Musnad Penduduk Syam

Kembali ke Menu Sebelumnya

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16739

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ عَلِيٍّ عَنْ أَبِيهِ قَالَ سَمِعْتُ عُقْبَةَ بْنَ عَامِرٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمُ عَرَفَةَ وَيَوْمُ النَّحْرِ وَأَيَّامُ التَّشْرِيقِ عِيدُنَا أَهْلَ الْإِسْلَامِ وَهُنَّ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Waki’} telah menceritakan kepada kami {Musa bin Ali} dari {Bapaknya} ia berkata, saya mendengar {Uqbah bin Amir} berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Hari Arafah, hari Nahr dan hari tasyriq adalah hari raya kami kaum muslimin, dan hari-hari itu adalah hari makan-makan dan minum.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16740

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ عَنْ مُعَاذِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ خُبَيْبٍ عَنْ ابْنِ الْمُسَيَّبِ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ قَالَسَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الْجَذَعِ فَقَالَ ضَحِّ بِهِ لَا بَأْسَ بِهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Waki’} dari {Usamah bin Zaid} dari {Mu’adz bin Abdullah bin Khubaib} dari {Ibnul Musayyab} dari {Uqbah bin Amir} ia berkata, “Saya bertanya kepada Rasulullah saw. tentang Jadza’ (kambing kacang yang berumur enam bulan hingga satu tahun), maka beliau menjawab: “Berkunbanlah dengannya, dan tidak mengapa dengannya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16741

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ ابْنِ أَبِي خَالِدٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَائِذٍ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ الْجُهَنِيِّ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ لَقِيَ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ لَا يُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا لَمْ يَتَنَدَّ بِدَمٍ حَرَامٍ دَخَلَ الْجَنَّةَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Waki’} dari {Ibnu Abi Khalid} dari {Abdurrahman bin A`idz} dari {Uqbah bin Amir} ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa berjumpa dengan Allah ‘azza wajalla dengan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun dan tidak pula menumpahkan darah yang haram, nicaya ia akan masuk surga.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16742

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ قَالَ سَمِعْتُ مُوسَى بْنَ عَلِيِّ بْنِ رَبَاحٍ اللَّخْمِيَّ يَقُولُ سَمِعْتُ أَبِي يَقُولُ سَمِعْتُ عُقْبَةَ بْنَ عَامِرٍ يَقُولُثَلَاثُ سَاعَاتٍ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَنْهَانَا أَنْ نُصَلِّيَ فِيهِنَّ وَأَنْ نَقْبُرَ فِيهِنَّ مَوْتَانَا حِينَ تَطْلُعُ الشَّمْسُ بَازِغَةً حَتَّى تَرْتَفِعَ وَعِنْدَ قَائِمِ الظَّهِيرَةِ حَتَّى تَمِيلَ الشَّمْسُ وَحِينَ تَضَيَّفُ لِلْغُرُوبِ حَتَّى تَغْرُبَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdurrahman bin Mahdi} ia berkata, saya mendengar {Musa bin Ali bin Rabah Al Lakhmi} ia berkata saya mendengar {Bapakku} berkata, saya mendengar {Uqbah bin Amir} berkata, “Ada tiga waktu yang Rasulullah saw. melarang kami untuk melaksanakan shalat di dalamnya atau menguburkan jenazah di dalamnya. Yaitu, saat matahari terbit sampai ia meninggi, saat tengah hari sampai matahari tergelincir dan ketika matahari akan terbenam hingga ia terbenam.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16743

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ حَدَّثَنَا مُوسَى يَعْنِي ابْنَ عَلِيٍّ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ يَوْمَ النَّحْرِ وَيَوْمَ عَرَفَةَ وَأَيَّامَ التَّشْرِيقِ هُنَّ عِيدُنَا أَهْلَ الْإِسْلَامِ وَهُنَّ أَيَّامُ أَكَلٍ وَشُرْبٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdurrahman} Telah menceritakan kepada kami {Musa} -yakni Ibnu Ali- dari {Bapaknya} dari {Uqbah bin Amir}, bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya hari Nahr (Idul Adlha), hari Arafah dan hari-hari tasyrik, adalah hari raya kami kaum muslimin. Dan hari-hari itu adalah hari makan dan minum.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16744

حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ عَنْ سَعِيدٍ عَنْ قَتَادَةَ عَنِ الْحَسَنِ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ عُهْدَةُ الرَّقِيقِ ثَلَاثٌ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Isma’il} dari {Sa’id} dari {Qatadah} dari {Hasan} dari {Uqbah bin Amir} dari Nabi saw., beliau bersabda: “Garansi pembelian seorang budak adalah tiga hari.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16745

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ قَتَادَةَ عَنِ الْحَسَنِ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ الْجُهَنِيِّأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ عُهْدَةُ الرَّقِيقِ ثَلَاثَةُ أَيَّامٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} Telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Qatadah} dari {Hasan} dari {Uqbah bin Amir Al Juhani}, bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Garansi pembelian seeorang budak adalah selama tiga hari.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16746

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ وَابْنُ بَكْرٍ قَالَا أَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ أَخْبَرَنِي سَعِيدُ بْنُ أَبِي أَيُّوبَ أَنَّ يَزِيدَ بْنَ أَبِي حَبِيبٍ أَخْبَرَهُ أَنَّ أَبَا الْخَيْرِ حَدَّثَهُ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ الْجُهَنِيِّ أَنَّهُ قَالَإِنَّ أُخْتِي نَذَرَتْ أَنْ تَمْشِيَ إِلَى بَيْتِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ فَأَمَرَتْنِي أَنْ أَسْتَفْتِيَ لَهَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَاسْتَفْتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ لِتَمْشِ وَلْتَرْكَبْقَالَ وَكَانَ أَبُو الْخَيْرِ لَا يُفَارِقُ عُقْبَةَ حَدَّثَنَا رَوْحٌ حَدَّثَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ أَنَّ يَزِيدَ بْنَ أَبِي حَبِيبٍ أَخْبَرَهُ فَذَكَرَ الْحَدِيثَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdurrazaq} dan {Ibnu Bakr} keduanya berkata, telah memberitakan kepada kami {Ibnu Juraij} telah mengabarkan kepadaku {Sa’id bin Abu Ayyub} bahwa {Yazid bin Abu Habib} mengabarkan kepadanya, bahwa {Abul Khair} menceritakan kepadanya, dari {Uqbah bin Amir Al Juhani} bahwa ia berkata, “Sesungguhnya saudara perempuanku bernadzar untuk berjalan kaki ke Baitullah (Ka’bah), ia lalu memintaku untuk memintakan fatwa kepada Rasulullah saw. Maka saya pun meminta fatwa kepada Nabi saw., belaiu bersabda: “Hendaknya ia berjalan kaki dan berkendaraan.” Yazid berkata, “Abul Khair tidak berpisah dengan Uqbah.” Telah menceritakan kepada kami {Rauh} Telah menceritakan kepada kami {Ibnu Juraij} Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Ayyub} bahwa {Yazid bin Abu Habib} telah mengabarkan kepadanya, lalu ia menyebutkan sebagaimana hadits tersebut.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16747

