Musnad Penduduk Syam

Kembali ke Menu Sebelumnya

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16669

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ إِسْحَاقَ قَالَ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ يَعْنِي ابْنَ الْمُبَارَكِ قَالَ أَخْبَرَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ قَالَ حَدَّثَنِي يَزِيدُ بْنُ أَبِي حَبِيبٍ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو الْخَيْرِ أَنَّهُ سَمِعَ عُقْبَةَ بْنَ عَامِرٍ يَقُولُقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ مَثَلَ الَّذِي يَعْمَلُ السَّيِّئَاتِ ثُمَّ يَعْمَلُ الْحَسَنَاتِ كَمَثَلِ رَجُلٍ كَانَتْ عَلَيْهِ دِرْعٌ ضَيِّقَةٌ قَدْ خَنَقَتْهُ ثُمَّ عَمِلَ حَسَنَةً فَانْفَكَّتْ حَلْقَةٌ ثُمَّ عَمِلَ حَسَنَةً أُخْرَى فَانْفَكَّتْ حَلْقَةٌ أُخْرَى حَتَّى يَخْرُجَ إِلَى الْأَرْضِ
Terjemahan: Telah meneritakan kepada kami {Ali bin Ishaq} dia berkata, telah mengabarkan kepada kami {Abdullah} yakni Ibnul Mubarak dia berkata, telah mengabarkan kepada kami {Ibnu Lahi’ah} dia berkata, telah menceritakan kepadaku {Yazid bin Abi Habib} dia berkata, Telah meneritakan kepada kami {Abul Khair} bahwa dia mendengar {Uqbah bin Amir} berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya perumpamaan orang yang melakukan keburukan kemudian beramal kebajikan laksana seorang yang pada badannya melekat baju besi sempit dan membuatnya tercekik. Jika ia beramal kebaikan maka akan terbuka satu ikatan, jika ia beramal kebaikan lagi maka akan terurailah satu ikatan lagi hingga ia keluar dari bumi (mati).”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16670

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ إِسْحَاقَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ يَعْنِي ابْنَ الْمُبَارَكِ قَالَ حَدَّثَنَا حَرْمَلَةُ بْنُ عِمْرَانَ قَالَ حَدَّثَنِي عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ مُلَيْلٍ السَّلِيحِيُّ وَهُمْ إِلَى قُضَاعَةَ قَالَ حَدَّثَنِي أَبِي قَالَكُنْتُ مَعَ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ جَالِسًا قَرِيبًا مِنْ الْمِنْبَرِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فَخَرَجَ مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي حُذَيْفَةَ فَاسْتَوَى عَلَى الْمِنْبَرِ فَخَطَبَ النَّاسَ ثُمَّ قَرَأَ عَلَيْهِمْ سُورَةً مِنْ الْقُرْآنِ قَالَ وَكَانَ مِنْ أَقْرَإِ النَّاسِ قَالَ فَقَالَ عُقْبَةُ بْنُ عَامِرٍ صَدَقَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ إِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَيَقْرَأَنَّ الْقُرْآنَ رِجَالٌ لَا يُجَاوِزُ تَرَاقِيَهُمْ يَمْرُقُونَ مِنْ الدِّينِ كَمَا يَمْرُقُ السَّهْمُ مِنْ الرَّمِيَّةِ
Terjemahan: Telah meneritakan kepada kami {Ali bin Ishaq} Telah meneritakan kepada kami {Abdullah} yakni Ibnul Mubarak dia berkata, Telah meneritakan kepada kami {Harmalah bin Imran} dia berkata, telah menceritakan kepadaku {Abdul Aziz bin Abdul Malik bin Mulail As Salihi Qudla’ah} ia berkata, telah menceritakan kepadaku {Bapakku} dia berkata, “Pada hari jumat aku duduk-duduk bersama {Uqbah bin Amir} dekat dengan mimbar, lalu Muhammad bin Abu Hudzaifah keluar dan duduk di atas mimbar berkuthbah di hadapan manusia. Kemudian ia membacakan satu surat dari Al-Quran.” Perawi berkata, “Muhammad bin Abu Hudzaifah adalah orang paling pandai dalam membaca Al-Quran di antara mereka. Kemudian Uqbah bin Amir berkata, “Maha benar Allah dan Rasul-Nya, sesungguhnya saya telah mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Sekelompok orang benar-benar akan membaca Al-Quran dan (bacaan mereka) tidaklah melewati kerongkongan mereka. Dan mereka keluar dari agama sebagaimana meluncurnya anak panah dari busurnya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16671

