Musnad Penduduk Syam

Kembali ke Menu Sebelumnya

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16689

حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ قَالَ حَدَّثَنَا أَبِي عَنِ ابْنِ إِسْحَاقَ قَالَ حَدَّثَنِي يَزِيدُ بْنُ أَبِي حَبِيبٍ الْمِصْرِيُّ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ شِمَاسَةَ التُّجِيبِيِّ قَالَ سَمِعْتُ عُقْبَةَ بْنَ عَامِرٍ الْجُهَنِيَّ يَقُولُوَهُوَ عَلَى مِنْبَرِ مِصْرَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا يَحِلُّ لِامْرِئٍ يَبِيعُ عَلَى بَيْعِ أَخِيهِ حَتَّى يَذَرَهُ
Terjemahan: Telah meneritakan kepada kami {Ya’qub} dia berkata, telah menceritakan kepada kami {Bapakku} dari {Ibnu Ishaq} dia berkata, telah menceritakan kepadaku {Yazid bin Abi Habib Al Mishri} dari {Abdurrahman bin Syimamah At Tujibi} dia berkata saya mendengar {Uqbah bin Amir Al Juhani} berkata di atas mimbar Mesir, “Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Tidak halal bagi seseorang melakukan transaksi jual beli atas transaksai saudaranya hingga ia meninggalkannya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16690

حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ قَالَ حَدَّثَنَا أَبِي عَنِ ابْنِ إِسْحَاقَ قَالَ حَدَّثَنِي يَزِيدُ بْنُ أَبِي حَبِيبٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ شِمَاسَةَ التُّجِيبِيِّ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ قَالَسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا يَحِلُّ لِامْرِئٍ مُسْلِمٍ يَخْطُبُ عَلَى خِطْبَةِ أَخِيهِ حَتَّى يَتْرُكَ وَلَا يَبِيعُ عَلَى بَيْعِ أَخِيهِ حَتَّى يَتْرُكَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ya’qub} dia berkata, telah menceritakan kepada kami {bapakku}, dari {Ibnu Ishaq} dia berkata, telah menceritakan kepadaku {Yazid bin Abi Habib} dari {Abdurrahman bin Syimamah At Tujibi} dari {Uqbah bin Amir} dia berkata, “Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Tidak halal bagi seorang muslim meminang atas pinangan saudaranya hingga ia meninggalkannya. Dan tidak boleh melakukan transaksi jual beli di atas transaksi saudaranya hingga ia meninggalkannya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16691

حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ قَالَ حَدَّثَنَا أَبِي عَنِ ابْنِ إِسْحَاقَ قَالَ حَدَّثَنِي يَزِيدُ بْنُ أَبِي حَبِيبٍ الْمِصْرِيُّ عَنْ مَرْثَدِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ الْيَزَنِيِّ وَيَزَنُ بَطْنٌ مِنْ حِمْيَرَ قَالَقَدِمَ عَلَيْنَا أَبُو أَيُّوبَ خَالِدُ بْنُ زَيْدٍ الْأَنْصَارِيُّ صَاحِبُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِصْرَ غَازِيًا وَكَانَ عُقْبَةُ بْنُ عَامِرِ بْنِ عَبْسٍ الْجُهَنِيُّ أَمَّرَهُ عَلَيْنَا مُعَاوِيَةُ بْنُ أَبِي سُفْيَانَ قَالَ فَحَبَسَ عُقْبَةَ بْنَ عَامِرٍ بِالْمَغْرِبِ فَلَمَّا صَلَّى قَامَ إِلَيْهِ أَبُو أَيُّوبَ الْأَنْصَارِيُّ فَقَالَ لَهُ يَا عُقْبَةُ أَهَكَذَا رَأَيْتَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي الْمَغْرِبَ أَمَا سَمِعْتَهُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا تَزَالُ أُمَّتِي بِخَيْرٍ أَوْ عَلَى الْفِطْرَةِ مَا لَمْ يُؤَخِّرُوا الْمَغْرِبَ حَتَّى تَشْتَبِكَ النُّجُومُ قَالَ فَقَالَ بَلَى قَالَ فَمَا حَمَلَكَ عَلَى مَا صَنَعْتَ قَالَ شُغِلْتُقَالَ فَقَالَ أَبُو أَيُّوبَ أَمَا وَاللَّهِ مَا بِي إِلَّا أَنْ يَظُنَّ النَّاسُ أَنَّكَ رَأَيْتَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصْنَعُ هَذَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ya’qub} ia berkata, telah menceritakan kepada kami {Bapakku} dari {Ibnu Ishaq} dia berkata, telah menceritakan kepadaku {Yazid bin Abu Habib Al Mishri} dari {Martsad bin Abdullah Al Yazani} -dan Yazan adalah keturunan dari Himyar- ia berkata, ” Abu Ayub Khalid bin Zaid Al Anshari, salah seorang sahabat Rasulullah saw., mendatangi kami di Mesir untuk berangkat perang, dan Uqbah bin Amir Al Juhani telah dipilih oleh Mu’awiyah bin Abi Sufyan menjadi pemimpin kami.” Martsad berkata, “Saat itu Uqbah bin Amir terlambat untuk melaksanakan shalat maghrib, ketika telah melaksanakan shalat {Abu Ayyub Al Anshari} menemuinya seraya berkata kepadanya, “Wahai {Uqbah}, begitukah kamu melihat Rasulullah saw. menunaikan shalat Maghrib? Apakah kamu belum mendengar sabda Rasulullah saw.: “Umatku akan senantiasa berada dalam kebaikan, atau berada di atas fitrah selama mereka tidak mengakhirkan shalat Maghrib hingga bintang-bintang itu saling berdekatan.'” Martsad berkata, “Uqbah lalu menjawab, “Benar.” Lalu Abu Ayub bertanya lagi, “Lantas apa yang menyebabkanmu berbuat demikian?” Uqbah menjawab, “Saya telah disibukkan (dilalaikan).” Abu Ayub berkata, “Bagiku demi Allah, tidak ada masalah, hanya saja (aku khawatir) orang-orang akan menyangka bahwa kamu telah melihat Rasulullah saw. berbuat seperti itu.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16692

حَدَّثَنَا حَسَنٌ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ حَدَّثَنَا بَكْرُ بْنُ سَوَادَةَ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ جُعْثُلٍ الْقِتْبَانِيِّ عَنْ أَبِي تَمِيمٍ الْجَيْشَانِيِّ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍأَنَّ أُخْتَ عُقْبَةَ نَذَرَتْ فِي ابْنٍ لَهَا لَتَحُجَّنَّ حَافِيَةً بِغَيْرِ خِمَارٍ فَبَلَغَ ذَلِكَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ تَحُجُّ رَاكِبَةً مُخْتَمِرَةً وَلْتَصُمْ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hasan} telah menceritakan kepada kami {Ibnu Lahi’ah} telah menceritakan kepada kami {Bakr bin Sawadah} dari {Abu Sa’id Ju’tsul Al Qitbani} dari {Abu Tamim Al Jaisyani} dari {Uqbah bin Amir}, bahwa saudara perempuan Uqbah pernah bernadzar terkait dengan kelahiran anak laki-lakinya, bahwa ia akan menunaikan haji dengan berjalan kaki, tanpa sepatu dan tanpa mengenakan kerudung. Ketika hal itu sampai kepada Rasulullah saw., beliau pun bersabda: “Hendaklah ia menunaikan haji dengan berkendaraan dan memakai tudung, setelah itu hendaklah ia menunaikan puasa.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16693

حَدَّثَنَا حَسَنٌ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ حَدَّثَنَا كَعْبُ بْنُ عَلْقَمَةَ عَنْ كَثِيرٍ مَوْلَى عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ الْجُهَنِيِّ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ سَتَرَ مُؤْمِنًا كَانَ كَمَنْ أَحْيَا مَوْءُودَةً مِنْ قَبْرِهَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hasan} dia berkata, telah menceritakan kepada kami {Ibnu Lahi’ah} telah menceritakan kepada kami {Ka’b bin Alqamah} dari {Katsir} budak Uqbah bin Amir Al Juhani, dari {Uqbah bin Umar}, bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa menutupi aib seorang mukmin maka ia seperti seorang yang menghidupkan kembali Mau`udah dari kuburnya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16694

