Musnad Penduduk Syam

Kembali ke Menu Sebelumnya

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16879

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ زِيَادٍ عَنْ زِيَادِ بْنِ نُعَيْمٍ الْحَضْرَمِيِّ عَنْ زِيَادِ بْنِ الْحَارِثِ الصُّدَائِيِّأَنَّهُ أَذَّنَ فَأَرَادَ بِلَالٌ أَنْ يُقِيمَ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا أَخَا صُدَاءٍ إِنَّ الَّذِي أَذَّنَ فَهُوَ يُقِيمُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Waki’} dari {Sufyan} dari {Abdurrahman bin Ziyad} dari {Ziyad bin Nua’im Al Hadhrami} dari {Ziyad bin Harits Ash Shuda`i}, bahwasanya dia telah mengumandangkan adzan kemudian Bilal ingin mengumandangkan Iqamah, maka Nabi saw. bersabda: “Wahai saudaranya Shudaa`, orang yang mengumandangkan adzan, maka dialah yang berhak mengumandangkan iqamah.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16880

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَزِيدَ الْوَاسِطِيُّ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ زِيَادٍ الْإِفْرِيقِيِّ عَنْ زِيَادِ بْنِ نُعَيْمٍ الْحَضْرَمِيِّ عَنْ زِيَادِ بْنِ الْحَارِثِ الصُّدَائِيِّ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَذِّنْ يَا أَخَا صُدَاءٍ قَالَ فَأَذَّنْتُ وَذَلِكَ حِينَ أَضَاءَ الْفَجْرُ قَالَ فَلَمَّا تَوَضَّأَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَامَ إِلَى الصَّلَاةِ فَأَرَادَ بِلَالٌ أَنْ يُقِيمَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُقِيمُ أَخُو صُدَاءٍ فَإِنَّ مَنْ أَذَّنَ فَهُوَ يُقِيمُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Yazid Al Wasithi} dari {Abdurrahman bin Ziyad Al Ifriqi} dari {Ziyad bin Nu’aim Al Hadhrami} dari {Ziyad bin Harits As Suda`i} ia berkata, “Rasulullah saw. berkata: “Kumandangkanlah adzan wahai saudaranya shuda`.” Lalu saya pun mengumandangkan adzan, dan saat itu fajar mulai menyingsing. Ziyad berkata, “Setelah berwudhu Rasulullah saw. pun berdiri untuk melaksanakan shalat, sementara Bilal juga bersiap-siap untuk mengumandangkan Iqamah. Rasulullah saw. lalu bersabda: “Yang mengumandangkan Iqamah adalah Saudaranya Shuda`, karena siapa mengumandangkan adzan dialah yang mengumandangkan Iqamah.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16881

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ أَبِي عَرُوبَةَ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ يَعْلَى بْنِ حَكِيمٍ عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ يَسَارٍ عَنْ رَافِعِ بْنِ خَدِيجٍ قَالَكُنَّا نُحَاقِلُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى الثُّلُثِ وَالرُّبُعِ أَوْ طَعَامٍ مُسَمًّى قَالَ فَأَتَانَا بَعْضُ عُمُومَتِي فَقَالَ نَهَانَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ أَمْرٍ كَانَ لَنَا نَافِعًا وَطَوَاعِيَةُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَرْفَعُ لَنَا وَأَنْفَعُ قَالَ قُلْنَا وَمَا ذَاكَ قَالَ قَالَ نَبِيُّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ كَانَتْ لَهُ أَرْضٌ فَلْيَزْرَعْهَا أَوْ لِيُزْرِعْهَا أَخَاهُ وَلَا يُكَارِيهَا بِثُلُثٍ وَلَا رُبُعٍ وَلَا بِطَعَامٍ مُسَمًّىقَالَ قَتَادَةُ وَهُوَ ظَهِيرٌ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} Telah menceritakan kepada kami {Sa’id bin Abu Arubah} dari {Qatadah} dari {Ya’la bin Hakim} dari {Sulaiman bin Yasar} dari {Rafi’ bin Khadij} ia berkata, “Pada masa Rasulullah saw. kami melakukan Muhaqalah dengan sepertiga, seperempat atau dengan makanan yang ditentukan. Rafi’ berkata, “Lalu sebagian dari {paman-pamanku} mendatangi kami seraya berkata, ‘Rasulullah saw. telah melarang kami dari sesuatu yang bermanfaat bagi kami, namun ketaatan kepada Rasulullah saw. lebih tinggi dan lebih bermanfaat bagi kami.” Rafi’ berkata, “Maka kami bertanya, “Perkara apakah itu?” Ia berkata, “Nabi saw. bersabda: “Barangsiapa memiliki ladang hendaklah ia kelola, atau ia serahkan pengelolaannya kepada saudaranya. Dan jaganlah ia menyewakannya dengan sepertiga atau seperempat atau pun dengan makanan yang telah ditentukan.” Qatadah berkata, “Perkara ini telah jelas.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16882

