Musnad Penduduk Syam

Kembali ke Menu Sebelumnya

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16729

حَدَّثَنَا هَاشِمٌ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْحَمِيدِ حَدَّثَنَا شَهْرُ بْنُ حَوْشَبٍ قَالَ سَمِعْتُ رَجُلًا يُحَدِّثُ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ أَنَّهُسَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَا مِنْ رَجُلٍ يَمُوتُ حِينَ يَمُوتُ وَفِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ مِنْ كِبْرٍ تَحِلُّ لَهُ الْجَنَّةُ أَنْ يَرِيحَ رِيحَهَا وَلَا يَرَاهَا فَقَالَ رَجُلٌ مِنْ قُرَيْشٍ يُقَالُ لَهُ أَبُو رَيْحَانَةَ وَاللَّهِ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي لَأُحِبُّ الْجَمَالَ وَأَشْتَهِيهِ حَتَّى إِنِّي لَأُحِبُّهُ فِي عَلَاقَةِ سَوْطِي وَفِي شِرَاكِ نَعْلِي قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْسَ ذَاكَ الْكِبْرُ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ وَلَكِنَّ الْكِبْرَ مَنْ سَفِهَ الْحَقَّ وَغَمَصَ النَّاسَ بِعَيْنَيْهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hasyim} telah menceritakan kepada kami {Abdul Hamid} telah menceritakan kepada kami {Syahr bin Hawsyab} ia berkata, saya mendengar {seorang laki-laki} menceritakan (hadits) dari {Uqbah bin Amir}, bahwa ia mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Tidaklah seorang laki-laki meninggal dunia, dan ketika ia meninggal di dalam hatinya terdapat sebiji sawi dari sifat sombong, akan halal baginya mencium bau surga atau melihatnya.” Lalu seorang laki-laki dari suku Quraisy yang bernama Abu Raihanah berkata, “Demi Allah wahai Rasulullah, saya benar-benar menyukai keelokan dan menggemarinya hingga pada gantungan cemetiku dan juga pada tali sandalku!” Rasulullah saw. bersabda: “Itu tidaklah termasuk Al Kibr (sombong), sesungguhnya Allah ‘azza wajalla itu Indah dan menyukai keindahan. Akan tetapi Al Kibr itu adalah siapa yang bodoh terhadap kebenaran kemudian meremehkan manusia dengan kedua matanya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16730

حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ عَنْ بَيَانٍ عَنْ قَيْسِ بْنِ أَبِي حَازِمٍ حَدَّثَنَا عُقْبَةُ بْنُ عَامِرٍ الْجُهَنِيُّ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَلَمْ تَرَ آيَاتٍ أُنْزِلْنَ اللَّيْلَةَ لَمْ يُرَ أَوْ لَا يُرَى مِثْلَهُنَّ الْمُعَوِّذَتَيْنِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Affan} telah menceritakan kepada kami {Abu Awanah} dari {Bayan} dari {Qais bin Abu Hazim} telah menceritakan kepada kami {Uqbah bin Amir Al Juhani} ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Tidakkah kamu melihat beberapa ayat yang telah diturunkan tadi malam? Belum pernah dilihat -atau- tidak dilihat ayat yang semisalnya. Yakni, Al Mua’wwidzatain (Surat Al Falaq dan surat An Naas).”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16731

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ عَنْ أَبِي عُشَّانَةَ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ لَيَعْجَبُ مِنْ الشَّابِّ لَيْسَتْ لَهُ صَبْوَةٌ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Qutaibah bin Sa’id} telah menceritakan kepada kami {Ibnu Lahi’ah} dari {Abu Usyanah} dari {Uqbah bin Amir} ia berkata Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya Allah ‘azza wajalla benar-benar ta’ajub terhadap seorang pemuda yang tidak memiliki Shabwah.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16732

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ عَنْ أَبِي عُشَّانَةَ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوَّلُ خَصْمَيْنِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ جَارَانِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Qutaibah} telah menceritakan kepada kami {Ibnu Lahi’ah} dari {Abu Usyanah} dari {Uqbah bin Amir} ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya percekcokan dua orang yang pertama kali terjadi kelak pada hari kiamat adalah dua orang (yang ketika hidup di dunia) saling bertangga.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16733

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ عَنْ أَبِي عُشَّانَةَ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تُكْرِهُوا الْبَنَاتِ فَإِنَّهُنَّ الْمُؤْنِسَاتُ الْغَالِيَاتُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Qutaibah} telah menceritakan kepada kami {Ibnu Lahi’ah} dari {Abu Usyanah} dari {Uqbah bin Amir} ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Janganlah kalian membenci anak-anak perempuan, karena sesungguhnya mereka itu ramah dan mudah membantu.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16734