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُبَيْدٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدٌ يَعْنِي ابْنَ إِسْحَاقَ حَدَّثَنِي يَزِيدُ بْنُ أَبِي حَبِيبٍ عَنْ مَرْثَدِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ الْيَزَنِيِّ عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْجُهَنِيِّ قَالَبَيْنَا نَحْنُ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذْ طَلَعَ رَاكِبَانِ فَلَمَّا رَآهُمَا قَالَ كِنْدِيَّانِ مَذْحِجِيَّانِ حَتَّى أَتَيَاهُ فَإِذَا رِجَالٌ مِنْ مَذْحِجٍ قَالَ فَدَنَا إِلَيْهِ أَحَدُهُمَا لِيُبَايِعَهُ قَالَ فَلَمَّا أَخَذَ بِيَدِهِ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ مَنْ رَآكَ فَآمَنَ بِكَ وَصَدَّقَكَ وَاتَّبَعَكَ مَاذَا لَهُ قَالَ طُوبَى لَهُ قَالَ فَمَسَحَ عَلَى يَدِهِ فَانْصَرَفَ ثُمَّ أَقْبَلَ الْآخَرُ حَتَّى أَخَذَ بِيَدِهِ لِيُبَايِعَهُ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ مَنْ آمَنْ بِكَ وَصَدَّقَكَ وَاتَّبَعَكَ وَلَمْ يَرَكَ قَالَ طُوبَى لَهُ ثُمَّ طُوبَى لَهُ ثُمَّ طُوبَى لَهُ قَالَ فَمَسَحَ عَلَى يَدِهِ فَانْصَرَفَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ubaid} Telah menceritakan kepada kami {Muhammad} -yakni Ibnu Ishaq- telah menceritakan kepadaku {Yazid bin Abu Habib} dari {Martsad bin Abdullah Al Yazani} dari {Abu Abdurrahman Al Juhani} dia berkata, “Kami berada di sisi Rasulullah saw., tiba-tiba datanglah dua orang yang berkendaraan. Ketika melihat keduanya, beliau berkata: “Dua orang dari kindi atau dari Madzhaj.” Hingga ketika mereka mendatangi beliau, ternyata mereka adalah laki-laki dari Madzraj.” Abu Abdurrahman berkata, “Kemudian salah seorang dari keduanya mendekati Rasulullah untuk membaiatnya.” Abu ‘Abdurrahman melanjutkan, “Ketika laki-laki tersebut menjabat tangan Rasulullah, ia berkata, “Wahai Rasulullah, barangsiapa melihatmu lalu beriman kepadamu, membenarkanmu dan mengikuti (jejakmu), maka ganjaran apakah yang akan ia peroleh?” beliau menjawab: “Baginya keberuntungan.” Lalu ia pun melepaskan tangannya dan beranjak pergi. Kemudian datanglah laki-laki yang kedua dan menjabat tangan Rasulullah saw. untuk membaiatnya, kemudian ia bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana dengan seorang yang beriman kepadamu, membenarkanmu dan mengikuti (jejakmu), namun ia belum pernah melihatmu?” beliau menjawab: “Baginya keberuntungan, baginya keberuntungan, baginya keberuntungan.” Abu Abdurrahman berkata, “Laki-laki itu kemudian melepas tangannya dan beranjak pergi.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16748

حَدَّثَنَا حَسَنُ بْنُ مُوسَى حَدَّثَنَا شَيْبَانُ عَنْ يَحْيَى عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ أَنَّ أَبَا عَبْدِ اللَّهِ أَخْبَرَهُ أَنَّ ابْنَ عَابِسٍ الْجُهَنِيَّ أَخْبَرَهُأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَهُ يَا ابْنَ عَابِسٍ أَلَا أُخْبِرُكَ بِأَفْضَلِ مَا تَعَوَّذَ بِهِ الْمُتَعَوِّذُونَ قَالَ قُلْتُ بَلَى فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ وَأَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ هَاتَيْنِ السُّورَتَيْنِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hasan bin Musa} Telah menceritakan kepada kami {Syaiban} dari {Yahya} dari {Muhammad bin Ibrahim} bahwa {Abu Abdillah} mengabarkan kepadanya, bahwa {Ibnu Abis Al Juhani} mengabarkan kepadanya, bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda kepadanya: “Wahai Ibnu Abis, maukah kamu aku kabarkan sesuatu yang lebih utama dari apa yang biasa dibaca oleh Al Muta’awwidzun (orang-orang yang meminta perlindungan)?” Ibnu Abis berkata Saya lalu menjawab, “Tentu.” Maka Rasulullah saw. kemudian membaca: ‘QUL A’UUDZU BIRABBIN NAAS’ (Surat An Naas), dan A’UUDZU BIRABBIL FALAQ’ (surat Al Falaq) ‘. Kedua surat inilah.”