Musnad Penduduk Syam

Kembali ke Menu Sebelumnya

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16759

وَقَالَ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يُدْخِلُ بِالسَّهْمِ الْوَاحِدِ الْجَنَّةَ ثَلَاثَةً صَانِعَهُ وَالْمُمِدَّ بِهِ وَالرَّامِيَ بِهِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ
Terjemahan: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya dari {Uqbah bin Amir} Dan beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah ‘azza wajalla akan memasukkan tiga orang ke dalam surga lantaran satu anak panah orang yang membuatnya, orang yang menyiapkannya dan orang yang melemparkan dari busurnya di jalan Allah ‘azza wajalla.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16760

حَدَّثَنَا أَبُو النَّضْرِ حَدَّثَنَا الْفَرَجُ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَامِرٍ الْأَسْلَمِيُّ عَنْ أَبِي عَلِيٍّ الْمِصْرِيِّ قَالَسَافَرْنَا مَعَ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ الْجُهَنِيِّ فَحَضَرَتْنَا الصَّلَاةُ فَأَرَدْنَا أَنْ يَتَقَدَّمَنَا قَالَ قُلْنَا أَنْتَ مِنْ أَصْحَابِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلَا تَتَقَدَّمُنَا قَالَ إِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ أَمَّ قَوْمًا فَإِنْ أَتَمَّ فَلَهُ التَّمَامُ وَلَهُمْ التَّمَامُ وَإِنْ لَمْ يُتِمَّ فَلَهُمْ التَّمَامُ وَعَلَيْهِ الْإِثْمُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu An Nadlr} Telah menceritakan kepada kami {Al Faraj} Telah menceritakan kepada kami {Abdullah bin Amir Al Aslami} dari {Abu Ali Al Mishri} ia berkata, “Kami melakukan safar bersama {Uqbah bin Amir Al Juhani}, saat waktu shalat tiba maka kami ingin jika Uqbah yang mengimami kami. Kami lalu berkata, “Anda adalah salah seorang dari sahabat Rasulullah saw., namun engkau enggan untuk maju ke depan (menjadi Imam)!” Uqbah lantas berkata, “Sesungguhnya saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Siapa yang mengimami suatu kaum lalu ia menyempurnakan (shalatnya), maka baginya adalah kesempurnaan dan juga bagi mereka (para makmum). Namun, jika ia tidak menyempurnakannya, maka kesempurnaan itu tetap bagi mereka (para makmum) sementara dosa akan dipikulkan ke atasnya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16761

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ آدَمَ حَدَّثَنَا ابْنُ مُبَارَكٍ عَنْ حَيْوَةَ بْنِ شُرَيْحٍ عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي حَبِيبٍ عَنْ أَبِي الْخَيْرِ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى عَلَى قَتْلَى أُحُدٍ بَعْدَ ثَمَانِ سِنِينَ كَالْمُوَدِّعِ لِلْأَحْيَاءِ وَالْأَمْوَاتِ ثُمَّ طَلَعَ الْمِنْبَرَ فَقَالَ إِنِّي فَرَطُكُمْ وَأَنَا عَلَيْكُمْ شَهِيدٌ وَإِنَّ مَوْعِدَكُمْ الْحَوْضُ وَإِنِّي لَأَنْظُرُ إِلَيْهِ وَلَسْتُ أَخْشَى عَلَيْكُمْ أَنْ تُشْرِكُوا أَوْ قَالَ تَكْفُرُوا وَلَكِنْ الدُّنْيَا أَنْ تَنَافَسُوا فِيهَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Adam} Telah menceritakan kepada kami {Ibnu Mubarak} dari {Haiwah bin Syuraih} dari {Yazid bin Abu Habib} dari {Abul Khair} dari {Uqbah bin Amir}, bahwa Rasulullah saw. menshalati para korban perang Uhud setelah delapan tahun, seakan-akan perpisahan antara orang yang hidup dengan orang yang telah mati. Kemudian beliau naik mimbar seraya bersabda: “Sesungguhnya saya adalah pendahulu kalian dan saya adalah saksi atas kalian. Sungguh, yang dijanjikan bagi kalian adalah telagaku, dan saya benar-benar telah melihatnya. Saya tidaklah khawatir kalian akan berbuat syirik (sepeninggalku) atau kalian akan kufur, akan tetapi yang saya khawatirkan adalah dunia yang akan kalian jadikan sebagai bahan rebutan.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16762

