Musnad Penduduk Syam
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17284
حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ عَمْرٍو عَنْ عَطَاءٍ عَنْ صَفْوَانَ بْنِ يَعْلَى عَنْ أَبِيهِ قَالَسَأَلَ رَجُلٌ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ مُتَضَمِّخٌ بِخَلُوقٍ وَعَلَيْهِ مُقَطَّعَاتٌ فَقَالَ أَهْلَلْتُ بِعُمْرَةٍ قَالَ انْزِعْ هَذِهِ وَاغْتَسِلْ وَاصْنَعْ فِي عُمْرَتِكَ مَا تَصْنَعُ فِي حَجِّكَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {Amru} dari {Atha`} dari {Shafwan bin Ya’la} dari {Bapaknya} ia berkata, “Seorang laki-laki yang memakai wewangian bertanya kepada Nabi saw., pada diri laki-laki itu masih terdapat bekas-bekasnya. Lelaki itu berkata, “Apakah aku boleh bertahalul untuk umrah?” Nabi saw. menjawab: “Bersihkan semua ini dan mandilah. Kemudian lakukanlah dalam umrahmu sebagaimana yang kamu lakukan dalam haji.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17285
حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ قَالَ أَخْبَرَنِي عَطَاءٌ عَنْ صَفْوَانَ بْنِ يَعْلَى عَنْ يَعْلَى بْنِ أُمَيَّةَ قَالَغَزَوْتُ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَيْشَ الْعُسْرَةِ وَكَانَ مِنْ أَوْثَقِ أَعْمَالِي فِي نَفْسِي وَكَانَ لِي أَجِيرٌ فَقَاتَلَ إِنْسَانًا فَعَضَّ أَحَدُهُمَا صَاحِبَهُ فَانْتَزَعَ أُصْبُعَهُ فَأَنْدَرَ ثَنِيَّتَهُ وَقَالَ أَفَيَدَعُ يَدَهُ فِي فِيكَ تَقْضِمُهَا قَالَ أَحْسَبُهُ كَمَا يَقْضِمُ الْفَحْلُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Isma’il} dari {Ibnu Juraij} ia berkata, telah mengabarkan kepadaku {Atha`} dari {Shafwan bin Ya’la} dari {Ya’la bin Umayyah} ia berkata, “Aku pernah berperang bersama Nabi saw. dalam satuan pasukan Jaisul ‘Usrah, dan hal itu adalah amal yang paling terkesan dalam jiwaku. Aku memiliki seorang pelayan yang berkelahi dengan seseorang. Kemudian salah seorang dari keduanya menggigit temannya, dan yang digigit pun menarik jari tangannya, lalu ia memukul lawannya hingga merontokkan gigi depannya. Kemudian Rasulullah berkata: “Apakah dia membiarkan tangannya berada di mulutmu sehingga kamu menggigitnya?” Perawai berkata, “Menurut dugaanku beliau bersabda: “Sebagaimana unta jantan yang menggigit?”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17286
حَدَّثَنَا ابْنُ نُمَيْرٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ عَنْ عَطَاءٍ عَنْ يَعْلَى بْنِ أُمَيَّةَأَنَّهُ كَانَ مَعَ عُمَرَ فِي سَفَرٍ وَأَنَّهُ طَلَبَ إِلَى عُمَرَ أَنْ يُرِيَهُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا نُزِّلَ عَلَيْهِ قَالَ فَبَيْنَمَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي سَفَرٍ وَعَلَيْهِ سِتْرٌ مَسْتُورٌ مِنْ الشَّمْسِ إِذْ أَتَاهُ رَجُلٌ عَلَيْهِ جُبَّةٌ وَعَلَيْهَا رَدْعٌ مِنْ زَعْفَرَانٍ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي أَحْرَمْتُ بِعُمْرَةٍ وَإِنَّ النَّاسَ يَسْخَرُونَ مِنِّي فَكَيْفَ أَصْنَعُ قَالَ فَسَكَتَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمْ يُجِبْهُ فَبَيْنَا هُوَ كَذَلِكَ إِذْ أَوْمَأَ إِلَيَّ عُمَرُ بِيَدِهِ فَأَدْخَلْتُ رَأْسِي مَعَهُمْ فِي السِّتْرِ فَإِذَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُحْمَرٌّ وَجْنَتَاهُ لَهُ غَطِيطٌ سَاعَةً ثُمَّ سُرِّيَ عَنْهُ فَجَلَسَ فَقَالَ أَيْنَ السَّائِلُ عَنْ الْعُمْرَةِ فَقَامَ إِلَيْهِ الرَّجُلُ فَقَالَ انْزِعْ جُبَّتَكَ هَذِهِ عَنْكَ وَمَا كُنْتَ صَانِعًا فِي حَجِّكَ إِذَا أَحْرَمْتَ فَاصْنَعْهُ فِي عُمْرَتِكَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ibnu Numair} telah menceritakan kepada kami {Abdul Malik} dari {Atha`} dari {Ya’la bin Umayyah}, bahwa ia pernah bersama Umar dalam suatu perjalanan, lalu ia meminta Umar untuk memperlihatkan Nabi saw. saat beliau menerima wahyu. Maka saat Nabi saw. berada dalam suatu perjalanan, dan waktu itu beliau mengenakan penutup yang melindunginya dari sengatan terik matahari, tiba-tiba seorang laki-laki memakai jubbah dan minya Za’faran datang menemui Nabi saw. Laki-laki itu kemudian berkata, “Wahai Rasulullah, saya telah berihram dengan niat Umrah. Akan tetapi orang-orang mengejekku. Maka apa yang harus aku lakukan?” Ya’la berkata, “Nabi saw. diam dan tidak menjawab pertanyaannya. Dalam keadaan seperti itu, tiba-tiba Umar memberi isyarat padaku dengan tangannya, maka saya pun memasukkan kepalaku ke dalam sater. Dan ternyata raut muka Nabi saw. memerah, dan nafasnya terasa berat. Setelah itu beliau duduk dan bertanya, “Mana orang yang menanyakan umrah tadi?” maka berdirilah laki-laki itu ke arah beliau hingga beliau pun bersabda: “Lepaskanlah Jubbah milikmu, dan apa yang kamu lakukan saat haji, maka lakukanlah saat kamu melakukan umrah.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17287
حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنِ ابْنِ أَبِي لَيْلَى عَنْ عَطَاءٍ عَنْ يَعْلَى بْنِ أُمَيَّةَ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يُحِبُّ الْحَيَاءَ وَالسَّتْرَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Waki’} dari {Ibnu Abu Laila} dari {Atha} dari {Ya’la bin Umayyah} ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya Allah ‘azza wajalla menyukai sifat malu dan As Satr (tertutup).”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17288
حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ عَنِ ابْنِ يَعْلَى عَنْ أَبِيهِأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمَّا قَدِمَ طَافَ بِالْبَيْتِ وَهُوَ مُضْطَبِعٌ بِبُرْدٍ لَهُ حَضْرَمِيٍّ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Waki’} telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {Ibnu Juraij} dari {Ibnu Ya’la} dari {Bapaknya}, bahwa saat Nabi saw. tiba di Makkah, maka beliau langsung melakukan thawaf di Ka’bah. Sedangkan beliau saat itu melipat kain burd Hadhrami miliknya dari bawah ketiaknya sebelah kanan hingga ke bagian atas pundak sebelah kiri.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17289
حَدَّثَنَا أَسْوَدُ بْنُ عَامِرٍ حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ عَيَّاشٍ عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ أَبِي سُلَيْمَانَ عَنْ عَطَاءٍ عَنْ صَفْوَانَ بْنِ يَعْلَى بْنِ أُمَيَّةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ حَيِيٌّ سِتِّيرٌ فَإِذَا أَرَادَ أَحَدُكُمْ أَنْ يَغْتَسِلَ فَلْيَتَوَارَ بِشَيْءٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Aswad bin Amir} telah menceritakan kepada kami {Abu Bakr bin Ayyasy} dari {Abdul Malik bin Abu Sulaiman} dari {Atha`} dari {Shafwan bin Ya’la bin Umayyah} dari {Bapaknya} ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Sesugguhnya Allah ‘azza wajalla sangat pemalu dan tertutup, maka jika salah seorang dari kalian akan mandi hendaklah ia menutupi dirinya dengan sesuatu.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17290
