Musnad Penduduk Syam

Kembali ke Menu Sebelumnya

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16449

حَدَّثَنَا يَزِيدُ أَخْبَرَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ أَبِي خَالِدٍ وَمُحَمَّدُ بْنُ عُبَيْدٍ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ عَنْ قَيْسِ بْنِ أَبِي حَازِمٍ عَنْ أَبِي مَسْعُودٍ الْأَنْصَارِيِّ قَالَأَشَارَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِيَدِهِ نَحْوَ الْيَمَنِ فَقَالَ الْإِيمَانُ هَاهُنَا قَالَ أَلَا وَإِنَّ الْقَسْوَةَ وَغِلَظَ الْقُلُوبِ فِي الْفَدَّادِينَ أَصْحَابِ الْإِبِلِ حَيْثُ يَطْلُعُ قَرْنُ الشَّيْطَانِ فِي رَبِيعَةَ وَمُضَرَ قَالَ مُحَمَّدٌ عِنْدَ أُصُولِ أَذْنَابِ الْإِبِلِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yazid} telah mengabarkan kepada kami {Isma’il bin Abu Khalid} dan {Muhammad bin ‘Ubaid} Telah menceritakan kepada kami {Isma’il} dari {Qais bin Abu Hazim} dari {Abu Mas’ud Al Anshari} berkata Rasulullah saw. memberi isyarat dengan tangannnya ke arah Yaman lalu bersabda: “Iman itu di sini, ketahuilah sesungguhnya kefasikan dan kekerasan hati terjadi di orang-orang yang keras suarannya pemilik unta-unta, yaitu ditempat tanduk setan muncul, di Rabi’ah dan Mudlar.” Muhammad berkata “Di pangkal ekor unta-unta.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16450

حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ عُمَرَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ نُعَيْمٍ الْمُجْمِرِ عَنْ مُحَمَّدٍ يَعْنِي ابْنَ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ أَبِي مَسْعُودٍ قَالَقِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ كَيْفَ نُصَلِّي عَلَيْكَ فَقَالَ قُولُوا اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌوَقَرَأْتُ هَذَا الْحَدِيثَ عَلَى عَبْدِ الرَّحْمَنِ : مَالِكٌ عَنْ نُعَيْمِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّ مُحَمَّدَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ زَيْدٍ أَخْبَرَهُ عَنْ أَبِي مَسْعُودٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Utsman bin ‘Umar} telah mengabarkan kepada kami {Malik} dari {Nua’im Al Mujmir} dari {Muhammad} yaitu Ibnu Abdullah dari {Abu Mas’ud} berkata ditanyakan, “Wahai Rasulullah, bagaimana kami bershalawat atas anda. Lalu beliau bersabda: “Katakanlah: ALLAHUMMA SHALLI ‘ALA MUHAMMAD WA ‘ALA ALI MUHAMMAD. WA BARIK ‘ALA MUHAMMAD WA ‘ALA ALI MUHAMMAD KAMA BARAKTA ‘ALA IBRAHIM FIL ‘ALAMIN INNAKA HAMIDUN MAJID (ya Allah, berilah rahmat kepada Muhammad dan keluarganya. Dan berilah berkah kepada Muhammad dan kepada keluarganya sebagaimana Engkau telah memberi berkah kepada Ibrahim. Sesungguhnya engkau Maha Terpuji dan Maha Agung), saya membaca hadits ini di hadapan {Abdurrahman}: {Malik} dari {Abu Nu’aim bin Abdullah} sesungguhnya {Muhammad bin Abdullah bin Zaid} mengabarinya dari {Abu Mas’ud}

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16451

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ آدَمَ حَدَّثَنَا شَرِيكٌ عَنْ عَاصِمٍ عَنِ الْمُسَيَّبِ بْنِ رَافِعٍ عَنْ عَلْقَمَةَ عَنْ أَبِي مَسْعُودٍعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ قَرَأَ الْآيَتَيْنِ مِنْ آخِرِ الْبَقَرَةِ فِي لَيْلَةٍ كَفَتَاهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Adam} Telah menceritakan kepada kami {Syarik} dari {‘Ashim} dari {Musayyab bin Rafi’} dari {‘Alqomah} dari {Abu Mas’ud} dari Nabi saw. bersabda: “Barangsiapa yang membaca dua ayat dari akhir surat Al Baqarah pada waktu malam maka itu telah cukup (untuk melindunginya dari kejahatan yang dibenci).”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16452

