Musnad Penduduk Syam

Kembali ke Menu Sebelumnya

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16509

حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ حَدَّثَنَا أَبُو مَسْعُودٍ الْجُرَيْرِيُّ عَنْ أَبِي الْعَلَاءِ بْنِ الشِّخِّيرِ عَنِ الْحَنْظَلِيِّ عَنْ شَدَّادِ بْنِ أَوْسٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ رَجُلٍ يَأْوِي إِلَى فِرَاشِهِ فَيَقْرَأُ سُورَةً مِنْ كِتَابِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ إِلَّا بَعَثَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلَيْهِ مَلَكًا يَحْفَظُهُ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ يُؤْذِيهِ حَتَّى يَهُبَّ مَتَى هَبَّ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yazid bin Harun} telah menceritakan kepada kami {Abu Mas’ud Al Jurairi} dari {Abu Al ‘Ala`bin Asy-Syikhir} dari {Al Handlali} dari {Syaddad bin Aus} berkata Rasulullah saw. bersabda: “Tidaklah seorang laki-laki yang menuju ke tempat tidurnya, lalu membaca satu surat dari kitab Allah Azzawajalla kecuali Allah Azzawajalla akan mengutus Malaikat kepadanya dan menjaganya dari sesuatu yang mengganggunya sampai dia bangun.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16510

قَالَوَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعَلِّمُنَا كَلِمَاتٍ نَدْعُو بِهِنَّ فِي صَلَاتِنَا أَوْ قَالَ فِي دُبُرِ صَلَاتِنَا اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الثَّبَاتَ فِي الْأَمْرِ وَأَسْأَلُكَ عَزِيمَةَ الرُّشْدِ وَأَسْأَلُكَ شُكْرَ نِعْمَتِكَ وَحُسْنَ عِبَادَتِكَ وَأَسْأَلُكَ قَلْبًا سَلِيمًا وَلِسَانًا صَادِقًا وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا تَعْلَمُ وَأَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا تَعْلَمُ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا تَعْلَمُ
Terjemahan: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya dari {Syaddad bin Aus} (Syaddad bin Aus Radhiyallahu’anhu) berkata Rasulullah saw. mengajari kami dengan beberapa kalimat yang kami gunakan untuk berdo’a pada shalat kami, atau berkata pada waktu setelah shalat kami: Ya Allah, saya meminta ketetapan dalam perintah dan saya meminta niat yang kuat atas petunjuk. Saya meminta kepada-Mu untuk bersyukur kepada nikmatmu. Saya meminta kebagusan ibadah kepada-Mu. Saya meminta kepada-Mu hati yang bersih dan lidah yang benar. Saya meminta ampun kepada-Mu atas apa yang Engkau tahu. Saya meminta kepada-Mu kebaikan yang Engkau ketahui, dan saya berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang Engkau tahu.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16511

حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ أَخْبَرَنَا قَزَعَةُ بْنُ سُوَيْدٍ الْبَاهِلِيُّ عَنْ عَاصِمِ بْنِ مَخْلَدٍ عَنْ أَبِي الْأَشْعَثِ الصَّنْعَانِيِّ قَالَ أَبِي حَدَّثَنَا الْأَشْيَبُ فَقَالَ عَنْ أَبِي عَاصِمٍ الْأَحْوَلِ عَنْ أَبِي الْأَشْعَثِ عَنْ شَدَّادِ بْنِ أَوْسٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ قَرَضَ بَيْتَ شِعْرٍ بَعْدَ الْعِشَاءِ الْآخِرَةِ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلَاةٌ تِلْكَ اللَّيْلَةَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yazid bin Harun} telah menceritakan kepada kami {Quza’ah bin Suwaid Al Bahili} dari {‘Ashim bin Mukhalid} dari {Abu Al Asy’ats Ash-Shan’ani} bapakku berkata telah mengabarkan kepada kami {Al Asyyab} lalu dia berkata dari {Abu ‘Ashim Al Ahwal} dari {Abu Al Asy’ats} dari {Syaddad bin Aus} berkata Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa membaca bait syair setelah isya akhir malam maka shalatnya malam tidak diterima.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16512