حَدَّثَنَا حَسَنُ بْنُ مُوسَى وَمُوسَى بْنُ دَاوُدَ قَالَا حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ حَدَّثَنَا كَعْبُ بْنُ عَلْقَمَةَ عَنْ مَوْلًى لِعُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ يُقَالُ لَهُ كَثِيرٌ قَالَلَقِيتُ عُقْبَةَ بْنَ عَامِرٍ فَأَخْبَرْتُهُ أَنَّ لَنَا جِيرَانًا يَشْرَبُونَ الْخَمْرَ قَالَ دَعْهُمْ ثُمَّ جَاءَهُ فَقَالَ أَلَا أَدْعُو عَلَيْهِمْ الشُّرَطُ فَقَالَ عُقْبَةُ وَيْحَكَ دَعْهُمْ فَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مِنْ رَأَى عَوْرَةً فَسَتَرَهَا كَانَ كَمَنْ أَحْيَا مَوْءُودَةً مِنْ قَبْرِهَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hasan bin Musa} dan {Musa bin Dawud} keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami {Ibnu Lahi’ah} telah menceritakan kepada kami {Ka’b bin Alqamah} dari budaknya Uqbah bin Amir yang biasanya dipanggil {Katsir} ia berkata saya bertemu dengan {Uqbah bin Amir}, maka saya kabarkab kepadanya bahwa saya mempunyai tetangga yang minum khamer. Uqbah bin Amir berkata, “Tinggalkanlah mereka.” Kemudian budak itu datang kembali dan berkata, “Haruskah aku memanggil polisi untuk mereka?” Uqbah bin Amir menjawab, “Celaka kamu, biarkanlah mereka. Karena saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa melihat aurat kemudian ia menutupinya maka ia seperti seorang yang menghidupkan Mau`udah dari kuburnya.”‘

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16695

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ إِسْحَاقَ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُبَارَكٍ أَخْبَرَنَا حَرْمَلَةُ بْنُ عِمْرَانَ أَنَّهُ سَمِعَ يَزِيدَ بْنَ أَبِي حَبِيبٍ يُحَدِّثُ أَنَّ أَبَا الْخَيْرِ حَدَّثَهُ أَنَّهُ سَمِعَ عُقْبَةَ بْنَ عَامِرٍ يَقُولُسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ كُلُّ امْرِئٍ فِي ظِلِّ صَدَقَتِهِ حَتَّى يُفْصَلَ بَيْنَ النَّاسِ أَوْ قَالَ يُحْكَمَ بَيْنَ النَّاسِقَالَ يَزِيدُ وَكَانَ أَبُو الْخَيْرِ لَا يُخْطِئُهُ يَوْمٌ إِلَّا تَصَدَّقَ فِيهِ بِشَيْءٍ وَلَوْ كَعْكَةً أَوْ بَصَلَةً أَوْ كَذَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ali bin Ishaq} telah mengabarkan kepada kami {Abdullah bin Mubarak} telah mengabarkan kepada kami {Harmalah bin Imran} bahwa ia mendengar {Yazid bin Abu Habib} menceritakan, bahwa {Abul Khair} menceritakan kepadanya, bawha ia mendengar {Uqbah bin Amir} berkata, “Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Setiap orang akan berada di bawah naungan sedekahnya hingga perkara di antara manusia diputuskan, atau segala perkara di antara manusia dihukumi.” Yazid berkata, “Tiada suatu hari pun ketika Abul Khair jatuh dalam kesalahan melainkan ia bersedekah dengan sesuatu, baik dengan sepotong kue, bawang merah, atau yang semisal.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16696