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ حَبِيبٍ يَعْنِي ابْنَ أَبِي ثَابِتٍ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ الْقَاسِمِ أَوْ الْقَاسِمِ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عُتْبَةَ عَنْ أَبِي مَسْعُودٍ قَالَخَطَبَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ إِنَّ هَذَا الْأَمْرَ فِيكُمْ وَإِنَّكُمْ وُلَاتُهُ وَلَنْ يَزَالَ فِيكُمْ حَتَّى تُحْدِثُوا أَعْمَالًا فَإِذَا فَعَلْتُمْ ذَلِكَ بَعَثَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَيْكُمْ شَرَّ خَلْقِهِ فَيَلْتَحِيكُمْ كَمَا يُلْتَحَى الْقَضِيبُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} Telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Habib} yaitu Ibnu Abu Dzi`b dari {‘Ubaidullah bin Al Qasim} atau Al Qasim bin ‘Ubaidullah bin Utbah dari {Abu Mas’ud} berkata Rasulullah saw. berkhutbah lalu bersabda: “Sesungguhnya urusan ini berada pada kalian dan kalian adalah walinya. Dan akan tetap berada pada kalian sehingga kalian melakukan amalan yang baru. Jika kalian melakukan hal itu, niscaya Allah Azzawajalla mengutus mahluq-Nya yang paling jelek, lalu dia menguliti kalian sebagaimana kayu yang dikuliti.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16453

حَدَّثَنَا هَاشِمُ بْنُ الْقَاسِمِ قَالَ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ يَعْنِي ابْنَ سَعْدٍ قَالَ حَدَّثَنِي ابْنُ شِهَابٍ أَنَّ أَبَا بَكْرِ بْنَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ الْحَارِثِ بْنِ هِشَامٍ أَخْبَرَهُ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا مَسْعُودٍ عُقْبَةَ بْنَ عَمْرٍو قَالَنَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ ثَمَنِ الْكَلْبِ وَمَهْرِ الْبَغِيِّ وَحُلْوَانِ الْكَاهِنِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hasyim bin Al Qasim} berkata Telah menceritakan kepada kami {Laits} yaitu Ibnu Sa’ad berkata Telah menceritakan kepadaku {Ibnu Syihab} sesungguhnya {Abu Bakar bin Abdurrahman bin Al Harits bin Hisyam} mengabarinya sesungguhnya telah mendengar {Abu Mas’ud, Uqbah bin ‘Amr} berkata Rasulullah saw. melarang hasil penjualan anjing, penghasilan orang yang berzina dan upah dukun.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16454

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْمُثَنَّى قَالَ حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ الدَّسْتُوَائِيُّ قَالَ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ الْجَدَلِيِّ عَنْ أَبِي مَسْعُودٍ عُقْبَةَ بْنِ عَمْرٍو الْأَنْصَارِيِّ قَالَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُوتِرُ أَوَّلَ اللَّيْلِ وَأَوْسَطَهُ وَآخِرَهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Abdullah bin Al Mutsanna} berkata Telah menceritakan kepada kami {Hisyam bin Abu Abdullah Ad-Dastuwa’i} berkata Telah menceritakan kepada kami {Hammad} dari {Ibrahim} dari {Abu Abdullah Al Jadali} dari {Abu Mas’ud, Uqbah bin ‘Amr Al Anshari} berkata Rasulullah saw. melakukan witir pada awal malam, pertengahan dan akhir malam.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16455

حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ حَدَّثَنَا أَبِي عَنِ ابْنِ إِسْحَاقَ قَالَ وَحَدَّثَنِي فِي الصَّلَاةِ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا الْمَرْءُ الْمُسْلِمُ صَلَّى عَلَيْهِ فِي صَلَاتِهِ مُحَمَّدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ بْنِ الْحَارِثِ التَّيْمِيُّ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ زَيْدِ بْنِ عَبْدِ رَبِّهِ الْأَنْصَارِيِّ أَخِي بَلْحَارِثِ بْنِ الْخَزْرَجِ عَنْ أَبِي مَسْعُودٍ عُقْبَةَ بْنِ عَمْرٍو قَالَأَقْبَلَ رَجُلٌ حَتَّى جَلَسَ بَيْنَ يَدَيْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَنَحْنُ عِنْدَهُ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَمَّا السَّلَامُ عَلَيْكَ فَقَدْ عَرَفْنَاهُ فَكَيْفَ نُصَلِّي عَلَيْكَ إِذَا نَحْنُ صَلَّيْنَا فِي صَلَاتِنَا صَلَّى اللَّهُ عَلَيْكَ قَالَ فَصَمَتَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى أَحْبَبْنَا أَنَّ الرَّجُلَ لَمْ يَسْأَلْهُ فَقَالَ إِذَا أَنْتُمْ صَلَّيْتُمْ عَلَيَّ فَقُولُوا اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَآلِ إِبْرَاهِيمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ya’qub} Telah menceritakan kepada kami {bapakku} dari {Ibnu Ishaq} berkata dan Telah menceritakan kepadaku tentang shalawat atas Rasulullah saw. jika ada seorag muslim bershalawat tatkala dalam shalatnya, {Muhammad bin Ibrahim bin Al Harits At-Taimi} dari {Muhammad bin Abdullah bin Zaid bin Abdu Rabbihi Al Anshari} saudara Balharits bin Al Khajraj, dari {Abu Mas’ud, Uqbah bin ‘Amr Al Anshari} berkata ada seorang laki-laki yang datang sehingga dia duduk di depan Rasulullah saw., dan kami pada saat sedang berada di samping beliau. Lalu orang itu berkata “Wahai Rasulullah, berkenaan ucapan salam terhadap anda kami telah mengetahuinya, lalu bagaimana kami harus mengucapkan shalawat atas anda saat kami shalat?.” (Abu Mas’ud, Uqbah bin ‘Amr Al Anshari Radhiyallahu’anhu) berkata “Lalu Rasulullah saw. diam sampai kami berandai-andai jika si laki-laki tadi tidak menanyakannya.” Lalu beliau bersabda: “Jika kalian hendak mengucapkan salawat atasku, maka bacalah: ALLAHUMMA SHALLI ‘ALA MUHAMMAD AN-NABIYIL UMI WA ‘ALA ALI MUHAMMAD. KAMA SHALLAITA ‘ALA IBRAHIM DAN KELUARGA IBRAHIM. WA BARIK ‘ALA MUHAMMAD WA ‘ALA ALI MUHAMMAD AN-NABIYIL UMI KAMA BARAKTA ‘ALA IBRAHIM WA ‘ALA ALI IBRAHIM FIL ‘ALAMIN INNAKA HAMIDUN MAJID (ya Allah, berilah rahmat kepada Muhammad, Nabi yang tidak bisa membaca dan menulis dan keluarganya. Dan berilah berkah kepada Muhammad Nabi yang tidak bisa membaca dan menulis, sebagaimana Engkau telah memberi berkah kepada Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya engkau Maha Terpuji dan Maha Agung),