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا عَبْد اللَّهِ قَالَ و حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ الْقَطَّانُ قَالَ حَدَّثَنَا أَبِي وَحَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ مَعِينٍ قَالَ حَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ أَبِي جَعْفَرٍ الْخَطْمِيِّ قَالَ حَدَّثَنِي عُمَارَةُ بْنُ خُزَيْمَةَ والْحَارِثُ بْنُ فُضَيْلٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي قُرَادٍ قَالَخَرَجْتُ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَاجًّا فَرَأَيْتُهُ خَرَجَ مِنْ الْخَلَاءِ فَاتَّبَعْتُهُ بِالْإِدَاوَةِ أَوْ الْقَدَحِ فَجَلَسْتُ لَهُ بِالطَّرِيقِ وَكَانَ إِذَا أَتَى حَاجَتَهُ أَبْعَدَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Sa’id} telah menceritakan kepada kami Abdullah ia berkata, dan telah menceritakan kepadaku {Muhammad bin Yahya bin Sa’id Al Qaththan} ia berkata, Telah menceritakan kepada kami {Bapakku} dan telah menceritakan kepadaku {Yahya bin Ma’in} ia berkata, telah menceritakan kepadaku {Yahya bin Said} dari {Abu Ja’far Al Khathmi} ia berkata, telah menceritakan kepadaku {Umarah bin Khuzaimah} dan {Al Harits bin Fudhail} dari {Abdurrahman bin Abu Qurad} ia berkata, “Saya pernah keluar bersama Rasulullah saw. untuk melakukan haji. Kemudian saya melihat beliau keluar dari kamar kecil, dan saya mengikutinya dengan membawa bejana kecil atau sejenis ceret. Kemudian saya duduk dekat beliau di salah satu jalan. Dan jika beliau hendak buang hajat, maka beliau akan menjauh dari kami.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17291
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ هِشَامٍ قَالَ حَدَّثَنَى أَبِي أَنَّ عُبَيْدَ اللَّهِ بْنَ عَدِيٍّ حَدَّثَهُ أَنَّ رَجُلَيْنِ أَخْبَرَاهُأَنَّهُمَا أَتَيَا النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْأَلَانِهِ مِنْ الصَّدَقَةِ فَقَلَّبَ فِيهِمَا الْبَصَرَ وَرَآهُمَا جَلْدَيْنِ فَقَالَ إِنْ شِئْتُمَا أَعْطَيْتُكُمَا وَلَا حَظَّ فِيهَا لِغَنِيٍّ وَلَا لِقَوِيٍّ مُكْتَسِبٍحَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا هِشَامٌ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ قَالَ حَدَّثَنِي رَجُلَانِ أَنَّهُمَا أَتَيَا النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي حَجَّةِ الْوَدَاعِ قَالَ فَصَعَّدَ فِيهِمَا فَذَكَرَ الْحَدِيثَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Sa’id} dari {Hisyam} ia berkata, telah menceritakan kepadaku {Bapakku} bahwa {Ubaidullah bin Adi} telah menceritakan kepadanya, bahwa {dua laki-laki} telah mengabarkan kepadanya, bahwa keduanya pernah mendatangi Nabi saw. Kedua laki-laki itu meminta sedekah dari Rasulullah saw., beliau lalu mengarahkan pandangannya pada kedua laki-laki itu dan beliau melihat bahwa keduanya masih kuat fisiknya. Maka beliau pun bersabda: “Jika kalian mau maka aku akan memberi kalian berdua, tapi sesungguhnya tidak ada hak bagi orang kaya dan orang yang masih kuat untuk bekerja.” Telah menceritakan kepada kami {Waki’} telah menceritakan kepada kami {Hisyam} dari {Bapaknya} dari {Ubaidullah} ia berkata, telah menceritakan kepadaku {dua orang laki-laki}, bahwa keduanya pernah mendatangi Nabi saw. pada saat haji wada’, beliau lalu memandangi keduanya…kemudian ia menyebutkan hadits tersebut.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17292
