Musnad Penduduk Syam

Kembali ke Menu Sebelumnya

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16869

حَدَّثَنَا هَارُونُ بْنُ مَعْرُوفٍ أَخْبَرَنِي ابْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنَا يَزِيدُ بْنُ عِيَاضٍ عَنْ عِمْرَانَ بْنِ أَبِي أَنَسٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ نَافِعِ بْنِ أَبِي الْعَمْيَاءِ عَنْ الْمُطَّلِبِ بْنِ رَبِيعَةَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ صَلَاةُ اللَّيْلِ مَثْنَى مَثْنَى وَإِذَا صَلَّى أَحَدُكُمْ فَلْيَتَشَهَّدْ فِي كُلِّ رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ لِيُلْحِفْ فِي الْمَسْأَلَةِ ثُمَّ إِذَا دَعَا فَلْيَتَسَاكَنْ وَلْيَتَبَأَّسْ وَلْيَتَضَعَّفْ فَمَنْ لَمْ يَفْعَلْ ذَلِكَ فَذَاكَ الْخِدَاجُ أَوْ كَالْخِدَاجِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Harun bin Ma’ruf} telah mengabarkan kepadaku {Ibnu Wahab} Telah menceritakan kepada kami {Yazid bin Iyadl} dari {Imran bin Abu Anas} dari {Abdullah bin Nafi’ bin Amya`} dari {Muthallib bin Abu Rabi’ah}, bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Shalat malam itu dua rakaat dua rakaat. Jika salah seorang dari kalian shalat, maka hendaklah ia bertasyahud pada setiap dua rakaat, baru kemudian ia mengungkapkan hajatnya. Kemudian jika berdoa, hendaklah menghadirkan perasaan tunduk, butuh dan lemah (kepada Allah). Barangsiapa tidak melakukan hal itu, maka shalatnya kurang.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16870

حَدَّثَنَا حَجَّاجُ بْنُ مُحَمَّدٍ أَخْبَرَنِي شُعْبَةُ عَنْ عَمْرِو بْنِ دِينَارٍ عَنْ عَمْرِو بْنِ أَوْسٍ عَنْ رَجُلٍ حَدَّثَهُ مُؤَذِّنُ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَنَادَى مُنَادِي النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي يَوْمِ مَطَرٍ أَلَا صَلُّوا فِي الرِّحَالِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hajjaj bin Muhammad} berkata, telah mengabarkan kepadaku {Syu’bah} dari {Amru bin Dinar} dari {Amru bin Aus} dari {seorang laki-laki} yang telah menceritakan kepadanya {Muadzdzin} Nabi saw., ia berkata, “Saat hari hujan muadzdzin Nabi saw. menyerukan, “SHALLUU FI AR RIHAALIKUM (Shalatlah di rumah-rumah kalian).”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16871

حَدَّثَنَا حَجَّاجُ بْنُ مُحَمَّدٍ قَالَ شُعْبَةُ أَخْبَرَنِي عَنْ عَبْدِ رَبِّهِ بْنِ سَعِيدٍ عَنْ عِمْرَانَ بْنِ أَبِي أَنَسٍ مِنْ أَهْلِ مِصْرَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ نَافِعٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْحَارِثِ عَنْ الْمُطَّلِبِأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الصَّلَاةُ مَثْنَى مَثْنَى وَتَشَهَّدُ وَتُسَلِّمُ فِي كُلِّ رَكْعَتَيْنِ وَتَبَأَّسُ وَتَمَسْكَنُ وَتُقْنِعُ يَدَيْكَ وَتَقُولُ اللَّهُمَّ اللَّهُمَّ فَمَنْ لَمْ يَفْعَلْ ذَلِكَ فَهِيَ خِدَاجٌ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hajjaj bin Muhammad} ia berkata, Telah menceritakan kepadaku {Syu’bah} dari {Abdu Rabbih bin Sa’id} dari {Imran bin Abu Anas} dari penduduk Mesir dari {Abdullah bin Nafi’} dari {Abdullah bin Harits} dari {Muthallib}, bahwa Nabi saw. bersabda: “Shalat itu dua rakaat dua rakaat, kamu melakukan tasyahud lalu salam pada setiap dua rakaat. Kemudian engkau hadirkan perasaan butuh, tunduk dan mengangkat tangan seraya berdoa’ YA Allah, ya Allah’. Barangsiapa tidak melakukannya, maka shalatnya kurang (tidak sempurna).”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16872