حَدَّثَنَا هَاشِمٌ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْحَمِيدِ يَعْنِي ابْنَ بَهْرَامَ قَالَ حَدَّثَنَا شَهْرٌ يَعْنِي ابْنَ حَوْشَبٍ حَدَّثَنِي ابْنُ غَنْمٍ أَنَّ شَدَّادَ بْنَ أَوْسٍ حَدَّثَهُعَنْ حَدِيثِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيَحْمِلَنَّ شِرَارُ هَذِهِ الْأُمَّةِ عَلَى سَنَنِ الَّذِينَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِهِمْ أَهْلِ الْكِتَابِ حَذْوَ الْقُذَّةِ بِالْقُذَّةِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hisyam} berkata telah mengabarkan kepada kami {Abdul Hamid} yaitu Ibnu Bahran berkata telah menceritakan kepada kami {Syahr} yaitu Ibnu Hausyab, telah menceritakan kepadaku {Ibnu Ghanam} sesungguhnya {Syaddad bin Aus} menceritakannya dari hadits Rasulullah saw., “Sungguh orang-orang jahat dari umat ini akan mengajak kepada kebiasaan umat-umat yang terdahulu sebelum kalian yaitu Ahli Kitab, secara angsur-angsur sejengkal demi sejengkal (seukuran bulu anak panah demi bulu anak panah).”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16513

حَدَّثَنَا حَسَنُ بْنُ مُوسَى قَالَ حَدَّثَنَا قَزَعَةُ قَالَ حَدَّثَنِي حُمَيْدٌ الْأَعْرَجُ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ مَحْمُودِ بْنِ لَبِيدٍ عَنْ شَدَّادِ بْنِ أَوْسٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا حَضَرْتُمْ مَوْتَاكُمْ فَأَغْمِضُوا الْبَصَرَ فَإِنَّ الْبَصَرَ يَتْبَعُ الرُّوحَ وَقُولُوا خَيْرًا فَإِنَّهُ يُؤَمَّنُ عَلَى مَا قَالَ أَهْلُ الْمَيِّتِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hasan bin Musa} berkata telah menceritakan kepada kami {Qaza’ah} berkata telah menceritakan kepadaku {Humaid Al A’raj} dari {Az-Zuhri} dari {Mahmud bin Labid} dari {Syaddad bin Aus} berkata Rasulullah saw. bersabda: “Jika kalian mendatangi orang yang telah meninggal di antara kalian, maka tutuplah matanya. Sesungguhnya penglihatan itu mengikuti ruh dan katakanlah perkataan yang baik-baik, sebab perkataan yang diucapkan keluarga mayat itu akan diamini oleh malaikat.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16514

حَدَّثَنَا حَسَنٌ الْأَشْيَبُ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ قَالَ حَدَّثَنَاهُ عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُغِيرَةِ عَنْ يَعْلَى بْنِ شَدَّادِ بْنِ أَوْسٍ قَالَ قَالَ شَدَّادُ بْنُ أَوْسٍكَانَ أَبُو ذَرٍّ يَسْمَعُ الْحَدِيثَ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِيهِ الشِّدَّةُ ثُمَّ يَخْرُجُ إِلَى قَوْمِهِ يُسَلِّمُ لَعَلَّهُ يُشَدِّدُ عَلَيْهِمْ ثُمَّ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُرَخِّصُ فِيهِ بَعْدُ فَلَمْ يَسْمَعْهُ أَبُو ذَرٍّ فَيَتَعَلَّقَ أَبُو ذَرٍّ بِالْأَمْرِ الشَّدِيدِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hasan Al Asyyab} berkata telah menceritakan kepada kami {Ibnu Lahi’ah} berkata telah menceritakannya kepada kami {‘Ubaidullah bin Al Mughirah} dari {Ya’la bin Syaddad bin Aus} berkata {Syaddad bin Aus} berkata Abu dzar pernah mendengar suatu hadis dari Rasulullah saw. yang Rasulullah menyampaikannya dengan penekanan-penekanan. Lantas Abu dzar menemui kaumnya, memberi salam, dan sepertinya menyampaikannya dengan penekanan-penekanan. Kemudian hari Rasulullah memberi rukhsah (keringanan) atas yang pernah disampaikannya, saying Abu Dzar tidak mendengarnya sehingga penekanan-penekanan (ekstremisme) masih berpengaruh ada diri Abu dzar.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16515

حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ حَدَّثَنَا أَيُّوبُ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ عَمَّنْ حَدَّثَهُ عَنْ شَدَّادِ بْنِ أَوْسٍأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَتَى عَلَى رَجُلٍ يَحْتَجِمُ فِي الْبَقِيعِ لِثَمَانِ عَشْرَةَ خَلَتْ مِنْ رَمَضَانَ وَهُوَ آخِذٌ بِيَدِي فَقَالَ أَفْطَرَ الْحَاجِمُ وَالْمَحْجُومُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Isma’il} telah menceritakan kepada kami {Ayyub} dari {Abu Qilabah} dari {seseorang yang telah menceritakan kepadanya} dari {Syaddad bin Aus} sesungguhnya Rasulullah saw. mendatangi seorang laki-laki yang sedang berbekam di Baqi’ tanggal delapan belas bulan Ramadlan dan beliau mengambil kedua tanganku lalu bersabda: “Orang yang berbekam dan yang dibekam, telah batal puasanya.’.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16516

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ خَالِدٍ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ عَنْ أَبِي الْأَشْعَثِ عَنْ شَدَّادِ بْنِ أَوْسٍ قَالَثِنْتَانِ حَفِظْتُهُمَا مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ الْإِحْسَانَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ فَإِذَا قَتَلْتُمْ فَأَحْسِنُوا الْقِتْلَةَ وَإِذَا ذَبَحْتُمْ فَأَحْسِنُوا الذِّبْحَةَ وَلْيُحِدَّ أَحَدُكُمْ شَفْرَتَهُ وَلْيُرِحْ ذَبِيحَتَهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} berkata telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Khalid} dari {Abu Qilabah} dari {Abu Al Asy’ats} dari {Syaddad bin Aus} berkata “Dua hal, saya telah menghafal dari Rasulullah saw., sesungguhnya beliau bersabda: ‘Sesungguhnya Allah Azzawajalla telah menetapkan kebaikan atas setiap sesuatu’, jika kalian membunuh maka perbaguslah cara membunuhnya dan jika kalian menyembelih maka perbaguslah cara menyembelihnya, tajamkanlah pisaunya dan jangan sampai kalian menyakiti sembelihannya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16517