حَدَّثَنَا أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يَزِيدَ الْمُقْرِئُ حَدَّثَنَا حَرْمَلَةُ بْنُ عِمْرَانَ حَدَّثَنِي أَبُو عُشَّانَةَ الْمَعَافِرِيُّ قَالَ سَمِعْتُ عُقْبَةَ بْنَ عَامِرٍ الْجُهَنِيَّ يَقُولُسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ كَانَتْ وَقَالَ مَرَّةً مَنْ كَانَ لَهُ ثَلَاثُ بَنَاتٍ فَصَبَرَ عَلَيْهِنَّ فَأَطْعَمَهُنَّ وَسَقَاهُنَّ وَكَسَاهُنَّ مِنْ جِدَّتِهِ كُنَّ لَهُ حِجَابًا مِنْ النَّارِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Abdurrahman Abdullah bin Yazid Al Muqri} Telah menceritakan kepada kami {Harmalah bin Imran} telah menceritakan kepadaku {Abu Usyanah Al Ma’afiri} ia berkata, saya mendengar {Uqbah bin Amir Al Juhani} berkata, “Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa -dan sekali waktu beliau mengatakan- barangsiapa memiliki tiga orang putri lalu ia sabar atas mereka, memberi mereka makan dan minum, atau memberi mereka pakaian dari hasil keringatnya sendiri, niscaya ketiga putrinya itu akan menjadi hijab baginya dari api neraka.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16763

حَدَّثَنَا أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَخْبَرَنَا حَيْوَةُ أَخْبَرَنَا خَالِدُ بْنُ عُبَيْدٍ قَالَ سَمِعْتُ مِشْرَحَ بْنَ هَاعَانَ يَقُولُ سَمِعْتُ عُقْبَةَ بْنَ عَامِرٍ يَقُولُسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ تَعَلَّقَ تَمِيمَةً فَلَا أَتَمَّ اللَّهُ لَهُ وَمَنْ تَعَلَّقَ وَدَعَةً فَلَا وَدَعَ اللَّهُ لَهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Abdirrahman} telah mengabarkan kepada kami {Haiwah} telah mengabarkan kepada kami {Khalid bin Ubaid} dia berkata, saya mendengar {Misyrah bin Ha’an} berkata, saya mendengar {Uqbah bin Amir} berkata, “Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa mengantungkan Tamimah (jimat) niscaya Allah tidak akan menyempurnakannya untuknya. Dan barangsiapa mengantungkan Wada’ah (sejenis rumah kerang/siput) maka Allah akan menelantarkan baginya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16764

حَدَّثَنَا أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ حَدَّثَنَا حَيْوَةُ حَدَّثَنَا بَكْرُ بْنُ عَمْرٍو أَنَّ مِشْرَحَ بْنَ هَاعَانَ أَخْبَرَهُ أَنَّهُ سَمِعَ عُقْبَةَ بْنَ عَامِرٍ يَقُولُسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَوْ كَانَ مِنْ بَعْدِي نَبِيٌّ لَكَانَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Abdurrahman} Telah menceritakan kepada kami {Haiwah} Telah menceritakan kepada kami {Bakr bin Amr} bahwa {Misyrah bin Ha’an} mengabarkan kepadanya, bahwa ia mendegar {Uqbah bin Amir} berkata, “Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Sekiranya setelahku ada lagi seorang Nabi, niscaya ia adalah Umar bin Khathab.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16765

حَدَّثَنَا أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ حَدَّثَنَا حَيْوَةُ أَخْبَرَنَا بَكْرُ بْنُ عَمْرٍو أَنَّ مِشْرَحَ بْنَ هَاعَانَ أَخْبَرَهُ أَنَّهُ سَمِعَ عُقْبَةَ بْنَ عَامِرٍ يَقُولُسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ أَهْلُ الْيَمَنِ أَرَقُّ قُلُوبًا وَأَلْيَنُ أَفْئِدَةً وَأَنْجَعُ طَاعَةً
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Abdirrahman} Telah menceritakan kepada kami {Haiwah} telah mengabarkan kepada kami {Bakr bin Amr} bahwa {Misyrah bin Ha’an} mengabarkan kepadanya, bahwa ia mendengar {Uqbah bin Amir} berkata, “Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya penduduk Yaman adalah kuam yang hatinya peka dan lembut, serta lebih konsisten dalam ketaatan.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16766

