Musnad Penduduk Syam

Kembali ke Menu Sebelumnya

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16749

حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ حَدَّثَنَا أَبَانُ بْنُ يَزِيدَ الْعَطَّارُ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ نُعَيْمِ بْنِ هَمَّارٍ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ الْجُهَنِيِّأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَقُولُ يَا ابْنَ آدَمَ اكْفِنِي أَوَّلَ النَّهَارِ بِأَرْبَعِ رَكَعَاتٍ أَكْفِكَ بِهِنَّ آخِرَ يَوْمِكَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yazid bin Harun} Telah menceritakan kepada kami {Aban bin Yazid Al Athar} dari {Qatadah} dari {Nu’aim bin Hammar} dari {Uqbah bin Amir Al Juhani}, bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya Allah ‘azza wajalla berfirman: ‘Wahai anak Adam, cukupkanlah kepada-Ku pada awal hari dengan (shalat) empat rakaat, niscaya Aku akan mencukupimu dengannya di akhir harimu.'”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16750

حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ ابْنِ جُرَيْجٍ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا سَعْدٍ الْأَعْمَى يُحَدِّثُ عَطَاءً قَالَرَحَلَ أَبُو أَيُّوبَ إِلَى عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ فَأَتَى مَسْلَمَةَ بْنَ مَخْلَدٍ فَخَرَجَ إِلَيْهِ قَالَ دُلُّونِي فَأَتَى عُقْبَةَ فَقَالَ حَدِّثْنَا مَا سَمِعْتَ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمْ يَبْقَ أَحَدٌ سَمِعَهُ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ سَتَرَ عَلَى مُؤْمِنٍ فِي الدُّنْيَا سَتَرَهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَأَتَى رَاحِلَتَهُ فَرَكِبَ وَرَجَعَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {Ibnu Juraij} ia berkata, saya mendengar {Abu Sa’d Al A’ma} menceritakan kepada ‘Atha ia berkata, “Abu Ayyub pergi mengunjungi {Uqbah bin Amir}, (namun) ia justru mendatangi Maslamah bin Makhlad, hingga Maslamah keluar menemuinya. Abu Ayyub lalu berkata, “Tunjukkanlah padaku (rumah Uqbah).” Abu Ayyub kemudian mendatangi Uqbah seraya berkata kepadanya, “Ceritakanlah kepada kami apa yang telah kamu dengar dari Rasulullah saw., yang (pada saat ini) tidak tersisa lagi seorang sahabat pun yang mendengarnya.” Uqbah berkata Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa menutupi aib seorang mukmin di dunia maka Allah akan menutupi aibnya kelak pada hari kiamat.” Kemudian Abu Ayyub mendatangi kendaraannya lalu menaikinya dan pulang.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16751

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ عَنْ مُعَاوِيَةَ يَعْنِي ابْنَ صَالِحٍ عَنْ الْعَلَاءِ بْنِ الْحَارِثِ عَنْ الْقَاسِمِ مَوْلَى مُعَاوِيَةَ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ قَالَكُنْتُ أَقُودُ بِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَاحِلَتَهُ فِي السَّفَرِ فَقَالَ يَا عُقْبَةُ أَلَا أُعَلِّمُكَ خَيْرَ سُورَتَيْنِ قُرِئَتَا قُلْتُ بَلَى قَالَ قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ وَقُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ فَلَمَّا نَزَلَ صَلَّى بِهِمَا صَلَاةَ الْغَدَاةِ قَالَ كَيْفَ تَرَى يَا عُقْبَةُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdurrahman bin Mahdi} dari {Mu’awiyah} yakni Ibnu Shalih dari {Ala’ bin Harits} dari {Qasim} budaknya Mu’awiyah, dari {Uqbah bin Amir} ia berkata, “Saya menuntun kendaraan Rasulullah saw. dalam sebuah perjalanan, beliau lalu bersabda: “Wahai Uqbah, maukah kamu aku ajarkan kebaikan dua surat yang dibaca?” saya menjawab, “Tentu.” Beliau lantas membaca: ‘QUL A’UUDZU BIRABBIL FALAQ’ (surat Al Falaq), dan QUL A’UUDZU BIRABBIN NAAS’ (surat An Naas).” Maka ketika beliau singgah di suatu tempat, beliau shalat subuh dengan (membaca) kedua surat tersebut. Setelah itu beliau bersabda: “Bagaimanakah menurutmu wahai Uqbah?”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16752