حَدَّثَنَا أَبُو النَّضْرِ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْحَمِيدِ يَعْنِي ابْنَ بَهْرَامَ قَالَ قَالَ شَهْرُ بْنُ حَوْشَبٍ قَالَ ابْنُ غَنْمٍلَمَّا دَخَلْنَا مَسْجِدَ الْجَابِيَةِ أَنَا وَأَبُو الدَّرْدَاءِ لَقِينَا عُبَادَةَ بْنَ الصَّامِتِ فَأَخَذَ يَمِينِي بِشِمَالِهِ وَشِمَالَ أَبِي الدَّرْدَاءِ بِيَمِينِهِ فَخَرَجَ يَمْشِي بَيْنَنَا وَنَحْنُ نَنْتَجِي وَاللَّهُ أَعْلَمُ فِيمَا نَتَنَاجَى وَذَاكَ قَوْلُهُ فَقَالَ عُبَادَةُ بْنُ الصَّامِتِ لَئِنْ طَالَ بِكُمَا عُمْرُ أَحَدِكُمَا أَوْ كِلَاكُمَا لَيُوشِكَنَّ أَنْ تَرَيَا الرَّجُلَ مِنْ ثَبَجِ الْمُسْلِمِينَ يَعْنِي مِنْ وَسَطٍ قَرَأَ الْقُرْآنَ عَلَى لِسَانِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَعَادَهُ وَأَبْدَاهُ وَأَحَلَّ حَلَالَهُ وَحَرَّمَ حَرَامَهُ وَنَزَلَ عِنْدَ مَنَازِلِهِ أَوْ قَرَأَهُ عَلَى لِسَانِ أَخِيهِ قِرَاءَةً عَلَى لِسَانِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَعَادَهُ وَأَبْدَاهُ وَأَحَلَّ حَلَالَهُ وَحَرَّمَ حَرَامَهُ وَنَزَلَ عِنْدَ مَنَازِلِهِ لَا يَحُورُ فِيكُمْ إِلَّا كَمَا يَحُورُ رَأْسُ الْحِمَارِ الْمَيِّتِ قَالَ فَبَيْنَا نَحْنُ كَذَلِكَ إِذْ طَلَعَ شَدَّادُ بْنُ أَوْسٍ وعَوْفُ بْنُ مَالِكٍ فَجَلَسَا إِلَيْنَا فَقَالَ شَدَّادٌ إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ عَلَيْكُمْ أَيُّهَا النَّاسُ لَمَا سَمِعْتُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مِنْ الشَّهْوَةِ الْخَفِيَّةِ وَالشِّرْكِ فَقَالَ عُبَادَةُ بْنُ الصَّامِتِ وَأَبُو الدَّرْدَاءِ اللَّهُمَّ غَفْرًا أَوَلَمْ يَكُنْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ حَدَّثَنَا أَنَّ الشَّيْطَانَ قَدْ يَئِسَ أَنْ يُعْبَدَ فِي جَزِيرَةِ الْعَرَبِ فَأَمَّا الشَّهْوَةُ الْخَفِيَّةُ فَقَدْ عَرَفْنَاهَا هِيَ شَهَوَاتُ الدُّنْيَا مِنْ نِسَائِهَا وَشَهَوَاتِهَا فَمَا هَذَا الشِّرْكُ الَّذِي تُخَوِّفُنَا بِهِ يَا شَدَّادُ فَقَالَ شَدَّادٌ أَرَأَيْتُكُمْ لَوْ رَأَيْتُمْ رَجُلًا يُصَلِّي لِرَجُلٍ أَوْ يَصُومُ لَهُ أَوْ يَتَصَدَّقُ لَهُ أَتَرَوْنَ أَنَّهُ قَدْ أَشْرَكَ قَالُوا نَعَمْ وَاللَّهِ إِنَّهُ مَنْ صَلَّى لِرَجُلٍ أَوْ صَامَ لَهُ أَوْ تَصَدَّقَ لَهُ لَقَدْ أَشْرَكَ فَقَالَ شَدَّادٌ فَإِنِّي قَدْ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ صَلَّى يُرَائِي فَقَدْ أَشْرَكَ وَمَنْ صَامَ يُرَائِي فَقَدْ أَشْرَكَ وَمَنْ تَصَدَّقَ يُرَائِي فَقَدْ أَشْرَكَ فَقَالَ عَوْفُ بْنُ مَالِكٍ عِنْدَ ذَلِكَ أَفَلَا يَعْمِدُ إِلَى مَا ابْتُغِيَ فِيهِ وَجْهُهُ مِنْ ذَلِكَ الْعَمَلِ كُلِّهِ فَيَقْبَلَ مَا خَلَصَ لَهُ وَيَدَعَ مَا يُشْرَكُ بِهِ فَقَالَ شَدَّادٌ عِنْدَ ذَلِكَ فَإِنِّي قَدْ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَقُولُ أَنَا خَيْرُ قَسِيمٍ لِمَنْ أَشْرَكَ بِي مَنْ أَشْرَكَ بِي شَيْئًا فَإِنَّ حَشْدَهُ عَمَلَهُ قَلِيلَهُ وَكَثِيرَهُ لِشَرِيكِهِ الَّذِي أَشْرَكَ بِهِ وَأَنَا عَنْهُ غَنِيٌّ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Nadlr} berkata telah menceritakan kepada kami {Abdul Hamid} yaitu Ibnu Bahram berkata {Syahr bin Hausyab} berkata {Ibnu Ghanam} berkata “Tatkala kami masuk di masjid Al Jabiyah, saya bersama dengan Abu Darda’ bertemu ‘Ubadah bin Shamit, lalu dia menggandeng tangan kananku dengan tangan kirinya dan tangan kiri Abu Darda dengan tangan kanannya, lalu dia keluar dengan berjalan. Tatkala kami sedang berbisik, demi Allah yang Maha tahu apa yang kami bisikkan, dan itu adalah perkataanya. Lalu ‘Ubadah berkata “Jika umur salah seorang dari kalian atau kalian berdua panjang, kalian akan melihat seorang laki-laki dari tengah-tengah kamu muslimin, ” makna tsabaj yaitu tengahnya, yang dia membaca Al-Quran dengan lidah