حَدَّثَنَا عَتَّابُ بْنُ زِيَادٍ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ أَخْبَرَنِي يَزِيدُ بْنُ عَمْرٍو الْمَعَافِرِيُّ عَمَّنْ سَمِعَ عُقْبَةَ بْنَ عَامِرٍ يَقُولُبَعَثَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَاعِيًا فَاسْتَأْذَنْتُهُ أَنْ نَأْكُلَ مِنْ الصَّدَقَةِ فَأَذِنَ لَنَا
Terjemahan: Telah meneritakan kepada kami {Attab bin Ziyad} dia berkata, Telah meneritakan kepada kami {Abdullah} dia berkata, Telah meneritakan kepada kami {Ibnu Lahi’ah} telah mengabarkan kepadaku {Yazid bin Amru Al Ma’afiri} dari {seorang} yang mendengar {Uqbah bin Amru} ia berkata, “Rasulullah saw. mengutusku untuk mengumpulkan harta zakat, lalu saya meminta izin kepada beliau agar dapat makan dari harta zakat itu, dan beliau pun mengizinkan kami.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16672

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ غَيْلَانَ قَالَ حَدَّثَنَا رِشْدِينُ يَعْنِي ابْنَ سَعْدٍ قَالَ حَدَّثَنِي عَمْرٌو يَعْنِي ابْنَ الْحَارِثِ عَنْ أَبِي عُشَّانَةَ أَنَّهُ سَمِعَ عُقْبَةَ بْنَ عَامِرٍ يُخْبِرُعَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ كَانَ يَمْنَعُ أَهْلَ الْحِلْيَةِ وَالْحَرِيرِ وَيَقُولُ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ حِلْيَةَ الْجَنَّةِ وَحَرِيرَهَا فَلَا تَلْبَسُوهَا فِي الدُّنْيَا
Terjemahan: Telah meneritakan kepada kami {Yahya bin Ghailan} dia berkata, Telah meneritakan kepada kami {Risydin} yakni Ibnu Sya’d dia berkata, telah menceritakan kepadaku {Amru} yakni Ibnul Harits dari {Abu Usyanah} bahwa dia mendengar {Uqbah bin Amir} mengabarkan dari Rasulullah saw., bahwasanya beliau melarang mereka yang memiliki Hilyah (perhiasan emas) dan pakaian sutera untuk memakainya, beliau bersabda: “Jika kalian menginginkan perhiasan surga dan pakaian suteranya, maka janganlah kalian memakainya ketika di dunia.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16673

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ غَيْلَانَ قَالَ حَدَّثَنَا رِشْدِينُ يَعْنِي ابْنَ سَعْدٍ أَبُو الْحَجَّاجِ الْمَهْرِيُّ عَنْ حَرْمَلَةَ بْنِ عِمْرَانَ التُّجِيبِيِّ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ مُسْلِمٍ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا رَأَيْتَ اللَّهَ يُعْطِي الْعَبْدَ مِنْ الدُّنْيَا عَلَى مَعَاصِيهِ مَا يُحِبُّ فَإِنَّمَا هُوَ اسْتِدْرَاجٌ ثُمَّ تَلَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ{ فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّى إِذَا فَرِحُوا بِمَا أُوتُوا أَخَذْنَاهُمْ بَغْتَةً فَإِذَا هُمْ مُبْلِسُونَ }
Terjemahan: Telah meneritakan kepada kami {Yahya bin Ghailan} dia berkata, Telah meneritakan kepada kami {Risydin} -yakni Ibnu Sa’d Abul Hajjaj Al Mahari- dari {Harmalah bin Imran At Tujibi} dari {Uqbah bin Muslim} dari {Uqbah bin Amir} dari Nabi saw., beliau bersabda: “Jika kalian melihat Allah memberikan dunia kepada seorang hamba pelaku maksiat dengan sesuatu yang ia sukai, maka sesungguhnya itu hanyalah merupakan istidraj.” Kemudian Rasulullah saw. membacakan ayat: ‘(Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang Telah diberikan kepada mereka, kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang Telah diberikan kepada mereka, kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, Maka ketika itu mereka terdiam berputus asa) ‘. (Qs. Al An’am: 44).

