Musnad Penduduk Syam
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17184
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي عَدِيٍّ عَنْ دَاوُدَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ قَيْسٍ عَنِ الْحَارِثِ بْنِ أُقَيْشٍ قَالَكُنَّا عِنْدَ أَبِي بَرْزَةَ لَيْلَةً فَحَدَّثَ لَيْلَتَئِذٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ مَا مِنْ مُسْلِمَيْنِ يَمُوتُ لَهُمَا أَرْبَعَةُ أَفْرَاطٍ إِلَّا أَدْخَلَهُمَا اللَّهُ الْجَنَّةَ بِفَضْلِ رَحْمَتِهِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَثَلَاثَةٌ قَالَ وَثَلَاثَةٌ قَالُوا وَاثْنَانِ قَالَ وَاثْنَانِ قَالَ وَإِنَّ مِنْ أُمَّتِي لَمَنْ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ بِشَفَاعَتِهِ مِثْلُ مُضَرَ قَالَ وَإِنَّ مِنْ أُمَّتِي لَمَنْ يَعْظُمُ لِلنَّارِ حَتَّى يَكُونَ أَحَدَ زَوَايَاهَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Abu Adi} dari {Dawud} dari {Abdullah bin Qais} dari {Haris bin Uqais} ia berkata, “Pada suatu malam kami bersama {Abu Barzah}, kemudian ia menceritakan dari Nabi saw., bahwa beliau bersabda: “Tidaklah dua orang Muslim memiliki empat orang anak dan semuanya meninggal dunia, kecuali Allah akan memasukkan mereka berdua ke dalam surga dengan keutamaan rahmat-Nya.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana jika tiga orang?” Rasulullah menjawab: “Ya, meskipun hanya tiga orang anak.” Para sahabat bertanya lagi, “Kalau hanya dua orang anak?” beliau menjawab: “Ya, meskipun hanya dua orang anak.” Kemudian beliau bersabda: “Sungguh, di antara umatku akan ada yang masuk surga lantaran syafa’atnya sebanyak jumlah penduduk di suatu kabilah. Dan di antara umatku akan ada yang tinggal di neraka hingga ia menjadi salah satu dari sudutnya.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17185
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي عَدِيٍّ عَنْ سُلَيْمَانَ عَنْ أَبِي تَمِيمَةَ عَنْ دُلْجَةَ بْنِ قَيْسٍأَنَّ الْحَكَمَ الْغِفَارِيَّ قَالَ لِرَجُلٍ أَوْ قَالَ لَهُ رَجُلٌ أَتَذْكُرُ حِينَ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ النَّقِيرِ وَالْمُقَيَّرِ أَوْ أَحَدِهِمَا وَعَنْ الدُّبَّاءِ وَالْحَنْتَمِ قَالَ نَعَمْ وَأَنَا أَشْهَدُ عَلَى ذَلِكَقَالَ أَبُو عَبْد الرَّحْمَنِ حَدَّثَنِي بَعْضُ أَصْحَابِنَا قَالَ سَمِعْتُ عَارِمًا يَقُولُ تَدْرُونَ لِمَ سُمِّيَ دُلْجَةَ قُلْنَا لَا قَالَ أَدْلَجُوا بِهِ إِلَى مَكَّةَ فَوَضَعَتْهُ أُمُّهُ فِي الدُّلْجَةِ فِي ذَلِكَ الْوَقْتِ فَسُمِّيَ دُلْجَةَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Abu Adi} dari {Sulaiman} dari {Abu Tamimah} dari {Duljah bin Qais} bahwa {Al Hakam Al Ghifari} berkata kepada seorang laki-laki, atau seorang laki-laki telah berkata kepadanya, “Apakah engkau ingat ketika Rasulullah saw. melarang An Naqir, Al Muqayyar -atau salah satu dari keduanya-, Ad Duba dan Al Hantam?” Ia menjawab, “Ya, dan aku bersaksi atas itu.” Abu ‘Abdurrahman berkata telah menceritakan kepadaku sebagian sahabat kami ia berkata, saya mendengar Arim berkata, “Tahukah kalian mengapa ia diberi nama Duljah?” Kami menjawab, “Kami tidak tahu.” Ia lalu berkata, “Orang-orang membawanya berjalan ke Makah di tengah malam lalu Ibunya menaruhnya di Duljah, maka sejak itu ia diberi nama Duljah.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17186
قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ قَالَ عَمْرٌو يَعْنِي ابْنَ دِينَارٍقُلْتُ لِأَبِي الشَّعْثَاءِ إِنَّهُمْ يَزْعُمُونَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ لُحُومِ الْحُمُرِ قَالَ يَا عَمْرُو أَبَى ذَلِكَ الْبَحْرُ وَقَرَأَ{ قُلْ لَا أَجِدُ فِيمَا أُوحِيَ إِلَيَّ مُحَرَّمًا عَلَى طَاعِمٍ يَطْعَمُهُ }يَا عَمْرُو أَبَى ذَلِكَ الْبَحْرُ قَدْ كَانَ يَقُولُ ذَلِكَ الْحَكَمُ بْنُ عَمْرٍو الْغِفَارِيُّ يَعْنِي يَقُولُ أَبَى ذَلِكَ عَلَيْنَا الْبَحْرُ ابْنُ عَبَّاسٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Sufyan bin Uyainah}, {Amru} -yakni Ibnu Dinar- berkata, saya berkata kepada {Abu Sya’tsa`}, “Mereka berdalih bahwa Rasulullah saw. melarang memakan daging keledai.” Abu Sya’tsa` berkata, “Wahai Amru, Sang Lautan Ilmu (Ibnu Abbas) tidak menyukai hal itu.” Lalu ia pun membaca ayat: ‘(Katakanlah, ‘Tiadalah Aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya..) ‘ (Qs. Al An’am: 145) Abu Sya’tsa` berkata, “Wahai ‘Amru, Ibnu Abbas tidak menyukainya.”? {Al Hakam bin ‘Amru Al Ghifari} juga berkata, “Ibnu Abbas membenci hal itu.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17187
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ التَّيْمِيِّ عَنْ أَبِي تَمِيمَةَ عَنْ دُلْجَةَ بْنِ قَيْسٍأَنَّ رَجُلًا قَالَ لِلْحَكَمِ الْغِفَارِيِّ أَوْ قَالَ الْحَكَمُ لِرَجُلٍ أَتَذْكُرُ يَوْمَ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ النَّقِيرِ وَالْمُقَيَّرِ أَوْ أَحَدِهِمَا وَعَنْ الدُّبَّاءِ وَالْحَنْتَمِ فَقَالَ نَعَمْ وَأَنَا أَشْهَدُ عَلَى ذَلِكَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Sa’id} dari {At Taimi} dari {Abu Tamimah} dari {Duljah bin Qais} bahwa seorang laki-laki berkata kepada {Al Hakam Al Ghifari} atau Al Hakam berkata kepada seorang laki-laki itu, “Apakah kamu ingat pada hari dimana Rasulullah saw. melarang An Naqir, Al Muqayyar -atau salah satu dari keduanya-, Ad Duba dan Al Hantam?” Ia menjawab, “Ya, dan aku bersaksi atas itu.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17188
حَدَّثَنَا وَهْبُ بْنُ جَرِيرٍ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ عَاصِمٍ الْأَحْوَلِ عَنْ أَبِي حَاجِبٍ عَنِ الْحَكَمِ بْنِ عَمْرٍوأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى أَنْ يَتَوَضَّأَ الرَّجُلُ مِنْ سُؤْرِ الْمَرْأَةِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Wahb bin Harir} ia berkata, Telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Ashim Al Ahwali} dari {Abu Hajib} dari {Al Hakam bin Amru}, bahwa Nabi saw. melarang laki-laki berwudhu dengan air yang telah digunakan wanita.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17189
حَدَّثَنَا مُعْتَمِرٌ قَالَ قَالَ أَبِي حَدَّثَنَا أَبُو تَمِيمَةَ عَنْ دُلَجَةَ بْنِ قَيْسٍأَنَّ الْحَكَمَ الْغِفَارِيَّ قَالَ لِرَجُلٍ مَرَّةً أَتَذْكُرُ إِذْ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الدُّبَّاءِ وَالْحَنْتَمِ وَالْمُقَيَّرِ وَالنَّقِيرِ قَالَ وَأَنَا أَشْهَدُ وَلَمْ يَذْكُرْ الْمُقَيَّرَ أَوْ ذَكَرَ النَّقِيرَ أَوْ ذَكَرَهُمَا جَمِيعًا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Al Mu’tamar} berkata {Bapakku} berkata, telah menceritakan kepada kami {Abu Tamimah} dari {Dulajah bin Qais}, bahwa pada suatu kali {Al Hakam Al Ghifari} berkata kepada seorang laki-laki, “Apakah kamu ingat saat Rasulullah saw. melarang Ad Duba, Al Hantam, Al Muqayyar dan An Naqir?” Al Hakam berkata, “Aku bersaksi atas itu.” Namun ia tidak menyebutkan Al Muqayyar atau An Naqir, atau tidak menyebut keduanya.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17190