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ حَدَّثَنَا مُعَاوِيَةُ يَعْنِي ابْنَ صَالِحٍ عَنْ رَبِيعَةَ عَنْ أَبِي إِدْرِيسَ الْخَوْلَانِيِّ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ قَالَ وحَدَّثَهُ أَبُو عُثْمَانَ عَنْ جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ قَالَكَانَتْ عَلَيْنَا رِعَايَةُ الْإِبِلِ فَجَاءَتْ نَوْبَتِي فَرَوَّحْتُهَا بِعَشِيٍّ فَأَدْرَكْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَائِمًا يُحَدِّثُ النَّاسَ فَأَدْرَكْتُ مِنْ قَوْلِهِ مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَتَوَضَّأُ فَيُحْسِنُ الْوُضُوءَ ثُمَّ يَقُومُ فَيُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ مُقْبِلًا عَلَيْهِمَا بِقَلْبِهِ وَوَجْهِهِ إِلَّا وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُفَقُلْتُ مَا أَجْوَدَ هَذِهِ فَإِذَا قَائِلٌ بَيْنَ يَدَيَّ يَقُولُ الَّتِي قَبْلَهَا أَجْوَدُ مِنْهَا فَنَظَرْتُ فَإِذَا عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ قَالَ إِنِّي قَدْ رَأَيْتُكَ جِئْتَ آنِفًا قَالَ مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ يَتَوَضَّأُ فَيُسْبِغُ الْوُضُوءَ ثُمَّ يَقُولُ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ إِلَّا فُتِحَتْ لَهُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ الثَّمَانِيَةُ يَدْخُلُ مِنْ أَيِّهَا شَاءَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdurrahman} Telah menceritakan kepada kami {Mu’awiyah} -yakni Ibnu Shalih- dari {Rabi’ah} dari {Abu Idris Al Khaulani} dari {Uqbah bin Amir} ia berkata, dan telah menceritakan kepadanya {Abu Utsman} dari {Jubair bin Nufair} dari {Uqbah bin Amir} ia berkata, “Kami mendapat tugas mengembalakan kambing, maka saat tiba giliranku untuk mengembalakan kambingt, aku pun mengandangkannya pada sore hari. Kemudian aku mendapati Rasulullah saw. sedang berdiri menyampaikan hadits di hadapan para sahabat. Dan di antara kata-kata beliau yang sempat aku tangkap adalah: “Tidaklah seorang mukmin berwudhu kemudian menyempurnakan wudhunya lalu berdiri menunaikan shalat dua rakaat dengan menghadirkan hati dan wajahnya, kecuali wajib baginya surga.” Lalu aku pun bergumam, “Alangkah indahnya (sabda beliau) ini?” Namun tiba-tiba seorang yang berada di depanku berkata, “Sabda beliau yang sebelumnya lebih bagus lagi.” Kemudian aku menoleh, dan ternyata itu adalah {Umar bin Khathab}, ia berkata, “Sesungguhnya, saya melihatmu saat kamu datang. Tadi beliau bersabda: “Tidaklah salah seorang dari kalian wudhu lalu ia menyempurnakan wudhunya dan berkata, ‘ASYHADU ANLAA ILAAHA ILLALLAH WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAN ‘ABDUHU WA RASUULUH (aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan -yang berhak disembah- selain Allah. Dan Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya).’ Kecuali akan dibukakan baginya delapan pintu surga, dan ia boleh masuk dari pintu mana saja yang ia kehendai.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16753

حَدَّثَنَا هَاشِمُ بْنُ الْقَاسِمِ حَدَّثَنَا لَيْثٌ حَدَّثَنَا قَبَاثُ بْنُ رَزِينٍ عَنْ عَلِيِّ بْنِ رَبَاحٍ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ الْجُهَنِيِّ قَالَخَرَجَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَنَحْنُ نَتَدَارَسُ الْقُرْآنَ قَالَ تَعَلَّمُوا الْقُرْآنَ وَاقْتَنُوهُ قَالَ قَبَاثٌ وَلَا أَعْلَمُهُ إِلَّا قَالَ وَتَغَنُّوا بِهِ فَإِنَّهُ أَشَدُّ تَفَلُّتًا مِنْ الْمَخَاضِ فِي عُقُلِهَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hasyim bin Qasim} Telah menceritakan kepada kami {Laits} Telah menceritakan kepada kami {Qabbats bin Razin} dari {Ali bin Rabah} dari {Uqbah bin Amir Al Juhani} ia berkata, “Rasulullah saw. keluar menemui kami sementara kami sedang mempelajari Al-Quran. Beliau lalu bersabda: “Pelajarilah oleh kalian Al-Quran dan jagalah ia.” Qabas berkata, “Dan saya tidak mengetahui kecuali beliau bersabda: “Karena sesungguhnya ia lebih cepat hilangnya daripada seekor unta yang terikat.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16754

حَدَّثَنَا هَاشِمٌ حَدَّثَنَا لَيْثٌ عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ نَشِيطٍ الْخَوْلَانِيِّ عَنْ كَعْبِ بْنِ عَلْقَمَةَ عَنْ أَبِي الْهَيْثَمِ عَنْ دُخَيْنٍ كَاتِبِ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ قَالَقُلْتُ لِعُقْبَةَ إِنَّ لَنَا جِيرَانًا يَشْرَبُونَ الْخَمْرَ وَأَنَا دَاعٍ لَهُمْ الشُّرَطَ فَيَأْخُذُوهُمْ فَقَالَ لَا تَفْعَلْ وَلَكِنْ عِظْهُمْ وَتَهَدَّدْهُمْ قَالَ فَفَعَلَ فَلَمْ يَنْتَهُوا قَالَ فَجَاءَهُ دُخَيْنٌ فَقَالَ إِنِّي نَهَيْتُهُمْ فَلَمْ يَنْتَهُوا وَأَنَا دَاعٍ لَهُمْ الشُّرَطَ فَقَالَ عُقْبَةُ وَيْحَكَ لَا تَفْعَلْ فَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ سَتَرَ عَوْرَةَ مُؤْمِنٍ فَكَأَنَّمَا اسْتَحْيَا مَوْءُودَةً مِنْ قَبْرِهَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hasyim} Telah menceritakan kepada kami {Laits} dari {Ibrahim bin Nasyith Al Khaulani} dari {Ka’b bin Alqamah} dari {Abul Haitsam} dari {Dukhaim} sekretaris Uqbah bin Amir, ia berkata saya berkata kepada {Uqbah}, “Sesungguhnya kami memiliki tetangga yang minum khamer dan saya hendak memanggilkan polisi untuk mereka!” Uqbah pun berkata, “Jangan kamu lakukan itu, namun nasehati dan ancamlah mereka.” Abul Haitsam berkata, “Lalu Dukhaim pun melakukannya, tetapi mereka tetap saja tidak mau berhenti.” Akhirnya Dukhaim mendatangi mereka dan berkata, “Sesungguhnya saya telah melarang mereka namun mereka belum juga berhenti (meminum khamer), maka saya akan memanggil polisi untuk mereka.” Uqbah kemudian berkata lagi, “Jangan kamu lakukan, karena saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa menutup aurat seorang mukmin maka seolah-olah ia menghidupkan kembali Mau`udah dari kuburnya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16755

حَدَّثَنَا هَاشِمٌ حَدَّثَنَا لَيْثٌ حَدَّثَنِي يَزِيدُ بْنُ أَبِي حَبِيبٍ عَنْ أَبِي الْخَيْرِ مَرْثَدِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ الْيَزَنِيِّ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِيَّاكُمْ وَالدُّخُولَ عَلَى النِّسَاءِ فَقَالَ رَجُلٌ مِنْ الْأَنْصَارِ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَفَرَأَيْتَ الْحَمْوَ قَالَ الْحَمْوُ الْمَوْتُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hasyim} Telah menceritakan kepada kami {Laits} telah menceritakan kepadaku {Yazid bin Abu Habib} dari {Abul Khair Martsad bin Abdullah Al Yazani} dari {Uqbah bin Amir}, bahwa Rasulullah saw. bersabda “Jauhilah kalian dari berbaur dengan perempuan.” Lalu seorang laki-laki Anshar bertanya, ‘Wahai Rasulullah, bagaimana menurut tuan mengenai Al Hamwa (ipar)?” beliau menjawab: “Al Hamwu adalah maut.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16756

