Musnad Penduduk Syam

Kembali ke Menu Sebelumnya

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17134

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ عَلِيِّ بْنِ رَبَاحٍ ذَاكَ اللَّخْمِيُّ عَن أَبِيهِ قَالَ سَمِعْتُ عَمْرَو بْنَ الْعَاصِ يَقُولُقَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا عَمْرُو اشْدُدْ عَلَيْكَ سِلَاحَكَ وَثِيَابَكَ وَأْتِنِي فَفَعَلْتُ فَجِئْتُهُ وَهُوَ يَتَوَضَّأُ فَصَعَّدَ فِيَّ الْبَصَرَ وَصَوَّبَهُ وَقَالَ يَا عَمْرُو إِنِّي أُرِيدُ أَنْ أَبْعَثَكَ وَجْهًا فَيُسَلِّمَكَ اللَّهُ وَيُغْنِمَكَ وَأَرْغَبُ لَكَ مِنْ الْمَالِ رَغْبَةً صَالِحَةً قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي لَمْ أُسْلِمْ رَغْبَةً فِي الْمَالِ إِنَّمَا أَسْلَمْتُ رَغْبَةً فِي الْجِهَادِ وَالْكَيْنُونَةِ مَعَكَ قَالَ يَا عَمْرُو نَعِمَّا بِالْمَالِ الصَّالِحِ لِلرَّجُلِ الصَّالِحِقَالَ كَذَا فِي النُّسْخَةِ نَعِمَّا بِنَصْبِ النُّونِ وَكَسْرِ الْعَيْنِ قَالَ أَبُو عُبَيْدٍ بِكَسْرِ النُّونِ وَالْعَيْنِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Waki’} Telah menceritakan kepada kami {Musa bin Ali bin Rabah Al Lakhmi} dari {Bapaknya} ia berkata, saya mendengar {Amru bin Ash} berkata, “Rasulullah saw. bersabda kepadaku: “Wahai Amru, persiapkanlah senjata dan pakaianmu, lalu temuilah aku.” Maka saya pun melakukannya dan menemui beliau yang saat itu sedang berwudhu, beliau lalu memandangiku dengan pandangan yang serius seraya berkata: “Wahai Amru, aku akan mengutusmu dalam suatu pasukan perang, semoga Allah memberi keselamatan dan harta ghanimah, dan memberimu kesukaan pada harta dengan kesukaan yang baik.” Amru berkata Saya berkata, “Wahai Rasulullah, saya memeluk Islam bukan karena kecintaanku pada harta. Akan tetapi, saya memeluk Islam karena kecintaanku terhadap jihad persahabatan denganmu.” Beliau bersabda: “Wahai Amru, sebaik-baik harta adalah harta yang dimiliki oleh seorang laki-laki shalih.” Perawi berkata, “Seperti inilah yang tercantum dalam naskah, ‘Na’imma.’ Dengan huruf nun yang manshub (harakat fathah) dan ‘Ain yang maksur (harakat kasrah).” Abu Ubaid berkata, “Huruf Nun dan ‘Ain adalah maksur (berharakat kasrah).”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17135

حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ قَالَ أَخْبَرَنَا سَعِيدٌ عَن قَتَادَةَ عَنْ رَجَاءِ بْنِ حَيْوَةَ عَنْ قَبِيصَةَ بْنِ ذُؤَيْبٍ عَنْ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ قَالَلَا تَلْبِسُوا عَلَيْنَا سُنَّةَ نَبِيِّنَا عِدَّةُ أُمِّ الْوَلَدِ إِذَا تُوُفِّيَ عَنْهَا سَيِّدُهَا أَرْبَعَةُ أَشْهُرٍ وَعَشْرًا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yazid bin Harun} ia berkata, telah mengabarkan kepada kami {Sa’id} dari {Qatadah} dari {Raja` bin Haiwah} dari {Qabishah bin Dzu`aib} dari {Amru bin Ash} ia berkata, “Janganlah kalian merusak sunnah Nabi kami. Masa Iddah Ummul Walad jika ditinggal wafat tuannya adalah empat bulan sepuluh hari.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17136

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ قَالَ ثَنَا شُعْبَةُ عَن إِسْمَاعِيلَ عَنْ قَيْسِ بْنِ أَبِي حَازِمٍ عَن عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ قَالَسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جِهَارًا غَيْرَ سِرٍّ يَقُولُ إِنَّ آلَ أَبِي فُلَانٍ لَيْسُوا لِي بِأَوْلِيَاءَ إِنَّمَا وَلِيِّيَ اللَّهُ وَصَالِحُ الْمُؤْمِنِينَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} ia berkata, Telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Isma’il} dari {Qais bin Abu Hazim} dari {Amru bin Ash} ia berkata, “Saya mendengar secara terang-terangan Rasulullah saw. bersabda: “Keluarga Abu Fulan bukanlah wali-waliku, waliku hanyalah Allah dan orang-orang shalih dari kaum mukminin.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17137

