Musnad Penduduk Syam

Kembali ke Menu Sebelumnya

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16569

حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي مَرْيَمَ قَالَكَانَتْ لِمِقْدَامِ بْنِ مَعْدِي كَرِبَ جَارِيَةٌ تَبِيعُ اللَّبَنَ وَيَقْبِضُ الْمِقْدَامُ الثَّمَنَ فَقِيلَ لَهُ سُبْحَانَ اللَّهِ أَتَبِيعُ اللَّبَنَ وَتَقْبِضُ الثَّمَنَ فَقَالَ نَعَمْ وَمَا بَأْسٌ بِذَلِكَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَيَأْتِيَنَّ عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ لَا يَنْفَعُ فِيهِ إِلَّا الدِّينَارُ وَالدِّرْهَمُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Al Yaman} berkata telah menceritakan kepada kami {Abu Bakar bin Abu Maryam} berkata {Al Miqdam bin Ma’di Karib} memiliki seorang budak yang menjual susu. Sedang yang memegang (menerima) uangnya adalah Al Miqdam, lalu ada yang memprotes, “Maha Suci Allah, Si budak yang menjual susu namun justru engkau yang memegang uangnya?, ” maka dia menjawab, “Ya. Itu tidak masalah, karena saya pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Akan datang kepada manusia suatu zaman yang tidak akan bermanfaat dihari itu selain dinar dan dirham.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16570

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ مَنْصُورٍ عَنِ الشَّعْبِيِّ عَنِ الْمِقْدَامِ أَبِي كَرِيمَةَ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَلَيْلَةُ الضَّيْفِ وَاجِبَةٌ فَإِنْ أَصْبَحَ بِفِنَائِهِ فَهُوَ دَيْنٌ لَهُ فَإِنْ شَاءَ اقْتَضَى وَإِنْ شَاءَ تَرَكَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Waki’} telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {Manshur} dari {Asy-Sya’bi} dari {Al Miqdam Abu Karimah} berkata Rasulullah saw. bersabda: “Melayani tamu dimalam hari itu wajib hukumnya. Jika pagi harinya si tamu berada diterasnya, maka menjadi hutang bagi si pemilik rumah, jika berkehendak si tamu boleh menuntutnya dan jika berkehendak boleh meninggalkannya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16571

حَدَّثَنَا أَبُو كَامِلٍ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ يَعْنِي ابْنَ زَيْدٍ قَالَ حَدَّثَنَا بُدَيْلُ بْنُ مَيْسَرَةَ عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَلْحَةَ عَنْ رَاشِدِ بْنِ سَعْدٍ عَنْ أَبِي عَامِرٍ الْهَوْزَنِيِّ عَنِ الْمِقْدَامِ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ تَرَكَ دَيْنًا أَوْ ضَيْعَةً فَإِلَيَّ وَمَنْ تَرَكَ مَالًا فَلِوَارِثِهِ وَأَنَا مَوْلَى مَنْ لَا مَوْلَى لَهُ أَرِثُ مَالَهُ وَأَفُكُّ عَانَهُ وَالْخَالُ مَوْلَى مَنْ لَا مَوْلَى لَهُ يَرِثُ مَالَهُ وَيَفُكُّ عَانَهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Kamil} telah menceritakan kepada kami {Hammad} yaitu Ibnu Zaid berkata telah menceritakan kepada kami {Budail bin Maisarah} dari {Ali bin Abu Thalhah} dari {Rasyid bin Sa’ad} dari {Abu ‘Amir Al Hauzani} dari {Al Miqdam} berkata Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa yang meninggalkan hutang atau keluarga maka itu menjadi tanggunganku. Barangsiapa yang meninggalkan harta maka menjadi ahli warisnya. Saya adalah wali orang yang tidak punya wali. Saya yang akan mewarisi hartanya dan membebaskan tanggungannya. Paman dari ibu adalah wali bagi orang yang tidak ada wali, dia akan mewarisi hartanya dan membebaskan tanggungannya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16572

