Musnad Penduduk Syam

Kembali ke Menu Sebelumnya

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17274

حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ حَدَّثَنَا أَبِي عَنْ ابْنِ إِسْحَاقَ قَالَ حَدَّثَنِي عَطَاءُ بْنُ أَبِي رَبَاحٍ عَنْ صَفْوَانَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ صَفْوَانَ عَنْ عَمَّيْهِ يَعْلَى بْنِ أُمَيَّةَ وَسَلَمَةَ بْنِ أُمَيَّةَ قَالَاخَرَجْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي غَزْوَةِ تَبُوكَ مَعَنَا صَاحِبٌ لَنَا فَاقْتَتَلَ هُوَ وَرَجُلٌ مِنْ الْمُسْلِمِينَ فَعَضَّ ذَلِكَ الرَّجُلُ بِذِرَاعِهِ فَاجْتَبَذَ يَدَهُ مِنْ فِيهِ فَطَرَحَ ثَنِيَّتَهُ فَذَهَبَ الرَّجُلُ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْأَلُهُ الْعَقْلَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَنْطَلِقُ أَحَدُكُمْ إِلَى أَخِيهِ يَعَضُّهُ عَضِيضَ الْفَحْلِ ثُمَّ يَأْتِي يَلْتَمِسُ الْعَقْلَ لَا دِيَةَ لَكَ قَالَ فَأَطَلَّهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعْنِي فَأَبْطَلَهَاحَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ عَطَاءِ بْنِ أَبِي رَبَاحٍ عَنِ ابْنِ يَعْلَى عَنْ يَعْلَى عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِثْلَ حَدِيثِ قَتَادَةَ عَنْ زُرَارَةَ عَنْ عِمْرَانَ فِي الَّذِي يُعَضُّ أَحَدُهُمَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ya’kub} Telah menceritakan kepada kami {ayahku} dari {Ibn ishaq} katanya, telah menceritakan kepadaku {‘Atho bin Abi rabah}, dari {Shafwan bin Abdullah bin Shafwan} dari kedua pamannya, {Ya’la bin Umayyah} dan {Salmah bin Umayyah} mengatakan, kami berangkat bersama Rasulullah saw. dalam perang tabuk. Ikut bersama kami salah seorang kawan kami. Ia selanjutnya berkelahi sesame kaum muslimin. Si laki-laki menggigit hastanya, lantas ia menarik tangannya dari mulutnya sehingga gigi geraham yang menggigit tanggal. Si laki-laki protes kepada Rasulullah saw. dan meminta diyat. Namun Rasulullah saw. hanya bersabda: “Salah seorang kalian menemui kawannya lantas menggigitnya sebagaimana kambing pejantan menggigit lantas meminta diyat ? Tak ada diyat bagimu. Kata Ya’la atau Salmah, Rasulullah saw. akhirnya tidak mempermasalahkan kasusnya, alias menganggap tak ada diyat. Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin ja’far} Telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Qatadah} dari {‘Atho’ bin Abi rabah} dari {Ibn Ya’la} dari {Ya’la} dari Nabi saw. semisal hadits Qatadah dari Zurarah dari Imran tentang seseorang yang menggigit lawan sengketanya.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17275

حَدَّثَنَا عُمَرُ بْنُ هَارُونَ الْبَلْخِيُّ أَبُو حَفْصٍ حَدَّثَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ عَنْ بَعْضِ بَنِي يَعْلَى بْنِ أُمَيَّةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَرَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُضْطَبِعًا بَيْنَ الصَّفَا وَالْمَرْوَةِ بِبُرْدٍ لَهُ نَجْرَانِيٍّ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Umar bin Harun Al Balkhi Abu Hafsh} telah menceritakan kepada kami {Ibnu Juraij} dari {sebagian Bani Ya’la bin Umayyah}, dari {Bapaknya} ia berkata, “Saya melihat Nabi saw. melipat kain burd (sejenis kain) Najran miliknya dari bawah ketiak sebelah kanan hingga ke bagian atas pundak sebelah kiri saat sa’i antara shafa dan marwah.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17276