حَدَّثَنَا رَوْحٌ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ عَبْدِ رَبِّهِ بْنِ سَعِيدٍ عَنْ ابْنِ أَبِي أَنَسٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ نَافِعِ ابْنِ الْعَمْيَاءِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْحَارِثِ عَنْ الْمُطَّلِبِأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الصَّلَاةُ مَثْنَى مَثْنَى تَشَهَّدُ فِي كُلِّ رَكْعَتَيْنِ وَتَبَأَّسُ وَتَمَسْكَنُ وَتُقْنِعُ يَدَيْكَ وَتَقُولُ اللَّهُمَّ اللَّهُمَّ فَمَنْ لَمْ يَفْعَلْ ذَلِكَ فَهِيَ خِدَاجٌقَالَ شُعْبَةُ فَقُلْتُ صَلَاتُهُ خِدَاجٌ قَالَ نَعَمْ فَقُلْتُ لَهُ مَا الْإِقْنَاعُ فَبَسَطَ يَدَيْهِ كَأَنَّهُ يَدْعُو
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Rauh} Telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Abdu Rabbih bin Sa’id} dari {Ibnu Abi Anas} dari {Abdullah bin Nafi’ bin Amyaa’} dari {Abdullah bin Harits} dari {Muthallib}, bahwa Nabi saw. bersabda: “Shalat itu dua rakaat dua rakaat, kamu melakukan tasyahud lalu salam pada setiap dua rakaat. Kemudian engkau hadirkan perasaan butuh, tunduk dan mengangkat tangan seraya berdoa’ YA Allah, ya Allah’. Barangsiapa tidak melakukannya, maka shalatnya kurang (tidak sempurna).” Syu’bah berkata, “Lalu aku bertanya, “Shalatnya kurang?” Ia menjawab, “Ya.” Lalu aku bertanya lagi, “Apa yang dimaksud iqna’? lantas ia membentangkan tangannya seakan sedang berdoa.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16873

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ آدَمَ حَدَّثَنَا مُفَضَّلُ بْنُ مُهَلْهِلٍ عَنْ مُغِيرَةَ عَنْ شِبَاكٍ عَنْ الشَّعْبِيِّ عَنْ رَجُلٍ مِنْ ثَقِيفٍ قَالَسَأَلْنَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثَلَاثًا فَلَمْ يُرَخِّصْ لَنَا فَقُلْنَا إِنَّ أَرْضَنَا أَرْضٌ بَارِدَةٌ فَسَأَلْنَاهُ أَنْ يُرَخِّصَ لَنَا فِي الطُّهُورِ فَلَمْ يُرَخِّصْ لَنَا وَسَأَلْنَاهُ أَنْ يُرَخِّصَ لَنَا فِي الدُّبَّاءِ فَلَمْ يُرَخِّصْ لَنَا فِيهِ سَاعَةً وَسَأَلْنَاهُ أَنْ يَرُدَّ إِلَيْنَا أَبَا بَكْرَةَ فَأَبَى وَقَالَ هُوَ طَلِيقُ اللَّهِ وَطَلِيقُ رَسُولِهِ وَكَانَ أَبُو بَكْرَةَ خَرَجَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حِينَ حَاصَرَ الطَّائِفَ فَأَسْلَمَحَدَّثَنَا عَبْد اللَّهِ حَدَّثَنَا الْوَرَكَانِيُّ أَخْبَرَنَا أَبُو الْأَحْوَصِ عَنْ مُغِيرَةَ عَنْ شِبَاكٍ عَنْ الشَّعْبِيِّ عَنْ رَجُلٍ مِنْ ثَقِيفٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَحْوَهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Adam} Telah menceritakan kepada kami {Mufadldlal bin Muhalhil} dari {Mughirah} dari {Syibak} dari {Sya’bi} dari {seorang laki-laki Syaqif} ia berkata, “Kami meminta tiga hal kepada Rasulullah saw. namun beliau tidak mengizinkan kami. Kami berkata, “Daerah kami adalah wilayah yang dingin, lalu kami meminta kepada beliau untuk memberi keringanan berkenaan dengan masalah bersuci, namun beliau tidak mengizinkan. Kemudian, kami meminta agar beliau memberikan keringanan kepada kami perihal penggunaan Ad Duba, namun beliau tidak mengizinkan kami. Kemudian, kami meminta beliau untuk mengembalikan Abu Bakrah kepada kami namun beliau pun menolak untuk mengembalikannya. Dan beliau bersabda: “Abu Bakrah adalah orang yang telah dimerdekakan oleh Allah dan Rasul-Nya.” Abu Bakrah keluar menemui Rasulullah saw. dan masuk Islam saat beliau mengepung Thaif.” Telah menceritakan kepada kami Abdullah Telah menceritakan kepada kami {Al Warakani} telah mengabarkan kepada kami {Abul Ahwash} dari {Mughirah} dari {Syibak} dari {Sya’bi} dari {seorang laki-laki Tsaqif}, dari Nabi saw., seperti dalam hadits tersebut.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16874

