Musnad Penduduk Syam
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16649
حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو أُوَيْسٍ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ الزُّهْرِيِّ قَالَ سَأَلْتُ سَالِمَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ كِرَاءِ الْمَزَارِعِ فَقَالَ أَخْبَرَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ عَنْ رَافِعِ بْنِ خَدِيجٍ أَنَّ عَمَّيْهِ وَكَانَا قَدْ شَهِدَا بَدْرًا أَخْبَرَاهُأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ كِرَاءِ الْمَزَارِعِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ya’qub} dia berkata, telah menceritakan kepada kami {Abu Uwais Abdullah bin Abdullah} dari {Zuhri} dia berkata Saya bertanya kepada {Salim bin Abdullah} mengenai penyewaan lahan pertanian, maka ia pun menjawab Telah mengabarkan kepadaku {Abdullah bin Umar} dari {Rafi’ bin Khadij} bahwa {kedua pamannya} -keduanya turut ikut dalam perang Badar- telah mengabarkan kepadanya, bahwa Rasulullah saw. telah melarang penyewaan lahan pertanian.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16650
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ قَالَ حَدَّثَنَا رِشْدِينُ بْنُ سَعْدٍ عَنْ مُوسَى بْنِ أَيُّوبَ الْغَافِقِيِّ عَنْ بَعْضِ وَلَدِ رَافِعِ بْنِ خَدِيجٍ عَنْ رَافِعِ بْنِ خَدِيجٍ قَالَنَادَانِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنَا عَلَى بَطْنِ امْرَأَتِي فَقُمْتُ وَلَمْ أُنْزِلْ فَاغْتَسَلْتُ وَخَرَجْتُ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَخْبَرْتُهُ أَنَّكَ دَعَوْتَنِي وَأَنَا عَلَى بَطْنِ امْرَأَتِي فَقُمْتُ وَلَمْ أُنْزِلْ فَاغْتَسَلْتُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا عَلَيْكَ الْمَاءُ مِنْ الْمَاءِ قَالَ رَافِعٌ ثُمَّ أَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعْدَ ذَلِكَ بِالْغُسْلِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Qutaibah bin Sa’id} dia berkata, telah menceritakan kepada kami {Risydin bin Sa’d} dari {Musa bin Ayub Al Ghafiqi} dari {salah seorang anak Rafi’ bin Khadij} dari {Rafi’ bin Khadij} dia berkata, “Rasulullah saw. memanggilku saat aku berada di atas perut isteriku (bersetubuh), maka aku segera beranjak sebelum mencapai orgasme. Kemudian aku mandi dan menemui Rasulullah saw. Lantas aku mengabarkan hal itu kepada beliau, “Tuan memanggilku saat aku berada di atas perut isteriku, aku lalu beranjak sebelum mencapai orgasme untuk mandi.” Rasulullah saw. kemudian bersabda: “Kamu tidak wajib mandi, kecuali jika telah keluar mani.” Rafi’ berkata, “Kemudian Rasulullah saw. memerintahkan kami untuk mandi setelah peristiwa itu.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16651
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مُصْعَبٍ حَدَّثَنَا الْأَوْزَاعِيُّ عَنْ أَبِي النَّجَاشِيِّ عَنْ رَافِعِ بْنِ خَدِيجٍ قَالَكُنَّا نُصَلِّي الْعَصْرَ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ نَنْحَرُ الْجَزُورَ فَنُقَسِّمُهُ عَشَرَةَ أَجْزَاءٍ ثُمَّ نَطْبُخُ فَنَأْكُلُ لَحْمًا نَضِيجًا قَبْلَ أَنْ نُصَلِّيَ الْمَغْرِبَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Mus’ab} telah menceritakan kepada kami {Al Auza’i} dari {Abu Najasyi} dari {Rafi’ bin Khadij} dia berkata, “Kami pernah shalat Ashar bersama Rasulullah saw., kemudian kami menyembelih seekor unta, lalu membaginya menjadi sepuluh bagian dan memasaknya, maka kami pun makan daging yang telah matang sebelum menunaikan shalat Maghrib.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16652
