Musnad Penduduk Syam
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16639
حَدَّثَنَا يُونُسُ قَالَ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ يَعْنِي ابْنَ زَيْدٍ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ بُشَيْرِ بْنِ يَسَارٍ عَنْ سَهْلِ بْنِ أَبِي حَثْمَةَ وَرَافِعِ بْنِ خَدِيجٍأَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ سَهْلٍ وَمُحَيِّصَةَ بْنَ مَسْعُودٍ أَتَيَا خَيْبَرَ فِي حَاجَةٍ لَهُمَا فَتَفَرَّقَا فَقُتِلَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ سَهْلٍ وَوَجَدُوهُ قَتِيلًا قَالَ فَجَاءَ مُحَيِّصَةُ وَحُوَيِّصَةُ ابْنَا مَسْعُودٍ وَجَاءَ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ سَهْلٍ أَخُو الْقَتِيلِ وَكَانَ أَحْدَثَهُمَا فَأَتَوْا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَتَكَلَّمَ فَبَدَأَ الَّذِي أَوْلَى بِالدَّمِ وَكَانَا هَذَيْنِ أَسَنُّ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَبِّرْ الْكِبَرَ قَالَ فَتَكَلَّمَا فِي أَمْرِ صَاحِبِهِمَا قَالَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَحِقُّوا صَاحِبَكُمْ أَوْ قَتِيلَكُمْ بِأَيْمَانِ خَمْسِينَ مِنْكُمْ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَمْرٌ لَمْ نَشْهَدْ فَكَيْفَ نَحْلِفُ قَالَ فَتُبْرِئُكُمْ يَهُودُ بِخَمْسِينَ أَيْمَانًا مِنْهُمْ فَقَالُوا قَوْمٌ كُفَّارٌ قَالَ فَوَدَاهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ قِبَلِهِقَالَ فَدَخَلْتُ مِرْبَدًا لَهُمْ فَرَكَضَتْنِي نَاقَةٌ مِنْ تِلْكَ الْإِبِلِ الَّتِي وَدَاهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِرِجْلِهَا رَكْضَةً حَدَّثَنَا خَلَفُ بْنُ هِشَامٍ قَالَ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ عَنْ بُشَيْرِ بْنِ يَسَارٍ عَنْ سَهْلِ بْنِ أَبِي حَثْمَةَ وَرَافِعِ بْنِ خَدِيجٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَحْوَهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yunus} dia berkata, telah menceritakan kepada kami {Hammad} yakni Ibnu Zaid telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Sa’id} dari {Busyair bin Yasar} dari {Sahl bin Abi Hatsmah} dan {Rafi’ bin Khadij} bahwa Abdullah bin Sahal dan Muhayyishah bin Mas’ud keduanya mendatangi Khaibar untuk memenuhi hajat mereka. Kemudian mereka pun berpisah, Abdullah bin Sahl telah dibunuh dan mereka mendapatinya dalam keadaan terbunuh. Maka datanglah Muhayyishah dan Huwaishah yang keduanya anak dari Mas’ud. Kemudian datang pula Abdurrahman bin Sahl saudaranya yang terbunuh dimana ia lebih dahulu daripada keduanya. Mereka kemudian mendatangi Rasulullah saw. dan menyampaikan hal tersebut. Lalu mulailah orang yang lebih berhak terhadap darahnya berbicara, padahal kedua orang ini umurnya lebih tua dari orang yang berbicara. Maka Rasulullah saw. bersabda: “Muliakanlah orang yang lebih besar usianya.” Kemudian keduanya berbicara prihal temannya.” Rafi’ berkata, “Maka Rasulullah saw. pun bersabda: “Berikanlah tebusan untuk sahabat kalian atau orang terbunuh kalian dengan sumpah lima puluh orang dari kalian.” Mereka berkata, “Wahai Rasulullah, sebuah perkara yang kami tidak pernah menyaksikannya, lalu bagaimana kami akan bersumpah?” beliau bersabda: “Orang-orang Yahudi akan memaafkan kalian dengan sumpah lima puluh orang dari mereka.” mereka berkata, “Mereka adalah kaum kuffar.” Rafi’ berkata, “Maka Rasulullah saw. membayar diyat dari hartanya sendiri.” Rafi’ berkata, “Kemudian saya masuk ke dalam kandang unta milik mereka, dan tiba-tiba saya disepak oleh kaki seekor unta yang Rasulullah saw. berikan sebagai tebusan.” Telah menceritakan kepada kami {Khalaf bin Hisyam} dia berkata, telah menceritakan kepada kami {Hammad bin Zaid} dari {Yahya bin Sa’id} dari {Busyair bin Yasar} dari {Sahal bin Abi Hatsmah} dan {Rafi’ bin Khadij} dari Nabi saw., seperti hadits tersebut.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16640
