Musnad Penduduk Syam

Kembali ke Menu Sebelumnya

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17264

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ عَنْ حَفْصِ بْنِ هَاشِمِ بْنِ عُتْبَةَ بْنِ أَبِي وَقَّاصٍ عَنِ السَّائِبِ بْنِ يَزِيدَ عَنْ أَبِيهِأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا دَعَا فَرَفَعَ يَدَيْهِ مَسَحَ وَجْهَهُ بِيَدَيْهِقَالَ عَبْد اللَّهِ وَقَدْ خَالَفُوا قُتَيْبَةَ فِي إِسْنَادِ هَذَا الْحَدِيثِ وَأَحْسِبُ قُتَيْبَةَ وَهِمَ فِيهِ يَقُولُونَ عَنْ خَلَّادِ بْنِ السَّائِبِ عَنْ أَبِيهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Qutaibah bin Sa’id} telah menceritakan kepada kami {Ibnu Lahi’ah} dari {Hafsh bin Hasyim bin Utbah bin Abu Waqash} dari {As Sa’ib bin Yazid} dari {Ayahnya}, bahwa ketika sedang berdoa Nabi saw. mengangkat kedua tangannya lalu mengusap wajahnya dengan kedua tangannya.” Abdullah berkata, “Orang-orang (para perawi hadits) telah menyelisihi Qutaibah dalam sanad hadis ini. Dan aku mengira bahwa Qutaibah keliru dalam sanad hadits tersebut. Mereka menyebutkan dari Khillad bin As Sa’ib, dari ayahnya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17265

حَدَّثَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ عَمْرٍو حَدَّثَنَا مَجْمَعُ بْنُ يَعْقُوبَ مِنْ أَهْلِ قُبَاءَ قَالَ حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ أَنَّ بَعْضَ أَهْلِهِ قَالَ لِجَدِّهِ مِنْ قِبَلِ أُمِّهِ وَهُوَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي حَبِيبَةَمَا أَدْرَكْتَ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَتَانَا فِي مَسْجِدِنَا هَذَا فَجِئْتُ فَجَلَسْتُ إِلَى جَنْبِهِ فَأُتِيَ بِشَرَابٍ فَشَرِبَ ثُمَّ نَاوَلَنِي وَأَنَا عَنْ يَمِينِهِ قَالَ وَرَأَيْتُهُ يَوْمَئِذٍ صَلَّى فِي نَعْلَيْهِ وَأَنَا يَوْمَئِذٍ غُلَامٌ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdul Malik bin Amru} telah menceritakan kepada kami {Majma’ bin Ya’qub} dari penduduk Quba`, ia berkata, telah menceritakan kepadaku {Muhammad bin Isma’il}, bahwa sebagian keluarganya berkata kepada kakeknya dari jalur ibunya -yakni {Abdullah bin Abu Habibah} -, “Apa yang kamu dapat dari Rasulullah saw.?” ia menjawab, “Beliau mendatangi kami di masjid kita ini, lalu aku datang dan duduk di sisi beliau. Kemudian disuguhkanlah minuman kepada beliau, lantas beliau memberikan minuman tersebut kepadaku. Sedangkan aku saat itu berada di sebelah kanannya.” Abdullah berkata, “Aku juga melihat beliau shalat dengan mengenakan kedua terompahnya, sedangkan saat itu aku masih kecil.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17266

حَدَّثَنَا عَبْدُ الصَّمَدِ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَمْرٍو عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنِ الشَّرِيدِأَنَّ أُمَّهُ أَوْصَتْ أَنْ يُعْتِقَ عَنْهَا رَقَبَةً مُؤْمِنَةً فَسَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ ذَلِكَ فَقَالَ عِنْدِي جَارِيَةٌ سَوْدَاءُ أَوْ نُوبِيَّةٌ فَأَعْتِقُهَا فَقَالَ ائْتِ بِهَا فَدَعَوْتُهَا فَجَاءَتْ فَقَالَ لَهَا مَنْ رَبُّكِ قَالَتْ اللَّهُ قَالَ مَنْ أَنَا فَقَالَتْ أَنْتَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَعْتِقْهَا فَإِنَّهَا مُؤْمِنَةٌ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdushshamad} telah menceritakan kepada kami {Hammad bin Salamah} telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Amru} dari {Abu Salamah} dari {Asy Syarid}, bahwa ibunya telah berwasiat agar ia membebaskan seorang budak wanita atas nama ibunya. Maka ia menanyakan hal itu kepada Rasulullah saw., ia berkata, “Saya memiliki seorang budak wanita berkulit hitam, lalu saya membebaskannya?” Maka beliau berkata: “Datangkanlah ia!” lalu saya memanggilnya dan budak wanita itu pun datang. Beliau kemudian bertanya: “Siapakah Rabb-mu?” budak wanita itu menjawab, “Allah.” Beliau bertanya lagi, “Siapakah aku?” budak wanita itu menjawab, “Tuan adalah Rasulullah saw.” Beliau lalu bersabda: “Bebaskanlah, karena ia adalah seorang mukminah.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17267