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ عَنْ ابْنِ يَعْلَى عَنْ أَبِيهِأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمَّا قَدِمَ طَافَ بِالْبَيْتِ وَهُوَ مُضْطَبِعٌ بِبُرْدٍ لَهُ حَضْرَمِيٍّ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Waki’} ia berkata, Telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {Ibnu Juraij} dari {Ibnu Ya’la} dari {Bapaknya}, bahwa ketika sampai di Makkah Nabi saw. langsung melakukan thawaf di Ka’bah. Saat itu beliau melipatkan kain burd Hadhrami miliknya dari bawah ketiaknya sebelah kanan hingga ke bagian atas pundak sebelah kiri.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17277

حَدَّثَنَا الْهَيْثَمُ بْنُ خَارِجَةَ قَالَ حَدَّثَنَا بَشِيرُ بْنُ طَلْحَةَ أَبُو نَصْرٍ الْحَضْرَمِيُّ أَوْ الْخُشَنِيُّ عَنْ خَالِدِ بْنِ دُرَيْكٍ عَنْ يَعْلَى بْنِ أُمَيَّةَ قَالَكَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَبْعَثُنِي فِي سَرَايَا فَبَعَثَنِي ذَاتَ يَوْمٍ فِي سَرِيَّةٍ وَكَانَ رَجُلٌ يَرْكَبُ بَغْلًا فَقُلْتُ لَهُ ارْحَلْ فَإِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ بَعَثَنِي فِي سَرِيَّةٍ فَقَالَ مَا أَنَا بِخَارِجٍ مَعَكَ قُلْتُ وَلِمَ قَالَ حَتَّى تَجْعَلَ لِي ثَلَاثَةَ دَنَانِيرَ قُلْتُ الْآنَ حَيْثُ وَدَّعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا أَنَا بِرَاجِعٍ إِلَيْهِ ارْحَلْ وَلَكَ ثَلَاثَةُ دَنَانِيرَ فَلَمَّا رَجَعْتُ مِنْ غَزَاتِي ذَكَرْتُ ذَلِكَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ لَيْسَ لَهُ مِنْ غَزَاتِهِ هَذِهِ وَمِنْ دُنْيَاهُ وَمِنْ آخِرَتِهِ إِلَّا ثَلَاثَةُ الدَّنَانِيرِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Al Haitsam bin Kharijah} ia berkata, Telah menceritakan kepada kami {Basyir bin Thalhah Abu Nashr Al Hadhrami} atau Al Khusyani dari {Khalid bin Duraik} dari {Ya’la bin Umayah} ia berkata, “Nabi saw. pernah mengutusku dalam beberapa ekspedisi. Lalu pada suatu hari beliau mengutusku dalam sebuah ekspedisi, lantas aku mendapati seorang laki-laki menunggang bighal. Aku katakan padanya “Pergilah bersamaku karena Nabi saw. mengutusku dalam sebuah ekspedisi.” Laki-laki itu menjawab, “Aku tidak akan pergi bersamamu.” Saya bertanya, “Mengapa?” Ia menjawab, “Kecuali jika engkau memberiku uang sebanyak tiga dinar.” Aku berkata, “Apakah harus sekarang! Aku telah berjanji kepada Rasulullah saw. untuk tidak kembali (sebelum selesai tugas). Pergilah bersamaku dan aku akan memberimu tiga dinar.” Maka ketika aku telah kembali dari peperanganku, hal itu aku kabarkan kepada Rasulullah saw., beliau lalu bersabda: “Ia tidak memperoleh apa-apa dari peperangan ini baik dunia dan akhiratnya, selain uang tiga dinar.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17278

حَدَّثَنَا حَجَّاجُ بْنُ مُحَمَّدٍ قَالَ حَدَّثَنَا لَيْثٌ يَعْنِي ابْنَ سَعْدٍ قَالَ حَدَّثَنِي عُقَيْلُ بْنُ خَالِدٍ عَنِ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ عَمْرِو بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أُمَيَّةَ أَنَّ أَبَاهُ أَخْبَرَهُ أَنَّ يَعْلَى قَالَجِئْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَبِي أُمَيَّةُ يَوْمَ الْفَتْحِ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ بَايِعْ أَبِي عَلَى الْهِجْرَةِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَلْ أُبَايِعُهُ عَلَى الْجِهَادِ فَقَدْ انْقَطَعَتْ الْهِجْرَةُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hajjaj bin Muhammad} ia berkata, Telah menceritakan kepada kami {Laits} -yakni Ibnu Sa’d- ia berkata, telah menceritakan kepadaku {Uqail bin Khalid} dari {Ibnu Syihab} dari {Amru bin Abdurrahman bin Umayyah} bahwa {Bapaknya} telah mengabarkan kepadanya, bahwa {Ya’la} berkata, “Saya mendatangi Rasulullah saw. pada hari Fathul Makkah bersama ayahku, saya lalu berkata, “Wahai Rasulullah, baiatlah ayahku untuk hijrah.” Rasulullah saw. kemudian bersabda: “Aku akan membaiatnya untuk jihad, karena sesungguhnya masa hijrah telah habis.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17279