حَدَّثَنَا يُونُسُ قَالَ حَدَّثَنَا لَيْثٌ عَنْ رَبِيعَةَ بْنِ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ حَنْظَلَةَ بْنِ قَيْسٍ عَنْ رَافِعِ بْنِ خَدِيجٍ أَنَّهُ قَالَ حَدَّثَنِي عَمِّيأَنَّهُمْ كَانُوا يُكْرُونَ الْأَرْضَ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمَا يُنْبِتُ عَلَى الْأَرْبِعَاءِ وَشَيْئًا مِنْ الزَّرْعِ يَسْتَثْنِيهِ صَاحِبُ الزَّرْعِ فَنَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ ذَلِكَفَقُلْتُ لِرَافِعٍ كَيْفَ كِرَاؤُهَا بِالدِّينَارِ وَالدِّرْهَمِ فَقَالَ رَافِعٌ لَيْسَ بِهَا بَأْسٌ بِالدِّينَارِ وَالدِّرْهَمِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yunus} dia berkata, telah menceritakan kepada kami {Laits} dari {Rabi’ah bin Abi Abdirrahman} dari {Hanzhalah bin Qais} dari {Rafi’ bin Khadij} bahwa dia berkata, telah menceritakan kepadaku {Pamanku}, bahwa pada masa Rasulullah saw. mereka pernah menyewa lahan dengan sesuatu yang tumbuh pada sungai kecil dan sesuatu dari jenis tanaman yang dikecualikan oleh pemilik lahan. Tetapi Rasulullah saw. melarang hal itu. Saya berkata kepada Rafi’, “Lalu bagaimanakah penyewaannya dengan Dinar dan Dirham?” dia menjawab, “Tidak ada masalah di dalamnya, jika dengan Dinar dan Dirham.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16641
حَدَّثَنَا أَبُو خَالِدٍ الْأَحْمَرُ أَخْبَرَنَا ابْنُ عَجْلَانَ عَنْ عَاصِمِ بْنِ عُمَرَ بْنِ قَتَادَةَ عَنْ مَحْمُودِ بْنِ لَبِيدٍ عَنْ رَافِعِ بْنِ خَدِيجٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَسْفِرُوا بِالْفَجْرِ فَإِنَّهُ أَعْظَمُ لِلْأَجْرِ أَوْ لِأَجْرِهَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Khalid Al Ahmar} telah mengabarkan kepada kami {Ibnu Ajlan} dari {Ashim bin Umar bin Qatadah} dari {Mahmud bin Labid} dari {Rafi’ bin Khadij} dia berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Akhirkanlah shalat Fajar hingga subuh menebarkan cahayanya, karena pahalanya lebih besar atau lebih besar ganjaran pahalanya.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16642
حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ قَالَ سَمِعْتُ عَمْرًا قَالَ سَمِعَ ابْنَ عُمَرَ قَالَكُنَّا نُخَابِرُ وَلَا نَرَى بِذَلِكَ بَأْسًا حَتَّى زَعَمَ رَافِعٌ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْهُ فَتَرَكْنَاهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Sufyan bin Uyainah} dia berkata saya mendengar {Amru} berkata, Bahwasanya ia mendengar {Ibnu Umar} berkata, “Kami mengelola lahan pertanian milik orang lain dengan ganjaran mengambil sebagian dari hasil panennya, sementara kami tidak melihat hal itu sebagai hal yang terlarang sampai {Rafi’ bin Khadij} berdalih bahwa Rasulullah saw. telah melarangnya, maka kami pun meninggalkannya.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16643