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ حَدَّثَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ وَمُحَمَّدُ بْنُ بَكْرٍ قَالَ أَخْبَرَنِي ابْنُ جُرَيْجٍ قَالَ أَخْبَرَنِي ابْنُ طَاوُسٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي إِسْرَائِيلَ قَالَدَخَلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَسْجِدَ وَأَبُو إِسْرَائِيلَ يُصَلِّي فَقِيلَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هُوَ ذَا يَا رَسُولَ اللَّهِ لَا يَقْعُدُ وَلَا يُكَلِّمُ النَّاسَ وَلَا يَسْتَظِلُّ وَهُوَ يُرِيدُ الصِّيَامَ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِيَقْعُدْ وَلْيُكَلِّمْ النَّاسَ وَلْيَسْتَظِلَّ وَلْيَصُمْ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdurrazaq} Telah menceritakan kepada kami {Ibnu Juraij} dan {Muhammad bin Bakr} ia berkata, telah mengabarkan kepadaku {Ibnu Juraij} ia berkata, telah mengabarkan kepadaku {Ibnu Thawus} dari {Bapaknya} dari {Abu Israil} ia berkata, “Nabi saw. masuk Masjid sementara Abu Isra’il sedang melaksanakan shalat. Lalu dikatakanlah kepada Nabi saw., “Wahai Rasulullah, itu orangnya. Dia tidak ingin duduk, tidak ingin berbicara dengan manusia dan tidak ingin berteduh (dari terik matahari). Dia ingin selalu berpuasa.” Maka Nabi saw. bersabda: “Hendaklah ia duduk, berbincang-bincang dengan manusia, berlindung dari panasnya matahari, berpuasa.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16875

حَدَّثَنَا عَبْدُ الصَّمَدِ حَدَّثَنَا عُمَرُ بْنُ حَمْزَةَ حَدَّثَنَا عِكْرِمَةُ بْنُ خَالِدٍ قَالَ وَنَالَ رَجُلٌ مِنْ بَنِي تَمِيمٍ عِنْدَهُ فَأَخَذَ كَفًّا مِنْ حَصًى لِيَحْصِبَهُ ثُمَّ قَالَ عِكْرِمَةُ حَدَّثَنِي فُلَانٌ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَأَنَّ تَمِيمًا ذُكِرُوا عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ رَجُلٌ أَبْطَأَ هَذَا الْحَيُّ مِنْ تَمِيمٍ عَنْ هَذَا الْأَمْرِ فَنَظَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى مُزَيْنَةَ فَقَالَ مَا أَبْطَأَ قَوْمٌ هَؤُلَاءِ مِنْهُمْ وَقَالَ رَجُلٌ يَوْمًا أَبْطَأَ هَؤُلَاءِ الْقَوْمُ مِنْ تَمِيمٍ بِصَدَقَاتِهِمْ قَالَ فَأَقْبَلَتْ نَعَمٌ حُمْرٌ وَسُودٌ لِبَنِي تَمِيمٍ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَذِهِ نَعَمُ قَوْمِي وَنَالَ رَجُلٌ مِنْ بَنِي تَمِيمٍ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمًا فَقَالَ لَا تَقُلْ لِبَنِي تَمِيمٍ إِلَّا خَيْرًا فَإِنَّهُمْ أَطْوَلُ النَّاسِ رِمَاحًا عَلَى الدَّجَّالِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abd Ash Shamad} telah menceritakan kepada kami {Umar bin Hamzah} telah menceritakan kepada kami {Ikrimah bin Khalid} ia berkata –seorang lelaki dari Bani Tamim yang ada di sisinya mengambil satu genggam pasir untuk dilemparkannya, kemudian- Ikrimah berkata seorang lelaki sahabat Nabi saw. menceritakan kepadaku, bahwa pernah Bani Tamim disebut-sebut di sisi Rasulullah saw., tiba-tiba seorang laki-laki berkata “Suku dari bani Tamim ini berlambat-lambat dalam perkara ini (zakat).” Rasulullah saw. kemudian memandang ke arah suku Muzainah seraya berkata: “Mereka (bani Tamim) tidak lebih lambat dari mereka.” Suatu hari seorang laki-laki juga pernah berkata, “Mereka dari suku bani Tamim itu lamban dalam memberikan sedekahnya.” Ikrimah melanjutkan, “Maka datanglah unta dan kain indah milik suku bani Tamim. Rasulullah saw. lantas bersabda: ‘Ini adalah unta kaumku.’ Kemudian suatu hari ada seorang laki-laki dari suku bani Tamim berada di sisi Rasulullah saw., beliau lalu bersabda: “Janganlah kalian katakan sesuatu kepada suku Tamim kecuali yang baik, sebab mereka adalah orang-orang yang lemparannya paling jauh kepada Dajjal.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16876