حَدَّثَنَا عَفَّانُ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ بُدَيْلٌ الْعُقَيْلِيُّ أَخْبَرَنِي قَالَ سَمِعْتُ عَلِيَّ بْنَ أَبِي طَلْحَةَ يُحَدِّثُ عَنْ رَاشِدِ بْنِ سَعْدٍ عَنْ أَبِي عَامِرٍ الْهَوْزَنِيِّ عَنِ الْمِقْدَامِ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ تَرَكَ كَلًّا فَإِلَيَّ قَالَ وَرُبَّمَا قَالَ إِلَى اللَّهِ وَإِلَى رَسُولِهِ وَمَنْ تَرَكَ مَالًا فَلِوَرَثَتِهِ وَأَنَا وَارِثُ مَنْ لَا وَارِثَ لَهُ أَعْقِلُ عَنْهُ وَأَرِثُهُ وَالْخَالُ وَارِثُ مَنْ لَا وَارِثَ لَهُ يَعْقِلُ عَنْهُ وَيَرِثُهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Affan} berkata telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} {Budail Al ‘Uqaili} berkata telah menceritakan kepadaku, berkata saya telah mendengar {Ali bin Abu Thalhah} menceritakan dari {Rasyid bin Sa’ad} dari {Abu ‘Amir Al Hauzani} dari {Al Miqdam} salah seorang sahabat Nabi saw. dari Nabi saw. bersabda: “Barangsiapa yang meninggalkan tanggungan, maka menjadi kewajibanku.” atau sepertinya berkata “dikembalikan Kepada Allah dan Rasul-Nya, Barangsiapa yang meninggalkan harta maka itu untuk ahli warisnya. Saya adalah keluarga bagi yang tidak ada keluarga warisnya, saya yang akan membebaskan tanggungannya dan mewarisinya. Paman dari ibu adalah ahli waris bagi orang yang tidak ada ahli waris, saya yang akan membebaskan tanggungannya dan mewarisinya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16573

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدِ الْمَلِكِ الْحَرَّانِيُّ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ حَرْبٍ الْأَبْرَشُ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ سُلَيْمٍ عَنْ صَالِحِ بْنِ يَحْيَى بْنِ الْمِقْدَامِ عَنْ جَدِّهِ الْمِقْدَامِ بْنِ مَعْدِي كَرِبَ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَفْلَحْتَ يَا قُدَيْمُ إِنْ لَمْ تَكُنْ أَمِيرًا وَلَا جَابِيًا وَلَا عَرِيفًا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ahmad bin Abdul Malik Al Harrani} telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Harb Al Abrsy} telah menceritakan kepada kami {Sulaiman bin Sulaim} dari {Shalih bin Yahya bin Al Miqdam} dari {kakeknya} Al Miqdam bin Ma’di Karib berkata Rasulullah saw. bersabda: “Kamu telah beruntung Wahai Qudaim, jika kamu tidak menjadi seorang pemimpin atau penarik pajak atau orang yang terkenal (masyhur).”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16574

حَدَّثَنَا أَبُو الْمُغِيرَةِ قَالَ حَدَّثَنَا حَرِيزٌ قَالَ سَمِعْتُ سَعْدَ بْنَ مَرْثَدٍ الرَّحَبِيَّ قَالَ سَمِعْتُ عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ حَوْشَبٍ يُحَدِّثُ عَنْ ثَوْبَانَ بْنِ شَهْرٍ قَالَ سَمِعْتُ كُرَيْبَ بْنَ أَبْرَهَةَ وَهُوَ جَالِسٌ مَعَ عَبْدِ الْمَلِكِ بِدَيْرِ الْمُرَّانِ وَذَكَرُوا الْكِبْرَ فَقَالَ كُرَيْبٌ سَمِعْتُ أَبَا رَيْحَانَةَ يَقُولُسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّهُ لَا يَدْخُلُ شَيْءٌ مِنْ الْكِبْرِ الْجَنَّةَ قَالَ فَقَالَ قَائِلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي أُحِبُّ أَنْ أَتَجَمَّلَ بِسَبْقِ سَوْطِي وَشِسْعِ نَعْلِي فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ ذَلِكَ لَيْسَ بِالْكِبْرِ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ إِنَّمَا الْكِبْرُ مَنْ سَفِهَ الْحَقَّ وَغَمَصَ النَّاسَ بِعَيْنَيْهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Al Mughirah} berkata telah menceritakan kepada kami {Hariz} berkata saya telah mendengar {Sa’ad bin Martsad Ar-Rahabi} berkata saya telah mendengar {Abdurrahman bin Hautsab} menceritakan dari {Tsauban bin Syahr} berkata saya mendengar {Kuraib bin Abrahah} dia duduk bersama Abdul Malik di Dair Al Murrah mereka menyebutkan tentang ‘sombong lalu Kuraib berkata saya mendengar {Abu Raihanah} berkata saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Kesombongan walaupun sedikit tidak akan masuk surga, ” (Abu Raihanah Radhiyallahu’anhu) berkata lalu ada seseorang yang berkata “Wahai Rasulullah, sesungguhnya saya senang berhias diri dengan cemeti yang pernah dihadiahkan kepadaku dan tali-temali sandalku.” Lalu Nabi saw. bersabda: “Kalau yang itu bukan termasuk kesombongan. Sesungguhnya Allah Azzawajalla indah menyukai keindahan. Sesungguhnya kesombongan itu siapa yang tidak mau tahu terhadap kebenaran dan meremehkan manusia dengan kedua matanya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16575