حَدَّثَنَا يَزِيدُ أَخْبَرَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ يَحْيَىِ بْنِ حَبَّانَ عَنْ رَافِعِ بْنِ خَدِيجٍ قَالَسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا قَطْعَ فِي ثَمَرٍ وَلَا كَثَرٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yazid} telah mengabarkan kepada kami {Yahya bin Sa’id} dari {Muhammad bin Habban} dari {Rafi’ bin Khadij} dia berkata, “Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Tidak ada hukum potong tangan pada buah-buahan, dan tidak pula pada mayang kurman.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16644
حَدَّثَنَا الضَّحَّاكُ بْنُ مَخْلَدٍ عَنْ عَبْدِ الْوَاحِدِ بْنِ نَافِعٍ الْكَلَاعِيِّ مِنْ أَهْلِ الْبَصْرَةِ قَالَ مَرَرْتُ بِمَسْجِدٍ بِالْمَدِينَةِ فَأُقِيمَتْ الصَّلَاةُ فَإِذَا شَيْخٌ فَلَامَ الْمُؤَذِّنَ وَقَالَ أَمَا عَلِمْتَ أَنَّ أَبِي أَخْبَرَنِيأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَأْمُرُ بِتَأْخِيرِ هَذِهِ الصَّلَاةِ قَالَ قُلْتُ مَنْ هَذَا الشَّيْخُ قَالُوا هَذَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ رَافِعِ بْنِ خَدِيجٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Adl Dhahak bin Makhlad} dari {Abdul Wahid bin Nafi’ Al Kala’i} dari penduduk Bashrah ia berkata, “Saya melewati Masjid di Madinah, lalu Iqamah dikumandangkan. Tiba-tiba ada orang tua yang mencela sang muadzin seraya berkata, “Tidakkah kamu mengetahui bahwa {bapakku} telah mengabarkan kepadaku bahwasanya Rasulullah saw. memerintahkan untuk mengakhirkan shalat ini?” Abdul Wahid berkata, “Lalu saya berkata, “Siapakah orang tua ini?” mereka menjawab, “Ini adalah {Abdullah bin Rafi’ bin Khadij}.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16645
حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ عَامِرٍ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ مَسْرُوقٍ عَنْ عَبَايَةَ بْنِ رِفَاعَةَ بْنِ رَافِعِ بْنِ خَدِيجٍ عَنْ جَدِّهِ رَافِعِ بْنِ خَدِيجٍ قَالَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّا لَاقُو الْعَدُوِّ غَدًا وَلَيْسَ مَعَنَا مُدًى قَالَ مَا أَنْهَرَ الدَّمَ وَذُكِرَ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ فَكُلْ لَيْسَ السِّنَّ وَالظُّفُرَ وَسَأُحَدِّثُكَ أَمَّا السِّنُّ فَعَظْمٌ وَأَمَّا الظُّفُرُ فَمُدَى الْحَبَشَةِ قَالَ وَأَصَابَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهْبًا فَنَدَّ مِنْهَا بَعِيرٌ فَسَعَوْا لَهُ فَلَمْ يَسْتَطِيعُوهُ فَرَمَاهُ رَجُلٌ بِسَهْمٍ فَحَبَسَهُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ لِهَذِهِ الْإِبِلِ أَوْ قَالَ النَّعَمِ أَوَابِدَ كَأَوَابِدِ الْوَحْشِ فَمَا غَلَبَكُمْ فَاصْنَعُوا بِهِ هَكَذَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Sa’id bin Amir} dia berkata, telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dia berkata, telah menceritakan kepada kami {Sa’id bin Masruq} dari {Abayah bin Rifa’ah bin Rafi’ bin Khadij} dari kakeknya {Rafi’ bin Khudaij} dia berkata, “Saya berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya kita akan menghadapi pasukan musuh esok hari, sementara kita tidak memiliki pisau untuk menyembelih.” Beliau bersabda: “Gunakanlah sesuatu yang dapat menumpahkan darah, dan bacalah nama Allah atasnya lalu makanlah. Bukan dengan tulang dan kuku. Saya akan ceritakan kepadamu, bahwa As Sinn adalah tulang, sedangkan Azh Zhufur adalah pisau orang-orang Habasyah.” Rafi’ berkata, “Lalu Rasulullah saw. mendapatkan harta ghanimah berupa unta dan kambing. Kemudian ada seekor unta mencoba kabur, lalu mereka pun mengejarnya namun tidak mampu. Maka seorang laki-laki melemparnya dengan anak panah dan menahannya. Rasulullah saw. lantas bersabda: “Sesungguhnya unta ini memiliki sifat buas sebagaimana binatang buas. Maka jika ia memberontak kalian, maka laukankah seperti ini.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16646