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ أَخْبَرَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُثْمَانَ بْنِ خُثَيْمٍ أَنَّ مُحَمَّدَ بْنَ الْأَسْوَدِ بْنِ خَلَفٍ أَخْبَرَهُ أَنَّ أَبَاهُ الْأَسْوَدَأَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُبَايِعُ النَّاسَ يَوْمَ الْفَتْحِ قَالَ جَلَسَ عِنْدَ قَرْنِ مَصْقَلَةَ فَبَايَعَ النَّاسَ عَلَى الْإِسْلَامِ وَالشَّهَادَةِ قُلْتُ وَمَا الشَّهَادَةُقَالَ أَخْبَرَنِي مُحَمَّدُ بْنُ الْأَسْوَدِ يَعْنِي ابْنَ خَلَفٍ أَنَّهُ بَايَعَهُمْ عَلَى الْإِيمَانِ بِاللَّهِ وَشَهَادَةِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdurrazaq} telah mengabarkan kepada kami {Ibnu Juraij} telah mengabarkan kepadaku {Abdullah bin Utsman bin Khutsaim} bahwa {Muhammad bin Aswad bin Khalaf} mengabarkan kepadanya, bahwa bapaknya Al Aswad datang menemui Nabi saw. yang sedang membaiat orang-orang saat terjadinya Fathu Makkah.” Muhammad bin Aswad berkata, “Beliau duduk di sisi Qarn Masqalah membaiat manusia atas Islam dan Syahadah. Saya (Ibnu Juraij) bertanya, “Apakah syahadah itu?” Abdullah bin Utsman menjawab, “Muhammad Ibnul Aswad -Ibnu Khalaf- mengabarkan kepadaku, bahwa Rasulullah membaiat mereka atas iman kepada Allah dan syahadah bahwa ‘Tidak ada Tuhan yang berhak untuk disembah selain Allah, dan Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya saw.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16877

حَدَّثَنَا حَسَنٌ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ حَدَّثَنِي أَبُو عُشَّانَةَ أَنَّ سُفْيَانَ بْنَ وَهْبٍ الْخَوْلَانِيَّ حَدَّثَهُأَنَّهُ كَانَ تَحْتَ ظِلِّ رَاحِلَةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ حَجَّةِ الْوَدَاعِ أَوْ أَنَّ رَجُلًا حَدَّثَهُ ذَلِكَ وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْطُبُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَلْ بَلَّغْتُ فَظَنَنَّا أَنَّهُ يُرِيدُنَا فَقُلْنَا نَعَمْ ثُمَّ أَعَادَهُ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ وَقَالَ فِيمَا يَقُولُ رَوْحَةٌ فِي سَبِيلِ اللَّهِ خَيْرٌ مِنْ الدُّنْيَا وَمَا عَلَيْهَا وَغَدْوَةٌ فِي سَبِيلِ اللَّهِ خَيْرٌ مِنْ الدُّنْيَا وَمَا عَلَيْهَا وَإِنَّ الْمُؤْمِنَ عَلَى الْمُؤْمِنِ حَرَامٌ عِرْضُهُ وَمَالُهُ وَنَفْسُهُ حُرْمَةٌ كَحُرْمَةِ هَذَا الْيَوْمِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hasan} Telah menceritakan kepada kami {Ibnu Lahi’ah} telah menceritakan kepadaku {Abu Utsanah} bahwa {Sufyan bin Wahab Al khaulani} meceritakan kepadanya, bahwa ia pernah berada di bawah naungan kendaraan Rasulullah saw. saat haji wada’. Atau seorang laki-laki menceritakan hal itu kepadanya, sementara Rasulullah saw. sedang berkhutbah. Rasulullah saw. bersabda: “Apakah saya telah menyampaikannya?” yang kami pahami bahwa ucapanitu ditujukan untuk kami. Maka kami pun menjawab, “Ya.” Kemudian beliau mengulanginya lagi hingga tiga kali, dan di antara yang beliau sampaikan adalah: “Keluar di sore hari di jalan Allah adalah lebih baik dari dunia dan seisinya. Dan keluar di pagi di jalan Allah adalah lebih baik dari dunia dan isinya. Sesungguhnya seorang mukmin atas mukmin lainnya adalah haram dalam kehormatan dan hartanya, dan jiwa juga haram sebagaimana haramnya hari ini.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16878