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ قَالَ ثَنَا شُعْبَةُ عَنِ الْحَكَمِ قَالَ سَمِعْتُ ذَكْوَانَ يُحَدِّثُ عَنْ مَوْلًى لِعَمْرِو بْنِ الْعَاصِأَنَّهُ أَرْسَلَهُ إِلَى عَلِيٍّ يَسْتَأْذِنُهُ عَلَى أَسْمَاءَ بِنْتِ عُمَيْسٍ فَأَذِنَ لَهُ حَتَّى إِذَا فَرَغَ مِنْ حَاجَتِهِ سَأَلَ الْمَوْلَى عَمْرًا عَنْ ذَلِكَ فَقَالَ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَانَا أَوْ نَهَى أَنْ نَدْخُلَ عَلَى النِّسَاءِ بِغَيْرِ إِذْنِ أَزْوَاجِهِنَّ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} ia berkata, Telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Al Hakam} ia berkata, saya mendengar {Dzakwan} menceritakan dari {budaknya Amru bin Ash}, bahwa {Amru} pernah mengutusnya kepada Ali untuk minta izin agar ia dapat menemui Asma bin Umais, maka Ali pun mengizinkannya. Setelah hajatnya selesai, sang budak pun menanyakan hal itu kepada Amru. Amru lantas menjawab, “Sesungguhnya Rasulullah saw. telah melarang kami untuk menemui para wanita tanpa seizin suami-suami mereka.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17138

حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ عِيسَى قَالَ حَدَّثَنِي ابْنُ لَهِيعَةَ عَنْ أَبِي قَبِيلٍ عَنْ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ قَالَعَقَلْتُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَلْفَ مَثَلٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ishaq bin Isa} ia berkata, telah menceritakan kepadaku {Ibnu Lahi’ah} dari {Abu Qabil} dari {Amru bin Ash} ia berkata, “Saya menghafal seribu perumpamaan dari Rasulullah saw.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17139

حَدَّثَنَا أَسْوَدُ بْنُ عَامِرٍ قَالَ ثَنَا جَرِيرٌ يَعْنِي ابْنَ حَازِمٍ قَالَ سَمِعْتُ الْحَسَنَ قَالَقَالَ رَجُلٌ لِعَمْرِو بْنِ الْعَاصِ أَرَأَيْتَ رَجُلًا مَاتَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يُحِبُّهُ أَلَيْسَ رَجُلًا صَالِحًا قَالَ بَلَى قَالَ قَدْ مَاتَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يُحِبُّكَ وَقَدْ اسْتَعْمَلَكَ فَقَالَ قَدْ اسْتَعْمَلَنِي فَوَاللَّهِ مَا أَدْرِي أَحُبًّا كَانَ لِي مِنْهُ أَوْ اسْتِعَانَةً بِي وَلَكِنْ سَأُحَدِّثُكَ بِرَجُلَيْنِ مَاتَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يُحِبُّهُمَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْعُودٍ وَعَمَّارُ بْنُ يَاسِرٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Aswad bin Amir} ia berkata, Telah menceritakan kepada kami {Jarir} -yakni Ibnu Hazim- ia berkata, saya mendengar {Al Hasan} berkata, seorang laki-laki bertanya kepada {Amru bin Ash}, “Bagaimanakah menurutmu tentang seorang laki-laki, saat Rasulullah saw. wafat, beliau masih menyimpan rasa cinta kepada laki-laki tersebut? Apakah laki-laki itu seorang yang Shalih? ‘ Amru menjawab, “Tentu.” Laki-laki itu berkata, “Sungguh, Rasulullah saw. telah wafat, beliau mencintaimu dan pernah mengangkatmu sebagai pemimpin.” Amru berkata, “Beliau telah mengangkatku sebagai pemimpin. Namun demi Allah! saya tidak tahu, apakah karena kecintaannya padaku, ataukah hanya isti’anah (permintaan bantuan) beliau kepadaku. Tetapi akan saya ceritakan kepadamu tentang dua orang laki-laki, Rasulullah saw. telah wafat namun beliau tetap mencintai keduanya yaitu Abdullah bin Mas’ud dan Ammar bin Yasir.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17140