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16674

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ عَنْ أَبِي عُشَّانَةَ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَعْجَبُ رَبُّكُمْ مِنْ رَاعِي غَنَمٍ فِي شَظِيَّةٍ يُؤَذِّنُ بِالصَّلَاةِ وَيُقِيمُ
Terjemahan: Telah meneritakan kepada kami {Qutaibah bin Sa’id} dia berkata, Telah meneritakan kepada kami {Ibnu Lahi’ah} dari {Abu Usyanah} {Uqbah bin Amir}, bahwa Nabi saw. bersabda: “Rabb kalian ta’ajub terhadap seorang pengembala kambing di puncak gunung, ia mengumandangkan adzan dan iqamah.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16675

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ عَنْ الْحَارِثِ بْنِ يَزِيدَ عَنْ عَلِيِّ بْنِ رَبَاحٍ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ أَنْسَابَكُمْ هَذِهِ لَيْسَتْ بِسِبَابٍ عَلَى أَحَدٍ وَإِنَّمَا أَنْتُمْ وَلَدُ آدَمَ طَفُّ الصَّاعِ لَمْ تَمْلَئُوهُ لَيْسَ لِأَحَدٍ فَضْلٌ إِلَّا بِالدِّينِ أَوْ عَمَلٍ صَالِحٍ حَسْبُ الرَّجُلِ أَنْ يَكُونَ فَاحِشًا بَذِيًّا بَخِيلًا جَبَانًا
Terjemahan: Telah meneritakan kepada kami {Qutaibah bin Sa’id} dia berkata, Telah meneritakan kepada kami {Ibnu Lahi’ah} dari {Al Harits bin Yazid} dari {Ali bin Rabbah} dari {Uqbah bin Amir} bahwasanya, Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya nasab-nasab kalian ini, bukanlah alat untuk merendahkan oranglain. Kalian hanyalah anak Adam, Isi sha’ telah jatuh tertumpah dan kalian belum mengisinya. Tidak ada keutamaan bagi seseorang kecuali dengan agama atau amalan shalih. Cukuplah kecelakaan bagi seseorang jika ia adalah seorang berbuat keji, berkata-kata jorok, bakhil dan pengecut.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16676

حَدَّثَنَا أَبُو الْعَلَاءِ الْحَسَنُ بْنُ سَوَّارٍ قَالَ حَدَّثَنَا لَيْثٌ عَنْ مُعَاوِيَةَ عَنْ أَبِي عُثْمَانَ عَنْ جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ وَرَبِيعَةُ بْنُ يَزِيدَ عَنْ أَبِي إِدْرِيسَ الْخَوْلَانِيِّ وَعَبْدُ الْوَهَّابِ بْنُ بُخْتٍ عَنْ اللَّيْثِ بْنِ سُلَيْمٍ الْجُهَنِيِّ كُلُّهُمْ يُحَدِّثُ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ قَالَقَالَ عُقْبَةُ كُنَّا نَخْدُمُ أَنْفُسَنَا وَكُنَّا نَتَدَاوَلُ رَعِيَّةَ الْإِبِلِ بَيْنَنَا فَأَصَابَنِي رَعِيَّةُ الْإِبِلِ فَرَوَّحْتُهَا بِعَشِيٍّ فَأَدْرَكْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ قَائِمٌ يُحَدِّثُ النَّاسَ فَأَدْرَكْتُ مِنْ حَدِيثِهِ وَهُوَ يَقُولُ مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ يَتَوَضَّأُ فَيُسْبِغُ الْوُضُوءَ ثُمَّ يَقُومُ فَيَرْكَعُ رَكْعَتَيْنِ يُقْبِلُ عَلَيْهِمَا بِقَلْبِهِ وَوَجْهِهِ إِلَّا وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ وَغُفِرَ لَهُقَالَ فَقُلْتُ لَهُ مَا أَجْوَدَ هَذَا قَالَ فَقَالَ قَائِلٌ بَيْنَ يَدِي الَّتِي كَانَ قَبْلَهَا يَا عُقْبَةُ أَجْوَدُ مِنْهَا فَنَظَرْتُ فَإِذَا عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ قَالَ فَقُلْتُ وَمَا هِيَ يَا أَبَا حَفْصٍ قَالَ إِنَّهُ قَالَ قَبْلَ أَنْ تَأْتِيَ مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ يَتَوَضَّأُ فَيُسْبِغُ الْوُضُوءَ ثُمَّ يَقُولُ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ إِلَّا فُتِحَتْ لَهُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ الثَّمَانِيَةِ يَدْخُلُ مِنْ أَيِّهَا شَاءَ
Terjemahan: Telah meneritakan kepada kami {Abul Ala` Al Hasan bin Sawwar} dia berkata, Telah meneritakan kepada kami {Laits} dari {Mu’awiyah} dari {Abu Utsman} dari {Jubair bin Nufair} dan {Rabi’ah bin Yazid} dari {Abu Idris Al Khaulani} dan {Abdul Wahab bin Bukht} dari {Laits bin Sulaim Al Juhaji} semuanya menceritakan dari {Uqbah bin Amir} ia berkata Uqbah berkata, “Kami melayani diri kami sendiri, dan kami bergantian untuk mengembalan hewan ternak (unta), maka tibalah giliran untuk mengembala kambing tersebut kepadaku, aku lalu mengembalakannya pada sore hari. Kemudian aku mendapati Rasulullah saw. sedang berdiri dan berkhutbah di hadapan orang-orang, dan di antara apa yang aku dengar dari perkataan beliau adalah: “Tidaklah salah seorang di antara kalian berwudhu dan menyempurnakan wudhunya, lalu melaksanakan shalat dua rakaat dengan menghadirkan hati dan wajahnya (di hadapan Allah), kecuali telah wajib baginya untuk masuk surga dan diampuni dosanya.” Uqbah berkata, “Aku lalu berkata, “Alangkah indahnya perkataan ini!” Uqbah berkata, “Lalu seseorang di hadapanku mengatakan (sabda Rasul) yang sebelumnya, “Wahai Uqbah, sesungguhnya beliau bersabda sebelum kamu datang, lalu saya melihatnya. Ternyata dia adalah {Umar bin Al Khattab}. Saya bertanya, perkataan apakah itu wahai Abu Hafs? Maka dia menjawab: Beliau bersabda sebelum kamu datang: “Tidaklah seorang dari kalian berwudhu lalu ia menyempurnakan wudhu-nya dan mengucapkan ASYHADU AN LAA ILAAHA ILLALLAH WAHDAHU LAA SYARIIKA LAHU WA ANNA MUHAMMADAN ‘ABDUHU WA RASUULUH (Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan -yang berhak disembah- selain Allah semata yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan Muhammad adalah bamba dan rasul-Nya), Kecuali akan dibukakan baginya pintu-pintu surga yang jumlah delapan pintu, ia dapat masuk dari pintu mana saja yang ia kehendaki.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16677

