Musnad Penduduk Syam

Kembali ke Menu Sebelumnya

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16839

حَدَّثَنَا بَهْزٌ حَدَّثَنَا هَمَّامٌ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ يَزِيدَ عَنْ عِيَاضِ بْنِ حِمَارٍأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْمُسْتَبَّانِ شَيْطَانَانِ يَتَكَاذَبَانِ وَيَتَهَاتَرَانِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Bahz} Telah menceritakan kepada kami {Hammam} dari {Qatadah} dari {Yazid} dari {Iyadl bin Himar}, bahwa Nabi saw. bersabda: “Dua orang yang saling mencaci maki adalah dua setan yang saling berkata-kata dusta dan saling meremehkan.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16840

حَدَّثَنَا بَهْزٌ وَعَفَّانُ قَالَا حَدَّثَنَا هَمَّامٌ قَالَ عَفَّانُ فِي حَدِيثِهِ حَدَّثَنَا قَتَادَةُ عَنْ يَزِيدَ أَخِي مُطَرِّفٍ عَنْ عِيَاضِ بْنِ حِمَارٍأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِثْمُ الْمُسْتَبَّيْنِ مَا قَالَا فَعَلَى الْبَادِئِ مَا لَمْ يَعْتَدِ قَالَ عَفَّانُ أَوْ حَتَّى يَعْتَدِيَ الْمَظْلُومُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Bahz} dan {Affan} keduanya berkata, Telah menceritakan kepada kami {Hammam}, {Affan} menyebutkan dalam haditsnya Telah menceritakan kepada kami {Qatadah} dari {Yazid} saudaranya Mutharrif, dari {Iyadl bin Himar}, bahwa Nabi saw. bersabda: “Semua ucapan dari dua orang yang saling mencela dosanya akan dibebankan kepada orang memulainya, selama ia tidak balas membalasnya.” Affan menyebutkan, “Hingga pihak yang terzhalimi membalasnya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16841

حَدَّثَنَا يُونُسُ حَدَّثَنَا شَيْبَانُ عَنْ قَتَادَةَ قَالَ وَحَدَّثَ مُطَرِّفٌ عَنْ عِيَاضِ بْنِ حِمَارٍأَنَّهُ سَأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَرَأَيْتَ الرَّجُلَ يَشْتُمُنِي وَهُوَ أَنْقَصُ مِنِّي نَسَبًا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمُسْتَبَّانِ شَيْطَانَانِ يَتَهَاتَرَانِ وَيَتَكَاذَبَانِحَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ أَخْبَرَنَا سَعِيدٌ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ مُطَرِّفِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الشِّخِّيرِ عَنْ عِيَاضِ بْنِ حِمَارٍ أَنَّ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فِي خُطْبَتِهِ ذَاتَ يَوْمٍ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ أَمَرَنِي أَنْ أُعَلِّمَكُمْ فَذَكَرَ الْحَدِيثَ إِلَّا أَنَّهُ قَالَ الَّذِينَ هُمْ فِيكُمْ تَبَعًا لَا يَبْغُونَ أَهْلًا وَذَكَرَ الْكَذِبَ وَالْبُخْلَ قَالَ سَعِيدٌ قَالَ مُطَرِّفٌ عَنْ قَتَادَةَ الشَّنْظِيرُ الْفَاحِشُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yunus} Telah menceritakan kepada kami {Syaiban} dari {Qatadah} ia berkata, dan telah menceritakan kepada kami {Mutharrif} dari {Iyadh bin Himar}, bahwa ia pernah bertanya kepada Nabi saw., ia katakan, “Wahai Rasulullah, bagaimanakah menurut tuan jika seorang laki-laki mencaciku sementara nasabnya sendiri lebih rendah dariku?” Rasulullah saw. lantas menjawab: “Dua orang yang saling mencela, keduanya adalah setan yang saling mencaci maki dan salin melontarkan kata-kata dusta.” Telah menceritakan kepada kami Abdul Wahab telah mengabarkan kepada kami Sa’id dari Qatadah dari Mutharrif bin Abdullah bin Asy Syikhkhir dari Iyadl bin Himar, bahwa pada suatu hari Nabi saw. bersabda dalam khuthbahnya: “Sesungguhnya Allah ‘azza wajalla telah memerintahkan kepadaku untuk mengajari kalian..” lalu ia pun menyebutkan hadits itu. Hanya saja beliau bersabda: “Orang-orang yang mengikuti kalian, mereka itu tidak berbuat aniaya.” Dan beliau juga menyebutkan tentang Al Kadzib (kedustaan) dan sifat bakhil.” Telah berkata Sa’id telah berkata, Mutharrif dari Qatadah Asy Syanzhir Al Fahisy.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16842

حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ أَخْبَرَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ عُمَيْرٍ عَنْ إِيَادِ بْنِ لَقِيطٍ قَالَ أَخْبَرَنِي أَبُو رِمْثَةَ التَّمِيمِيُّ قَالَأَتَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمَعِي ابْنٌ لِي فَقَالَ هَذَا ابْنُكَ قُلْتُ نَعَمْ أَشْهَدُ بِهِ قَالَ لَا يَجْنِي عَلَيْكَ وَلَا تَجْنِي عَلَيْهِ قَالَ وَرَأَيْتُ الشَّيْبَ أَحْمَرَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Husyaim} telah mengabarkan kepada kami {Abdul Malik bin Umair} dari {Iyadl bin Laqith} ia berkata, telah mengabarkan kepadaku {Abu Rimtsah At Tamimi} ia berkata, “Aku dan anakku mendatangi Rasulullah saw., beliau lalu bertanya: “Apakah ini anakmu?” Aku menjawab, “Benar.” Beliau bersabda: “Saya akan bersaksi.” Beliau bersabda: “Bahwa ia tidaklah berbuat dosa atasmu, dan kamu pun tidak berbuat dosa atasnya.” Abu rimtsah berkata, “Dan saya melihat uban yang memerah.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16843

حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ حَدَّثَنِي عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ أَبْجَرَ عَنْ إِيَادِ بْنِ لَقِيطٍ عَنْ أَبِي رِمْثَةَ قَالَأَتَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَعَ أَبِي فَرَأَى الَّتِي بِظَهْرِهِ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَلَا أُعَالِجُهَا لَكَ فَإِنِّي طَبِيبٌ قَالَ أَنْتَ رَفِيقٌ وَاللَّهُ الطَّبِيبُ قَالَ مَنْ هَذَا مَعَكَ قُلْتُ ابْنِي قَالَ اشْهَدْ بِهِ قَالَ أَمَا إِنَّهُ لَا تَجْنِي عَلَيْهِ وَلَا يَجْنِي عَلَيْكَاسْمُ أَبِي رِمْثَةَ رِفَاعَةُ بْنُ يَثْرِبِيٍّ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Sufyan bin Uyainah} telah menceritakan kepadaku {Abdul Malik bin Abjar} dari {Iyad bin Laqith} dari {Abu Rimtsah} ia berkata, “Saya menemui Rasulullah saw. bersama bapakku, lalu bapakku melihat sesuatu yang ada di punggung beliau, maka ia pun bertanya, “Wahai Rasulullah, maukah tuan aku terapi, sesungguhnya saya adalah seorang tabib?” beliau bersabda: “Kamu ini hanya partner dan Allah-lah yang menjadi tabib.” Kemudian beliau bertanya: “Siapakah orang yang bersamamu ini?” saya menjawab, “Anakku.” Beliau bersabda “Bersaksilah kepadanya.” Beliau melanjutkan: “Bahwa kamu tidak akan berbuat aniaya terhadapnya, dan ia pun tidak akan berbuat dosa atamu.” Nama bapakku ialah Rimtsah Rifa’ah bin Yatsribi.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16844

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ إِيَادِ بْنِ لَقِيطٍ السَّدُوسِيِّ عَنْ أَبِي رِمْثَةَ التَّمِيمِيِّ قَالَخَرَجْتُ مَعَ أَبِي حَتَّى أَتَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَرَأَيْتُ بِرَأْسِهِ رَدْعَ حِنَّاءٍ وَرَأَيْتُ عَلَى كَتِفِهِ مِثْلَ التُّفَّاحَةِ قَالَ أَبِي إِنِّي طَبِيبٌ أَلَا أَبُطُّهَا لَكَ قَالَ طَيَّبَهَا الَّذِي خَلَقَهَا قَالَ وَقَالَ لِأَبِي هَذَا ابْنُكَ قَالَ نَعَمْ قَالَ أَمَا إِنَّهُ لَا يَجْنِي عَلَيْك وَلَا تَجْنِي عَلَيْهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Waki’} Telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {Iyadl bin Laqith As Sadusi} dari {Abu Rimtsah At Tamimi} ia berkata, “Saya keluar bersama bapakku hingga saya menemui Rasulullah saw., saya melihat rambut kepala beliau diberi Hinaa` (pewarna dari pohon cacar), dan saya juga melihat sesuatu di atas bahunya yang menyerupai buah apel.” Bapakku lalu berkata, “Sesungguhnya saya adalah seorang tabib, maukah tuan aku terapi? ‘ beliau bersabda: “Yang akan menerapinya adalah Yang telah menciptakannya.” Abu Rimtsah berkata, “Lalu beliau bertanya kepada bapakku: “Apakah ini anakmu?” Bapakku menjawab, “Benar.” Beliau bersabda: “Sesungguhnya ia tidak akan berbuat aniaya terhadapmu, dan kamu pun tidak berbuat dosa terhadapmu.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16845