حَدَّثَنَا أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ حَدَّثَنَا حَيْوَةُ أَخْبَرَنِي بَكْرُ بْنُ عَمْرٍو أَنَّ شُعَيْبَ بْنَ زُرْعَةَ أَخْبَرَهُ قَالَ حَدَّثَنِي عُقْبَةُ بْنُ عَامِرٍ الْجُهَنِيُّ أَنَّهُسَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لِأَصْحَابِهِ لَا تُخِيفُوا أَنْفُسَكُمْ أَوْ قَالَ الْأَنْفُسَ فَقِيلَ لَهُ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا نُخِيفُ أَنْفُسَنَا قَالَ الدَّيْنَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Abdurrahman} Telah menceritakan kepada kami {Haiwah} telah menceritakan kepadaku {Bakr bin Amru} bahwa {Syu’aib bin Zur’ah} mengabarkan kepadanya, ia berkata telah menceritakan kepadaku {Uqbah bin Amir Al Juhani} bahwa ia pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda kepada para sahabatnya: “Janganlah kalian menakut-nakuti diri kalian sendiri.” Lalu ditanyakan kepada beliau, “Wahai Rasulullah, dengan apa kami menakut-nakuti diri kami sendiri? ‘ beliau menjawab: “Dengan utang.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16767

حَدَّثَنَا أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ عَلِيٍّ قَالَ سَمِعْتُ أَبِي يَقُولُ سَمِعْتُ عُقْبَةَ بْنَ عَامِرٍ الْجُهَنِيَّ يَقُولُخَرَجَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمًا وَنَحْنُ فِي الصُّفَّةِ فَقَالَ أَيُّكُمْ يُحِبُّ أَنْ يَغْدُوَ إِلَى بُطْحَانَ أَوْ الْعَقِيقِ فَيَأْتِيَ كُلَّ يَوْمٍ بِنَاقَتَيْنِ كَوْمَاوَيْنِ زَهْرَاوَيْنِ فَيَأْخُذَهُمَا فِي غَيْرِ إِثْمٍ وَلَا قَطْعِ رَحِمٍ قَالَ قُلْنَا كُلُّنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ يُحِبُّ ذَلِكَ قَالَ فَلَأَنْ يَغْدُوَ أَحَدُكُمْ إِلَى الْمَسْجِدِ فَيَتَعَلَّمَ آيَتَيْنِ مِنْ كِتَابِ اللَّهِ خَيْرٌ لَهُ مِنْ نَاقَتَيْنِ وَثَلَاثٌ خَيْرٌ مِنْ ثَلَاثٍ وَأَرْبَعٌ خَيْرٌ مِنْ أَرْبَعٍ وَمِنْ أَعْدَادِهِنَّ مِنْ الْإِبِلِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Abdurrahman} Telah menceritakan kepada kami {Musa bin Ali} ia berkata, saya mendengar {Bapakku} berkata, saya mendengar {Uqbah bin Amir Al Juhani} berkata, “Pada suatu hari Rasulullah saw. keluar menemui kami di Shuffah, beliau bersabda: “Siapa dari kalian yang menyukai berpagi-bagi berangkat ke Buthhan atau Al Aqiq (nama tempat), lalu setiap harinya datang dengan membawa dua ekor unta yang besar punuknya lagi gemuk, ia ambil unta tersebut tanpa berbuat dosa dan dan memutuskan silaturahmi?” Uqbah berkata Kami berkata, “Wahai Rasulullah, kami semua menginginkan hal itu.” beliau bersabda: “Sungguh, seorang dari kalian berpagi-pagi berangkat ke Masjid lalu ia mempelajari dua ayat dari Kitabullah (Al-Quran) adalah lebih baik baginya daripada dua ekor Unta. Dan tiga ayat lebih baik daripada tiga ekor unta serta empat ayat juga lebih baik dari pada empat ekor unta dan dari sejumlah unta.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16768

حَدَّثَنَا أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ حَدَّثَنِي مِشْرَحُ بْنُ هَاعَانَ أَبُو الْمُصْعَبِ الْمَعَافِرِيُّ قَالَ سَمِعْتُ عُقْبَةَ بْنَ عَامِرٍ الْجُهَنِيَّ يَقُولُسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَوْ أَنَّ الْقُرْآنَ فِي إِهَابٍ ثُمَّ أُلْقِيَ فِي النَّارِ مَا احْتَرَقَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Abdirrahman} Telah menceritakan kepada kami {Ibnu Lahi’ah} telah menceritakan kepadaku {Misyrah bin Ha’an Abul Mush’ab Al Ma’afiri} dia berkata, saya mendengar {Uqbah bin Amir Al Juhani} berkata, “Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Sekiranya Al-Quran itu diletakkan pada kulit lalu ia dilemparkan ke dalam api neraka, niscaya ia tidak akan terbakar.”