حَدَّثَنَا هَاشِمُ بْنُ الْقَاسِمِ حَدَّثَنَا أَيُّوبُ بْنُ عُتْبَةَ حَدَّثَنَا عَطَاءٌ أَبُو النَّجَاشِيِّ قَالَ حَدَّثَنَا رَافِعُ بْنُ خَدِيجٍ قَالَلَقِيَنِي عَمِّي ظُهَيْرُ بْنُ رَافِعٍ فَقَالَ يَا ابْنَ أَخِي قَدْ نَهَانَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ أَمْرٍ كَانَ بِنَا رَافِقًا قَالَ فَقُلْتُ مَا هُوَ يَا عَمُّ قَالَ نَهَانَا أَنْ نُكْرِيَ مَحَاقِلَنَا يَعْنِي أَرْضَنَا الَّتِي بِصِرَارٍ قَالَ قُلْتُ أَيْ عَمُّ طَاعَةُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَحَقُّ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ تُكْرُوهَا قَالَ بِالْجَدَاوِلِ الرُّبِّ وَبِالْأَصَوَاعِ مِنْ الشَّعِيرِ قَالَ فَلَا تَفْعَلُوا ازْرَعُوهَا أَوْ أَزْرِعُوهَا قَالَ فَبِعْنَا أَمْوَالَنَا بِصِرَارٍقَالَ عَبْد اللَّهِ وَسَأَلْتُ أَبِي عَنْ أَحَادِيثِ رَافِعِ بْنِ خَدِيجٍ مَرَّةً يَقُولُ نَهَانَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمَرَّةً يَقُولُ عَنْ عَمَّيْهِ فَقَالَ كُلُّهَا صِحَاحٌ وَأَحَبُّهَا إِلَيَّ حَدِيثُ أَيُّوبَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hasyim bin Qashim} telah menceritakan kepada kami {Ayub bin Utbah} telah menceritakan kepada kami {Atha Abu Najasyi} dia berkata, telah menceritakan kepada kami {Rafi’ bin Khadij} dia berkata, “Pamanku, {Zhuhair bin Rafi’} menjumpai aku seraya mengatakan, “Wahai anak saudaraku, sesungguhnya Rasulullah saw. telah melarang kami suatu perkara yang perkara itu telah akrab dengan kami.” Maka saya bertanya, “Apakah itu wahai pamanku?” dia menjawab, “Beliau melarang kami untuk menyewakan ladang-ladang kami di Shirar (nama sebuah tempat dekat Madinah).” Rafi’ berkata, “Saya lalu berkata, “Wahai pamanku, ketaatan kepada Rasulullah saw. adalah lebih berhak (untuk dijalani). Rasulullah saw. telah bersabda (melarangnya), kemudian kalian menyewakannya dengan sebuah sungai kecil yang banyak airnya atau dengan beberapa sha’ gandum!” Rafi’ melanjutkan perkataannya, “Janganlah kalian lakukan, tetapi olahlah atau tanamilah lahan itu.” Zuhair berkata, “Maka kami pun menjual harta kami yang ada di Shirar.” Abdullah berkata, ” Aku bertanya kepada bapakku mengenai hadits-hadits Rafi’ bin Khadij, kadang ia berkata, ‘Nabi saw. telah melarang kami.’ Dan terkadang ia berkata, ‘Dari kedua pamannya.’ Bapakku lalu menjawab, “Semuanya adalah shahih. Dan yang paling saya sukai adalah hadits Ayyub.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16653
حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ أَخْبَرَنِي يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ زَحْرٍ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَالِكٍأَنَّ أُخْتَ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ نَذَرَتْ أَنْ تَحُجَّ مَاشِيَةً فَسَأَلَ عُقْبَةُ عَنْ ذَلِكَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ مُرْهَا فَلْتَرْكَبْ فَظَنَّ أَنَّهُ لَمْ يَفْهَمْ عَنْهُ فَلَمَّا خَلَا مَنْ كَانَ عِنْدَهُ عَادَ فَسَأَلَهُ فَقَالَ مُرْهَا فَلْتَرْكَبْ فَإِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ عَنْ تَعْذِيبِ أُخْتِكَ نَفْسَهَا لَغَنِيٌّ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Husyaim} telah mengabarkan kepadaku {Yahya bin Sa’id} dari {Ubaidullah bin Zahr} dari {Abu Sa’id} dari {Abdullah bin Malik} bahwa saudara perempuan {Uqbah bin Amir} bernadzar untuk menunaikan Haji dengan berjalan kaki. Uqbah lalu menanyakan hal itu kepada Nabi saw., bersabda: “Perintahkanlah kepadanya agar ia menaiki kendaraan.” Kemudian Uqbah menyangka bahwa beliau belum memahami ungkapannya, maka ketika orang yang berada di sisi beliau beranjak pergi, ia pun mengulangi pertanyaannya. Rasulullah saw. lantas bersabda: “Perintahkanlah kepadanya agar ia menaiki kendaraan. Karena Allah ‘azza wajalla tidak butuh atas penyiksaan saudarimu atas dirinya sendirinya.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16654
حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ أَخْبَرَنِي يُونُسُ عَنْ الْحَسَنِ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ الْجُهَنِيِّ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا عُهْدَةَ بَعْدَ أَرْبَعٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Husyaim} telah mengabarkan kepadaku {Yunus} dari {Hasan} dari {Uqbah bin Amir Al Juhani} dia berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Tidak ada garansi (jaminan menanggung) cacat (budak) setelah empat hari.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16655
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ ابْنِ إِسْحَاقَ عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي حَبِيبٍ عَنْ مَرْثَدِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ الْيَزَنِيِّ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ الْجُهَنِيِّ قَالَصَلَّى بِنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَغْرِبَ وَعَلَيْهِ فَرُّوجُ حَرِيرٍ وَهُوَ الْقَبَاءُ فَلَمَّا قَضَى صَلَاتَهُ نَزَعَهُ نَزْعًا عَنِيفًا وَقَالَ إِنَّ هَذَا لَا يَنْبَغِي لِلْمُتَّقِينَ
Terjemahan: Telah meneritakan kepada kami {Muhammad bin Salamah} dari {Ibnu Ishaq} dari {Yazid bin Abi Habib} dari {Martsad bin Abdullah Al Yazani} dari {Uqbah bin Amir Al Juhani} dia berkata, “Rasulullah saw. pernah shalat Maghrib bersama kami, sementara beliau mengenakan furuj (pakaian luar yang terbelah dari belakang) yang terbuat dari sutera alias Al Qaba`. Setelah beliau menunaikan shalat, beliau melepasnya dengan keras seraya bersabda: “Pakaian ini tidak layak bagi orang-orang yang bertakwa.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16656
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ ابْنِ إِسْحَاقَ عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي حَبِيبٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ شِمَاسَةَ التُّجِيبِيِّ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ قَالَسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ صَاحِبُ مَكْسٍ يَعْنِي الْعَشَّارَ
Terjemahan: Telah meneritakan kepada kami {Muhammad bin Salamah} dari {Ibnu Ishaq} dari {Yazid bin Abi Habib} dari {Abdurrahman bin Syimasah At Tujibi} dari {Uqbah bin Amir} dia berkata, “Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Tidak akan masuk surga, yaitu pemungut pajak ilegal (secara tidak benar).”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16657
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي عَدِيٍّ عَنْ ابْنِ إِسْحَاقَ قَالَ حَدَّثَنِي يَزِيدُ بْنُ أَبِي حَبِيبٍ عَنْ مَرْثَدِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ الْيَزَنِيِّ عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْجُهَنِيِّ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنِّي رَاكِبٌ غَدًا إِلَى يَهُودَ فَلَا تَبْدَءُوهُمْ بِالسَّلَامِ فَإِذَا سَلَّمُوا عَلَيْكُمْ فَقُولُوا وَعَلَيْكُمْخَالَفَهُ عَبْدُ الْحَمِيدِ بْنُ جَعْفَرٍ وَابْنُ لَهِيعَةَ قَالَا عَنْ أَبِي بَصْرَةَ حَدَّثَنَا أَبُو عَاصِمٍ عَنْ عَبْدِ الْحَمِيدِ بْنِ جَعْفَرٍ قَالَ أَبُو بَصْرَةَ يَعْنِي فِي حَدِيثِ ابْنِ أَبِي عَدِيٍّ عَنْ ابْنِ إِسْحَاقَ