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا سَعِيدٌ عَنْ قَتَادَةَ عَنِ سِنَانِ بْنِ سَلَمَةَ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ ذُؤَيْبًا أَبَا قَبِيصَةَ حَدَّثَهُأَنَّ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَبْعَثُ بِالْبُدْنِ فَيَقُولُ إِنْ عَطِبَ مِنْهَا شَيْءٌ فَخَشِيتَ عَلَيْهِ فَانْحَرْهَا وَاغْمِسْ نَعْلَهَا فِي دَمِهَا وَاضْرِبْ صَفْحَتَهَا وَلَا تَأْكُلْ مِنْهَا أَنْتَ وَلَا أَحَدٌ مِنْ رُفْقَتِكَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} telah menceritakan kepada kami {Sa’id} dari {Qatadah} dari {Sinan bin Salamah} dari {Ibnu Abbas} bahwa {Dzu`aib bin Abu Qabishah} menceritakan kepadanya, bahwa Nabi saw. mengirim seekor unta gemuk (untuk kurban) lalu beliau berpesan: “Jika ia tertimpa sesuatu dan engkau khawatir terhadapnya maka sembelihlah ia, lalu benamkanlah kakinya ke dalam darahnya. Kemudian pukullah dengannya pada bagian samping dari Unta itu. Dan janganlah engkau atau teman-temanmu memakan daqingnya.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17293
حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ سِنَانِ بْنِ سَلَمَةَ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ ذُؤَيْبًا أَخْبَرَهُأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعَثَ مَعَهُ بِبَدَنَتَيْنِ وَأَمَرَهُ إِنْ عَرَضَ لَهُمَا شَيْءٌ أَوْ عَطْبَةٌ أَنْ يَنْحَرَهُمَا ثُمَّ يَغْمِسَ نِعَالَهُمَا فِي دِمَائِهِمَا ثُمَّ يَضْرِبَ بِنَعْلِ كُلِّ وَاحِدَةٍ صَفْحَتَهَا وَيُخْلِيَهُمَا لِلنَّاسِ وَلَا يَأْكُلَ مِنْهَا هُوَ وَلَا أَحَدٌ مِنْ أَصْحَابِهِقَالَ عَبْدُ الرَّزَّاقِ وَكَانَ يَقُولُ مُرْسَلٌ يَعْنِي مَعْمَرًا عَنْ قَتَادَةَ ثُمَّ كَتَبْتُهُ لَهُ مِنْ كِتَابِ سَعِيدٍ فَأَعْطَيْتُهُ فَنَظَرَ فَقَرَأَهُ فَقَالَ نَعَمْ وَلَكِنِّي أَهَابُ إِذَا لَمْ أَنْظُرْ فِي الْكِتَابِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdurrazaq} telah mengabarkan kepada kami {Ma’mar} dari {Qatadah} dari {Sinan bin Salamah} dari {Ibnu Abbas} bahwa {Dzu`aib} telah mengabarkan kepadanya, bahwa Nabi saw. pernah menitipkan dua ekor unta kepadanya. Dan jika kedua unta tersebut tampak tanda-tanda kematian maka beliau memerintahkan untuk menyembelihnya. Kemudian memasukkan kedua telapak kaki unta tersebut ke dalam genangan daranya, lalu memukulkannya pada bagian samping dari kedua unta itu. Setelah itu membiarkan daging unta tersebut untuk orang lain, sehingga ia dan para sahabatnya tidak memakan dagingnya.” Abdurrazaq berkata, “Ma’mar mengatakan bahwa hadits tersebut mursal dari Qatadah. Kemudian aku menuliskannya untuknya dari kitab milik Sa’id, lalu aku memberikan (catatan) itu kepadanya hingga ia pun melihat dan membacakannya seraya mengatakan, “Ya. Tetapi saya tidak bisa jika tidak melihat kitab.”