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ خُبَيْبِ بْنِ الزُّبَيْرِ قَالَ سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ أَبِي الْهُذَيْلِ قَالَكَانَ عَمْرُو بْنُ الْعَاصِ يَتَخَوَّلُنَا فَقَالَ رَجُلٌ مِنْ بَكْرِ بْنِ وَائِلٍ لَئِنْ لَمْ تَنْتَهِ قُرَيْشٌ لَيَضَعَنَّ اللَّهُ هَذَا الْأَمْرَ فِي جُمْهُورٍ مِنْ جَمَاهِيرِ الْعَرَبِ سِوَاهُمْ فَقَالَ عَمْرُو بْنُ الْعَاصِ كَذَبْتَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ قُرَيْشٌ وُلَاةُ النَّاسِ فِي الْخَيْرِ وَالشَّرِّ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} Telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Khubaib bin Zubair} ia berkata, saya mendengar {Abdullah bin Abu Al Hudzaili} berkata, ” {Amru bin Ash} memilih-milih waktu yang tetap untuk memberikan nasehat kepada kami, lalu seorang laki-laki dari Bani Bakr bin Wa`il berkata, “Sekiranya orang-orang Quraisy tidak berhenti berbuat kemungkaran dan kemaksiatan, niscaya Allah akan meletakkan (kekhilafahan ini) di atas pundak orang-orang Arab selain mereka.” kemudian Amru bin Ash berkata, “Kamu dusta! Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Quraisy adalah pemimpin manusia hingga hari kiamat baik dalam kebaikan maupun keburukkan.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17141

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ قَالَ حَدَّثَنَا مُوسَى يَعْنِي ابْنَ عَلِيٍّ عَن أَبِيهِ قَالَ سَمِعْتُ عَمْرَو بْنَ الْعَاصِ يَقُولُمَا أَبْعَدَ هَدْيَكُمْ مِنْ هَدْيِ نَبِيِّكُمْ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَّا هُوَ فَكَانَ أَزْهَدَ النَّاسِ فِي الدُّنْيَا وَأَنْتُمْ أَرْغَبُ النَّاسِ فِيهَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdurrahman bin Mahdi} ia berkata, Telah menceritakan kepada kami {Musa} -yakni Ibnu Ali- dari {Bapaknya} ia berkata, saya mendengar {Amru bin Ash} berkata, “Alangkah jauhnya perilaku kalian terhadap perilaku Nabi kalian saw. Nabi saw. adalah orang yang paling zuhud terhadap dunia, sedangkan kalian adalah orang yang paling cinta terhadap dunia.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17142

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ عَن مُوسَى عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ قَالَكَانَ فَزَعٌ بِالْمَدِينَةِ فَأَتَيْتُ عَلَى سَالِمٍ مَوْلَى أَبِي حُذَيْفَةَ وَهُوَ مُحْتَبٍ بِحَمَائِلِ سَيْفِهِ فَأَخَذْتُ سَيْفًا فَاحْتَبَيْتُ بِحَمَائِلِهِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَلَا كَانَ مَفْزَعُكُمْ إِلَى اللَّهِ وَإِلَى رَسُولِهِ ثُمَّ قَالَ أَلَا فَعَلْتُمْ كَمَا فَعَلَ هَذَانِ الرَّجُلَانِ الْمُؤْمِنَانِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdurrahman bin Mahdi} dari {Musa} dari {Bapaknya} dari {Amru bin Ash} ia berkata Suatu ketika penduduk Madinah mengalami ketakutan, lalu saya menemui Salim budak milik Abu Hudzaifah yang sedang duduk ihtiba` dengan bertaut kerangka pedangnya. Maka aku pun mengambil pedang dan duduk ihtiba` dengan bertaut pada kerangkanya. Rasulullah saw. lantas bersabda: “Wahai sekalian manusia, bukankah tempat mengadu dan minta pertolongan kalian adalah kepada Allah Rasul-Nya?” kemudian beliau bersabda: “Kenapa kalian lakukan sebagaimana yang dilakukan oleh dua orang mukmin ini?”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17143

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ حَمَّادٍ قَالَ أَخْبَرَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنِ الْمُخْتَارِ عَنْ خَالِدٍ الْحَذَّاءِ عَنْ أَبِي عُثْمَانَ قَالَ حَدَّثَنِي عَمْرُو بْنُ الْعَاصِ قَالَبَعَثَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى جَيْشِ ذَاتِ السَّلَاسِلِ قَالَ فَأَتَيْتُهُ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ النَّاسِ أَحَبُّ إِلَيْكَ قَالَ عَائِشَةُ قَالَ قُلْتُ فَمِنْ الرِّجَالِ قَالَ أَبُوهَا إِذًا قَالَ قُلْتُ ثُمَّ مَنْ قَالَ عُمَرُ قَالَ فَعَدَّ رِجَالًا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Hammad} ia berkata, telah mengabarkan kepada kami {Abdul Aziz bin Mukhtar} dari {Khalid Al Hadzdza`} dari {Abu Utsman} ia berkata, telah menceritakan kepadaku {Amru bin Ash} ia berkata, “Rasulullah saw. mengutusku dalam suatu pasukan di Dzatu Salasil, lalu saya menemui beliau dan bertanya, “Wahai Rasulullah, siapakah di antara manusia orang yang paling anda cintai?” beliau menjawab: “Aisyah.” Saya bertanya lagi, “Kalau dari kalangan laki-laki?” beliau menjawab: “Bapaknya.” Saya bertanya lagi, “Lalu siapa lagi?” beliau menjawab: “Umar.” Beliau lalu menyebutkan beberapa nama.”