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ إِسْحَاقَ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ أَخْبَرَنَا سَعِيدُ بْنُ أَبِي أَيُّوبَ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْوَلِيدِ عَنْ أَبِي الْخَيْرِ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ الْجُهَنِيِّ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثَلَاثٌ إِنْ كَانَ فِي شَيْءٍ شِفَاءٌ فَفِي شَرْطَةِ مُحْجِمٍ أَوْ شَرْبَةِ عَسَلٍ أَوْ كَيَّةٍ تُصِيبُ أَلَمًا وَأَنَا أَكْرَهُ الْكَيَّ وَلَا أُحِبُّهُ
Terjemahan: Telah meneritakan kepada kami {Ali bin Ishaq} telah mengabarkan kepada kami {Abdullah} telah mengabarkan kepada kami {Sa’id bin Abi Ayyub} dia berkata, Telah meneritakan kepada kami {Abdullah bin Walid} dari {Abul Khair} dari {Uqbah bin Amir Al Juhani} dia berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Jika pada sesuatu itu ada kesembuhan, maka hal itu terdapat pada tiga hal pada sayatan bekam, tegukan madu atau kay (sundutan api) yang menimbulkan rasa perih. Dan saya membenci Kay dan tidak pula menyukainya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16678

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ إِسْحَاقَ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ أَخْبَرَنِي ابْنُ لَهِيعَةَ قَالَ حَدَّثَنِي يَزِيدُ أَنَّ أَبَا الْخَيْرِ حَدَّثَهُ أَنَّهُ سَمِعَ عُقْبَةَ بْنَ عَامِرٍ يُحَدِّثُعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ لَيْسَ مِنْ عَمَلِ يَوْمٍ إِلَّا وَهُوَ يُخْتَمُ عَلَيْهِ فَإِذَا مَرِضَ الْمُؤْمِنُ قَالَتْ الْمَلَائِكَةُ يَا رَبَّنَا عَبْدُكَ فُلَانٌ قَدْ حَبَسْتَهُ فَيَقُولُ الرَّبُّ عَزَّ وَجَلَّ اخْتِمُوا لَهُ عَلَى مِثْلِ عَمَلِهِ حَتَّى يَبْرَأَ أَوْ يَمُوتَ
Terjemahan: Telah meneritakan kepada kami {Ali bin Ishaq} Telah meneritakan kepada kami {Abdullah} telah mengabarkan kepadaku {Ibnu Lahi’ah} dia berkata, telah menceritakan kepadaku {Yazid} bahwa {Abul Khair} menceritakan kepadanya, bahwa ia mendengar {Uqbah bin Amir} menceritakan dari Nabi saw., beliau bersabda: “Tiada amalan pada suatu hari kecuali amalan tersebut ada penutupnya. Maka jika seorang mukmin jatuh sakit Malaikat akan berkata, ‘Wahai Rabb kami, Engkau telah menahan hamba-Mu si Fulan (untuk beramal).’ Allah ‘azza wajalla berfirman: ‘Tutuplah amalan untuknya sebagaimana amalan yang ia lakukan sampai ia sembuh atau meninggal dunia.'”