حَدَّثَنَا أَبُو عَاصِمٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أُمَيَّةَ بْنِ أَبِي عُثْمَانَ الْقُرَشِيُّ قَالَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ حُيَيِّ بْنِ يَعْلَى بْنِ أُمَيَّةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَرَأَيْتُ يَعْلَى يُصَلِّي قَبْلَ أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ فَقَالَ لَهُ رَجُلٌ أَوْ قِيلَ لَهُ أَنْتَ رَجُلٌ مِنْ أَصْحَابِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تُصَلِّي قَبْلَ أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ قَالَ يَعْلَى سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ الشَّمْسَ تَطْلُعُ بَيْنَ قَرْنَيْ شَيْطَانٍقَالَ لَهُ يَعْلَى فَأَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ وَأَنْتَ فِي أَمْرِ اللَّهِ خَيْرٌ مِنْ أَنْ تَطْلُعَ وَأَنْتَ لَاهٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Ashim} telah menceritakan kepada kami {Abdullah bin Umayyah bin Abu Utsman Al Qurasy} ia berkata, Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Huyay bin Ya’la bin Umayyah} dari {Bapaknya} ia berkata, “saya melihat {Ya’la} shalat sebelum matahari terbit, maka seorang laki-laki berkata kepadanya, “Anda adalah termasuk salah seorang dari sahabat Rasulullah saw., akan tetapi kenapa anda shalat sebelum terbitnya matahari?” Ya’la menjawab, “Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya matahari terbit di antara dua tanduk setan.” Ya’la lalu berkata kepada laki-laki itu, “Kamu berada dalam ketaatan kepada Allah saat matahari terbit adalah lebih baik daripada kamu berada dalam kelalaian.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17280

حَدَّثَنَا أَبُو عَاصِمٍ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أُمَيَّةَ قَالَ حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ حُيَيٍّ قَالَ حَدَّثَنِي صَفْوَانُ بْنُ يَعْلَى عَنْ أَبِيهِأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْبَحْرُ هُوَ جَهَنَّمُ قَالُوا لِيَعْلَى فَقَالَ أَلَا تَرَوْنَ أَنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَقُولُ{ نَارًا أَحَاطَ بِهِمْ سُرَادِقُهَا }قَالَ لَا وَالَّذِي نَفْسُ يَعْلَى بِيَدِهِ لَا أَدْخُلُهَا أَبَدًا حَتَّى أُعْرَضَ عَلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ وَلَا يُصِيبُنِي مِنْهَا قَطْرَةٌ حَتَّى أَلْقَى اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Ashim} ia berkata, Telah menceritakan kepada kami {Abdullah bin Umayyah} ia berkata, telah menceritakan kepadaku {Muhammad bin Huyay} ia berkata, telah menceritakan kepadaku {Shafwan bin Ya’la} dari {Bapaknya}, bahwa Nabi saw. bersabda: “Lautan adalah neraka jahannam.” Maka orang-orang pun bertanya kepada Ya’la, Ya’la lalu menjawab, “Tidakkah kalian tahu firman Allah azza wa jalla: ‘(Neraka yang gejolaknya mengepung mereka) ‘ (Qs. Al Kahfi: 29). Ya’la berkata lagi, “Tidak, demi Dzat yang diri Ya’la berada di tangan-Nya, aku tidak akan pernah memasukinya sampai ia di perlihatkan oleh Allah azza wa jalla dan tidak boleh mengenaiku setetespun sampai Allah membuangnya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17281

حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ عَمْرٍو يَعْنِي ابْنَ دِينَارٍ عَنْ عَطَاءٍ عَنْ صَفْوَانَ عَنْ أَبِيهِ قَالَسَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى الْمِنْبَرِ يَقْرَأُ{ وَنَادَوْا يَا مَالِكُ }
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Sufyan bin Uyainah} dari {Amru} -yakni Ibnu Dinar- dari {Atha`} dari {Shafwan} dari {Bapaknya} ia berkata, “Saya mendengar Nabi saw. membaca di atas mimbar: ‘(Dan mereka berseru, ‘Wahai Malik) ‘ (Qs. Az Zukhruf: 77).