حَدَّثَنَا هَاشِمٌ حَدَّثَنَا لَيْثٌ حَدَّثَنِي يَزِيدُ بْنُ أَبِي حَبِيبٍ عَنْ أَبِي الْخَيْرِ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ الْجُهَنِيِّأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَرَجَ يَوْمًا فَصَلَّى عَلَى أَهْلِ أُحُدٍ صَلَاتَهُ عَلَى الْمَيِّتِ ثُمَّ خَرَجَ إِلَى الْمِنْبَرِ فَقَالَ إِنِّي فَرَطٌ لَكُمْ وَأَنَا شَهِيدٌ عَلَيْكُمْ وَإِنِّي وَاللَّهِ لَأَنْظُرُ إِلَى حَوْضِي الْآنَ وَإِنِّي قَدْ أُعْطِيتُ مَفَاتِيحَ خَزَائِنِ الْأَرْضِ وَإِنِّي وَاللَّهِ مَا أَخَافُ عَلَيْكُمْ أَنْ تُشْرِكُوا بَعْدِي وَلَكِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ أَنْ تَنَافَسُوا فِيهَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hasyim} Telah menceritakan kepada kami {Laits} telah menceritakan kepadaku {Yazid bin Abu Habib} dari {Abul Khair} dari {Uqbah bin Amir Al Juhani} bahwa suatu hari Rasulullah saw. keluar menshalati (para korban perang) Uhud sebagaimana shalatnya untuk mayit, stelah itu beliau beranjak menuju mimbar dan bersabda: “Sesungguhnya aku adalah pendahulu kalian dan saksi atas kalian. Demi Allah! Sungguh aku bisa melihat telagaku. Dan sungguh, saya pun telah diberi kunci-kunci perbendarahaan langit dan bumi. Demi Allah, aku tidak khawatir kalian akan bebuat syirik sepeninggalku. Akan tetapi, aku khawatir kalian akan berebut di dalamnya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16757

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ سَلَّامٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ زَيْدٍ الْأَزْرَقِ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ الْجُهَنِيِّ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ غَيْرَتَانِ إِحْدَاهُمَا يُحِبُّهَا اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ وَالْأُخْرَى يُبْغِضُهَا اللَّهُ وَمَخِيلَتَانِ إِحْدَاهُمَا يُحِبُّهَا اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ وَالْأُخْرَى يُبْغِضُهَا اللَّهُ الْغَيْرَةُ فِي الرَّمْيَةِ يُحِبُّهَا اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ وَالْغَيْرَةُ فِي غَيْرِهِ يُبْغِضُهَا اللَّهُ وَالْمَخِيلَةُ إِذَا تَصَدَّقَ الرَّجُلُ يُحِبُّهَا اللَّهُ وَالْمَخِيلَةُ فِي الْكِبْرِ يُبْغِضُهَا اللَّهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdurrazaq} Telah menceritakan kepada kami {Ma’mar} dari {Yahya bin Abi Katsir} dari {Zaid bin Aslam} dari {Abdullah bin Zaid Al Azraq} dari {Uqbah bin Amir Al Juhani} ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Ada dua ghairah (kegemaran) yang salah satu dari keduanya dicintai oleh Allah ‘azza wajalla, dan yang keduanya dibenci oleh Allah. Dan ada dua Makhilah (kemewahan dan kebanggan) yang salah satunya dicintai Allah ‘azza wajalla, dan yang keduanya dibenci oleh Allah ‘azza wajalla. Kegemaran dalam memanah itu dicintai Allah ‘azza wajalla sedangkan kegemaran pada selainnya dibenci Allah. Kemudian Makhilah, jika seseorang bersedekah maka Allah mencintainya, sedangkan Makhilah dalam kesombongan dibenci Allah.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16758

وَقَالَ ثَلَاثٌ مُسْتَجَابٌ لَهُمْ دَعْوَتُهُمْ الْمُسَافِرُ وَالْوَالِدُ وَالْمَظْلُومُ
Terjemahan: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya dari {Uqbah bin Amir} dan Rasulullah bersabda: “Ada tiga golongan yang do’a mereka pasti dikabulkan seorang musafir, orang tua dan orang yang terzhalimi.”