حَدَّثَنَا عَبْد اللَّهِ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ عَلِيِّ بْنِ صَالِحٍ عَنْ إِيَادِ بْنِ لَقِيطٍ عَنْ أَبِي رِمْثَةَ التَّمِيمِيِّ قَالَكُنْتُ مَعَ أَبِي فَأَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَوَجَدْنَاهُ جَالِسًا فِي ظِلِّ الْكَعْبَةِ وَعَلَيْهِ بُرْدَانِ أَخْضَرَانِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami Abdullah. Telah menceritakan kepada kami {Waki’} dari {Ali bin Shalih} dari {Iyadl bin Laqith} dari {Abu Rimtsah At Tamimi} ia berkata, “Saya bersama bapakku menemui Nabi saw., dan kami mendapati beliau sedang duduk di bawah naungan Ka’bah dengan memakai Burdah (pakaian luar sejenis jubah) yang berwarna hijau.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16846

حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ أَخْبَرَنَا الْمَسْعُودِيُّ عَنْ إِيَادِ بْنِ لَقِيطٍ عَنْ أَبِي رِمْثَةَ قَالَأَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يَخْطُبُ وَيَقُولُ يَدُ الْمُعْطِي الْعُلْيَا أُمَّكَ وَأَبَاكَ وَأُخْتَكَ وَأَخَاكَ وَأَدْنَاكَ فَأَدْنَاكَ قَالَ فَدَخَلَ نَفَرٌ مِنْ بَنِي ثَعْلَبَةَ بْنِ يَرْبُوعٍ فَقَالَ رَجُلٌ مِنْ الْأَنْصَارِ يَا رَسُولَ اللَّهِ هَؤُلَاءِ النَّفَرُ الْيَرْبُوعِيُّونَ الَّذِينَ قَتَلُوا فُلَانًا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَلَا لَا تَجْنِي نَفْسٌ عَلَى أُخْرَى مَرَّتَيْنِحَدَّثَنَا عَبْد اللَّهِ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَكَّارٍ هُوَ ابْنُ الرَّيَّانِ حَدَّثَنَا قَيْسُ بْنُ الرَّبِيعِ الْأَسَدِيُّ عَنْ إِيَادِ بْنِ لَقِيطٍ عَنْ أَبِي رِمْثَةَ قَالَ انْطَلَقْتُ مَعَ أَبِي وَأَنَا غُلَامٌ فَأَتَيْنَا رَجُلًا فِي الْهَاجِرَةِ جَالِسًا فِي ظِلِّ بَيْتٍ عَلَيْهِ بُرْدَانِ أَخْضَرَانِ وَشَعْرُهُ وَفْرَةٌ وَبِرَأْسِهِ رَدْعٌ مِنْ حِنَّاءٍ قَالَ فَقَالَ لِي أَبِي أَتَدْرِي مَنْ هَذَا فَقُلْتُ لَا قَالَ هَذَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yazid bin Harun} telah mengabarkan kepada kami {Al Mas’udi} dari {Iyadl bin Laqith} dari {Abu Rimtsah} ia berkata, “Saya mendatangi Nabi saw. yang sedang berkhutbah. Beliau sampaikan: “Pemberian yang paling utama adalah kepada ibumu, kemudian kepada bapakmu, kemudian kepada saudarimu, kemudian kepada saudara laki-laki dan kepada orang-orang yang ada di bawahmu terus ke bawah.” Abu Rimtsah berkata, “Lalu datanglah sekelompok orang dari Bani Tsa’labah bin Yarbu’, kemudian seorang laki-laki Anshar bertanya, “Wahai Rasulullah, sekelompok orang Yarbu’ inilah yang telah membunuh si Fulan.” Rasulullah saw. lalu bersabda: “Ketahuilah, suatu jiwa itu tidak akan berbuat aniaya terhadap jiwa yang lain dua kali?” Telah menceritakan kepada kami Abdullah Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Bakr -ia adalah Ibnu Rayyan- Telah menceritakan kepada kami Qais bin Rabi’ Al Asadi dari Iyadl bin Laqith dari Abu Rimtsah ia berkata, “Saya bersama bapakku berangkat, dan saatitu aku masih kecil. Lalu kami mendatangi seorang laki-laki yang berlindung di bawah naungan Ka’bah saat panas matahari menyengat. Laki-laki itu memakai Burdan (pakaian luar sejenis jubah), rambutnya panjang dan di kepalanya terdapat lumuran Hinaa` (pewarna dari pohon pacar).” Abu Rimtsah melanjutkan, “Bapakku kemudian bertanya kepadaku, “Apakah kamu tahu siapa orang ini?” Saya menjawab, “Tidak.” Bapakku berkata, “Beliau ini adalah Rasulullah saw.” Lalu ia menyebutkan hadits.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16847