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا وَبْرُ بْنُ أَبِي دُلَيْلَةَ شَيْخٌ مِنْ أَهْلِ الطَّائِفِ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ مَيْمُونِ بْنِ مُسَيْكَةَ وَأَثْنَى عَلَيْهِ خَيْرًا عَنْ عَمْرِو بْنِ الشَّرِيدِ عَنْ أَبِيهِ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيُّ الْوَاجِدِ يُحِلُّ عِرْضَهُ وَعُقُوبَتَهُ قَالَ وَكِيعٌ عِرْضُهُ شِكَايَتُهُ وَعُقُوبَتُهُ حَبْسُهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Waki’} telah menceritakan kepada kami {Wabr bin Abu Dulailah} seorang syaikh dari penduduk Tha`if, dari {Muhammad bin Maimun bin Musaikah} -lalu ia memujinya dengan kebaikan- dari {Amru bin Syarid} dari {Bapaknya} ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Orang mampu yang menangguhkan pembayaran hutangnya, maka telah halal kehormatan atau menghukumnya.” Waki’ berkata, “Maksud kehormatan adalah mengadukannya, sedangkan maksud menghukumnya adalah menahan atau memenjarakannya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17268

حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ حَمَّادُ بْنُ أُسَامَةَ حَدَّثَنَا هِشَامٌ يَعْنِي ابْنَ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ حَدَّثَنِي جَارٌ لِخَدِيجَةَ بِنْتِ خُوَيْلِدٍ أَنَّهُسَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يَقُولُ لِخَدِيجَةَ أَيْ خَدِيجَةُ وَاللَّهِ لَا أَعْبُدُ اللَّاتَ وَالْعُزَّى وَاللَّهِ لَا أَعْبُدُ أَبَدًا قَالَ فَتَقُولُ خَدِيجَةُ خَلِّ اللَّاتَ خَلِّ الْعُزَّى قَالَ كَانَتْ صَنَمَهُمْ الَّتِي كَانُوا يَعْبُدُونَ ثُمَّ يَضْطَجِعُونَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Usamah Hammad bin Usamah} telah menceritakan kepada kami {Hisyam} -yakni Ibnu Urwah- dari {Bapaknya} ia berkata, telah menceritakan kepadaku {Tetangga Khadijah binti Khuwailid}, bahwa ia pernah mendengar Nabi saw. berkata kepada Khadijah: “Wahai Khadijah, demi Allah aku tidak akan pernah menyembah Lata dan ‘Uzza. Demi Allah, selamanya aku tidak akan menyembahnya.” Kemudian Khadijah berkata, “Tinggalkanlah Lata dan ‘Uzza.” Ia (perawi) berkata: “Itu adalah berhala yang mereka biasa sembah dan sujud kepadanya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17269