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17282

حَدَّثَنَا هَارُونُ قَالَ أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ قَالَ أَخْبَرَنِي عَمْرُو بْنُ الْحَارِثِ عَنِ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ عَمْرِو بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أُمَيَّةَ ابْنِ أَخِي يَعْلَى بْنِ أُمَيَّةَ حَدَّثَهُ أَنَّ أَبَاهُ أَخْبَرَهُ أَنَّ يَعْلَى بْنَ أُمَيَّةَ قَالَجِئْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِأَبِي يَوْمَ الْفَتْحِ فَقُلْتُ لَهُ يَا رَسُولَ اللَّهِ بَايِعْ أَبِي عَلَى الْهِجْرَةِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَلْ أُبَايِعُهُ عَلَى الْجِهَادِ وَقَدْ انْقَطَعَتْ الْهِجْرَةُحَدَّثَنَا أَبُو الرَّبِيعِ الزَّهْرَانِيُّ حَدَّثَنَا فُلَيْحٌ عَنِ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ عَمْرِو بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ يَعْلَى بْنِ أُمَيَّةَ بِإِسْنَادٍ مِثْلَهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Harun} ia berkata, telah mengabarkan kepada kami {Ibnu Wahb} ia berkata, telah mengabarkan kepadaku {Amru bin Harits} dari {Ibnu Syihab} dari {Amru bin Abdurrahman bin Umayyah bin Akhi Ya’la bin Umayyah} ia menceritakan kepadanya, bahwa {Bapaknya} telah mengabarkan kepadanya, bahwa {Ya’la bin Umayyah} berkata, “Saya bersama bapakku menemui Rasulullah saw. pada hari pembukaan kota Makkah. Saya lalu berkata, “Wahai Rasulullah, bai’atlah bapakku untuk hijrah.” Rasulullah saw. kemudian bersabda: “Aku akan membai’atnya atas kewajiban Jihad, sebab kewajiban hijrah telah terputus.” Telah menceritakan kepada kami {Abu Ar Rabi’ Az Zahrani} telah menceritakan kepada kami {Fulaih} dari {Ibnu Syihab} dari {Amru bin Abdurrahman bin Ya’la bin Umayyah} dengan isnad yang sama.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17283

حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ حَدَّثَنَا مَنْصُورٌ وَعَبْدُ الْمَلِكِ عَنْ عَطَاءٍ عَنْ يَعْلَى بْنِ أُمَيَّةَ قَالَجَاءَ أَعْرَابِيٌّ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَيْهِ جُبَّةٌ وَعَلَيْهِ رَدْعٌ مِنْ زَعْفَرَانٍ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي أَحْرَمْتُ فِيمَا تَرَى وَالنَّاسُ يَسْخَرُونَ مِنِّي وَأَطْرَقَ هُنَيْهَةً قَالَ ثُمَّ دَعَاهُ فَقَالَ اخْلَعْ عَنْكَ هَذِهِ الْجُبَّةَ وَاغْسِلْ عَنْكَ هَذَا الزَّعْفَرَانَ وَاصْنَعْ فِي عُمْرَتِكَ كَمَا تَصْنَعُ فِي حَجِّكَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Husyaim} telah menceritakan kepada kami {Manshur} dan {Abdul Malik} dari {Atha`} dari {Ya’la bin Umayyah} ia berkata, “Seorang Arab dusun datang menemui Rasulullah saw. dengan memakai Jubbah, dan pada dirinya masih terdapat bekas-bekas minyak Za’faran. Arab dusun itu lalu berkata, “Wahai Rasulullah, saya telah melakukan Ihram dengan keadaan sebagaimana yang tuan lihat, tetapi orang-orang mengejekku?” Beliau diam sejenak, kemudian beliau memanggilnya dan bersabda: “Lepaslah Jubbah milikmu dan cucilah, lalu hilangkanlah bekas Za’faran yang ada pada badanmu. Kemudian lakukanlah dalam umrahmu sebagaimana yang kamu lakukan dalam haji.”