حَدَّثَنَا عَبْد اللَّهِ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الْمُخَرِّمِيُّ حَدَّثَنَا أَبُو سُفْيَانَ الْحِمْيَرِيُّ سَعِيدُ بْنُ يَحْيَى قَالَ حَدَّثَنَا الضَّحَّاكُ بْنُ حَمْزَةَ عَنْ غَيْلَانَ بْنِ جَامِعٍ عَنْ إِيَادِ بْنِ لَقِيطٍ عَنْ أَبِي رِمْثَةَ قَالَكَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْضِبُ بِالْحِنَّاءِ وَالْكَتَمِ وَكَانَ شَعْرُهُ يَبْلُغُ كَتِفَيْهِ أَوْ مَنْكِبَيْهِحَدَّثَنَا عَبْد اللَّهِ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْعَلَاءِ أَبُو كُرَيْبٍ الْهَمْدَانِيُّ حَدَّثَنَا ابْنُ إِدْرِيسَ قَالَ سَمِعْتُ ابْنَ أَبْجَرَ عَنْ إِيَادِ بْنِ لَقِيطٍ عَنْ أَبِي رِمْثَةَ التَّمِيمِيِّ قَالَ أَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَعَ أَبِي وَلَهُ لِمَّةٌ بِهَا رَدْعٌ مِنْ حِنَّاءٍ وَذَكَرَهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami Abdullah Telah menceritakan kepada kami {Muhamamd bin Abdullah Al Mukharrimi} telah menceritakan kepada kami {Abu Sufyan Al Himyari Sa’id bin Yahya} ia berkata, Telah menceritakan kepada kami {Adl Dhahak bin Hamzah} dari {Ghailan bin Jami’} dari {Iyad bin Laqith} dari {Abu Rimtsah} ia berkata, “Nabi saw. menyemir (mewarnai) rambutnya dengan pohon cacar dan Katam (sejenis pohon pacar). Dan rambut beliau panjang hingga menyentuh kedua bahunya.” Telah menceritakan kepada kami Abdullah Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ala` Abu Kuraib Al Hamdani} Telah menceritakan kepada kami {Ibnu Idris} ia berkata saya mendengar {Ibnu Abjar} dari {Iyadl bin Laqith} dari {Abu Rimtsah At Tamimi} ia berkata, “Saya bersama bapakku mendatangi Nabi saw., dan beliau (adalah seorang laki-laki) yang memiliki rambut panjang yang diberi Hinaa` (pewarna dari pohon pacar) …lalu ia menyebutkan hadits tersebut.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16848

حَدَّثَنَا عَبْد اللَّهِ حَدَّثَنَا الْعَبَّاسُ الدُّورِيُّ حَدَّثَنَا عُمَرُ بْنُ حَفْصِ بْنِ غِيَاثٍ حَدَّثَنَا أَبِي عَنْ الشَّيْبَانِيِّ عَنْ إِيَادِ بْنِ لَقِيطٍ قَالَ حَدَّثَنِي أَبُو رِمْثَةَأَنَّهُ دَخَلَ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمَعَهُ ابْنٌ لَهُ فَقَالَ ابْنُكَ هَذَا قَالَ نَعَمْ قَالَ أَمَا إِنَّهُ لَا يَجْنِي عَلَيْكَ وَلَا تَجْنِي عَلَيْهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami Abdullah Telah menceritakan kepada kami {Al Abbas Ad Duwari} Telah menceritakan kepada kami {Umar bin Hafsh bin Ghiyats} telah menceritakan kepadaku {Bapakku} dari {Asy Syaibani} dari {Iyad bin Laqith} ia berkata, telah menceritakan kepadaku {Abu Rimtsah}, bahwa ia bersama dengan anaknya menemui Rasulullah saw., beliau lalu bertanya: “Apakah ini anakmu?” ia menjawab, “Benar.” Beliau bersabda: “Sesungguhnya ia tidak akan berbuat dosa atasmu, dan tidak pula kamu berbuat dosa atasnya.”