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ مُحَمَّدٍ عَنْ رَبِيعَةَ بْنِ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ حَنْظَلَةَ الزُّرَقِيِّ عَنْ رَافِعِ بْنِ خَدِيجٍأَنَّ النَّاسَ كَانُوا يُكْرُونَ الْمَزَارِعَ فِي زَمَانِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالْمَاذِيَانَاتِ وَمَا سَقَى الرَّبِيعُ وَشَيْءٍ مِنْ التِّبْنِ فَكَرِهَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كِرَاءَ الْمَزَارِعِ بِهَذَا وَنَهَى عَنْهَاقَالَ رَافِعٌ وَلَا بَأْسَ بِكِرَائِهَا بِالدَّرَاهِمِ وَالدَّنَانِيرِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Qutaibah bin Sa’id} dia berkata, telah menceritakan kepada kami {Abdul Aziz bin Muhammad} dari {Rabi’ah bin Abu Abdurrahman} dari {Hanzhalah Az Zuraqi} dari {Rafi’ bin Khadij}, bahwasanya orang-orang menyewa lahan-lahan pertanian pada masa Rasulullah saw. dengan Al Madzianat (sesuatu yang tumbuh pada kedua sisi lembah dan juga dari hasil panen) dan apa yang diairi oleh Ar Rabi’ (bagian air untuk mengairi tanah) serta sesuatu dari jerami gandum. Maka Rasulullah saw. membenci penyewaan lahan-lahan pertanian dengan sesuatu tersebut dan melarangnya.” Nafi’ berkata, “Namun tidak mengapa bila penyewaannya dengan Dirham dan Dinar.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16647
حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ قَالَ حَدَّثَنَا أَبِي عَنِ ابْنِ إِسْحَاقَ قَالَ حَدَّثَنِي عَاصِمُ بْنُ عُمَرَ بْنِ قَتَادَةَ الْأَنْصَارِيُّ عَنْ مَحْمُودِ بْنِ لَبِيدٍ عَنْ رَافِعِ بْنِ خَدِيجٍ الْأَنْصَارِيِّ قَالَسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ الْعَامِلُ بِالْحَقِّ عَلَى الصَّدَقَةِ كَالْغَازِي فِي سَبِيلِ اللَّهِ حَتَّى يَرْجِعَ إِلَى بَيْتِهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ya’qub} dia berkata, telah menceritakan kepada kami {bapakku}, dari {Ibnu Ishaq} dia berkata, telah menceritakan kepadaku {Ashim bin Umar bin Qatadah Al Anshari} dari {Mahmud bin Labid} dari {Rafi’ bin Khadij Al Anshari} dia berkata, “Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Orang yang mengumpulkan harta zakar dengan benar, laksana seorang perajurit yang berperang di jalan Allah sampai ia kembali ke rumahnya.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16648
حَدَّثَنَا أَسْبَاطُ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ سَعْدٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ عَنْ مَحْمُودِ بْن لَبِيدٍ عَنْ بَعْضِ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَسْفِرُوا بِالْفَجْرِ فَإِنَّهُ أَعْظَمُ لِلْأَجْرِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Asbath bin Muhammad} telah menceritakan kepada kami {Hisyam bin Sa’d} dari {Zaid bin Aslam} dari {Mahmud bin Labid} dari {sebagian sahabat Nabi saw.}, ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Akhirkanlah shalat Fajar hingga subuh menebarkan cahayanya, karena pahalanya lebih besar.”