. bersabda: “Janganlah kalian menjadikan rumah kalian sebagai kuburan. Shalatlah kalian di rumah.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16417

حَدَّثَنَا ابْنُ نُمَيْرٍ عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ يَحْيَى ح وَيَزِيدُ قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ يَحْيَى عَنِ ابْنِ أَبِي عَمْرَةَ عَنْ أَبِي عَمْرَةَ أَنَّهُ سَمِعَ زَيْدَ بْنَ خَالِدٍ الْجُهَنِيَّ قَالَ يَزِيدُ أَنَّ أَبَا عَمْرَةَ مَوْلَى زَيْدِ بْنِ خَالِدٍ الْجُهَنِيِّ أَنَّهُ سَمِعَ زَيْدَ بْنَ خَالِدٍ الْجُهَنِيَّيُحَدِّثُ أَنَّ رَجُلًا مِنْ الْمُسْلِمِينَ تُوُفِّيَ بِخَيْبَرَ وَأَنَّهُ ذُكِرَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ صَلُّوا عَلَى صَاحِبِكُمْ قَالَ فَتَغَيَّرَتْ وُجُوهُ الْقَوْمِ لِذَلِكَ فَلَمَّا رَأَى الَّذِي بِهِمْ قَالَ إِنَّ صَاحِبَكُمْ غَلَّ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَفَتَّشْنَا مَتَاعَهُ فَوَجَدْنَا فِيهِ خَرَزًا مِنْ خَرَزِ الْيَهُودِ مَا يُسَاوِي دِرْهَمَيْنِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ibnu Numair} dari {Yahya bin Sa’id} dari {Muhammad bin Yahya} -lewat jalur periwayatan lain –dan {Yazid} berkata Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Sa’id} dari {Muhammad bin Yahya} dari {Ibnu Abu ‘Amrah} dari {Abu Amrah} sesungguhnya telah mendengar {Zaid bin Khalid Al Juhani} Yazid berkata sesungguhnya {Abu ‘Amrah} budak Zaid bin Khalid Al Juhani, telah mendengar {Zaid bin Khalid Al Juhani} menceritakan sesungguhnya ada seorang laki-laki dari kalangan kaum muslimin wafat di Khaibar, lalu disebutkan pada Rasulullah saw. lalu beliau bersabda: “Shalatlah kalian atas saudara kalian.” (Zaid bin Khalid Al Juhani Radhiyallahu’anhu) berkata “Lalu wajah orang-orang berubah karena hal itu.” Tatkala (Rasulullah saw.) melihat mereka bersabda: “Sahabat kalian ini telah mengambil rampasan sebelum dibagi di jalan Allah.” Lalu kami memeriksanya pada perbekalannya lalu kami mendapatkan permata Yahudi yang setara dengan dua dirham.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16418

حَدَّثَنَا يَعْلَى وَمُحَمَّدٌ ابْنَا عُبَيْدٍ قَالَا حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَاقَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ زَيْدِ بْنِ خَالِدٍ الْجُهَنِيِّ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَوْلَا أَنْ أَشُقَّ وَقَالَ مُحَمَّدٌ لَوْلَا أَنْ يُشَقَّ عَلَى أُمَّتِي لَأَخَّرْتُ صَلَاةَ الْعِشَاءِ إِلَى ثُلُثِ اللَّيْلِ وَلَأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ عِنْدَ كُلِّ صَلَاةٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ya’la} dan {Muhammad} anak laki-laki ‘Ubaid berkata Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ishaq} dari {Muhammad bin Ibrahim} dari {Abu Salamah bin Abdurrahman} dari {Zaid bin Khalid Al Juhani} berkata Rasulullah saw. bersabda: “Seandainya tidak karena memberatkan.” Muhammad berkata dengan redaksi, “Seandainya tidak memberatkan umatku, niscaya saya akan mengakhirkan shalat isya’ sampai sepertiga malam dan saya memerintahkan mereka untuk bersiwak setiap shalat.”