حَدَّثَنَا عِصَامُ بْنُ خَالِدٍ حَدَّثَنَا حَرِيزُ بْنُ عُثْمَانَ عَنْ سَعْدِ بْنِ مَرْثَدٍ الرَّحَبِيِّ قَالَ سَمِعْتُ عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ حَوْشَبٍ يُحَدِّثُ عَنْ ثَوْبَانَ بْنِ شَهْرٍ الْأَشْعَرِيِّ قَالَ سَمِعْتُ كُرَيْبَ بْنَ أَبْرَهَةَ وَهُوَ جَالِسٌ مَعَ عَبْدِ الْمَلِكِ عَلَى سَرِيرِهِ بِدَيْرِ الْمُرَّانِ وَذَكَرَ الْكِبْرَ فَقَالَ كُرَيْبٌ سَمِعْتُ أَبَا رَيْحَانَةَ يَقُولُسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا يَدْخُلُ شَيْءٌ مِنْ الْكِبْرِ الْجَنَّةَ فَقَالَ قَائِلٌ يَا نَبِيَّ اللَّهِ إِنِّي أُحِبُّ أَنْ أَتَجَمَّلَ بِحَبْلَانِ سَوْطِي وَشِسْعِ نَعْلِي فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ ذَلِكَ لَيْسَ بِالْكِبْرِ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ إِنَّمَا الْكِبْرُ مَنْ سَفِهَ الْحَقَّ وَغَمَصَ النَّاسَ بِعَيْنَيْهِ يَعْنِي بِالْحَبْلَانِ سَيْرَ السَّوْطِ وَشِسْعَ النَّعْلِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Isham bin Khalid} telah menceritakan kepada kami {Hariz bin ‘Utsman} dari {Sa’ad bin Martsad Ar-Rahabi} berkata saya telah mendengar {Abdurrahman bin Hautsab} menceritakan dari {Tsauban bin Syahr Al Asy’ari} berkata saya telah mendengar {Kuraib bin Abrahah} dia duduk bersama Abdul Malik di atas tempat tidurnya di Dair Al Murrah, dia menyebutkan tentang ‘sombong’ lalu Kuraib berkata saya mendengar {Abu Raihanah} berkata saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Sedikit saja dari kesombongan tidak akan masuk surga, ” (Abu Raihanah Rasulullah) berkata lalu ada seseorang yang berkata “Wahai Nabiyullah, saya senang berdandan dengan dua tali cemetiku dan tali sandalku.” Lalu Nabi saw. bersabda: “Itu bukan termasuk kesombongan, sesungguhnya Allah Azzawajalla Maha indah dan menyukai keindahan. Sesungguhnya kesombongan itu siapa saja yang tidak mau tahu terhadap kebenaran dan meremehkan manusia dengan kedua matanya.” Redaksi hablan maksudnya tali cemeti dan tali sandal.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16576

حَدَّثَنَا حَجَّاجُ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا لَيْثٌ حَدَّثَنِي يَزِيدُ بْنُ أَبِي حَبِيبٍ عَنْ أَبِي الْحُصَيْنِ الْحِمْيَرِيِّ عَنْ أَبِي رَيْحَانَةَ أَنَّهُ قَالَبَلَغَنَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ الْوَشْرِ وَالْوَشْمِ وَالنَّتْفِ وَالْمُشَاغَرَةِ وَالْمُكَامَعَةِ وَالْوِصَالِ وَالْمُلَامَسَةِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hajjaj bin Muhammad} telah menceritakan kepada kami {Laits} telah menceritakan kepadaku {Yazid bin Abu Habib} dari {Abu Al Hushain Al Himyari} dari {Abu Raihanah} sesungguhnya dia berkata telah sampai berita kepada kami sesungguhnya Rasulullah saw. melarang mengikir gigi, mentato, mencukur alis, nikah syighar (nikah yang disertakan dengan nikah lain tanpa adanya mahar), tidur dua orang dalam satu selimut, puasa wishal (puasa tanpa disertai dengan berbuka) dan memaksa membeli jika barang telah disentuhnya.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16577