قَالَ قَرَأْتُ عَلَى عَبْدِ الرَّحْمَنِ : مَالِكٌ عَنْ أَبِي النَّضْرِ مَوْلَى عُمَرَ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ عَنْ بُسْرِ بْنِ سَعِيدٍأَنَّ زَيْدَ بْنَ خَالِدٍ الْجُهَنِيَّ أَرْسَلَهُ إِلَى أَبِي جُهَيْمٍ يَسْأَلُهُ مَاذَا سَمِعَ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْمَارِّ بَيْنَ يَدَيْ الْمُصَلِّي مَاذَا عَلَيْهِ قَالَ أَبُو الْجُهَيْمِ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَوْ يَعْلَمُ الْمَارُّ بَيْنَ يَدَيْ الْمُصَلِّي مَاذَا عَلَيْهِ لَكَانَ أَنْ يَقِفَ أَرْبَعِينَ خَيْرًا لَهُ مِنْ أَنْ يَمُرَّ بَيْنَ يَدَيْهِقَالَ أَبُو النَّضْرِ لَا أَدْرِي أَقَالَ أَرْبَعِينَ يَوْمًا أَوْ أَرْبَعِينَ شَهْرًا أَوْ أَرْبَعِينَ سَنَةً
Terjemahan: Imam Ahmad berkata Saya telah membacakannya di hadapan {Abdurrahman}: {Malik} dari {Abu An Nadlr} budak Umar bin Ubaidullah, dari {Busr bin Sa’id}, bahwa Zaid bin Khalid Al Juhani mengutusnya menemui {Abu Juhaim} untuk bertanya kepadanya, tentang apa yang ia dengar dari Rasulullah saw. berkenaan dengan hukum orang yang lewat di depan orang yang shalat. Sanksi apa yang akan diterimanya?” Abu Juhaim lalu berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Sekiranya orang yang lewat di depan orang yang sedang itu tahu balasan yang akan ditimpakan atasnya, niscaya berdiri selama empat puluh lebih baik baginya daripada lewat di hadapan orang yang sedang melakukan shalat.” Abu An Nadlr berkata, “Saya tidak tahu, apakah beliau mengatakan, ‘Empat puluh hari, atau empat puluh bulan, atau empat puluh tahun’.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16883

حَدَّثَنَا حَسَنُ بْنُ مُوسَى حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ الْأَعْرَجُ قَالَ سَمِعْتُ عُمَيْرًا مَوْلَى ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَأَقْبَلْتُ أَنَا وَعَبْدُ اللَّهِ بْنُ يَسَارٍ مَوْلَى مَيْمُونَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَخَلْنَا عَلَى أَبِي جُهَيْمِ بْنِ الْحَارِثِ بْنِ الصِّمَّةِ الْأَنْصَارِيِّ قَالَ أَبُو جُهَيْمٍ أَقْبَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ نَحْوِ بِئْرِ جَمَلٍ فَلَقِيَهُ رَجُلٌ فَسَلَّمَ عَلَيْهِ فَلَمْ يَرُدَّ عَلَيْهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى أَقْبَلَ عَلَى الْجِدَارِ فَمَسَحَ بِوَجْهِهِ وَيَدَيْهِ ثُمَّ رَدَّ عَلَيْهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hasan bin Musa} Telah menceritakan kepada kami {Ibnu Lahi’ah} Telah menceritakan kepada kami {Abdurrahman Al A’raj} ia berkata, saya mendengar {Umair} budaknya Ibnu Abbas berkata, “Saya dan Abdullah bin Yasar, budak Maimunah isteri Nabi saw. menemui Abu Juhaim bin Harits bin Shimmah Al Anshari. {Abu Juhaim} berkata, “Rasulullah saw. datang dari arah Sumur Jamal, lalu ada seorang laki-laki menjumpai beliau dan mengucapkan salam kepada beliau, namun Rasulullah saw. tidak membalasnya, hingga beliau tiba di dinding. Kemudian mengusap wajah dan tangannya, setelah itu Rasulullah saw. baru membalas salam laki-laki tersebut.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16884