Muhammad saw., lalu dia mengulang-ulanginya dan menampakkannya, dia akan menghalalkan yang halal dan mengharamkan yang haram. Lalu dia akan singgah di tempat istirahatnya atau dia akan membaca dengan lidah saudaranya, dengan bacaan sebagaimana bacaan Muhammad saw., lalu dia mengulang-ulanginya dan menampakkanya, dia menghalalkan yang halal dan mengharamkan yang haram. Lalu dia akan singgah di tempat istirahatnya. (laki-laki itu) tidak akan kembali dengan kebaikan pada kalian kecuali sebagaimana kembalinya kepala keledai yang telah mati. (‘Ubadah bin Shamit Radhiyallahu’anhu) berkata “Tatkala kami sedang dalam keadaan seperti itu, datanglah Syaddad bin Aus dan Auf bin Malik, lalu mereka berdua duduk bersama kami.” lalu {Syaddad} berkata “Sesungguhnya yang paling saya takutkan atas kalian wahai manusia, tatkala saya mendengar Rasulullah saw. bersabda tentang syahwat yang tersembunyi dan syirik. Lalu ‘Ubadah bin Shamit berkata dan Abu Darda berkata “Ya. Allah, Ampunilah. Bukanlah Rasulullah saw. telah menceritakan kepada kami, sesungguhnya setan telah berputus asa dari harapan untuk disembah di Jazirah Arab. Syahwat yang tersembunyi, kami telah mengetahuinya, yaitu syahwat dunia berupa wanita dan kesenangan lainnya. Apa maksud syirik itu, yang sangat kamu takutkan kepada kami, Wahai Syaddad?.” Syaddad berkata “Tidaklah kalian melihat, jika kalian melihat seorang laki-laki yang shalat karena orang yang lain, atau berpuasa karenanya atau bersedekah karenanya, bukankah kalian melihatnya telah berbuat syirik?” Mereka berkata “Ya, demi Allah, barangsiapa yang shalat atau puasa karena seseorang atau bersedekah karenanya maka dia telah berbuat syirik”. Lalu Syaddad berkata “Sesungguhnya saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa yang shalat karena riyak, maka dia telah berbuat syirik. Barangsiapa yang berpuasa karena riyak, maka dia telah berbuat syirik. Barangsiapa yang bersedekah karena riyak, maka dia telah berbuat syirik. Lalu Auf bin Malik ketika itu berkata “Tidak sebaiknyakah dia jadikan amal itu untuk mencari wajah-Nya semata, sehingga ia lakukan apa yang ia ikhlaskan untuk-Nya dan meninggalkan segala hal yang ia mempersekutukan-Nya?, ” Syaddad ketika itu berkata “Sesungguhnya saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: ‘Allah Azzawajalla berfirman, Aku adalah sebaik-baik musuh bagi siapa yang berbuat syirik kepada-Ku. Barangsiapa yang berbuat syirik kepada-Ku dengan sesuatu, sesungguhnya segala hal yang dia kumpulkan, amalannya, banyak dan sedikitnya untuk sekutunya yang dijadikannya persekutuan dan Aku tidak butuh terhadapnya.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16518

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ وَوَكِيعٌ قَالَا حَدَّثَنَا هِشَامٌ قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَبِي كَثِيرٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ عَنْ خَالِدِ بْنِ مَعْدَانَ عَنِ الْعِرْبَاضِ بْنِ سَارِيَةَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَسْتَغْفِرُ لِلصَّفِّ الْمُقَدَّمِ ثَلَاثًا وَلِلثَّانِي مَرَّةً
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Sa’id} dan {Waki’} berkata telah menceritakan kepada kami {Hisyam} berkata telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Abu Katsir} dari {Muhammad bin Ibrahim} dari {Khalid bin Ma’dan} dari {Al ‘Irbadl bin Sariyah} sesungguhnya Rasulullah saw. memintakan ampun shaf yang paling depan tiga kali dan untuk yang kedua satu kali.