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ قَالَ أَخْبَرَنِي عَطَاءٌ أَنَّ صَفْوَانَ بْنَ يَعْلَى بْنِ أُمَيَّةَ أَخْبَرَهُأَنَّ يَعْلَى كَانَ يَقُولُ لِعُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ تَعَالَى عَنْهُ لَيْتَنِي أَرَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حِينَ يُنْزَلُ عَلَيْهِ قَالَ فَلَمَّا كَانَ بِالْجِعْرَانَةِ وَعَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثَوْبٌ قَدْ أُظِلَّ بِهِ مَعَهُ نَاسٌ مِنْ أَصْحَابِهِ مِنْهُمْ عُمَرُ إِذْ جَاءَهُ رَجُلٌ عَلَيْهِ جُبَّةٌ مُتَضَمِّخًا بِطِيبٍ قَالَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ كَيْفَ تَرَى فِي رَجُلٍ أَحْرَمَ بِعُمْرَةٍ فِي جُبَّةٍ بَعْدَ مَا تَضَمَّخَ بِطِيبٍ فَنَظَرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَاعَةً ثُمَّ سَكَتَ فَجَاءَهُ الْوَحْيُ فَأَشَارَ عُمَرُ إِلَى يَعْلَى أَنْ تَعَالَ فَجَاءَ يَعْلَى فَأَدْخَلَ رَأْسَهُ فَإِذَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُحْمَرُّ الْوَجْهِ كَذَلِكَ سَاعَةً ثُمَّ سُرِّيَ عَنْهُ فَقَالَ أَيْنَ الَّذِي سَأَلَنِي عَنْ الْعُمْرَةِ آنِفًا فَالْتُمِسَ الرَّجُلُ فَأُتِيَ بِهِ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَّا الطِّيبُ الَّذِي بِكَ فَاغْسِلْهُ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ وَأَمَّا الْجُبَّةُ فَانْزِعْهَا ثُمَّ اصْنَعْ فِي عُمْرَتِكَ كَمَا تَصْنَعُ فِي حَجَّتِكَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Sa’id} dari {Ibnu Juraij} ia berkata, telah mengabarkan kepadaku {Atha`} bahwa {Shafwan bin Ya’la bin Umayyah} telah mengabarkan kepadanya, bahwa {Ya’la} berkata kepada Umar bin Khathab radliallahu ‘andu, “Sekiranya aku melihat Nabi saw. saat wahyu diturunkan kepadanya.” Perawi berkata, “Saat ia berada di Ji’ranah sedangkan pada Rasulullah saw. terdapat kain yang beliau gunakan untuk bernaung bersama para sahabat yang ada di disekitarnya, dan di antaranya adalah Umar. Tiba-tiba datanglah seorang laki-laki dengan mengenakan Jubbah dan memakai wangi-wangian, laki-laki itu lalu bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimanakah menurut anda tentang seorang yang melakukan ihram dengan niat umrah dengan memakai Jubbah yang telah dilumuri minyak wangi?” Rasulullah saw. merenung sejenak kemudian diam, lalu turunlah wahyu. Kemudian Umar pun memberikan isyarat kepada Ya’la, “Kemarilah.” Maka Ya’la pun datang dan memasukkan kepalanya, ternyata ia melihat Nabi saw. wajahnya memerah beberapa saat, kemudian kembali seperti sedia kala. Setelah itu, Nabi saw. bertanya: “Kemana orang yang tadi bertanya kepadaku tentang umrah?” maka dicarilah laki-laki itu dan didatangkan kepada beliau. Nabi saw. lantas bersabda: “Adapun wewangian yang ada padamu, maka cucilah ia tiga kali. Sedang Jubbah milikmu, maka lepaskanlah. Kemudian kerjakanlah dalam umrahmu sebagaimana yang kamu lakukan dalam haji.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17270

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ قَالَ أَخْبَرَنِي عَطَاءٌ قَالَ أَخْبَرَنِي صَفْوَانُ بْنُ يَعْلَى بْنِ أُمَيَّةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَقَاتَلَ أَجِيرِي رَجُلًا فَعَضَّ يَدَهُ فَنَزَعَ يَدَهُ مِنْ فِيهِ فَأَنْدَرَ ثَنِيَّتَهُ فَأَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَهْدَرَهُ وَقَالَ فَيَدَعُ يَدَهُ فِي فِيكَ تَقْضِمُهَا كَمَا يَقْضِمُ الْفَحْلُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Sa’id} dari {Ibnu Juraij} ia berkata, telah mengabarkan kepadaku {Atha`} ia berkata, telah mengabarkan kepadaku {Shafwan bin Ya’la bin Umayyah} dari {Bapaknya} ia berkata, “Pelayanku berkelahi dengan seorang laki-laki dan menggigit tangannya, laki-laki itu kemudian menarik tangannya dari mulut pelayanku dan memukulnya hingga menjatuhkan gigi depannya. Pelayanku lalu datang menemui Nabi saw. (minta qishash), beliau kemudian memberinya izin seraya bersabda: “Hendaklah ia letakkan tangannya di mulutmu, lalu kamu menggigitnya sebagaimana hewan jantan menggigit.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17271