حَدَّثَنَا أَبُو سَلَمَةَ الْخُزَاعِيُّ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ بِلَالٍ حَدَّثَنِي يَزِيدُ بْنُ خُصَيْفَةَ أَخْبَرَنِي بُسْرُ بْنُ سَعِيدٍ قَالَ حَدَّثَنِي أَبُو جُهَيْمٍأَنَّ رَجُلَيْنِ اخْتَلَفَا فِي آيَةٍ مِنْ الْقُرْآنِ فَقَالَ هَذَا تَلَقَّيْتُهَا مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَالَ الْآخَرُ تَلَقَّيْتُهَا مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَسَأَلَا النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ الْقُرْآنُ يُقْرَأُ عَلَى سَبْعَةِ أَحْرُفٍ فَلَا يُمَارُوا فِي الْقُرْآنِ فَإِنَّ مِرَاءً فِي الْقُرْآنِ كُفْرٌ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Salamah Al Khuza’i} Telah menceritakan kepada kami {Sulaiman bin Bilal} telah menceritakan kepadaku {Yazid bin Khushaifah} telah mengabarkan kepadaku {Busru bin Sa’id} ia berkata, telah menceritakan kepadaku {Abu Juhaim}, bahwa dua orang laki-laki berselisih mengenai satu ayat di dalam Al-Quran. Salah satu dari keduanya berkata, “Sesungguhya saya telah menerima langsung dari Rasulullah saw.” Sedangkan yang lain berkata, “Saya juga mempelajarinya langsung dari Rasulullah saw.” Akhirnya keduanya menanyakan hal itu kepada Nabi saw., beliau lalu bersabda: “Sesungguhnya Al Qur`an itu dibaca dengan tujuh huruf, maka janganlah Al-Qur’an itu diperdebatkan dan diperselisihan. Karena perdebatan mengenai ayat Al-Qur’an itu merupakan kekufuran.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16885

حَدَّثَنَا يُونُسُ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا أَبَانُ يَعْنِي ابْنَ يَزِيدَ الْعَطَّارَ عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ عَنْ أَبِي إِبْرَاهِيمَ شَيْخٍ مِنْ الْأَنْصَارِ عَنْ أَبِيهِأَنَّ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا صَلَّى عَلَى الْجِنَازَةِ قَالَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِحَيِّنَا وَمَيِّتِنَا وَكَبِيرِنَا وَصَغِيرِنَا وَذَكَرِنَا وَأُنْثَانَا وَشَاهِدِنَا وَغَائِبِنَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yunus bin Muhammad} Telah menceritakan kepada kami {Aban} -yakni Ibnu Yazid Al Aththar- dari {Yahya bin Abu Katsir} dari {Abu Ibrahim} seorang syaikh dari Anshar, dari {Bapaknya}, bahwasanya Nabi saw. jika menshalati jenazah, beliau beliau berdo’a: “ALLAHUMMAGHFIR LIHAYYINAA WAMAYYITINAA WA KABIIRANAA WA SHAGHIIRANAA, WA DZAKARINAA WA UNTSAANAA, WA SYAAHIDINAA WA GHAAIBINAA (Ya Allah, ampunilah bagi orang-orang yang masih hidup di antara kami dan orang-orang yang mendahului kami, orang tua di antara dan anak-anak kecil kami, para lelaki di antara kami dan para wanita di antara kami, serta orang-orang yang hadir dari kami dan orang-orang kami yang tidak ada.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16886

حَدَّثَنَا عَبْدُ الصَّمَدِ عَنْ هِشَامٍ عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ عَنْ أَبِي إِبْرَاهِيمَ عَنْ أَبِيهِ أَنَّهُ حَدَّثَهُ أَنَّهُسَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ فِي الصَّلَاةِ عَلَى الْمَيِّتِ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِحَيِّنَا وَمَيِّتِنَا وَشَاهِدِنَا وَغَائِبِنَا وَذَكَرِنَا وَأُنْثَانَا وَصَغِيرِنَا وَكَبِيرِنَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdush Shamad} dari {Hisyam} dari {Yahya bin Abu Katsir} dari {Abu Ibrahim} dari {bapaknya} bahwa ia menceritakan kepadanya, bahwa pernah mendengar Rasulullah saw. berdo’a di dalam shalat jenazah: “ALLAHUMMAGHFIR LIHAYYINAA WA MAYYITINAA, WA SYAAHIDINAA WA GHAAIBINAA, WA DZAKARINAA WA UNTSAANAA, WA SHAGHIIRANAA WA KABIIRANAA (Ya Allah, ampunilah bagi orang-orang yang masih hidup dari kami dan yang telah meninggal di antara kami, yang hadir maupun yang tidak, orang laki-laki di antara kami dan para wanita-wanita di antara kami, anak-anak kecil kami dan orang yang telah tua di antara kami.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16887

حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا أَبَانُ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَبِي كَثِيرٍ حَدَّثَنَا شَيْخٌ مِنْ الْأَنْصَارِ يُقَالُ لَهُ أَبُو إِبْرَاهِيمَ عَنْ أَبِيهِأَنَّ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا صَلَّى عَلَى الْمَيِّتِ قَالَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِحَيِّنَا وَمَيِّتِنَا وَشَاهِدِنَا وَغَائِبِنَا وَذَكَرِنَا وَأُنْثَانَا وَصَغِيرِنَا وَكَبِيرِنَاقَالَ يَحْيَى وَحَدَّثَنِي أَبُو سَلَمَةَ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بِهَذَا الْحَدِيثِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَزَادَ فِيهِ اللَّهُمَّ مَنْ أَحْيَيْتَهُ مِنَّا فَأَحْيِهِ عَلَى الْإِسْلَامِ وَمَنْ تَوَفَّيْتَهُ فَتَوَفَّهُ عَلَى الْإِيمَانِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Affan} Telah menceritakan kepada kami {Aban} Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Abu Katsir} Telah menceritakan kepada kami seorang syaikh dari kalangan Anshar yang biasa dipanggil {Abu Ibrahim} dari {Bapaknya}, bahwa Nabi saw. jika menshalati jenazah, beliau berdo’a: “ALLAHUMMAGHFIR LIHAYYINAA WA MAYYITINAA, WA SYAAHIDINAA WA GHAAIBINAA, WA DZAKARINAA WA UNTSAANAA, WA SHAGHIIRANAA WA KABIIRANAA (Ya Allah, ampunilah bagi orang-orang yang masih hidup dari kami dan yang telah meninggal di antara kami, yang hadir maupun yang tidak, orang laki-laki di antara kami dan para wanita-wanita di antara kami, anak-anak kecil kami dan orang yang telah tua di antara kami).” {Yahya} berkata ” {Abu Salamah bin ‘Abdurrahman} menceritakan hadits ini kepada kami dari nabi saw. Hanya saja ia menambahkan, “ALLAHUMMA MAN AHYAITAHU MINNAA FA AHYIHI ‘ALAL ISLAAM WA MAN TAWAFFAITAHU FA TAWAFFAHU ‘ALAL IMAAN (Ya Allah, siapa yang Engkau hidupkna dari kami maka hidupkanlah ia di atas Islam, dan siapa yang Engkau wafatkan maka wafatkanlah ia di atas keimanan).”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16888

حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا هَمَّامٌ أَخْبَرَنَا يَحْيَى بْنُ أَبِي كَثِيرٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي قَتَادَةَ عَنْ أَبِيهِ أَنَّهُشَهِدَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى عَلَى مَيِّتٍ فَسَمِعَهُ يَقُولُ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِحَيِّنَا وَمَيِّتِنَا وَشَاهِدِنَا وَغَائِبِنَا وَصَغِيرِنَا وَكَبِيرِنَا وَذَكَرِنَا وَأُنْثَانَاقَالَ وَحَدَّثَنِي أَبُو سَلَمَةَ بِهَؤُلَاءِ الثَّمَانِ الْكَلِمَاتِ وَزَادَ كَلِمَتَيْنِ مَنْ أَحْيَيْتَهُ مِنَّا فَأَحْيِهِ عَلَى الْإِسْلَامِ وَمَنْ تَوَفَّيْتَهُ مِنَّا فَتَوَفَّهُ عَلَى الْإِيمَانِ حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا أَبَانُ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَبِي كَثِيرٍ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِنَحْوِهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Affan} Telah menceritakan kepada kami {Hammam} telah mengabarkan kepada kami {Yahya bin Abu Katsir} Telah menceritakan kepada kami {Abdullah bin Abu Qatadah} dari {Bapaknya}, bahwa ia pernah menyaksikan Nabi saw. menshalati jenazah, lalu ia mendengar beliau membaca do’a: “ALLAHUMMAGHFIR LIHAYYINAA WA MAYYITINAA, WA SYAAHIDINAA WA GHAAIBINAA, WA DZAKARINAA WA UNTSAANAA, WA SHAGHIIRANAA WA KABIIRANAA (Ya Allah, ampunilah bagi orang-orang yang masih hidup dari kami dan yang telah meninggal di antara kami, yang hadir maupun yang tidak, orang laki-laki di antara kami dan para wanita-wanita di antara kami, anak-anak kecil kami dan orang yang telah tua di antara kami).” Yahya berkata, ” {Abu Salamah} menceritakan kepadaku dengan kalimat-kalimat yang sama, hanya saja ia menambahkan dua kalimat, “MAN AHYAITAHU MINNAA FAAHYIHI ‘ALAL ISLAAM WA MAN TAWAFFAITAHU FATAWAFFAHU ‘ALAL IMAAN (Ya Allah, siapa yang Engkau hidupkan dari kami maka hidupkanlah ia di atas Islam, dan siapa yang Engkau wafatkan maka wafatkanlah ia di atas keimanan).” Telah menceritakan kepada kami {Affan} Telah menceritakan kepada kami {Aban} Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Abu Katsir} dari {Ibrahim} dari Nabi saw., seperti dalam hadits tersebut.”