حَدَّثَنَا عَبْدُ الصَّمَدِ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ حَدَّثَنَا عَاصِمٌ عَنْ أَبِي حَاجِبٍ عَنِ الْحَكَمِ الْغِفَارِيِّأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى أَنْ يَتَوَضَّأَ بِفَضْلِهَا لَا يَدْرِي بِفَضْلِ وَضُوئِهَا أَوْ فَضْلِ سُؤْرِهَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdushshamad} Telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} Telah menceritakan kepada kami {Ashim} dari {Abu Habib} dari {Al Hakam Al Ghifari}, bahwa Nabi saw. melarang untuk berwudhu dengan air sisa wanita. Al Hakam tidak tahu apakah dengan air dari sisa wudhunya atau minumnya.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17191
حَدَّثَنَا مُعَاوِيَةُ بْنُ هِشَامٍ أَبُو الْحَسَنِ حَدَّثَنَا شَيْبَانُ عَنْ فِرَاسٍ عَنِ الشَّعْبِيِّ قَالَ قَالَ مُطِيعُ بْنُ الْأَسْوَدِقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْفَتْحِ لَا يَنْبَغِي أَنْ يُقْتَلَ قُرَشِيٌّ بَعْدَ يَوْمِهِ هَذَا صَبْرًا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Mu’awiyah bin Hisyam Abul Hasan} Telah menceritakan kepada kami {Syaiban} dari {Firas} dari {Sya’bi} ia berkata {Muthi’ bin Al Aswad} berkata, “Pada hari pembukaan kota Makkah Rasulullah saw. bersabda: “Tidak selayaknya lagi orang-orang Quraisy dibunuh setelah hari ini, kecuali dalam medan peperangan.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17192
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ زَكَرِيَّا حَدَّثَنَا عَامِرٌ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُطِيعٍ عَنْ أَبِيهِ أَنَّهُسَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ فَتْحِ مَكَّةَ يَقُولُ لَا يُقْتَلُ قُرَشِيٌّ صَبْرًا بَعْدَ الْيَوْمِ وَلَمْ يُدْرِكْ الْإِسْلَامَ أَحَدٌ مِنْ عُصَاةِ قُرَيْشٍ غَيْرُ مُطِيعٍ وَكَانَ اسْمُهُ عَاصِيًا فَسَمَّاهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُطِيعًا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Sa’id} dari {Zakaria} Telah menceritakan kepada kami {Amir} dari {Abdullah bin Muthi’} dari {Bapaknya}, bahwa ia mendengar Rasulullah saw. bersabda pada hari pembebasan kota Makkah: “Selamanya orang-orang Quraisy tidak akan dibunuh -selain di medan perang- setelah hari ini.” Dan tidak seorang pun dari para pendurhaka Quraisy yang masuk Islam kecuali Muthi’. Sebelumnya, ia bernama Ashi (orang yang maksiat), lalu Nabi saw. memberinya nama Muthi’ (orang yang taat).
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17193
حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا زَكَرِيَّا عَنْ عَامِرٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُطِيعٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ يَوْمَ فَتْحِ مَكَّةَ لَا يُقْتَلُ قُرَشِيٌّ صَبْرًا بَعْدَ الْيَوْمِ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Waki’} Telah menceritakan kepada kami {Zakaria} dari {Amir} dari {Abdullah bin Muthi’} dari {Bapaknya} ia berkata, “Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda pada hari penaklukan kota Makkah: “Selama orang-orang Quraisy tidak akan dibunuh setelah tahun ini hingga hari kiamat.”