حَدَّثَنَا الْحَكَمُ بْنُ نَافِعٍ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ عَيَّاشٍ عَنْ ضَمْضَمِ بْنِ زُرْعَةَ عَنْ شُرَيْحِ بْنِ عُبَيْدٍ الْحَضْرَمِيِّ عَمَّنْ حَدَّثَهُ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ أَنَّهُسَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ أَوَّلَ عَظْمٍ مِنْ الْإِنْسَانِ يَتَكَلَّمُ يَوْمَ يُخْتَمُ عَلَى الْأَفْوَاهِ فَخْذُهُ مِنْ الرِّجْلِ الشِّمَالِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Al Hakam bin Nafi’} telah menceritakan kepada kami {Isma’il bin Ayyasy} dari {Dlamdlam bin Zur’ah} dari {Syuraih bin Ubaid Al Hadhrami} dari {seorang} yang telah menceritakan kepadanya, dari {Uqbah bin Amir}, bahwa ia mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya tulang manusia yang akan pertama kali berbicara pada hari dimana mulut-mulut (manusia) ditutup adalah pahanya sebelah kiri.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16735

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ الْقَطَّانُ عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ وَيَزِيدُ بْنُ هَارُونَ أَخْبَرَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ زَحْرٍ أَنَّ أَبَا سَعِيدٍ قَالَ يَزِيدُ الرُّعَيْنِيَّ أَخْبَرَهُ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ مَالِكٍ أَخْبَرَهُ أَنَّ عُقْبَةَ بْنَ عَامِرٍ أَخْبَرَهُ أَنَّهُسَأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ أُخْتٍ لَهُ نَذَرَتْ أَنْ تَمْشِيَ حَافِيَةً غَيْرَ مُخْتَمِرَةٍ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلْتَخْتَمِرْ وَلْتَرْكَبْ وَلْتَصُمْ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Sa’id Al Qaththan} dari {Yahya bin Sa’id} dan {Yazid bin Harun} telah mengabarkan kepada kami {Yahya bin Sa’id} dari {Ubaidullah bin Zahr} dari {Abu Sa’id} ia berkata, {Yazid Ar Ru’aini} mengabarkan kepadanya, bahwa {Abdullah bin Malik} mengabarkan kepadanya, bahwa {Uqbah bin Amir} mengabarkan kepadanya, bahwa ia pernah bertanya Nabi saw. mengenai saudara perempuannya yang bernadzar untuk (melaksanakan haji) dengan berjalan kaki tanpa alas kaki dan tanpa mengenakan kerudung. Nabi saw. kemudian memberi jawaban: “Hendaklah ia memakai tudung kepala, memakai kendaraan dan berpuasa tiga hari.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16736

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْحَمِيدِ بْنُ جَعْفَرٍ الْأَنْصَارِيُّ عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي حَبِيبٍ عَنْ مَرْثَدِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ الْيَزَنِيِّ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ الْجُهَنِيِّ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ أَحَقَّ الشُّرُوطِ أَنْ يُوَفَّى بِهِ مَا اسْتَحْلَلْتُمْ بِهِ الْفُرُوجَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Waki’} telah menceritakan kepada kami {Abdul Hamid bin Ja’far Al Anshari} dari {Yazid bin Abu Habib} dari {Martsad bin Abdillah Al Yazani} dari {Uqbah bin Amir Al Juhani} ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya syarat yang paling berhak untuk dipenuhi adalah sesuatu yang dengannya kalian menghalalkan kemaluan.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16737

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ مُوسَى بْنِ عَلِيٍّ عَنْ أَبِيهِ قَالَ سَمِعْتُ عُقْبَةَ بْنَ عَامِرٍ الْجُهَنِيَّ يَقُولُثَلَاثُ سَاعَاتٍ كَانَ يَنْهَانَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ نُصَلِّيَ فِيهِنَّ أَوْ أَنْ نَقْبُرَ فِيهِنَّ مَوْتَانَا حِينَ تَطْلُعُ الشَّمْسُ بَازِغَةً حَتَّى تَرْتَفِعَ وَحِينَ يَقُومُ قَائِمُ الظَّهِيرَةِ حَتَّى تَمِيلَ الشَّمْسُ وَحِينَ تَضَيَّفُ لِلْغُرُوبِ حَتَّى تَغْرُبَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Waki’} dari {Musa bin Ali} dari {Bapaknya} ia berkata, saya mendengar {Uqbah bin Amir Al Juhani} berkata, “Ada tiga waktu yang Rasulullah saw. melarang kami untuk melaksanakan shalat di dalamnya atau menguburkan jenazah di dalamnya. Yaitu, saat matahari terbit sampai ia meninggi, saat tengah hari sampai matahari terkelincir dan ketika matahari akan terbenam hingga ia terbenam.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16738

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي خَالِدٍ عَنْ قَيْسٍ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُنْزِلَتْ عَلَيَّ آيَاتٌ لَمْ يُرَ مِثْلُهُنَّ أَوْ لَمْ نَرَ مِثْلَهُنَّ يَعْنِي الْمُعَوِّذَتَيْنِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Waki’} telah menceritakan kepada kami {Ibnu Abi Khalid} dari {Qais} dari {Uqbah bin Amir} dia berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Telah diturunkan kepadaku beberapa ayat yang belum pernah dilihat semisalnya atau kami belum melihat sepertinya. Yakni, Al Mu’awwidzatain (surat Al Falaq dan surat An Naas).”