حَدَّثَنَا أَبُو الْمُغِيرَةِ حَدَّثَنَا مُعَانُ بْنُ رِفَاعَةَ حَدَّثَنِي عَلِيُّ بْنُ يَزِيدَ عَنْ الْقَاسِمِ عَنْ أَبِي أُمَامَةَ الْبَاهِلِيِّ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ قَالَلَقِيتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَابْتَدَأْتُهُ فَأَخَذْتُ بِيَدِهِ قَالَ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا نَجَاةُ هَذَا الْأَمْرِ قَالَ يَا عُقْبَةُ احْرُسْ لِسَانَكَ وَلْيَسَعْكَ بَيْتُكَ وَابْكِ عَلَى خَطِيئَتِكَ قَالَ ثُمَّ لَقِيَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَابْتَدَأَنِي فَأَخَذَ بِيَدِي فَقَالَ يَا عُقْبَةُ بْنُ عَامِرٍ أَلَا أُعَلِّمُكَ خَيْرَ ثَلَاثِ سُوَرٍ أُنْزِلَتْ فِي التَّوْرَاةِ وَالْإِنْجِيلِ وَالزَّبُورِ وَالْفُرْقَانِ الْعَظِيمِ قَالَ قُلْتُ بَلَى جَعَلَنِي اللَّهُ فِدَاكَ قَالَ فَأَقْرَأَنِي قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ وَقُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ وَقُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ ثُمَّ قَالَ يَا عُقْبَةُ لَا تَنْسَاهُنَّ وَلَا تَبِيتَ لَيْلَةً حَتَّى تَقْرَأَهُنَّ قَالَ فَمَا نَسِيتُهُنَّ مِنْ مُنْذُ قَالَ لَا تَنْسَاهُنَّ وَمَا بِتُّ لَيْلَةً قَطُّ حَتَّى أَقْرَأَهُنَّ قَالَ عُقْبَةُ ثُمَّ لَقِيتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَابْتَدَأْتُهُ فَأَخَذْتُ بِيَدِهِ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَخْبِرْنِي بِفَوَاضِلِ الْأَعْمَالِ فَقَالَ يَا عُقْبَةُ صِلْ مَنْ قَطَعَكَ وَأَعْطِ مَنْ حَرَمَكَ وَأَعْرِضْ عَمَّنْ ظَلَمَكَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abul Mughirah} telah menceritakan kepada kami {Ma’an bin Rifa’ah} telah menceritakan kepadaku {Ali bin Yazid} dari {Qasim} dari {Abu Umamah Al Bahili} dari {Uqbah bin Amir} dia berkata, “Saya berjumpa dengan Rasulullah saw., lalu aku memulai dalam beruluk salam seraya meraih tangannya. Uqbah berkata, “Aku lalu bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah kesuksesan dari perkara ini?” beliau menjawab, “Wahai Uqbah, jagalah lisanmu, lapangkan rumahmu, dan menangislah atas kesalahan-kesalahanmu.” Uqbah berkata Kemudian Rasulullah saw. menemuiku, memulai dalam beruluk salam dan meraih tanganku, beliau lalu bersabda: “Wahai Uqbah bin Amir, maukah kamu aku ajari kebajikan dari tiga surat yang telah diturunkan dalam Taurat, Injil, Zabur dan Al Furqan Al Azhim?” Uqbah berkata, “Saya menjawab, “Tentu! Semoga Allah menjadikanku sebagai tebusanmu.” Uqbah berkata, “Beliau kemudian membaca: ‘QUL HUWALLAHU AHAD’ dan, ‘QUL A’UUDZU BIRABBIL FALAQ’ serta, ‘QUL A’UUDZU BIRABBIN NAAS.’ Setelah itu beliau bersabda: “Wahai Uqbah, janganlah kamu melupakannya dan janganlah kamu bermalam hingga kamu membacanya.” Uqbah berkata Maka saya pun tidak melupakannya sejak beliau mengatakan, “Janganlah kamu melupakannya.” Dan saya pun tidak pernah bermalam hingga aku membacanya. Uqbah berkata, “Kemudian saya menjumpai Rasulullah saw., beruluk salam dan memegang tangan beliau, lalu aku berkata, “Wahai Rasulullah, kabarkanlah kepadaku mengenai amalan-amalan yang lebih utama?” beliau kemudian bersabda: “Wahai Uqbah, sambunglah (jalinan silaturahmi) terhadap siapa yang memutus (hubungan dengan) kamu. Berikanlah sesuatu kepada orang yang telah mengharamkanmu, dan berpalinglah dari orang yang telah menzhalimi kamu.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16697

حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ عَيَّاشٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ يَزِيدَ بْنِ جَابِرٍ عَنْ أَبِي سَلَّامٍ عَنْ خَالِدِ بْنِ زَيْدٍ الْأَنْصَارِيِّ قَالَكُنْتُ مَعَ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ الْجُهَنِيِّ وَكَانَ رَجُلًا يُحِبُّ الرَّمْيَ إِذَا خَرَجَ خَرَجَ بِي مَعَهُ فَدَعَانِي يَوْمًا فَأَبْطَأْتُ عَلَيْهِ فَقَالَ تَعَالَ أَقُولُ لَكَ مَا قَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمَا حَدَّثَنِي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يُدْخِلُ بِالسَّهْمِ الْوَاحِدِ ثَلَاثَةَ نَفَرٍ الْجَنَّةَ صَانِعَهُ الْمُحْتَسِبَ فِي صَنَعْتِهِ الْخَيْرَ وَالرَّامِيَ بِهِ وَمُنْبِلَهُ وَقَالَ ارْمُوا وَارْكَبُوا وَلَأَنْ تَرْمُوا أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ تَرْكَبُوا وَلَيْسَ مِنْ اللَّهْوِ إِلَّا ثَلَاثٌ تَأْدِيبُ الرَّجُلِ فَرَسَهُ وَمُلَاعَبَتُهُ امْرَأَتَهُ وَرَمْيُهُ بِقَوْسِهِ وَمَنْ تَرَكَ الرَّمْيَ بَعْدَمَا عُلِّمَهُ رَغْبَةً عَنْهُ فَإِنَّهَا نِعْمَةٌ تَرَكَهَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abul Yaman} telah menceritakan kepada kami {Isma’il bin Ayyasy} dari {Abdurrahman bin Yazid bin Jabir} dari {Abu Sallam} dari {Khalid bin Zaid Al Anshari} dia berkata, “Saya pernah bersama {Uqbah bin Amir Al Juhani}, Ia adalah seorang laki-laki yang menyukai panahan. Jika ia keluar, maka ia selalu keluar bersamaku. Pada suatu hari ia mengajakku dan aku menolak ajakannya, maka ia berkata, “Kemarilah, saya akan mengatakan apa yang telah dikatakan dan diceritakan oleh Rasulullah saw. kepadaku, aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya Allah ‘azza wajalla akan memasukkan tiga orang ke dalam surga lantaran satu anak panah. Yakni, orang yang membuatnya dengan berharap memperoleh kebaikan, orang yang memanahkannya dan orang yang menyiapkannya.” Beliau juga bersabda: “Berlatihlah memanah dan berkuda. Dan jika kalian memilih memanah maka hal itu lebih aku sukai daripada berkuda. Dan tiga hal yang tidak termasuk sia-sia latihan berkuda, senda gurau bersama isteri dan melepaskan panah dari busurnya. Barangisapa meninggalkan melempar panah setelah diajari karena berpaling darinya maka sungguh itu merupakan nikmat yang ia tinggalkan.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16698

حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ عَبْدِ رَبِّهِ قَالَ حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ عَنْ ابْنِ جَابِرٍ عَنْ أَبِي سَلَّامٍ عَنْ خَالِدِ بْنِ زَيْدٍ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍعَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ عُلِّمَ الرَّمْيَ ثُمَّ تَرَكَهُ بَعْدَمَا عُلِّمَهُ فَهِيَ نِعْمَةٌ كَفَرَهَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yazid bin Abdi Rabbih} dia berkata, telah menceritakan kepada kami {Al Walid bin Muslim} dari {Ibnu Jabir} dari {Abu Sallam} dari {Khalid bin Zaid} dari {Uqbah bin Amir} dari Rasulullah saw., beliau bersabda: “Barangsiapa telah dilatih memanah, kemudian ia meninggalkannya setelah bisa, maka itu adalah nikmat yang ia kufuri.”