حَدَّثَنَا حَسَنٌ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ حَدَّثَنَا بَكْرُ بْنُ سَوَادَةَ عَنْ زِيَادِ بْنِ نُعَيْمٍ عَنْ حِبَّانَ بْنِ بُحٍّ الصُّدَائِيِّ صَاحِبِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَإِنَّ قَوْمِي كَفَرُوا فَأُخْبِرْتُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَهَّزَ إِلَيْهِمْ جَيْشًا فَأَتَيْتُهُ فَقُلْتُ إِنَّ قَوْمِي عَلَى الْإِسْلَامِ فَقَالَ أَكَذَلِكَ فَقُلْتُ نَعَمْ قَالَ فَاتَّبَعْتُهُ لَيْلَتِي إِلَى الصَّبَاحِ فَأَذَّنْتُ بِالصَّلَاةِ لَمَّا أَصْبَحْتُ وَأَعْطَانِي إِنَاءً تَوَضَّأْتُ مِنْهُ فَجَعَلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَصَابِعَهُ فِي الْإِنَاءِ فَانْفَجَرَ عُيُونًا فَقَالَ مَنْ أَرَادَ مِنْكُمْ أَنْ يَتَوَضَّأَ فَلْيَتَوَضَّأْ فَتَوَضَّأْتُ وَصَلَّيْتُ وَأَمَّرَنِي عَلَيْهِمْ وَأَعْطَانِي صَدَقَتَهُمْ فَقَامَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ فُلَانٌ ظَلَمَنِي فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا خَيْرَ فِي الْإِمْرَةِ لِمُسْلِمٍ ثُمَّ جَاءَ رَجُلٌ يَسْأَلُ صَدَقَةً فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ الصَّدَقَةَ صُدَاعٌ فِي الرَّأْسِ وَحَرِيقٌ فِي الْبَطْنِ أَوْ دَاءٌ فَأَعْطَيْتُهُ صَحِيفَتِي أَوْ صَحِيفَةَ إِمْرَتِي وَصَدَقَتِي فَقَالَ مَا شَأْنُكَ فَقُلْتُ كَيْفَ أَقْبَلُهَا وَقَدْ سَمِعْتُ مِنْكَ مَا سَمِعْتُ فَقَالَ هُوَ مَا سَمِعْتَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hasan} Telah menceritakan kepada kami {Ibnu Lahi’ah} Telah menceritakan kepada kami {Bakr bin Sawadah} dari {Ziyad bin Nu’aim} dari {Hibban bin Buhh Ash Shuda`i} salah seorang sahabat Nabi saw., ia berkata, “Sesungguhnya kaumku telah kafir, kemudian aku mendapat kabar bahwa Nabi saw. telah menyiapkan pasukan untuk menyerang mereka. Maka aku datang menemui Nabi, lalu aku katakan, “Sesungguhnya kaumku telah masuk Islam.” Beliau bertanya: “Apakah benar seperti itu?” Aku menjawab, “Ya.” Hibban berkata, “Pada malam itu saya turut bersamanya hingga pagi, maka saat waktu subuh tiba aku pun mengumandangkan adzan. Beliau lantas memberiku bejana hingga aku dapat berwudhu. Kemudian Nabi saw. memasukkan jemarinya ke dalam bejana dan keluarlah mata air dari dalam bejana. Beliau bersabda: “Barangsiapa di antara kalian ingin berwudhu, maka hendaklah ia berwudhu.” Maka saya pun berwudhu dan shalat, setelah itu beliau mengangatku sebagai pemimpin mereka, lalu mereka pun menyerahkan sedekahnya. Kemudian seorang laki-laki beranjak menemui Nabi saw. dan berkata, “Si Fulan telah berbuat zhalim kepadaku!” Maka Nabi saw. bersabda: “Tidak ada kebaikan dalam kepemimpinan bagi seorang muslim.” Kemudian datanglah seorang laki-laki meminta sedekah, Rasulullah saw. lalu bersabda kepadanya: “Sesungguhnya sedekah itu rasa pusing di kepala, atau penyakit yang bersarang di perut.” Maka aku pun memberikan padanya berkas kepemimpinanku dan sedekahku. Beliau bertanya: “Ada apa denganmu?” aku lalu menjawab, “Bagaimana saya akan menerimanya, sementara saya telah mendengar dari tuan apa yang telah saya dengar.” Beliau bersabda: “Memang hal itu sebagaimana yang telah engkau dengar.”