حَدَّثَنَا بَهْزُ بْنُ أَسَدٍ حَدَّثَنَا هَمَّامٌ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ عَطَاءٍ عَنْ صَفْوَانَ بْنِ يَعْلَى بْنِ أُمَيَّةَ عَنْ أَبِيهِعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا أَتَتْكَ رُسُلِي فَأَعْطِهِمْ أَوْ قَالَ فَادْفَعْ إِلَيْهِمْ ثَلَاثِينَ دِرْعًا وَثَلَاثِينَ بَعِيرًا أَوْ أَقَلَّ مِنْ ذَلِكَ فَقَالَ لَهُ الْعَارِيَةُ مُؤَدَّاةٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَعَمْ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Bahz bin Asad} telah menceritakan kepada kami {Hammam} dari {Qatadah} dari {Atha`} dari {Shafwan bin Ya’la bin Umayyah} dari {Bapaknya} dari Nabi saw., beliau bersabda: “Jika datang utusanku kepadamu maka berilah mereka, atau beliau bersabda, “maka berikanlah kepada mereka tiga puluh baju besi dan tiga puluh unta atau kurang dari itu.” Maka berkatalah seorang peminjam kepada beliau, “Wahai Rasulullah, tanpa jaminan?” Nabi saw. menjawab: “Ya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17272

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ حَدَّثَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ قَالَ أَخْبَرَنِي سُلَيْمَانُ بْنُ عَتِيقٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بَابَيْهِ عَنْ بَعْضِ بَنِي يَعْلَى بْنِ أُمَيَّةَ عَنْ يَعْلَى بْنِ أُمَيَّةَ قَالَكُنْتُ مَعَ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ تَعَالَى عَنْهُ فَاسْتَلَمَ الرُّكْنَ قَالَ يَعْلَى وَكُنْتُ مِمَّا يَلِي النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمَّا بَلَغْتُ الرُّكْنَ الْغَرْبِيَّ الَّذِي يَلِي الْأَسْوَدَ وَحَدَرْتُ بَيْنَ يَدَيْهِ لِأَسْتَلِمَ فَقَالَ مَا شَأْنُكَ قُلْتُ أَلَا تَسْتَلِمُ هَذَيْنِ قَالَ أَلَمْ تَطُفْ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْتُ بَلَى قَالَ أَرَأَيْتَهُ يَسْتَلِمُ هَذَيْنِ يَعْنِي الْغَرْبِيَّيْنِ قُلْتُ لَا قَالَ فَلَيْسَ لَكَ فِيهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ قُلْتُ بَلَى قَالَ فَانْفُذْ عَنْكَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdurrazaq} telah menceritakan kepada kami {Ibnu Juraij} ia berkata, telah mengabarkan kepadaku {Sulaiman bin Atiq} dari {Abdullah bin Babaih} dari {sebagian Bani Ya’la bin Umayyah} dari {Ya’la bin Umayyah} ia berkata, “Saya bersama {Umar} radliallahu ‘anhu Ta’ala, lalu ia mengusap rukun.” Ya’la berkata, “Saat itu aku di sisi Nabi saw., maka ketika aku sampai pada rukun sebelah barat dekat Hajar Aswad, aku pun mendekat untuk memgusapnya. Namun kemudian Umar bertanya, “Apa yang engkau lakukan?” Aku menjawab, “Tidakkah kamu mengusap kedua rukun ini?” Umar balik bertanya, “Bukankah pernah thawaf bersama Rasulullah saw.?” Aku menjawab, “Tentu.” Umar bertanya lagi, “Apakah kamu melihat beliau mengusap kedua rukun ini?” Aku menjawab, “Tidak.” Umar berkata, “Maka tidak ada contoh yang pantas diikuti atas perbuatanmu itu.” Maka aku pun berkata, “Benar.” Umar berkata, “Karena itu, janganlah kamu meneruskannya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17273

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْوَلِيدِ قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ عَنْ رَجُلٍ عَنْ ابْنِ يَعْلَى عَنْ يَعْلَى قَالَرَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُضْطَبِعًا بِرِدَاءٍ حَضْرَمِيٍّ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdullah bin Walid} ia berkata, Telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {Ibnu Juraij} dari {seorang laki-laki} dari {Ibnu Ya’la} dari {Ya’la} ia berkata, “Saya melihat Nabi saw. melipatkan kain Hadhrami dari bawah ketiak sebelah kanan hingga ke bagian atas pundak sebelah kiri (saat sa’i antara shafa dan marwah).”