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ غَيْلَانَ حَدَّثَنَا الْمُفَضَّلُ بْنُ فَضَالَةَ حَدَّثَنِي عَيَّاشُ بْنُ عَبَّاسٍ عَنْ أَبِي الْحُصَيْنِ الْهَيْثَمِ بْنِ شُفَيٍّ أَنَّهُ سَمِعَهُ يَقُولُخَرَجْتُ أَنَا وَصَاحِبٌ لِي يُسَمَّى أَبَا عَامِرٍ رَجُلٌ مِنْ الْمَعَافِرِ لِيُصَلِّيَ بِإِيلِيَاءَ وَكَانَ قَاصُّهُمْ رَجُلًا مِنْ الْأَزْدِ يُقَالُ لَهُ أَبُو رَيْحَانَةَ مِنْ الصَّحَابَةِ قَالَ أَبُو الْحُصَيْنِ فَسَبَقَنِي صَاحِبِي إِلَى الْمَسْجِدِ ثُمَّ أَدْرَكْتُهُ فَجَلَسْتُ إِلَى جَنْبِهِ فَسَأَلَنِي هَلْ أَدْرَكْتَ قَصَصَ أَبِي رَيْحَانَةَ فَقُلْتُ لَا فَقَالَ سَمِعْتُهُ يَقُولُ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ عَشْرَةٍ عَنْ الْوَشْرِ وَالْوَشْمِ وَالنَّتْفِ وَعَنْ مُكَامَعَةِ الرَّجُلِ الرَّجُلَ بِغَيْرِ شِعَارٍ وَعَنْ مُكَامَعَةِ الْمَرْأَةِ الْمَرْأَةَ بِغَيْرِ شِعَارٍ وَأَنْ يَجْعَلَ الرَّجُلُ فِي أَسْفَلِ ثِيَابِهِ حَرِيرًا مِثْلَ الْأَعْلَامِ وَأَنْ يَجْعَلَ عَلَى مَنْكِبَيْهِ مِثْلَ الْأَعَاجِمِ وَعَنْ النُّهْبَى وَرُكُوبِ النُّمُورِ وَلَبُوسِ الْخَاتَمِ إِلَّا لِذِي سُلْطَانٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Ghailan} telah menceritakan kepada kami {Al Mufadlal bin Fadlalah} telah menceritakan kepadaku {‘Ayyas bin ‘Abbas} dari {Abu Al Hushain Al Haitsam bin Syufai} sesungguhnya telah mendengarnya, berkata saya bersama sahabatku yang bernama {Abu ‘Amir} keluar seseorang dari Ma’afir untuk shalat di ‘Iliya’, dia adalah seorang ahli kisah, seseorang dari Azd yang bernama {Abu Raihanah} dari kalangan sahabat, Abu Hushain berkata “Lalu sahabat saya mendahuluiku, ke masjid, saya pun menemuinya, lalu saya duduk di sampingnya, dan dia bertanya kepadaku, “Apakah kamu mendapatkan kisah Abu Raihanah?” saya menjawab, “Tidak.” Lalu dia berkata saya mendengarnya berkata “Rasulullah saw. melarang mengikir gigi, mentato, mencukur alis, seorang laki-laki yang tidur dengan laki-laki lainnya tanpa dengan pakaian. Seorang wanita yang tidur dengan wanita lainnya dalam satu selimut. Seorang laki-laki yang menjadikan bagian bawah pakaiannya dari sutra sebagaimana orang terkenal atau dia menaruhkannya pada kedua pundaknya sebagaimana orang asing, merampok dan menaiki kendaraan yang terbuat dari kulit macan dan memakai cincin kecuali penguasa.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16578

حَدَّثَنَا زَيْدُ بْنُ الْحُبَابِ حَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ عَنْ عَيَّاشِ بْنِ عَبَّاسٍ الْحِمْيَرِيِّ عَنْ أَبِي حُصَيْنٍ الْحَجْرِيِّ عَنْ عَامِرٍ الْحَجْرِيِّ عَنْ أَبِي رَيْحَانَةَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ كَرِهَ عَشْرَ خِصَالٍ الْوَشْرَ وَالنَّتْفَ وَالْوَشْمَ وَمُكَامَعَةَ الرَّجُلِ الرَّجُلَ وَالْمَرْأَةِ الْمَرْأَةَ لَيْسَ بَيْنَهُمَا ثَوْبٌ وَالنُّهْبَةَ وَرُكُوبَ النُّمُورِ وَاتِّخَاذَ الدِّيبَاجِ هَاهُنَا وَهَاهُنَا أَسْفَلَ فِي الثِّيَابِ وَفِي الْمَنَاكِبِ وَالْخَاتَمَ إِلَّا لِذِي سُلْطَانٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Zaid bin Al Habhab} telah menceritakan kepadaku {Yahya bin Ayyub} dari {‘Ayyasy bin ‘Abbas Al Himyari} dari {Abu Hushain Al Hajri} dari {‘Amir Al Hajri} dari {Abu Raihanah} dari Nabi saw., sesungguhnya Rasulullah saw. membenci sepuluh hal: mengikir gigi, mencukur alis, mentato, seorang laki-laki yang tidur dengan laki-laki lainnya dalam, seorang wanita dengan wanita lainnya tanpa pakaian. Merampok, menaiki kendaraan yang ada kulit macannya, menjadikan sutra di sini dan di sini, pada bagian bawah pakaian dan juga pada pundaknya dan memakai stempel kecuali penguasa.”