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16456

حَدَّثَنَا حُسَيْنُ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ سُلَيْمَانَ قَالَ سَمِعْتُ عُمَارَةَ بْنَ عُمَيْرٍ التَّيْمِيَّ يُحَدِّثُ عَنْ أَبِي مَعْمَرٍ الْأَزْدِيِّ عَنْ أَبِي مَسْعُودٍعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تُجْزِئُ صَلَاةٌ لِرَجُلٍ أَوْ لِأَحَدٍ لَا يُقِيمُ ظَهْرَهُ فِي الرُّكُوعِ وَالسُّجُودِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Husain bin Muhammad} Telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Sulaiman} berkata saya telah mendengar {Umarah bin Umair At-Taimi} menceritakan dari {Abu Ma’mar Al Azdi} dari {Abu Mas’ud} dari Nabi saw. bersabda: “Tidak sah shalat seorang laki-laki yang tidak meluruskan punggungnya dalam rukuk maupun sujud.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16457

حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ أَبِي الْعَبَّاسِ حَدَّثَنَا أَبُو أُوَيْسٍ قَالَ قَالَ الزُّهْرِيُّ إِنَّ أَبَا بَكْرِ بْنَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ الْحَارِثِ بْنِ هِشَامِ بْنِ الْمُغِيرَةِ حَدَّثَهُ أَنَّ أَبَا مَسْعُودٍ الْأَنْصَارِيَّ صَاحِبَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَخَا بَنِي الْحَارِثِ بْنِ الْخَزْرَجِ وَهُوَ جَدُّ زَيْدِ بْنِ الْحَسَنِ بْنِ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ أَبُو أُمِّهِ حَدَّثَهُأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَاهُمْ عَنْ ثَمَنِ الْكَلْبِ وَمَهْرِ الْبَغِيِّ وَحُلْوَانِ الْكَاهِنِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ibrahim bin Abu Al ‘Abbas} Telah menceritakan kepada kami {Abu Uwais} berkata {Az Zuhri} berkata sesungguhnya {Abu Bakar bin Abdurrahman bin Al Harits bin Hisyam bin Al Mughirah} menceritakannya, sesungguhnya {Abu Mas’ud, Al Anshari} seorang sahabat Rasulullah saw. dari Bani Al Harits bin Al khujraj dia adalah kakek Zaid Al Hasan bin Ali Abu Tahlib, bapak dari ibunya menceritakannya sesungguhnya Rasulullah saw. melarang mereka penjualan anjing, penghasilan orang yang berzina dan upah dukun.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16458

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ إِسْحَاقَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ وَهُوَ ابْنُ الْمُبَارَكِ قَالَ حَدَّثَنَا الْأَوْزَاعِيُّ عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ عَنْ أَبِي مَسْعُودٍ الْأَنْصَارِيِّ قَالَقِيلَ لَهُ مَا سَمِعْتَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ فِي زَعَمُوا قَالَ بِئْسَ مَطِيَّةُ الرَّجُلِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ali bin Ishaq} Telah menceritakan kepada kami {Abdullah} yaitu Ibnu Mubarak berkata Telah menceritakan kepada kami {Al Auza’i} dari {Yahya bin Abu Katsir} dari {Abu Qilabah} dari {Abu Mas’ud Al Anshari} berkata ada yang bertanya kepadanya, “Apa yang telah kau dengar dari Rasulullah saw. tentang perkataan ‘ZA’AMU’. Beliau bersabda: “Sejelek-jelek cara bagi seseorang.” (maksudnya adalah yaitu orang yang banyak meriwayatkan hadits yang dia tidak tahu kesahihannya sehingga tidak aman dari kedustaan, atau kebiasaan yang paling jelek dari seseorang adalah menggunakan kalimat ZA’AMU, sebagai sarana untuk menyampaikan maksudnya lalu dia menyampaikan sebagai taklid saja Za’amu maknanya adalah mereka beranggapan)