Musnad Penduduk Syam

Kembali ke Menu Sebelumnya

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17244

حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ حَدَّثَنَا ابْنُ مُرَّةَ قَالَ سَمِعْتُ عَمْرَو بْنَ مَيْمُونٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ رَبِيعَةَ عَنْ عُبَيْدِ بْنِ خَالِدٍ رَجُلٌ مِنْ بَنِي سُلَيْمٍ قَالَآخَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَيْنَ رَجُلَيْنِ فَقُتِلَ أَحَدُهُمَا وَمَاتَ الْآخَرُ بَعْدَهُ فَصَلَّيْنَا عَلَيْهِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا قُلْتُمْ قَالُوا دَعَوْنَا لَهُ أَنْ يَغْفِرَ لَهُ وَأَنْ يَرْحَمَهُ وَأَنْ يُلْحِقَهُ بِصَاحِبِهِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَيْنَ صَلَاتُهُ بَعْدَ صَلَاتِهِ وَعَمَلُهُ بَعْدَ عَمَلِهِ أَوْ صِيَامُهُ بَعْدَ صِيَامِهِ قَالَ إِنَّ مَا بَيْنَهُمَا كَمَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Affan} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} telah menceritakan kepada kami {Ibnu Murrah} ia berkata, saya mendengar {Amru bin Maimuhn} dari {Abdullah bin Rabi’ah} dari {Ubaid bin Khalid} -seorang laki-laki dari Bani Sulaim- ia berkata, “Rasulullah saw. mempersaudarakan antara dua orang laki-laki. Lalu salah seorang dari keduanya dibunuh, dan setelah itu yang satu lagi meninggal dunia. Maka kami pun menshalatinya. Rasulullah saw. bersabda: “Apa yang kalian doakan?” Para sahabat menjawab, “Kami berdo’a untuknya agar Allah mengampuni dan merahmatinya, lalu mempertemukannya dengan saudaranya.” Maka Rasulullah saw. pun bersabda: “Kalau begitu di manakah letak (kelebihan) shalatnya setelah shalatnya (yang terbunuh)? Dimanakah letak kelebihan amalannya setelah amalannya? Dimanakah letak kelebihan puasanya setelah puasanya?” beliau melanjutkan: “Sesungguhnya jarak antara keduanya adalah sebagaimana jarak antara langit dan bumi.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17245

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ حَدَّثَنِي مَنْصُورٌ عَنْ تَمِيمِ بْنِ سَلَمَةَ أَوْ سَعْدِ بْنِ عُبَيْدَةَ عَنْ عُبَيْدِ بْنِ خَالِدٍ السُّلَمِيِّ وَكَانَ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَمَوْتُ الْفَجْأَةِ أَخْذَةُ أَسَفٍ وَحَدَّثَ بِهِ مَرَّةً عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Sa’id} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} ia berkata, telah menceritakan kepadaku {Manshur} dari {Tamim bin Salamah} atau {Sa’id bin Ubaidah} dari {Ubaid bin Khalid As Sulami} -salah seorang dari sahabat Nabi saw.- ia berkata, “Kematian yang datang secara tiba-tiba merupakan kematian karena kemurkaan Allah.” Dan sekali waktu ia menceritakannya dari Nabi saw.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17246

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ تَمِيمِ بْنِ سَلَمَةَ عَنْ عُبَيْدِ بْنِ خَالِدٍ السُّلَمِيِّ وَكَانَ مِنْ أَصْحَابِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَقَالَ فِي مَوْتِ الْفَجْأَةِ أَخْذَةُ أَسَفٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Manshur} dari {Tamim bin Salamah} dari {Ubaid bin Khalid As Sulami} salah seorang dari sahabat Rasulullah saw., ia berkata, “Kematian yang datang secara tiba-tiba adalah akibat kemurkaan-Nya (Allah).”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17247

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ وَحَجَّاجٌ قَالَ أَخْبَرَنَا شُعْبَةُ عَنْ سَعْدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ عَنْ نَصْرِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ جَدِّهِ مُعَاذِ بْنِ عَفْرَاءَ الْقُرَشِيِّأَنَّهُ طَافَ بِالْبَيْتِ مَعَ مُعَاذِ ابْنِ عَفْرَاءَ بَعْدَ الْعَصْرِ أَوْ بَعْدَ الصُّبْحِ فَلَمْ يُصَلِّ فَسَأَلْتُهُ فَقَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا صَلَاةَ بَعْدَ صَلَاتَيْنِ بَعْدَ الْغَدَاةِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ وَبَعْدَ الْعَصْرِ حَتَّى تَغْرُبَ الشَّمْسُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah}, dan {Hajjaj} berkata telah mengabarkan kepada kami {Syu’bah} dari {Sa’id bin Ibrahim} dari {Nashr bin Abdurrahman} dari kakeknya {Mu’adz bin Afra` Al Qurasyi}, bahwa ia pernah thawaf di sekitar Ka’bah bersama Mu’adz bin ‘Afra’ usai shalat Ashar atau shalat Shubuh, dan ia tidak shalat lagi setelahnya. Maka aku pun tanyakan hal itu kepadanya, lalu ia menjawab, “Rasulullah saw. bersabda: “Tidak ada shalat sesudah dua shalat setelah subuh hingga terbit matahari dan sesudah ashar hingga terbenamnya matahari.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17248

حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ سَعْدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ أَخْبَرَنِي قَالَ سَمِعْتُ نَصْرَ بْنَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ جَدِّهِ مُعَاذِ ابْنِ عَفْرَاءَأَنَّهُ طَافَ مَعَ مُعَاذِ ابْنِ عَفْرَاءَ فَلَمْ يُصَلِّ بَعْدَ الْعَصْرِ أَوْ بَعْدَ الصُّبْحِ فَقَالَ مَا يَمْنَعُكَ أَنْ تُصَلِّيَ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَنْهَى أَوْ يَقُولُ لَا صَلَاةَ بَعْدَ الصُّبْحِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ وَبَعْدَ الْعَصْرِ حَتَّى تَغْرُبَ الشَّمْسُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Affan} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} ia berkata, telah mengbarkan kepadaku {Sa’d bin Ibrahim} ia berkata, saya mendengar {Nashr bin Abdurrahman} dari kakeknya {Mu’adz bin Afra`}, bahwa ia pernah melakukan thawaf bersama Mu’adz bin Afra`, namun ia tidak menunaikan shalat lagi setelah Ashar atau setelah Subuh. Maka ia pun bertanya, “Apa yang menghalangimu untuk menunaikan shalat?” Mu’adz menjawab, “Saya telah mendengar Rasulullah saw. melarang, atau bersabda: “Tidak ada shalat setelah Subuh hingga matahari terbit, dan tidak pula setelah Ashar hingga matahari terbenam.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17249

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ عَدِيِّ بْنِ ثَابِتٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ وَهْبٍ يُحَدِّثُ عَنْ ثَابِتِ ابْنِ وَدِيعَةَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ رَجُلًا أَتَاهُ بِضِبَابٍ قَدْ احْتَرَشَهَا فَجَعَلَ يَنْظُرُ إِلَى ضَبٍّ مِنْهَا ثُمَّ قَالَ إِنَّ أُمَّةً مُسِخَتْ فَلَا أَدْرِي لَعَلَّ هَذَا مِنْهَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Adi bin Tsabit} dari {Zaid bin Wahb} ia menceritakan dari {Tsabit bin Wadi’ah} dari Nabi saw., bahwa ada seorang laki-laki mendatangi beliau sambil membawa beberapa ekor biawak yang dikumpulkannya, lalu Nabi saw. melihat pada salah seekor darinya seraya bersabda: “Sesungguhnya ada di antara umat yang telah dirubah bentuknya dan aku tidak tahu mungkin binatang ini di antaranya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17250

حَدَّثَنَا بَهْزٌ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ أَخْبَرَنِي عَدِيُّ بْنُ ثَابِتٍ قَالَ سَمِعْتُ زَيْدَ بْنَ وَهْبٍ يُحَدِّثُ عَنْ ثَابِتِ ابْنِ وَدِيعَةَ قَالَجَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِضِبَابٍ قَدْ احْتَرَشَهَا قَالَ فَجَعَلَ يَنْظُرُ إِلَيْهِ وَيُقَلِّبُهُ وَقَالَ إِنَّ أُمَّةً مُسِخَتْ فَلَا يُدْرَى مَا فَعَلَتْ وَإِنِّي لَا أَدْرِي لَعَلَّ هَذَا مِنْهَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Bahz} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} ia berkata, telah mengabarkan kepadaku {Adi bin Tsabit} ia berkata, saya mendengar {Zaid bin Wahb} menceritakan dari {Tsabit bin Wadi’ah} ia berkata, “Seorang laki-laki datang menemui Nabi saw. dengan membawa biawak yang telah ditangkapnya, lalu beliau memandangi dan membulak-balik biawak tersebut seraya bersabda: “Sesungguhnya suatu ummat telah diubah wujudnya dan tidak diketahui lagi apa yang mereka lakukan, dan aku tidak tahu apakah binatang ini salah satu dari mereka.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17251

حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ عَدِيِّ بْنِ ثَابِتٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ وَهْبٍ عَنْ ثَابِتِ ابْنِ وَدِيعَةَأَنَّ رَجُلًا مِنْ بَنِي فَزَارَةَ أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِضِبَابٍ قَالَ فَجَعَلَ يُقَلِّبُ ضَبًّا مِنْهَا بَيْنَ يَدَيْهِ فَقَالَ إِنَّ أُمَّةً مُسِخَتْ قَالَ وَأَكْثَرُ عِلْمِي أَنَّهُ قَالَ مَا أَدْرِي لَعَلَّ هَذَا مِنْهَاقَالَ شُعْبَةُ وَقَالَ حُصَيْنٌ عَنْ زَيْدِ بْنِ وَهْبٍ عَنْ حُذَيْفَةَ قَالَ فَذَكَرَ شَيْئًا نَحْوًا مِنْ هَذَا قَالَ فَلَمْ يَأْمُرْهُ وَلَمْ يَنْهَ أَحَدًا عَنْهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Affan} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Adi bin Tsabit} dari {Zaid bin Wahb} dari {Tsabit bin Wadi’ah}, bahwa seorang laki-laki dari Bani Fazarah mendatangi Nabi saw. dengan membawa beberapa ekor Biawak. Lalu beliau membulak-balik salah seekor biawak di antara kedua tangannya. Kemudian beliau bersabda: “Sesungguhnya ada di antara umat yang telah dirubah bentuknya..” Tsabit berkata, “Menurut sepengetahuanku beliau bersabda: “Dan aku tidak tahu mungkin binatang ini termasuk di antaranya.” {Syu’bah} berkata {Hushain} berkata, dari {Zaid bin Wahb}, dari {Hudzaifah}, ia berkata, “Lalu beliau menyebutkan sesuatu semisal dengan berkenaan dengan binatang ini.” Hudzaifah melanjutkan, “Namun beliau tidak memerintahkan atau melarang untuk memakannya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17252

حَدَّثَنَا حُسَيْنٌ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ عَطَاءٍ عَنْ حُصَيْنٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ وَهْبٍ الْجُهَنِيِّ عَنْ ثَابِتِ بْنِ يَزِيدَ ابْنِ وَدَاعَةَ الْأَنْصَارِيِّ قَالَاصْطَدْنَا ضِبَابًا وَنَحْنُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي بَعْضِ مَغَازِيهِ قَالَ فَطَبَخَ النَّاسُ وَشَوَوْا قَالَ فَأَخَذْتُ ضَبًّا فَشَوَيْتُهُ فَأَتَيْتُ بِهِ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَوَضَعَهُ بَيْنَ يَدَيْهِ فَأَخَذَ عُودًا فَجَعَلَ يُقَلِّبُ بِهِ أَصَابِعَهُ أَوْ يَعُدُّهَا ثُمَّ قَالَ إِنَّ أُمَّةً مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ مُسِخَتْ دَوَابَّ فِي الْأَرْضِ وَإِنِّي لَا أَدْرِي أَيَّ الدَّوَابِّ هِيَ قَالَ قُلْتُ إِنَّ النَّاسَ قَدْ شَوَوْا قَالَ فَلَمْ يَأْكُلْ مِنْهُ وَلَمْ يَنْهَهُمْ عَنْهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Husain} telah menceritakan kepada kami {Yazid bin Atha`} dari {Hushain} dari {Zaid bin Wahb Al Juhani} dari {Tsabit bin Yazid bin Wada’ah Al Anshari} ia berkata, “Kami pernah berburu biawak, padahal saat itu kami sedang bersama Rasulullah saw. dalam sebagian peperangannya. Kemudian para sahabat pun memasak dan memanggangnya. Saya lalu mengambil seekor biawak dan memanggangnya, Setelah itu saya membawanya kepada Rasulullah saw. dan meletakkannya di hadapan beliau. Beliau lantas mengambil kayu, dan derngan kayu tersebut beliau membulak-balikkan jari-jemari biawak tersebut. Beliau kemudian bersabda: “Sesungguhnya ada suatu ummat dari Bani Isra`il yang telah dirubah bentuknya menjadi binatang melata di bumi, dan saya tidak tahu binatang apakah itu.” Tsabit berkata, “Saya berkata, “Saat itu orang-orang telah memanggang (daging tersebut).” Ia melanjutkan, “Namun beliau tidak memakan dagingnya dan beliau juga tidak melarang mereka untuk memakannya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17253

حَدَّثَنَا عَفَّانُ وَمُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ قَالَا حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ عَفَّانُ فِي حَدِيثِهِ قَالَ الْحَكَمُ أَخْبَرَنِي عَنْ زَيْدِ بْنِ وَهْبٍ عَنْ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ عَنْ ثَابِتِ ابْنِ وَدِيعَةَ قَالَ إِنَّهُأَتَى رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِضَبٍّ فَقَالَ أُمَّةٌ مُسِخَتْ وَاللَّهُ أَعْلَمُ قَالَ عَفَّانُ فَاللَّهُ أَعْلَمُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Affan} dan {Muhammad bin Ja’far} keduanya berkata, Telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} -Affan menyebutkan dalam haditsnya-, {Al Hakam} berkata, ia telah mengabarkan kepadaku dari {Zaid bin Wahb} dari {Al Barra` bin Azib} dari {Tsabit bin Wadi’ah} ia berkata, bahwa ia pernah mendatangi Rasulullah saw. dengan membawa biawak, maka beliau pun bersabda: “Suatu umat telah diubah wujudnya, dan Allah yang lebih mengetahui.” Affan menyebutkan, “Maka Allah yang lebih mengetahui.”