Terjemahan: Telah meneritakan kepada kami {Muhammad bin Abu Adi} dari {Ibnu Ishaq} dia berkata, telah menceritakan kepadaku {Yazid bin Abi Habib} dari {Martsad bin Abdullah Al Yazani} dari {Abu Abdurrahman Al Juhani} dia berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Esok hari saya akan pergi dengan berkendaraan kepada orang-orang Yahudi, maka janganlah kalian memulai mengucapkan salam kepada mereka, dan jika mereka mengucapkan salam kepada kalian, maka ucapkanlah, ‘WA ‘ALAIKUM (Dan juga atas kalian).'” Abdul Hamid bin Ja’far dan Ibnu Lahi’ah menyelisihi jalur periwayatan (hadits di atas), keduanya berkata dari Abu Bashrah berkata, telah meneritakan kepada kami Abu Ashim dari Abdul Hamid bin Ja’far, Abu Bashrah berkata, yakni dalam hadits Ibnu Abu Adi, dari Ibnu Ishaq.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16658
حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ جَابِرٍ عَنْ الْقَاسِمِ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ قَالَبَيْنَا أَنَا أَقُودُ بِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي نَقَبٍ مِنْ تِلْكَ النِّقَابِ إِذْ قَالَ لِي يَا عُقْبَةُ أَلَا تَرْكَبُ قَالَ فَأَجْلَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ أَرْكَبَ مَرْكَبَهُ ثُمَّ قَالَ يَا عُقَيْبُ أَلَا تَرْكَبُ قَالَ فَأَشْفَقْتُ أَنْ تَكُونَ مَعْصِيَةً قَالَ فَنَزَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَرَكِبْتُ هُنَيَّةً ثُمَّ رَكِبَ ثُمَّ قَالَ يَا عُقَيْبُ أَلَا أُعَلِّمُكَ سُورَتَيْنِ مِنْ خَيْرِ سُورَتَيْنِ قَرَأَ بِهِمَا النَّاسُ قَالَ قُلْتُ بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ فَأَقْرَأَنِي قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ وَقُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ ثُمَّ أُقِيمَتْ الصَّلَاةُ فَتَقَدَّمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَرَأَ بِهِمَا ثُمَّ مَرَّ بِي قَالَ كَيْفَ رَأَيْتَ يَا عُقَيْبُ اقْرَأْ بِهِمَا كُلَّمَا نِمْتَ وَكُلَّمَا قُمْتَقَالَ أَبُو عَبْد الرَّحْمَنِ هُوَ عُقْبَةُ بْنُ عَامِرِ بْنِ عَابِسٍ وَقَالَ ابْنُ عَبْسٍ الْجُهَنِيُّ
Terjemahan: Telah meneritakan kepada kami {Al Walid bin Muslim} dia berkata, Telah meneritakan kepada kami {Ibnu Jabir} dari {Al Qasim Abu Abdirrahman} dari {Uqbah bin Amir} dia berkata, “Ketika saya menuntun Rasulullah saw. pada sebuah jalan di antara dua gunung (Naqab) tiba-tiba beliau berkata kepadaku, “Wahai Uqbah tidakkah kamu menaiki kendaraan?” Uqbah berkata, “Maka aku merasa segan kepada Rasulullah saw. untuk naik kendaraannya.” Kemudian beliau bertanya lagi: “Wahai Uqaib, tidakkah kamu menaiki kendaraan?” Uqbah berkata, “Maka timbullah kekawatiran jika penolakanku itu termasuk maksiat.” Uqbah berkata, “Maka Rasulullah saw. pun turun dari kendaraan lalu saya menaiki kendaraan beberapa saat, kemudian beliau naik kembali. Setelah itu beliau bersabda: “Wahai Uqbah, maukah kamu Saya ajari dua surat yang lebih baik dari surat-surat yang biasa dibaca oleh orang-orang?” Saya lalu menjawab, “Mau wahai Rasulullah.” Beliau kemudian membacakan kepadaku: ‘QUL A’UUDZU BIRABBIL FALAQ’ dan ‘QUL A’UUDZU BIRABBIN NAS’. Setelah itu iqamah shalat dikumandangkan, Rasulullah saw. maju dan membaca kedua surat itu. Lalu beliau melewatiku dan berkata, “Bagaimanakah menurutmu wahai Uqaib? Bacalah kedua surat itu pada setiap kali kamu akan tidur dan ketika bangun.” ‘Abdurrahman -yaitu Uqbah bin Amir bin Abis- berkata Ibnu Abs Al Juhani berkata.